
Langit mulai semakin malam dan perjalanan masih jauh jadi kami memutuskan untuk berkemah.
Bella, salah satu teman kakak menggunakan sihirnya untuk membuat api unggun. Dia membaca mantra sihir lalu api mulai muncul.
Saya bertanya-tanya, apakah mantra sihir harus diucapkan? Saya pikir tanpa matra pun sihir akan aktif dengan cara membayangkan.
Ibu membuat barrier yang cukup besar untuk melindungi kami dari serangan monster atau bandit.
“Bagaimana ibu melakukannya?”
Saya bertanya karena rasa penasaran. Karena ibu juga membaca mantra sihir namun mantra milik ibu lebih sedikit dibandingkan milik Bella.
“Kalau kau bisa mempunyai mana maka sihir bisa diaktifkan tapi tergantung bagaimana dengan atribut yang kau miliki.”
Penjelasannya lebih ringkas dibandingkan dengan ada yang di buku. Saya mengangguk saat ibu menjelaskan.
“Ibu memakai atribut apa?”
“Atribut milik ibu adalah cahaya.”
Itu membuat saya terkejut. Karena atribut cahaya adalah salah satu atribut langka yang hampir tidak semua orang miliki. Sama seperti atribut kegelapan milikku.
“Ngomong-ngomong aku juga beratribut cahaya kau tahu.”
“Apa? Kakak juga?”
Saya heran mengapa hanya saya yang menggunakan atribut kegelapan. Jika atribut sihir itu adalah dari garis keturunan seperti kakak dan ibu maka ayah...
“Hm? Oh, ayah tidak bisa menggunakan sihir.”
Saat saya melirik ayah, dia menyadari apa yang coba saya ingin katakan. Seperti yang diharapkan dari ayah.
“Aku ingin tahu apakah aku bisa menggunakan sihir cahaya?”
Saya menunduk dan mulai berpikir. Mungkin saya bisa menggunakan sihir cahaya juga.
“Sihir bisa digunakan saat menginjak usia 10 tahun jadi kalau kau ingin mengetahuinya kau harus tunggu setahun lagi.”
Shiori menjelaskan padaku. Saya yang masih memiliki penasaran mulai bertanya lagi.
__ADS_1
“Kenapa harus menunggu setahun lagi?”
“Karena usia 10 tahun adalah waktu yang pas menggunakan sihir, ada sebuah mana atau aliran sihir di dalam tubuh aktif saat berusia 10 tahun.”
Jadi begitu. Saya mengerti sekarang, saya menoleh ke Yukari yang duduk di samping saya.
“Yukari, bisa tunjukkan sihirmu padaku?”
Saat saya bertanya seperti itu, semua mata mengarah pada kami.
“Apa maksudnya? Dia masih 9 tahun bukan?”
“Apa kau mendengarkan kami tadi?”
Saya mengabaikan mereka dan menatap Yukari. Dia menunduk lalu mengangguk kecil.
Yukari berdiri lalu mulai membaca mantra. Angin berkumpul di tangan Yukari lalu angin itu mengangkat Yukari sehingga ia melayang.
“Ara. Akhirnya ibu mengerti.”
Ibu hanya tersenyum melihat itu, ayah terkejut dan melongo melihatnya. Nia memegangi kepalanya dan mencoba untuk tidak terkejut lagi.
“Sihir diusia yang muda.”
“Bakat terpendam.”
Kakak dan kedua temannya benar-benar tidak mempercayai apa yang dilihatnya hingga menganggap bahwa itu adalah mimpi, saat mereka mencubit pipi mereka sendiri akhirnya mereka sadar bahwa itu bukan mimpi.
“Jadi begitu. Atribut sihirmu adalah angin ya.”
Saya tahu bahwa dia bisa menggunakan sihir namun ternyata atribut miliknya adalah angin. Saya baru mengetahuinya.
“Ren, kakak benar-benar bingung. Bisa kau jelaskan?”
“Bisa dibilang inilah alasan aku berteman dengan Yukari. Dia di-bully karena bisa menggunakan sihir diusianya yang sekarang. Dia bisa menggunakan sihir sangat baik walaupun belum berusia 10 tahun.”
Jadi ada apa dengan usia 10 tahun ini? Saya rasa ini adalah sebuah tradisi di dunia ini atau begitu lah hukum dunia ini.
“Ren, kau selalu saja membuat kakak terkejut.”
__ADS_1
“Kurasa kakak hanya berpikir berlebihan.”
Setelah semua obrolan itu. kami masuk ke dalam tenda.
Hanya ada dua tenda yang tersedia. Satu tenda untuk ayah, ibu dan Nia. Sedangkan satu lagi untuk saya, kakak, Bella, Shiori dan Yukari.
Tidak ada yang berjaga karena barrier buatan ibu jadi semua merasa aman. Semua masuk ke tenda mereka dan tidur.
...****************...
Tengah malam seseorang keluar dari tenda dengan mengendap-endap agar tidak membangunkan yang lain.
Itu adalah Ren, anak usia 9 tahun. Dia melihat sekeliling agar tidak ada yang melihatnya. Dia berjalan keluar melawati barrier seolah itu bukan masalah.
Dia berjalan dan menemukan kolam yang besar. Dia duduk di atas batu besar yang ada di dekatnya dan menatap bulan dengan mata merahnya.
“Victoria, keluarlah.”
Dalam sekejap muncul seorang gadis cantik dengan rambut coklat kekuningan, mata semerah darah dan memiliki taring panjang.
Sekilas dia adalah gadis yang cantik dan imut. Dia memiliki aura kecantikannya tersendiri, terlepas dari penampilannya yang cantik dia masih seorang anak yang memiliki umur yang sama dengan Ren.
“Ya, master.”
“Apakah kau punya laporan untukku?”
“Benar, saya menemukan banyak sekali sarang goblin, mereka sepertinya sedang menuju ke arah tempat keluarga tuan berada.”
“Berapa banyak sarang mereka?”
“Hanya ada satu tapi mereka mungkin ada sekitar ratusan yang dipimpin oleh goblin king.”
“Baiklah, aku akan mengurus mereka yang sedang menuju ke orang tuaku dan aku ingin kau menghancurkan markas mereka tanpa sisa.”
“Sesuai permintaanmu.”
Victoria menghilang dalam sekejap seperti ia datang. Ren mengeluarkan topeng dari bajunya dan memakainya. Dia berubah menjadi Noir dalam sekejap setelah topeng terpasang.
Pakaian hitam dan kepala tengkorak yang ditutupi tudung adalah penampilannya saat ini. Dia tersenyum di balik topengnya dan berlari dengan sangat cepat.
__ADS_1
Malam itu hanya ada suara cipratan darah dan teriakan goblin.