
Aku membuat tanah naik agar bisa sama tinggi dengan para monster. Aku membawa keempat bola energi untuk melawan para monster.
Jika aku menyegelnya kembali maka mereka akan kembali lagi suatu hari nanti. Jadi aku memutuskan untuk membuat mereka patuh dan untuk memperkuat Little Star. aku tahu kalau ada orang lain yang melepaskan segel para monster jadi aku memerintahkan Nova dan Olivia untuk mencari orang tersebut.
Alasan mengapa orang itu tidak ada di sini karena ia tidak memiliki bola energi yang juga merupakan kunci untuk mengendalikan para monster. Meskipun semua itu hanya tebakanku saja, tapi aku tetap menyuruh mereka.
Jika mereka terlepas karena alasan lain maka aku akan mengatakan "Sepertinya dewa ingin kita berkembang.". Nah, dengan begitu aku tidak akan di salahkan.
"Dewa Dewi yang membuat gunung, daratan, lautan. Cahaya yang menerangi gelapnya malam."
Aku membaca mantra sambil menyatukan semua energi yang ada pada bola energi. Langit mulai menjadi gelap dan petir bergemuruh. Para monster yang tahu akan bola energi, segera menyerangku dengan kekuatan mereka.
Untungnya serangan itu tidak melukaiku. Serangannya memang benar-benar berbahaya tapi karena zirah milikku terbuat dari batu anti magic jadi serangan sihir tidak akan mempan namun konsentrasi buyar karena terkejut akan serangan itu.
"Kalian melakukannya ya..."
Saat aku mencoba menyatukan keempat kekuatan bola energi sekali lagi, seseorang tiba-tiba muncul dan menyerangku. Aku yang reflek segera menghindar tapi keempat bola energi jatuh kemana-mana.
"Noir, tidak akan kubiarkan kau menggangguku."
"Jadi kau yang melepaskan segelnya, tapi sayangnya kau tidak bisa mengehentikanku."
Gisella dan Victoria segera datang dan melakukan serangan gabungan pada pria itu. Kekuatan pria itu memang tidaklah seberapa dan Gisella dan Victoria bisa mengatasinya dengan mudah.
"Aku punya urusan dengan tiga monster raksasa itu jadi bermainlah dengan pelayananku untuk sementara waktu."
Pria itu mencoba mendekatiku tapi dia tidak bisa karena Gisella dan Victoria menghalangi. Aku mengumpulkan bola energi yang jatuh dan sekali lagi berkonsentrasi menyatukan semua energi.
Aku kewalahan dengan energi yang sangat besar ini dan hampir membuatku terhempas. Para monster menyatukan nafas mereka pada satu titik dan melepaskannya ke arahku. Mungkin aku bisa saja mati akibat serangan itu dan aku segera melepaskan kekuatan bola energi yang berhasil aku satukan.
Kedua serangan saling bertabrakan dan menciptakan gelombang kerusakan untuk sekitarnya. Rumah-rumah hancur, jalanan menjadi rusak.
__ADS_1
"Sungguh… kekuatan yang mengerikan, aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi…"
Aku menggunakan penguat fisik agar bisa mendorong serangan. Zirah milikku aman namun kulit di tanganku terasa panas dan rasanya seperti terbakar. Aku berusaha menahan rasa sakit yang luar biasa ini dan mendorong lebih kuat.
Sedikit demi sedikit serangan milikku mendorong nafas mereka dan berhasil mengenai mereka. Ledakan terjadi saat kekuatan besar yang aku tembakan mengenai para monster.
Para monster berteriak seperti kesakitan tapi aku terus mendorong hingga kekuatan bola energi mulai menipis. Akhirnya aku berhasil mengalahkan para monster.
Pria itu babak belur karena Gisella dan Victoria. Aku menyuruhnya menangkap dia agar bisa mendapatkan banyak sekali informasi. Para monster juga menghilang setelah terkena serangan dahsyat itu, serta keempat bola energi yang sudah berubah menjadi abu-abu dan hancur.
"Master, kami membawa mereka."
Nova dan Olivia kembali sambil membawa para monster mini. Para monster menjadi kecil dan aku tidak merasakan kebencian dari mereka seperti sebelumnya.
"Aku tidak memiliki dendam pada kalian. Mungkin kalian kesal dengan penyihir yang menciptakan kalian tapi mulai hari ini kalian akan berada di bawah perintahku."
Ketiga monster ini diciptakan oleh penyihir di masa lalu. Namun penyihir itu menjadi rakus dan mulai memperbudak para monster. Karena sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan yang mereka terima akhirnya mereka mengamuk. Tapi berkat raja pertama, Alex. Para monster di segel di dimensi ruang dan waktu untuk menghentikan amukan para monster.
Ketiga monster tampak senang saat aku mengatakan agar menjadi bagian Little Star. Aku memerintahkan mereka untuk kembali dengan membawa ketiga monster dan pria yang melepaskan segel monster elemen.
Aku kembali ke istana lewat pintu depan. Tempatnya menjadi sepi dan tidak ada siapapun. Langit bersinar terang dan angin yang sejuk. Aku merasa lega dapat menyelesaikan masalah ini.
"Kemana semuanya pergi..."
Aku tidak menemukan siapapun dan terus mencari. Tapi mengingat kekacauan ini aku yakin mereka berada di tempat evakuasi. Aku tidak tahu kemana tempat evakuasi berada karena tempat ini sangat luas jadi aku berjalan yang menurutku benar.
"Ren..."
Aku mengenal suara ini. Suara dari orang yang senang sekali menjahili-ku. Aku menoleh untuk melihat asal suara itu.
"Julius, Alvin bahkan Nona Dorothy. Sedang apa kalian di sini?"
__ADS_1
"Mencarimu, kami berpikir untuk membantu tapi kau tiba-tiba tidak ada." Jawab Julius.
Gawat. Aku tidak bisa mengatakan kalau aku berubah menjadi Noir dan menghentikan para monster elemen. Bagaimanapun identitasku tidak boleh sampai di ketahui atau akan terjadi masalah yang besar.
"Ah... Sebenarnya tadi..."
Aku bingung harus membuat alasan seperti apa tapi nona Dorothy terus menatapku dan menunggu jawabanku. Sial, dia menatapku dengan serius.
"Ah benar! Tadi ada sosok bernama Noir muncul dan aku di suruh pergi jadi aku pergi ke toilet karena sudah tidak tahan."
"Alasan macam apa itu?" Dorothy tampak tidak puas dengan alasanku tapi bagiku ini alasan yang bisa kupikirkan.
"Begitu. Syukurlah kau baik-baik saja, Ren." Julius merasa lega dan mengusap dadanya.
"Bagaimana kalau kita kembali? Aku yakin kau merasa lelah bukan?" Alvin segera membungkuk dan memberikan punggungnya untuk menggendongku. Entah sejak kapan tapi Alvin menjadi lebih baik dari pada saat pertama kali kita bertemu.
"Kau benar. Aku cukup lelah karena terlalu banyak menggunakan sihir." Aku naik ke atas punggungnya dan membiarkan aku di gendong olehnya. Kami pergi dan kembali ke rumah kami untuk beristirahat.
Keesokan harinya setelah insiden penyerangan monster itu aku mencoba untuk bersantai dan bermalas-malasan tapi masalah besar datang ke rumahku dan menghancurkan waktuku yang damai.
"Perkenalkan nama saya adalah Dorothy Snowheat. Putri pertama dari keluarga Snowheat, senang bertemu dengan kalian, tuan pedang suci, master dan nona sword saint." Dorothy membungkuk dengan anggun dan memperkenalkan dirinya sendiri kepada keluargaku.
Dia bersama keluarga disambut baik oleh ayah dan ibu. Aku berharap mereka bisa mengusirnya tapi sepertinya itu sangat tidak sopan. Aku tahu kedatangan mereka kesini karena sebelumnya Julius sudah mengatakannya padaku.
"Silahkan duduk, jadi ada apa kedatangan kalian kesini? Apakah putra kami telah melakukan kesalahan?"
Oi, pak tua! Kesalahan apa yang kau maksud?! Aku ini anak yang baik, kau tahu!
"Ah bukan. Kedatangan kami adalah untuk membicarakan tentang pertunangan putriku dengan putramu."
Setelah ayah Dorothy mengatakan tujuan mereka, ayah, ibu dan kakak membeku di tempat karena sangat terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya.
__ADS_1