Son Of God

Son Of God
Serangan monster


__ADS_3

Setelah kakak pulang dari kencannya, dia datang kepadaku yang sedang duduk di kamarku dengan ekspresi serius.


"Ren, kakak ingin berterima kasih karena sudah membantu kakak."


"Hm? Ah, jangan pikirkan tentang itu. Aku adalah adikmu dan tugasku adalah membantu kakak perempuannya yang cantik."


"J-Jangan mengatakan itu dengan mudahnya!!"


Wajah kakak sangat merah dan malu. Aku senang kalau kencannya berjalan lancar, tapi sayangnya aku belum melihat wajah pacar kakakku itu.


Kudengar dia orang yang payah dalam berkomunikasi, serta kemampuannya hanya rata-rata baik akademik maupun fisik. Tapi dia orang yang tidak pernah menyerah dan selalu berbuat baik kepada siapapun.


Meskipun informasi ini aku dapatkan dari Olivia tapi aku penasaran dan ingin bertemu dengannya. Setidaknya aku bisa mempercayakan kakak kepada orang itu.


...----------------...


Aku tidur di kamarku seperti biasanya namun saat aku membuka mata, aku menemukan Yukari yang sedang menatapku dengan matanya yang indah.


"Selamat pagi, Ren."


"Pagi. Apa yang kau lakukan di kamarku?"


"Melihatmu tidur."


"Apakah menyenangkan?"


"Sangat menyenangkan!"


Aku bangun dan turun dari tempat tidur.


"Hei, kau mau kemana?"


"Aku mau pergi mandi. Jadi keluarlah dari kamarku."


Yukari menjadi agak kesal, dia turun lalu memeluk tanganku dengan senyum.


"Kalau begitu, ayo mandi bersama."


Aku memukul pelan kepalanya tapi dia tetap merasakan sakit dan memegangi kepalanya.


"Itu bukan yang dikatakan oleh seorang gadis kepada laki-laki."


"Tapi...."


"Berhenti bercanda. Lagipula kau sudah mandi, kalau ada yang ingin kau katakan maka katakanlah."


"Dasar tidak berperasaan."


Aku mengabaikan ucapannya dan pergi mandi. Setelah selesai mandi, aku kembali ke kamarku dan duduk di meja belajarku.


"Kau sudah boleh keluar, Olivia."


Dari balik gorden muncul wanita cantik dengan rambut ungu gelap pendek, kulit putih dan terdapat sayap putih dibelakang punggungnya.

__ADS_1


"Ada informasi terbaru?"


"Ya, master. Sepertinya akan ada segerombolan monster yang akan menyerang kota ini."


"Kenapa mereka menyerang kota ini?"


"Kemungkinan besar karena munculnya raja monster."


Raja monster, mereka adalah predator yang membunuh monster lain lalu berevolusi menjadi monster yang lebih kuat


"Masalah yang sangat serius. Butuh berapa lagi untuk mereka sampai kesini?"


Saya mendengar sambil membaca laporan yang dibawa oleh Olivia.


"Mereka sudah sampai di sekitaran kota dan sedang menunggu malam hari untuk menyerang kota."


Sepertinya raja monster ini memiliki kepintaran, dalam buku dikatakan mereka tidak memiliki pikiran ataupun berbicara. Satu satunya keunggulan raja monster adalah kekuatannya yang besar.


Jika mereka menunggu sampai malam hari, itu artinya sang raja monster ini memiliki kecerdasan. Sepertinya aku harus menyiapkan beberapa persiapan.


"Begitu ya. Katakan pada yang lainnya untuk berjaga di setiap sisi kota, jangan biarkan mereka masuk ke dalam kota."


"Dimengerti. Lalu bagaimana dengan tuan?"


"Aku akan melawan raja monster ini. Kurasa dia menyerang kota ini karena mengincarku."


Ekspresi terkejut terlihat di wajah Olivia, aku yakin dia khawatir padaku.


...****************...


Jauh di dalam hutan dekat kota, segerombolan monster sedang memperhatikan monster bertubuh besar yang sedang berpidato.


"Malam ini! Kita akan hancurkan ibukota Arvonia!"


"Wooo!!" Teriakan monster lainnya setelah mendengar pidato raja monster.


"Waktunya menyerang!!"


Para monster berbalik dan berjalan bersama menuju ibukota dan raja monster mengikuti serta memberikan perintah dari belakang.


...----------------...


Di sebelah selatan, gerbang dijaga oleh dua ksatria yang membawa pedang di pinggang mereka.


Satu ksatria datang dan menghampiri dua ksatria itu dengan tergesa-gesa.


"Hei kalian!"


"Ada apa?"


"Kenapa kau berlari seperti itu?"


"Dengar, ini gawat!"

__ADS_1


Keduanya benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakannya. Mereka menyuruh tenang dan mencoba menjelaskan apa yang terjadi.


"Kau sudah tenang?"


"Ah, ya. Maaf, lihat ke depan."


Kedua ksatria itu melihat ke luar gerbang dan dari kejauhan mereka melihat ada segerombolan monster datang dengan cepat.


"Apa apaan itu?!"


"Bukankah yang dibelakangnya itu sungguh besar?"


Ksatria yang datang tergesa-gesa itu langsung memberikan perintah kepada kedua ksatria penjaga itu.


"Aku ingin kalian mengulur waktu dan aku akan mengumpulkan ksatria lainnya untuk menyerang."


"Baiklah."


"Siap."


Ksatria itu pergi dengan cepat dan kedua ksatria mengeluarkan pedangnya dan mencoba menghadang para monster yang berdatangan.


Suara sepatu kuda yang terdengar dari dalam dan saat gerbang selatan terbuka, ratusan prajurit yang dipimpin oleh Sword saint datang membantu dua ksatria yang sudah tumbang dan menyerang gerombolan monster.


Dari kejauhan seorang gadis sedang mengamati pertempuran antara monster dan para ksatria. Dia memiliki mata merah kehitaman dan rambut perak yang terurai.


(Nova)


Suara yang sangat dinanti gadis itu tiba-tiba terdengar di kepalanya. Itu adalah suara tuan tercintanya yang berbicara melalui telepati.


Ekspresi serius di wajahnya menghilang dan menjadi gembira.


"Ya, tuanku. Disini Nova."


(Bagaimana kondisi di sana? Aku yakin kakakku ada disana sedang bertarung.)


"Benar, tuanku. Pertempurannya masih berlanjut. Apa anda ingin saya membantu mereka?"


(Tidak, jangan. Jika kau membantu mereka maka identitas kita bisa ketahuan. Kita punya tugas yang lebih penting. Apa raja monster ikut bertarung?)


"Tidak tuanku. Dia bersembunyi di dalam hutan sambil memberi komando pada pasukannya dari kejauhan."


(Begitu ya. Beri tahu aku lokasi tepatnya, raja monster itu milikku.)


"Dimengerti tuan. Saya akan mengirimkan peri mimpi untuk menjadi pemandu."


(Baiklah. Oh iya, jika mereka terdesak maka segera bantu kakakku lalu pergi. Kita tidak bisa membiarkan siapapun mengetahui tentang kita.)


"Sesuai perintahmu."


Telepati itu terputus dan gadis itu melanjutkan mengawasi pertempuran itu.


"Holy Slash."

__ADS_1


Saat pedang diayunkan, cahaya berwarna putih terang membelah beberapa monster menjadi tiga bagian.


Sword saint mampu menghabisi banyak monster sehingga membuat ksatria yang lainnya lebih bersemangat.


__ADS_2