
Malam telah datang dan saat ini di kamarku sendiri, aku sedang menunggu proses eksekusi dari dua orang gadis yang tiba-tiba saja datang serta satu orang provokator yang menyebabkan situasi sekarang.
"Kau punya waktu 1 menit untuk menjelaskan mengapa putri Dorothy ada di rumah kita."
Aku tidak bisa menjawab pertanyaan Yukari karena aku tidak bisa mengatakan bahwa aku bertunangan dengannya untuk menutup mulut tentang Olivia. Aku sedang merangkai kata-kata yang tepat di kepalaku tapi sebelum aku menyelesaikan itu, orang yang seharusnya tidak perlu ada di sini memperburuk keadaan.
"Kenapa kau tidak mengatakan bahwa dia di sini sebagai calon istrimu."
Julius sialan! Kenapa pangeran menyebalkan ini merusak segalanya!
Aku harus tenang. masih tersisa beberapa detik lagi sebelum waktunya habis. Aku menarik nafas dan menjawab pertanyaan Yukari dengan sangat cepat.
"Dia di sini sebagai tunanganku sekaligus orang yang akan mengurusku ke depannya."
"Mengurus?"
Sial! Aku tahu ini adalah alasan yang aneh tapi aku tidak bisa memikirkan alasan lain yang masuk akal.
"Maksudnya adalah kedepannya Putri Snowheat yang akan mengurus Ren sebagai seorang istri."
Bisakah kau menutup mulutmu itu, pangeran tidak berguna! Kaulah akar dari masalah ini, tahu!
"Hoh..."
"Kalian marah karena alasan yang tidak jelas. Dan juga alasan mengapa aku bertunangan juga itu semuanya atas perintah pangeran Julius."
Setelah aku mengatakan itu, Yukari dan Luna menatap kearah Julius yang sedang tertawa atas penderitaanku.
"Kakak, apa maksudnya itu?"
"Jelaskan itu padaku, pangeran."
Julius yang bingung akibat amarah mereka justru berpindah kepadanya. Aku bisa melihat ekspresi marah padaku lewat matanya. Akhirnya aku bisa lolos dari mereka. Selagi mereka sibuk aku akan pergi dari sini.
"Kau mau pergi kemana, Ren~"
Aku yang sudah berhasil mencapai pintu ditahan oleh lengan Yukari. Meskipun ia tersenyum tapi tidak dengan matanya. Aku merasa harus lari.
"Aku ... Ke toilet."
...----------------...
Entah bagaimana aku berhasil lolos dari mereka. Aku membuat alasan pergi ke toilet namun aku punya tugas yang harus kulakukan. Aku pergi belakang rumah, tempat ini sangat cocok karena tidak cahaya ataupun apapun yang dapat melihat ke sini.
"Maaf mengganggu waktunya, master."
"Tidak masalah, yang lebih penting..."
"Baik, menurut informasi yang kudapatkan. Para makhluk jahat tidak lebih dari alat perang dan orang-orang yang memanfaatkan mereka disebut Moon Phantom."
__ADS_1
Moon Phantom? Nama yang aneh, sepertinya mereka memiliki maksud lain selain menginvasi dunia ini.
"Jadi Moon Phantom ini sedang mengincarku?"
"Benar, mereka menganggap bahwa anda adalah ancaman besar bagi rencana mereka. Oleh karena itu, kemungkinan mereka akan terus mencoba memburu anda."
Sepertinya aku harus lebih waspada di masa depan. Jika mereka memburuku, itu artinya orang-orang terdekatku akan terkena imbasnya. Kurasa banyak hal yang perlu kusiapkan.
"Terima kasih atas kerja kerasmu. Lalu katakan pada Nova untuk menyelidiki negara iblis, sepertinya ada banyak iblis yang bekerja sama dengan Moon Phantom ini."
"Dimengerti."
Dengan cepat Olivia menghilang bagaikan angin. Aku berbalik dan kembali ke kamarku. Tepat di depan pintu kamarku, Dorothy berdiam di depan pintu dan terlihat seperti sedang mengumpulkan keberanian.
"Apa yang sedang kau lakukan?"
"Kyaa!!"
Dia terkejut dan hampir terjatuh ke lantai namun aku berhasil menangkapnya dqn kepalanya membentur dadaku. Untungnya aku memiliki refleks yang baik. Mata kami bertemu dan wajahnya terlihat sangat merah.
Apakah dia sakit?
Aku tidak tahu ada apa dengannya jadi aku membenarkan posisinya karena tanganku sudah lelah menahan tubuhnya yang cantik.
"Um... Terima kasih..."
Ada apa dengannya? Aura kedewasaannya tidak aku rasakan, justru dia terlihat seperti gadis pada umumnya. Apakah kepalanya jadi rusak karena membentur dadaku?
"A-Apakah kau jadi jatuh cinta padaku?"
Aku tahu, kupikir kepalanya rusak ternyata hanya malu. Tapi dia berusaha untuk menutupi rasa malunya dengan menggodaku ya. Tidak kusangka ternyata ada gadis yang seperti ini.
"Ya, aku jadi sangat mencintaimu sehingga rasanya ingin kupeluk selamanya."
"Ap-?!"
Reaksi yang bagus, tapi aku tidak boleh terus menggodanya atau ibu akan menjadi sangat menyebalkan jika melihat kami sekarang.
"Bercanda. Padahal kau sangat malu tapi berani sekali menggodaku. Yang lebih penting kau seperti ingin mengatakan sesuatu? Ada apa?"
"Um... Aku ... Kau tahu..?"
"Biar kutebak, kau pasti ingin tidur bersamaku."
"Eh?! Itu...."
Dia terlihat panik lalu setelah matanya yang melihat kemanapun dia mengangguk sedikit. Jadi begitu, dia ingin tidur bersamaku ya? Sebagai seorang laki-laki tidur bersama gadis cantik adalah hal yang sangat mereka impikan tapi tidak denganku.
"Di tolak. Tidur saja di kamar lain atau bersama Yukari."
__ADS_1
"Apakah kau membenciku?"
Wajahnya memelas dan berusaha membujukku tapi mau seberapa imut dia aku tidak akan terpancing.
"Kalau tidak ada yang mau dilakukan lagi maka aku tidur duluan."
Aku berjalan masuk ke kamarku dan mengabaikannya.
...----------------...
Pagi hari adalah waktu yang bagus tapi aku tidak menyukainya. Sinar dari matahari yang masuk melalui ventilasi menghancurkan mimpi indahku. Aku membuka mata dan menghela nafas. Saat hendak bangun tubuhku terasa berat dan aku tidak bisa bergerak.
"Jangan bilang..."
Aku mencoba membuka selimut tapi kedua tanganku juga tidak mampu kugerakan. Aku sudah bisa menebak kenapa aku tidak bisa bergerak.
"Tuan muda, ini sudah pagi waktunya pergi sekolah."
Ada suara ketukan pintu lalu dilanjutkan oleh suara Maria dibalik pintu. Kurasa aku harus meminta bantuannya.
"Aku sudah bangun tapi bisakah kau menolongku sekarang?"
"Baik! Permisi, tuan muda."
Maria masuk ke dalam kamar dan membungkuk untuk memberikan ucapan selamat pagi.
"Maaf Maria, aku tidak bisa bergerak bisakah kau membantuku?"
"Dimengerti."
Maria berjalan mendekatiku dan membuka selimut. Saat selimut diangkat apa yang kupikirkan ternyata benar.
"Kya!! Maaf tuan muda, aku tidak bermaksud-"
"Bisakah kau diam sebentar?"
Maria segera menutup mulut dengan tangannya. Yang lebih penting lagi sekarang adalah kenapa ketiga gadis ini ada dikamarku? Dan juga mereka tidur bersamaku.
Kedua tanganku dijadikan bantal oleh Dorothy dan Luna sementara Yukari sedang berada di atasku. Mereka tidak akan bangun untuk sementara waktu tapi aku harus membangunkan mereka atau aku akan terus terperangkap di sini.
"Tutup telingamu."
Maria menutup telinganya dan aku mulai menarik nafas panjang.
"Mau sampai kapan kalian tidur?! Hah!"
Mereka akhirnya bangun dan aku menyuruh mereka duduk dogeza di lantai. Untungnya berkat kekuatan yang kuambil dari hydra, aku bisa memulihkan stamina dan luka kecil sehingga tanganku yang mati rasa sebelumnya sudah kembali normal.
"Sekarang, jelaskan padaku. Mengapa kalian bisa ada dikamarku?"
__ADS_1
Aku memelototi mereka namun mereka hanya membuang muka seolah itu bukan salah mereka.
"Aku akan memberikan kalian waktu 30 detik untuk bicara."