Son Of God

Son Of God
Noir dan Raja monster


__ADS_3

Saat matahari terbenam dan waktu berganti menjadi malam, aku sedang makan malam bersama keluargaku seperti biasanya.


Dari luar pintu terdengar suara ketukan pintu yang terburu-buru seperti ingin menghancurkan pintu.


"Nona Rei!"


Suara seorang pria berteriak dengan panik. Steve membukakan pintu dan menyuruh pria itu masuk kedalam.


Pria itu berlutut di hadapan kami dengan ekspresi ketakutan.


"Ada apa?"


"Di gerbang selatan ada..."


"Ada apa katakan dengan jelas."


Saat pria itu ingin mengatakan laporannya, aku secara tak sadar menebak laporan tersebut.


"Segerombolan monster muncul, benar?"


"Ah ya, benar! tapi bagaimana kau bisa tahu?"


"Hanya menebak saja, firasatku mengatakan kalau mereka sangat berbahaya."


Aku mencoba menyangkalnya karena sepertinya dia mencurigaiku.


"Baiklah, segera kumpulkan ksatria yang senggang dan berkumpul denganku di gerbang."


Kakak langsung pergi dengan memakai armor putih ringannya serta pedang sucinya yang tersimpan di pinggangnya.


Pedang suci milik kakak adalah pedang suci Aurora. Itu adalah pedang suci yang mampu membelah sesuatu yang gelap. Meskipun disebut dengan pedang suci tapi itu adalah long sword.


Bilahnya tipis dan ramping namun sangat tajam. Kakak pergi dengan cepat setelah berpamitan dengan kami.


Aku segera ke kamarku dan memastikan tidak ada siapapun yang mengikutiku dari belakang.


Aku berbicara dengan Nova melalui telepati untuk mengetahui kondisi di sana. Setelah selesai mendapatkan laporan dari Nova, aku berubah menjadi Noir.


Dengan armor hitam gelap dengan helm tengkorak serta pedang hitam void yang berada di pinggangku.


Aku keluar melalui jendela kamar dan melompat ke atas pohon. Peri kecil datang di depanku dan menuntunku ke dalam hutan.

__ADS_1


...----------------...


"Kenapa manusia manusia itu sangat kuat? Tapi tidak apa, jumlah mereka lebih sedikit dari kita."


Sang raja monster kesal dengan manusia yang berhasil menahan pasukannya. Namun, saat dia ingin maju untuk membantu pasukannya, dia terhenti oleh seseorang.


Klik, klik


ada suara ketukan sepatu besi dari belakangnya, seseorang datang. Dia menoleh dan menemukan sesosok hitam.


Sosok itu memakai armor hitam gelap dan memiliki wajah seperti tengkorak.


"S-Siapa kau? Undead?"


"Kau pasti raja monster.


Suaranya sedalam dan gelap seperti jurang.


"O-oh, sepertinya kau mengenalku."


"Tentu saja, namaku Noir. Aku adalah ksatria kegelapan, aku juga adalah wujud ketiadaan."


Raja monster itu terheran heran dengan sosok hitam yang menyebutkan dirinya Noir.


"A-Apa yang kau inginkan dariku?"


"Aku ingin tahu dari mana kau berasal dan apa tujuanmu?"


Raja monster itu menelan ludahnya, dia ketakutan dengan sosok itu. Ia berpikir jika dia berbohong maka sudah pasti akan mati tapi jika menjawab dengan jujur dan jawabannya tidak sesuai dengan keinginannya maka ia juga akan mati. Memilih yang manapun hasilnya akan sama.


Setelah memutar otak dia akhirnya memilih untuk jujur.


"Aku tidak tahu dari mana aku berasal. Yang aku tahu, aku terbangun di kolam darah. Darah yang berasal dari monster lainnya, aku ingat bahwa kami di bunuh oleh manusia. Aku memakan mayat monster lain untuk bertahan hidup. Setelah beberapa bulan melakukan perjalanan tentang mengapa aku ada di sini dan masih hidup. Tanpa aku sadari, aku memiliki kekuatan yang besar ini. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk mengumpulkan banyak monster dan membalas dendam pada umat manusia."


Sosok gelap itu terdiam sejenak dan raja monster terus melihat sekeliling untuk melarikan diri dari sosok itu.


"Aku mengerti, tapi sayang sekali. Balas dendammu akan berakhir malam ini."


Sosok hitam itu menarik pedang dari sarungnya, pedangnya mengeluarkan gelombang sihir dalam bentuk sinar cahaya merah hitam. Ada ratusan untaian yang sangat tipis. Ini menciptakan pola yang mempesona saat mereka membungkus diri di sekitar Noir seperti pembuluh darah.


"Apa ini…?" Raja monster kaget.

__ADS_1


Tidak ada yang pernah menciptakan keindahan seperti itu melalui sihir.


“Aku akan menunjukkan kekuatan sejati … dan mengukirnya dalam pikiranmu selamanya.”


Sihir berkumpul di bilah pedang hitam dan menggores pola, mulai membentuk spiral besar. Noir terus berfokus pada kekuatannya.


sungguh spiral itu akan menelan semuanya. kekuatan yang menakutkan dalam senjata hitam itu.


“Ini adalah akhir bagimu.” Noir siapkan pedangnya dalam posisi menerjang.


Sikap ini hanya untuk menjatuhkan musuh.


"Tung-berhenti…”


Apakah tanahnya bergetar? Atau udara? Atau Raja monster sendiri? Tidak, itu segalanya.


Semuanya beriak.


Itulah tujuan akhirnya.


Itu… permainan pedang yang terkuat.


"Perhatikan baik-baik…" Terbungkus cahaya, pedang hitam menarik kembali…


"Teknik Kegelapan:


THE DESTROYER."


..... Dan dilepaskan. Semua suara hilang. Semburan cahaya memancar dan menelan tubuh Raja monster. Itu menembus segalanya, memakan dinding dan bumi, meledakkan ke langit malam. Lalu meledak. Saat pola cahaya terukir di langit malam, seluruh ibu kota mengasumsikan rona merah-hitam.


Dari tempat yang sangat jauh, ledakan yang tertunda itu menyebar ke seluruh kota, menyapu awan hujan, mengguncang tanah dan tempat tinggal pribadi, sebelum lewat.


Yang tersisa hanyalah bulan purnama dan langit malam yang indah penuh bintang.


Raja monster telah diuapkan. Dia bahkan tidak meninggalkan setitik pun debu.


Lubang besar itu meledak menembus dinding sampai ke atas permukaan tanah. Dan kemudian… Noir menghilang ke dalam malam.


Para monster yang sedang bertempur teralihkan ke ledakan itu lalu segera mundur dengan cepat.


Para ksatria tidak mengejar mereka karena ada sesuatu yang misterius dari dalam hutan yang membuat ledakan itu.

__ADS_1


Itu adalah kemenangan bagi umat manusia. Kerajaan mengirimkan pasukan khusus untuk mencari tahu tentang ledakan tersebut namun tidak ada informasi yang jelas. Sejak hari itu, insiden tersebut dikenal oleh seluruh kerajaan dengan insiden sihir merah.


Karena kejadian itu, aku kelelahan dan tertidur pulas hingga siang hari. Meskipun ayah dan ibu tidak memarahiku tapi kakak sangat marah dan wajahnya sangat menakutkan.


__ADS_2