
Matahari pagi bersinar terang seperti biasanya.
Suasana keadaan rumah keluarga orion yang awalnya terasa sepi kini kembali hidup setelah Ren ditemukan dan Rei beserta dua temannya datang.
Suara benturan kayu terdengar dari belakang rumah. Dibawah sinar matahari yang terang, Clovis dan Rei sedang beradu pedang.
Keduanya saling menyerang dan bertahan, hingga tidak bisa diketahui siapa yang akan memenangkan pertarungan.
Di teras belakang rumah, tempat dimana cahaya matahari tidak terjangkau. Ren sedang menonton kakak dan ayahnya sambil memakan kue. Di sebelah kirinya adalah Bella
dan sebelah kanannya adalah Shiori.
Atas perintah Rei, kedua temannya ini sedang menjaga Ren agar tidak menghilang begitu saja. Namun, di depan Ren seorang gadis cantik sedang duduk di pangkuan Ren sambil mengunyah kue, itu adalah Yukari.
Dari sudut pandang orang lain mungkin yang dialami oleh Ren adalah surga dunia, dimana ada tiga gadis cantik disekelilingnya namun, bagi Ren itu adalah siksaan.
“Kenapa jadi seperti ini?” Itulah yang dipikirkan oleh Ren.
Ren langsung terkejut melihat pemandangan di depannya. Gerakan Clovis sangat cepat dan membuat pedang kayu milik Rei terhempas, itu adalah akhir yang tidak terduga bagi Ren.
Meskipun dia selalu mengalahkan ayahnya tapi dia tidak pernah menggunakan gerakan seperti itu saat bertanding dengannya.
“Mungkinkah ayah selalu menahan diri?”
Tapi dia rasanya mengingat sesuatu, gerakan yang ayahnya gunakan adalah gerakan miliknya saat bertarung melawan ayahnya.
Bisa dibilang ayahnya menggunakan gerakan itu dengan meniru Ren. Itu adalah hal yang tidak terduga.
__ADS_1
Ayahnya melirik pada Ren lalu mengarahkan pedangnya dengan senyum tak kenal takut.
“Ingin pertandingan ulang, Ren?”
Saat Clovis mengatakan itu, Rei dan kedua temannya terkejut.
“Ayah? Apa yang kau katakan? Tidak mungkin Ren bisa menggunakan pedang.”
“I-Itu benar paman. Menantang anakmu yang dibawah umur itu...”
“Sungguh kejam pada anakmu.”
Mereka mengira Ren hanya anak polos yang tidak bisa menggunakan pedang. Namun, semua ejekan yang diarahkan pada Clovis di hancurkan oleh Ren sendiri.
Dia berdiri lalu tersenyum sombong sambil menjawab ayahnya.
Semua orang kecuali Yukari tampak cemas. Karena mereka mengira Ren tidak bisa menggunakan pedang.
Saat pertandingan dimulai, keduanya menghilang dengan cepat. Semua terkejut melihat hal itu dan sedetik kemudian mereka muncul.
“Sudah berakhir.”
“Aku kalah.”
Clovis terbaring di tanah dan Ren berdiri sambil mengarahkan pedangnya ke wajah Clovis yang tak berdaya.
Itu adalah hal yang tidak terduga bagi Rei dan yang lainnya. Seorang anak berumur 9 tahun mengalahkan orang dewasa dalam sekejap mata, itu bukanlah hal yang tidak biasa.
__ADS_1
Mata semua orang benar-benar tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, sementara Yukari bertepuk tangan dengan bangganya.
“Apa?!”
“B-Bagaimana bisa?”
“Kau pasti bercanda.”
Ren menyingkir dan berbalik lalu Clovis yang hendak berdiri langsung menyerang dari belakang.
“Kena kau!”
Pedang kayu terbang ke langit dan
pedang kayu mengarah pada lehernya Clovis.
“Jika ingin menyerang dari belakang maka... Jangan bersuara.”
Rei menjadi merah dan menatap adiknya yang manis seperti pangeran yang selalu ia mimpikan.
“Hahahaha! Kau semakin kuat saja!”
Clovis berdiri dan terus mengusap kepala Ren.
“Hentikan!! Jangan merusak rambutku, orang tua!”
Sifat asli Ren keluar namun Clovis tidak mempermasalahkannya dan menganggap itu adalah hal yang wajar tentang apa yang pernah ia lakukan pada Ren.
__ADS_1