
Kakak saya, Rei Orion dan kedua temannya akan kembali ke ibukota. Dimana saat ini mereka sedang bersekolah di sana.
Akademi Regulus, sebuah sekolah dimana siswa belajar tentang sihir atau cara berpedang. Berkat Olivia, dia mengumpulkan banyak informasi untuk saya.
Menurut informasi, banyak siswa luar biasa setelah lulus dari sana. Ada yang menjadi petualang hebat, guru sihir, ksatria kerajaan bahkan ada yang menjadi tangan kanan raja.
Namun ada juga yang hanya ingin hidup bebas dengan pergi ke pedesaan dan hidup bahagia.
Dan untuk kasus itu, saya sedang berkumpul dengan seluruh keluarga saya juga ada dua temannya kakak, yaitu Bella dan Shiori.
Saya sedang mencerna informasi yang baru saja dikatakan kakak tentang orang tua saya.
“Jadi ayah adalah sang pedang raja dan dikenal sebagai pahlawan. Ibu adalah penyihir kerajaan dan pernah berteman dengan sang ratu lalu kakak sekarang adalah sword saint, begitu?”
“Y-Ya begitulah... hehe.”
Jadi bukan hanya saya yang menyembunyikan sesuatu?! Jangan bilang kalau Nia juga?
“Apakah Nia...”
“Saya dulunya adalah seorang petualang yang dikenal sebagai Eagle eye.”
“Dan sampai sekarang eagle eye adalah legenda hidup.”
Kakak menjelaskan lebih lanjut namun apa maksud dari semua ini?! Jadi keluarga ini isinya adalah orang penting!
“Ren, jangan marah ya. Kami bukannya tidak mau memberi tahu padamu tapi kami tidak tahu waktu yang tepat.”
“Ibumu benar. Karena aku ingin kau menjalani kehidupan yang normal.”
Jadi kalian ingin saya menjadi anak yang lahir di sebuah pedesaan namun lingkungan saya tidak seperti di pedesaan. Saya merasa lelah secara mental.
Saya tidak mengerti lagi. Saya tidak tahu harus berbuat apa sekarang.
__ADS_1
“Aku tidak marah hanya saja, aku tidak percaya kalau keluargaku berisikan orang penting.”
Kakak mengusap kepala saya yang sedang menunduk, saya melihat kearahnya dan dia tersenyum pada saya.
“Jadi dengan begitu. Apa kau mau ke ibukota bersamaku Ren?”
Kakak menawarkan saya untuk ikut ke ibukota bersamanya. Tentunya saya ingin pergi tapi saya yakin kedua orang tua saya tidak akan ikut karena beberapa alasan.
Dan entah kenapa, itu membuat saya memiliki ide cemerlang dan saya tersenyum lebar di dalam hati saya.
“Baiklah, aku akan ikut dengan kakak.”
“Baguslah.”
“Tapi aku ingin ayah, ibu dan Nia juga ikut denganku.”
Setelah saya mengatakan itu, suasana menjadi hening seketika. Nia sepertinya tidak mempermasalahkannya akan tetapi kedua orang tua saya seperti berpura-pura tidak mendengar saya.
“Jadi ayah dan ibu tidak akan ikut. Kalau begitu aku akan pergi lagi dan tidak akan kembali.”
“Baiklah, aku pergi.”
“Kalau Ren sudah seperti itu, ibu hanya bisa menurut.”
Saya mengatakan "Rencana sukses!” dalam pikiran saya. Itu adalah sesuatu yang tidak saya mengerti mengapa ayah dan ibu tidak mau pergi ke ibukota jadi saya berpikir untuk membuat mereka pergi dan mencari tahu alasannya.
...----------------...
Kami duduk di dalam kereta kuda yang digunakan kakak. Beberapa saat yang lalu saya memperbaiki kereta yang sudah setengah hancur dan itu memakan waktu lama. Ayah tidak bisa memperbaikinya namun dia sangat terkejut karena saya bisa memperbaikinya walaupun pertama kalinya saya memegang perkakas.
“Sejak kecil Ren selalu saja membuat ibu terkejut.”
“Tuan muda benar-benar misterius.”
__ADS_1
Ibu dan Nia merasa pusing dengan saya yang tidak biasa.
“Bagaimana caramu melakukannya?”
“Entahlah, aku hanya merasa bisa melakukannya.”
“Maksudnya kau hanya percaya diri bisa melakukannya?!”
“Ya.”
Kakak juga merasa pusing dan memegangi kepalanya.
Kedua temannya hanya tersenyum canggung melihat kami. Saya tidak tahu kenapa mereka menjadi memegangi kepala mereka hanya karena apa yang saya lakukan.
Perjalanan menuju ke ibukota cukup jauh dan akan memakan waktu 3 hari untuk sampai ke sana namun saya sedang duduk bingung yang ada di bahu saya.
“Kenapa kau malah ikut denganku, Yukari?”
Yukari sedang menyandarkan kepalanya di bahu saya dengan senangnya.
“Kenapa dengan itu? Apa aku tidak boleh ikut denganmu?”
“Aku tidak mengatakan kau tidak boleh ikut hanya saja...”
“Tenang saja aku sudah berbicara dengan orang tuaku.”
Percuma saja, saya tidak bisa mengatakan apapun padanya. Saya hanya bingung kenapa ia malah ikut dengan saya. Meskipun orang tuanya mengizinkannya tapi tetap saja dia akan jauh dari orang tuanya,bukan? Untuk dia yang masih dibawah umur pergi ke tempat yang jauh tanpa didampingi oleh orang tuanya rasanya seperti dia jauh lebih dewasa dari saya.
“Dia benar-benar menempel denganmu seperti lem ya?”
“Yah, itu karena Yukari adalah teman pertamaku yang berharga.”
Saat saya mengatakan itu wajah Yukari memerah lagi.
__ADS_1
“Hei! Bisakah kau tidak mengatakan hal seperti itu dengan muka datar?!”
Ibu, Nia dan kedua temannya kakak tertawa dan perjalanan masih jauh.