Son Of God

Son Of God
Kelas F


__ADS_3

"Baik, dengarkan aku semuanya."


Laki-laki itu menarik semua perhatian. Dia memiliki rambut cokelat, wajahnya cukup tampan dan aku yakin dia memiliki 2 atau 3 pacar.


"Sebelum melakukan pemilihan, bagaimana kalau kita perkenalkan diri terlebih dahulu?"


"Tentu."


Semua setuju. Dimulai dari laki-laki ceria itu, dan dilanjutkan dengan yang lainnya.


"Namaku Rakuta Sei. Salam kenal semuanya."


Semua memperkenalkan diri mereka sendiri dengan baik. Dan sekarang adalah giliran Alvin.


Dia berdiri dengan ekspresi kesal sehingga membuat yang melihat matanya takut. Dengan suara yang agak berat ia mulai memperkenalkan dirinya dengan lantang.


"Aku Alvin Oldies!"


Meskipun singkat tapi semua tahu tentang dia kecuali aku, selanjutnya adalah aku. Alvin duduk kembali dan aku berdiri. Aku menarik nafas dalam dan memperkenalkan diriku.


"Salam kenal, namaku Ren Orion."


Kini semua menatapku dengan terkejut. Salah satu gadis bertanya padaku, kalau tak salah namanya Marika.


"Maksudmu Orion yang itu? Orion keluarga Ksatria suci?!"


"Kesatria suci? maksudmu kakakku? kalau yang kau maksud dia maka jawabannya ya."


Semua benar-benar terkejut. lalu pertanyaan lainnya berdatangan.


"Kenapa kau ada di kelas F?"


"Apakah kau pandai dalam pedang?"


Dan masih banyak lagi. Pertanyaan itu terus berdatangan seperti hujan, biasanya hujan akan berhenti jika ada matahari. Lalu Alvin berteriak di bawah kebisingan kelas, suaranya benar-benar mengalahkan banyaknya suara.


"Bisakah kalian diam?!"


Aku menatap Alvin dengan bangga dan mengatakan "Matahari telah bersinar." dalam hatiku. Dia benar-benar membantuku kali ini.


"Aku mengerti kalian semua penasaran tapi bertanyalah satu-satu, kalian semua mengganggu Ren jika melontarkan pertanyaan secara ramai seperti itu."


Semua menunduk dan merenungkan perbuatan mereka. Lalu suara datang entah dari mana. Nada bicaranya terkesan sombong dan suaranya agak imut.

__ADS_1


"Berpikir kalau putra dari keluarga Orion ada di kelas ini, itu artinya kau tidak kompeten bukan?"


Gadis itu kalau tak salah namanya Elisa. Alvin kesal dengan ucapan gadis itu dan memukul meja hingga hancur menjadi dua, kurasa kekuatan fisiknya tidak boleh diremehkan.


"Berhenti mengatakan hal buruk tentang Ren!


"Ara. Ada apa? Tidak suka?"


Mereka saling menatap dengan penuh kebencian, kurasa aku harus menghentikan mereka.


"Sudah cukup, kalian berdu-"


Brak!


Suara keras datang dari pintu, bahkan aku belum selesai bicara.


"Di sini kau rupanya, Ren!"


Suara yang sangat aku kenal. Tapi ada beberapa langkah kaki sepertinya dia tidak datang sendirian.


Semua melihat ke gadis yang datang menghampiriku. Gadis itu menarik kerahku dan menatapku dengan penuh amarah.


"Apakah sesuatu yang buruk telah terjadi, Yukari?"


"Ya, sesuatu yang buruk itu adalah kau Ren!"


"Apakah itu Luna?"


Saat aku menanyakan itu, Yukari terlihat bingung dan menjawab "Ya." dengan ragu. Gadis berambut pirang itu sadar dan tersenyum dengan lembut padaku.


"Lama tidak bertemu, Ren."


Sudah kuduga itu dia. Dia terlihat agak berbeda tapi masih tetap cantik seperti dulu. Kurasa dia baik-baik saja selama ini.


"Tunggu, kau kenal tuan putri? Juga kenapa kalian berdua bertatapan seperti seorang pasangan?"


Yukari terlihat marah dan mencengkeram kerahku dan membuatku agak sulit bernapas. Dia memelototiku dengan mata yang berkaca-kaca.


"Jadi kau yang bernama Ren? Kurasa aku harus berterima kasih karena sudah menolong adikku."


Laki-laki disebelahnya memiliki rambut pirang dan mata biru yang sama dengan Luna. Dia terlihat lebih tua dari Luna dan bicara sopan.


"Tidak perlu berterima kasih. Yang lebih penting apa yang dilakukan pangeran sepertimu di kelas ini?"

__ADS_1


Ini adalah sebuah keanehan. Mengapa Yukari serta pangeran dan putri kerajaan di sini? Apakah mereka membutuhkan sesuatu? Tapi apa itu?


"Tidak ada. Katanya orang yang menyelamatkan adikku ada di sekolah ini jadi aku mencarinya dan berterima kasih padanya."


Wow. Sungguh kakak yang baik, tapi mereka berdua terlihat seumuran. Apakah mereka hanya beda beberapa bulan saja?


"Lupakan itu! Sekarang katakan padaku kenapa kau ada di kelas F? Aku ingat kau mendapatkan p... Mmmh!"


Aku segera menutup mulut Yukari. Astaga, apakah dia tidak bisa untuk diam saja? Akan ada penyerangan di sekolah jadi aku berencana untuk menyembunyikan diri. Malah jadi seperti ini.


Aku segera menggendong Yukari dan membawanya keluar dari kelas. Sebelum melangkah keluar aku berbalik.


"Ah, aku punya beberapa urusan jadi lanjutkan pemilihannya tanpa diriku. Alvin, aku akan absen hari ini jadi gantikan aku jika ada sesuatu."


"Aku mengerti."


Alvin menyetujuinya begitu saja dan aku pergi meninggalkan kelas. Aku membawanya ke lorong menuju taman belakang.


"Pwah! Jangan tiba-tiba seperti itu! A-aku belum siap..."


Yukari terlihat aneh. Wajahnya memerah dan terus menutup matanya sendiri dengan tangannya serta dia terus tersenyum.


"Apa yang kau katakan? Sekarang katakan padaku kenapa kau mencariku?"


"Ah?! Uhuk. Harusnya aku yang bertanya kenapa kau ada di kelas F? Pasti ada kesalahpahaman!"


"Tidak ada kesalahpahaman. Aku sendiri yang meminta kepala akademi untuk memasukkanku ke kelas F."


"Eh? Kenapa?"


"Biar aku tebak. Kau pasti merasa sangat merepotkan untuk masuk kelas A ataupun S."


Tebakannya tepat tapi bukan hanya itu alasannya. Yah, aku juga berperan sebagai Noir saat waktunya tiba.


"Seperti yang dikatakan Luna. Aku malas hari ini, jadi bagaimana kalau kita jalan-jalan? Juga, bagaimana kalau kita bertaruh, Pangeran?"


Jalan-jalan adalah kebiasaanku saat kecil. Untuk mengetahui setiap tempat yang ada di sekolah, aku bisa mengingat semua tempat dan setiap sudut bangunan hanya dengan jalan-jalan.


Sepertinya pangeran tipe orang yang terbuka, jadi aku berencana menjahilinya sedikit untuk mengetahui sifatnya.


"Panggil saja Julius. Aku tidak suka kau memanggilku dengan sebutan pangeran. Dan kau ingin bertaruh apa?"


"Kudengar bangunan kosong di sana sering terdengar suara-suara aneh, jadi bagaimana kalau kita mengeceknya?"

__ADS_1


"Tentu. Jika ada yang berteriak atau lari dia yang kalah."


"Diterima."


__ADS_2