Son Of God

Son Of God
Ujian masuk


__ADS_3

Ehh, jadi Anri juga akan mengikuti ujian masuk, ya?”


“Ya, Aku akan mengambilnya bersama dengan Fuuka. Tunggu, kamu bilang 'juga?'”


“Ya, karena aku juga mengambilnya.”


Ketika aku mengatakan itu, mereka berdua sekali lagi menatapku dengan tercengang.


"Tidak mungkin ... meskipun kamu memiliki keterampilan seni bela diri yang hebat?"


"Kupikir kau pasti murid Akademi."


“Jika kita lulus ujian masuk maka kita semua akan berada di akademi yang sama.”


Kataku dan menawarkan tanganku untuk berjabat tangan.


“Tentu saja, aku mengincar Perwakilan siswa baru. Aku tidak akan kalah darimu, oke?”


"Yah, lagi pula aku tidak tertarik dengan perwakilan siswa."


"Apa? Kenapa kau tidak bersemangat begitu."


Aku berjabat tangan dengan Anri yang sedikit cemberut. Lalu, aku mengulurkan tanganku ke Fuuka tapi...


“Yah… Itu…”


Dia tidak mengulurkan tangannya


Aku melihat, tentu saja, seperti itu. Bukankah aku terlalu akrab untuk berjabat tangan pada pertemuan pertama kita? Ketika aku memikirkannya, Anri luar biasa, ya.


“Hei, ada apa Fuuka. Apakah ada yang salah?"


“Eh!? uun! Tidak ada yang salah!"


Saat dia mengatakan itu, dia menguatkan dirinya dan menjabat tanganku dengan kedua tangannya.


"Um, baiklah, mari kita semua bekerja keras bersama-sama."


“Ya, ya! Aku akan melakukan yang terbaik!"


Dia melepaskan tanganku, dan kami duduk kembali. Kemudian, Aku diinterogasi oleh Anri.


“Kalau dipikir-pikir, sekolah mana yang kau masuki sebelumnya? Meskipun kita seumuran, aku belum pernah melihatmu sebelumnya.”


"Aku tidak pernah sekolah di manapun sebelumnya. Karena aku punya kakakku yang mengajariku."


"Enaknya! Pasti menyenangkan memiliki kakak seperti itu."


"Kurasa begitu."


Aku merasa seperti waktunya sudah hampir tiba, jadi aku segera berpisah dengan mereka berdua.


"Ah, waktunya sudah terlambat. Maafkan aku, tapi aku harus segera pergi."


"Oh benarkah? Baiklah, sampai jumpa."


Aku meninggalkan mereka berdua dan segera pergi ke akademi dengan cepat, aku menambahkan penguat fisik untuk berlari lebih cepat lagi karena aku takut Yukari marah padaku.

__ADS_1


Jika aku terlambat menemuinya dia pasti akan marah dan tidak mau berbicara lagi denganku.


Untungnya aku berhasil datang tepat waktu dan bertemu dengan Yukari dan Alson di depan gerbang.


"Kau terlambat...."


"Apa ada masalah, Ren?"


Sepertinya aku membuat Yukari marah tapi setidaknya dia masih berbicara denganku.


"Jangan salahkan aku, salahkan orang yang menyita waktuku."


"Kau sepertinya habis bertemu seseorang yang merepotkan."


"Kak Alson, aku ingin bertanya apakah semua petualang seperti itu?"


Alson terlihat bingung dan memiringkan kepalanya sambil berpikir.


"Apa maksudnya? Oh, aku mengerti."


Alson sepertinya tahu dan mulai berbicara.


"Tidak. Tapi akhir-akhir ini ada sesuatu yang membuat seseorang berubah sikap."


"Perubahan sikap?"


Aku tidak paham. Apa mungkin maksudnya seseorang berubah sikap dari baik menjadi buruk? Juga Alson mengatakan sesuatu yang mengubah sikap seseorang. Mungkin ini ada hubungannya dengan pria yang menyebarkan sihir untuk membuat monster mengamuk seperti 6 tahun yang lalu.


6 tahun lalu, aku membunuh pria aneh di dalam dungeon. Dia menyebarkan sihir sesaat akan mati.


"Ya, kau tahu orang yang biasanya menolong menjadi pembunuh dalam sekejap mata."


"Kapan hal seperti ini dimulai."


"Kurasa hal seperti ini dimulai sejak 6 tahun yang lalu, tapi sejak insiden sihir merah hal seperti ini tidak terjadi lagi dan akhir akhir ini kejadian ini kembali."


Tebakanku benar. Ini semua ulah pria aneh itu yang menginginkan kekuatan pak tua Zeus. Saat Aku masih memikirkan ini, Yukari mencubit lenganku dengan kuat.


"Aduh, berhenti mencubitku ini sakit."


"Kalau begitu jangan mengabaikanku."


Sepertinya dia merajuk. Dirinya yang seperti ini sangat imut.


"Baiklah, aku akan pergi karena sebentar lagi akan ada rapat guru. Semoga berhasil."


Alson segera pergi dengan terburu-buru dan tinggal kami berdua. Aku dan Yukari pergi ke depan yang terdapat papan pengumuman dimana nama setiap siswa yang tertulis di sana adalah siswa yang lolos ujian.


Aku menggunakan mata sihirku dan menemukan nama Yukari.


"Lihat itu namamu."


Yukari segera melihat ke tempat yang aku tunjuk, namanya berada di peringkat keempat dengan nilai 745.


"Aku berhasil!" Yukari sangat senang hingga melompat lompat.


Dan aku tidak mempercayai bahwa Namaku berada di peringkat pertama dengan nilai... Nilaiku tidak ada dan hanya terdapat gambar infinity di kolom nilai.

__ADS_1


Sungguh! Apa apaan nilai itu, aku merasa kesal karena aku tidak mendapatkan nilai yang baik seperti yang lainnya.


Saat selesai aku dipanggil untuk menghadap kepala sekolah. Aku tidak tahu alasannya tapi sepertinya aku berada dalam masalah.


Aku menyuruh Yukari untuk pulang terlebih dahulu dan menungguku di rumah.


...----------------...


Tok, tok


Pintu diketuk dari luar.


"Masuk."


Aku melangkah dan masuk ke dalam ruangan, tata ruangnya cukup bagus. Ada lemari berisikan buku-buku di sudut kanan ruangan. Sementara di sudut lainnya adalah lemari berisikan minuman atau cemilan.


Di belakang meja, seorang wanita cantik dengan penampilan rambut serta mata perak. Tubuhnya sangat cantik dan umurnya sekitar 20 tahunan.


"Terima kasih sudah mau datang."


"Apa ada perlu denganku?"


Dia menyeruput tehnya dengan elegan dan memperkenalkan dirinya.


"Maaf terlambat untuk memperkenalkan, namaku Yue. Aku adalah teman kakakmu sekaligus kepala akademi."


Dia sangat tenang dan anggun, jika dia memakai pakaian non-formal mungkin dia akan sangat manis.


Aku membungkuk dan memperkenalkan diriku.


"Ah, namaku Ren."


"Langsung saja, apa tujuanmu di akademi ini?"


Dia menyatukan jari jemarinya dan bersandar pada tangannya. Dia terlihat sangat serius.


"Maksud anda? Maaf, tapi aku tidak mengerti."


"Kau memiliki nilai diatas rata-rata bahkan beberapa soal yang sangat sulit kau bisa menjawabnya dengan sempurna."


"Mungkin hanya kebetulan saja."


Aku tidak tahu pasti tapi semua pertanyaan itu benar-benar sangat mudah, pertanyaan itu bagiku semuanya adalah soal sepele.


"Tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Aku tidak melarangmu untuk memasuki sekolah ini tapi kudengar permainan pedang sangat bagus dari kakak dan ayahmu."


"Apa anda tahu itu dari kakakku langsung? Sebenarnya tidak sebagus itu lagipula aku hanya ingin mempelajari sihir dan kakak mengatakan padaku untuk bersosialisasi dengan masyarakat."


Yue terdiam sejenak lalu memberiku sedikit nasehat.


"Begitu ya, kalau begitu tidak ada masalah. Aku harap kau bisa belajar dengan baik di akademi ini. Jika ada masalah kau bisa katakan kepadaku secara langsung."


Aku senang dia sangat baik, pada pandangan pertama dia memiliki kesan yang bisa kubilang dia tipe yang tidak biasa tersenyum, bahkan hanya sepintas saja aku bisa tahu kalau dia tidak pernah tersenyum.


Aku berharap bisa melihat senyumnya walaupun hanya sekali, aku yakin dia terlihat sangat cantik.


Sebelum pergi aku membuat satu permintaan dan dengan cepat dia mengiyakan.

__ADS_1


__ADS_2