Son Of God

Son Of God
Instruktur sementara


__ADS_3

Semalam aku sangat lelah dan mulai tertidur tapi saat aku terbangun, siapa yang akan menyangka bahwa ada tiga gadis yang menyelinap ke tempat tidurku.


"Aku akan memberi waktu 30 detik untuk kalian bicara."


Benar, ketiga gadis ini adalah masalah untukku. Bukannya aku tidak senang namun aku sedang ingin sendirian.


"Itu... ide Luna."


"Aku juga hanya mengikuti kata Luna."


"Hei, kalian berdua! Kenapa jadi mengkhianatiku?"


Jadi begitu. Aku mengerti sekarang, jadi ini ide Luna rupanya. Pantas saja. Kakak dan adik tidak ada bedanya. Meskipun begitu melihat ekspresinya sepertinya Luna sama sekali tidak menyesali apapun.


"Ok, tadinya aku ingin memberikan hadiah untukmu, Luna tapi sepertinya kau tidak menginginkannya."


"Tunggu, tunggu! Aku tidak pernah mengatakan tidak menginginkannya!"


"Eh? benarkah? Kalau begitu katakan ini idemu atau bukan?"


Saat aku mengatakan itu dia memalingkan wajahnya. Seperti yang kuduga dia lah pelakunya. Meskipun begitu aku tidak bisa marah lagi karena sekarang harus pergi ke akademi, jika aku berlama di sini maka aku akan terlambat.


Yah, aku akan memaafkan mereka dan pergi menyendiri.


"Baiklah, lupakan saja. Aku akan pergi mandi dan kalian juga bersiaplah atau kalian akan terlambat."


Aku pergi meninggalkan mereka dan bersiap pergi ke akademi. Saat aku hendak pergi meninggalkan rumah, kakakku memanggilku dan mau tidak mau aku menghampirinya.


"Ren, kemarilah."


"Ada apa? Aku akan terlambat jadi jika ada yang ingin kau katakan maka cepatlah."

__ADS_1


"Dingin sekali kau padaku. Apa kau bisa tidak pergi ke akademi dan ikut rapat bersamaku?"


"Hah? Kenapa juga aku harus melakukan itu. Tidak mau, itu merepotkan."


"Jangan seperti itu. Dan juga karena sebelumnya dirimu bertarung dan menang dengan iblis, ketua Kyoka jadi tertarik padamu."


"Itu justru membuatku semakin tidak ingin pergi ke sana, Baiklah sampai jumpa."


"Begitu ya, tangkap dia."


Aku berusaha meninggalkan dengan cepat namun entah datang dari mana dua bawahan kakak menangkapku dengan menutup mataku dan mengikatku dengan tali lalu membawaku. Meskipun aku berusaha lepas tapi kekuatan mereka jauh lebih kuat dariku. Aku memutuskan untuk pasrah dan tidur.


...----------------...


Namaku Rei Orion seorang Sword Saint dan aku punya seorang adik laki-laki yang lima tahun lebih muda dariku. Kesan pertama saat pertama kali bertemu dengannya adalah terpesona.


Saat dia datang di bawa oleh warga desa, dia tidak sadarkan diri dan ada sesuatu yang seperti menatapku namun aku menganggapnya karena kelelahan setelah perjalanan jauh serta bertemu dengan orc.


Selain itu dia memiliki wajah yang tampan juga sangat tenang. Dia juga mampu mengalahkan ayah dalam hal berpedang di umurnya yang masih sangat muda. Bahkan aku yang seorang Sword Saint tidak mampu mengalahkan ayah.


Sebagai hadiah atas kemenangannya, aku mengajaknya ke gereja untuk memberikan pedang suci, Twilight. Entah mengapa aku percaya bahwa pedang suci, Twilight akan memilihnya.


Setelah dia berhasil dipilih oleh pedang suci Twilight, dia mengalahkan iblis yang menyamar dalam acara lima akademi. Meskipun dia terluka dan kehabisan mana dia berhasil selamat. Itu adalah hal yang disesalkan karena tidak mempercayai informasi darinya.


Dia dekat dengan pangeran juga memiliki tunangan yang sangat cantik. Tunangannya adalah putri Viscount dari keluarga Snowheat yang terkenal akan kebenciannya terhadap laki-laki. Meskipun begitu, tak disangka bahwa dia ingin bertunangan dengan adikku.


Berkat itu semua, ketua Kyoka, pemimpin dari ksatria suci tertarik dengan adikku, Ren dan memintaku untuk membawanya. Yang membuatnya sangat tertarik dengan Ren adalah karena Ren memiliki elemen ganda.


Dengan bantuan bawahanku, aku membawa paksa Ren dan bertemu dengan seluruh ketua ksatria suci yang sedang melakukan latih tanding. Ketua Kyoka segara berlari ke arah Ren seperti seorang gadis yang jatuh cinta.


"Ketua, aku membawanya. Sekarang apa yang kau ingin lakukan?"

__ADS_1


"Aku dengar dia mampu mengalahkan sang pedang suci dengan mudah, mungkin dia bisa menjadikan kita semakin kuat."


"Jadi begitu. Maksud ketua, karena adikku memiliki kemampuan yang lebih hebat dari ayahku jadi kau ingin menjadikannya sebagai pelatih?"


"Benar. Sebelumnya ada iblis yang masuk ke kerajaan itu artinya pertahanan kerajaan berhasil di lewati dengan mudah maka mungkin di masa depan ada musuh yang jauh lebih kuat lagi dan ini merupakan salah satu antisipasi untuk mencegah hal itu terjadi."


Memang benar, saat itu tidak ada yang menyangka bahwa akan ada iblis yang menyamar sebagai murid sekolah. Bukan hanya itu, pasti masih ada iblis lainnya yang menyusup. Melihat pertarungan Ren dengan iblis sebelumnya, dia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengalahkan iblis itu. Namun, jika aku berada di posisi Ren saat itu, aku tidak yakin bisa mengalahkannya. Untuk itu, ketua menjadikan Ren yang mampu mengalahkan iblis untuk mengajarkan kami.


"Sebelum itu... Bisakah bangunkan dia?"


Aku melihat ke arah Ren yang di tangkap dan di gendong, meskipun dia tidak melawan tapi dia justru memanfaatkan situasinya untuk tidur. Aku melepaskan ikatannya dan membangunkannya.


"Hei, Ren. Bangunlah."


"Umm...? Apa sudah waktunya makan siang?"


"Tidak, ini masih pagi dan juga kenapa kau malah tidur?"


"Aku lelah karena Dorothy, Luna dan Yukari tidak memberiku istirahat."


Apa? Padahal baru bertunangan tapi sudah sejauh itu?! Tidak, tidak, tidak. Dan juga aku sepertinya mendengar Putri Luna barusan. Mungkin maksudnya dalam hal lain, sebaiknya aku meminta penjelasannya.


"Tidak membiarkanmu tidur...? Apa maksudnya?"


Saat aku ingin membuka mulut, ketua tampak syok setelah mendengar itu.


"Mereka datang seperti hantu dan entah sejak kapan mereka muncul di tempat tidurku. Itu benar-benar menganggu."


Melihat ekspresi ketua yang biasanya sangat tenang menjadi seperti gadis yang cemburu itu benar-benar langka. Hm? Tunggu, cemburu? Jangan bilang ketua...!


"Ren Orion, pahlawan kerajaan! Aku Kyoka Kawashiro memerintahkanmu untuk menjadi instruktur sementara seluruh divisi ksatria suci!"

__ADS_1


Ren kebingungan dengan teriakan tiba-tiba ketua. Setelah menghela nafas, Ren berteriak dan menjawab ketua dengan suara yang menggema.


"Saya Ren Orion, dengan senang hati menolaknya!"


__ADS_2