Son Of God

Son Of God
Dua sisi Little Star


__ADS_3

Sehari setelah insiden itu terjadi, akademi di liburkan. Karena takut musuh masih mengintai jadi akademi di liburkan agar para siswa tetap aman.


Suara roda kereta berderak di jalan dan berhenti di depan mansion. Seorang laki-laki berumur 15 tahun turun dari kereta diikuti oleh gadis yang umurnya tidak jauh berbeda dengan laki-laki sebelumnya yaitu kakaknya.


Lalu ada pria berumur 30-an dengan kumis hitam yang terpasang di wajahnya, ia pria kelas atas dan terlihat sangat anggun lalu di belakangnya muncul seorang wanita cantik meski umurnya tak jauh berbeda dengan pria itu namun ia sangat anggun dan menawan.


"Jadi di sini keluarga Orion yang terkenal itu tinggal?" Ucap laki-laki muda itu.


"Kakak, jangan memakan kue itu! Itu hadiah untuk Ren!!" Gadis di sebelahnya sangat kesal.


"Aku penasaran dengan anak laki-lakinya tapi sepertinya dia anak yang pemberani seperti ayahnya."


"Tapi katanya dia bertarung dengan baik bersama Julius. Aku yakin dia anak yang manis."


Keluarga itu melangkahkan kakinya menuju pintu depan mansion dan diikuti oleh pelayan mereka dibelakangnya. Saat pintu dibuka mereka disambut oleh para pelayan dan duduk di ruang tamu.


Seorang pria datang dan dengan senang menyambut keluarga tersebut.


"Bagaimana perjalananmu ke sini, yang mulia?"


"Berhenti menggodaku Clovis."


"Maaf, maaf. Kau tahu bisa mengejek orang nomor satu di kerajaan adalah hal yang menyenangkan."


"Di saat santai seperti ini kau benar-benar sangat menjengkelkan ya."


Melihat kedua pria itu bercanda membuat orang tahu seperti apa hubungan mereka berdua, meskipun keduanya berbeda kasta namun hal seperti itu tidak mempengaruhi mereka.


"Ara. Ada tamu rupanya."


Wanita cantik dengan rambut hitam datang dengan terkejut melihat rombongan yang sedang duduk di sofa.


"Mio, kau terlihat baik-baik saja rupanya."


"Oh, ratu. Ya, aku baik-baik saja."


Mio terlihat baik dan tidak ada rasa sedih namun ia tahu bahwa ia telah menangis. Ada kerutan yang terlihat di dekat matanya jadi orang bisa mengetahui bahwa ia habis menangis.


"Jadi? Bagaimana kondisi Ren?"


Tanpa menunda lagi, Julius bertanya dengan cemas.


"Dia baik-baik saja, sangat baik malah. Meskipun dokter menyuruhnya untuk tetap istirahat dengan baik namun ia malah pergi tadi pagi."


"Eh, pergi? Kemana?"

__ADS_1


"Entahlah, katanya dia bosan jadi dia pergi begitu saja."


Merasa khawatirnya itu sia-sia. Julius bingung harus mengatakan apa. Baginya Ren adalah teman pertamanya dan dia satu-satunya orang yang menyadari bahwa dia adalah pangeran meskipun baru pertama kali bertemu.


Meskipun ia tahu bahwa dirinya pangeran tapi ia tetap bersikap seperti biasa dan tidak mengubah sikapnya itu. Orang seperti itu adalah keinginannya sebagai seorang pangeran.


Karena selama ini ia selalu bertemu banyak orang dan mereka selalu mencoba membuat kesan yang baik saat tahu dirinya pangeran.


...****************...


Di tengah kota Sebuah gedung yang megah berdiri tinggi di langit — trendi sampai-sampai tampak hampir kontemporer. 


Ada antrian besar mengular dari pintu masuk. Semua orang yang menunggu giliran tampaknya adalah anggota keluarga bangsawan atau tamu mereka. Hanya satu pandangan yang perlu aku ketahui bahwa ini adalah pelanggan yang kaya dan istimewa. Di ujung antrian adalah seorang wanita berseragam memegang tanda.


Gedung mewah ini adalah tempat dimana kakak dan Alson makan siang saat kencan mereka. Ini adalah perusahaan Sternenlicht.


Dari luar mungkin terlihat seperti perusahaan biasa namun ini adalah tempat dimana kami para little star bersembunyi.


"Terima kasih telah meluangkan waktu anda untuk datang, tuanku."


Seorang wanita berseragam datang menghampiriku. Dia wanita cantik yang wajahnya tenang dan halus dengan rambut coklat tua yang senada dengan warna matanya. Seragam kerjanya adalah gaun merah tua pendek dan sederhana yang ditandai dengan logo Sternenlicht.


"Ya, aku juga tidak terlalu sibuk."


Aku mengikuti wanita itu ke butik yang terlihat sangat mewah. Interiornya tidak terlalu norak, tapi aku tahu setiap detail dekorasi terakhir telah dipilih dengan cermat, dan itu memberikan getaran dingin. Bahkan mata yang tidak terlatih dapat mengetahui bahwa itu didekorasi dengan gaya modern dan berselera tinggi.


Dua wanita cantik berdiri di depan pintu. Mereka membungkuk kepadaku dan membukanya perlahan.


Yang ada di baliknya adalah ruang yang terlihat seperti aula besar. Ada pilar tinggi yang menyerupai yang ada di kuil kuno dan lantai marmer yang berkilau di bawah cahaya.


Sebuah karpet merah telah dibentangkan, memanjang hingga ke bagian belakang ruangan dan diapit oleh dua baris wanita cantik.


Saat aku menginjakkan kaki di ruangan, mereka semua berlutut secara bersamaan.


Sebuah kursi besar telah ditempatkan di bagian paling belakang ruangan. Matahari terbenam yang berwarna merah tua mengalir dari langit-langit dan menuju mahakarya yang halus itu.


Kursi tetap kosong.


Succubus berambut jingga cantik berdiri di sampingnya. Dia wanita yang halus dengan sosok model yang ditutupi oleh gaun hitam yang memikat. Ada sayap hitam cantik di punggungnya. Aku tahu wajah itu.


“Kami sudah lama menunggumu, Tuanku.” Wanita lain membungkuk dengan satu lutut dengan keanggunan seorang putri kerajaan.


“Nova…”


Dia anggota keempat setelah Gisella, Victoria dan Xenovia. Siapapun bisa mengatakan dia jenius dengan melihat wajah pintar dan mata birunya yang tajam. Itulah Nova, otak dari Little Star.

__ADS_1


Gamma pintar, kuakui itu. Tapi dia punya satu kekurangan besar.


Meskipun dia salah satu anggota terlama di Seven Stella, sejauh ini Nova adalah yang terlemah. Mundur dulu sedikit, Seven Stella mengacu pada tujuh anggota pertama Little Star.


Dalam hal pertempuran dan aktivitas fisik, naluri Nova yang terburuk. Jika Xenovia adalah petarung paling berbakat di Seven Stella maka Nova adalah yang terburuk. Aku pribadi menganggap keduanya mirip.


"Terima kasih sudah datang, tuanku." Nova berjalan ke arahku seperti bangsawan.


Pinggulnya bergoyang dengan sangat anggun saat menghampiriku. Jujur saja, Nova sangat lemah secara fisik namun ia adalah yang terkuat secara sihir.


Dia bisa memanipulasi mimpi seseorang dan di dalam mimpi ia tidak terkalahkan serta dengan kecerdasannya ia mampu membuat sihir baru yang tidak orang lain ketahui.


"Apa kalian menjaga mereka dengan baik seperti yang aku minta?"


"Ya, tuanku. Tapi diantara yang lainnya hanya hydra yang terus memberontak. Dengan bantuan nona Gisella, dia dikurung di penjara."


Kurasa hydra adalah tipe monster yang sulit dikendalikan tapi tak apa. Mau bagaimanapun juga aku hanya membutuhkan kekuatannya saja.


"Antar aku ke mereka. Dan tolong panggil semua Seven Stella lainnya."


Aku mengikuti gadis berseragam tadi dan dibawa ke sebuah ruangan lain sementara Nova pergi memanggil Seven Stella lainnya.


Sebuah ruangan yang gelap dan hanya diterangi oleh beberapa obor memiliki kesan yang menakutkan. Di depan ada beberapa penjara yang berisikan para monster.


"Bebaskan mereka."


Tanpa komentar apapun gerbang terbuka dan para monster keluar dari sana. Mereka begitu tenang seperti yang dikatakan Nova.


Terdengar suara langkah kaki dari belakang.


"Gisella, hadir sesuai perintah anda."


"Victoria, ada untukmu."


"Xenovia, siap menerima perintah!"


"Nova, menunggu perintah anda."


"Olivia, siap menerima perintah."


"Rosie, datang untuk anda."


"Bianca, telah tiba."


Semua berlutut setelah menyebutkan nama mereka.

__ADS_1


"Sekarang saatnya, menerima hadiah."


__ADS_2