Son Of God

Son Of God
Noir dan Ratu Vampir


__ADS_3

Berbagai serangan dilancarkan oleh ratu vampir namun semua serangan yang diarahkan kepada Kyoka membalik pada ratu. Kemampuan yang dimiliki oleh Kyoka adalah mengendalikan gravitasi. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali beberapa ketua ksatria.


Dia melayang di udara dan bertarung dengan sang ratu adalah berkat kemampuan mengendalikan gravitasi miliknya. Kyoka mengangkat beberapa puing-puing bangunan dengan sihirnya lalu menyerang ratu namun semua puing-puing itu meledak sebelum mengenai sang ratu.


Puluhan anak panah meluncur dan meledak saat mengenai tubuh ratu. Sang ratu tampak kesal dan menemukan Rinon, ketua divisi 3 sedang menarik busurnya dan melancarkan serangan. Saat dia hendak menyerang Rinon, Kyoka segera memanfaatkan kesempatan itu dan sang ratu jadi kesulitan untuk membagi fokus.


Tapi angin disekitarnya seketika menjadi kencang dan membuat Kyoka hampir terpental jauh karena terbawa angin yang sangat kencang. Angin itu semakin kencang hingga akhirnya Kyoka terbawa jauh. Tanpa di sadari Kyoka seperti ditangkap oleh seseorang. Dia merasakan tubuh seseorang sedang menggendongnya.


Ia membuka mata dan menemukan seseorang berjubah hitam dengan wajah tengkorak. Sekilas dia terlihat seperti undead tapi ia merasakan sesuatu yang jahat tapi bukan aura kematian. Ia tidak tahu bagaimana mendeskripsikan orang dihadapannya ini.


"Kau tidak apa-apa, Komandan Kyoka?"


"Ya, terima kasih. Siapa kau?"


"Namaku Noir, ksatria kegelapan."


Mata Kyoka terkejut mendengar nama itu. Baginya Noir adalah keberadaan yang sangat berbahaya karena beberapa kejadian akhir-akhir ini, nama Noir selalu muncul. Dia mencoba melepaskan diri dari pelukannya tapi tubuhnya kesakitan karena beberapa luka.


"Bekerja samalah denganku untuk sementara, komandan Kyoka."


Mendengar permintaan itu dari Noir membuatnya terdengar seperti jebakan tapi dia yakin kalau ada suatu alasan mengapa dia meminta bantuan.


"Baiklah, tapi jelaskan padaku alasannya."


"Ratu vampir adalah ibu dari salah satu bawahanku dan karena ulah seseorang dia kehilangan kendali atas kekuatannya. Aku ingin kau membantuku mengeluarkan benda yang membuatnya kehilangan kendali seperti itu."


Kyoka paham situasinya. Saat Noir melompat ke atas saat serangan dari ratu datang, Noir meminta Kyoka menggunakan sihir gravitasinya sebagai penghalang agar dia bisa mendekat.


"Buat gravitasi menjadi penghalang untuk bisa mendekatinya."


"Tidak bisa."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku hanya bisa membuat mengendalikan beberapa benda melayang."


Noir menghela nafas kecewa. Dia tahu walaupun kemapuan mengendalikan gravitasi adalah salah satu kemampuan yang unik dan juga kuat namun Kyoka tidak bisa mengeluarkan semua potensi yang dimiliki olehnya.


"Dengar, bayangkan saja seluruh gravitasi di sekitarmu menjauh."


"Baik, akan kucoba."


Kyoka menutup matanya dan berkonsentrasi sementara Noir terus menghindar dari serangan ratu. Dia tidak bisa mendekatinya karena serangan terus dilakukan secara beruntun.


Saat serangan berikutnya datang, serangan itu menghilang. Dan Noir tahu bahwa Kyoka berhasil melakukannya. Tanpa menunda lagi, Noir bergerak dengan cepat ke arah ratu. Serangan demi serangan tidak ada yang mengenai keduanya. Jika sendirian serangan seperti itu tidak dapat melukai Noir namun saat ini ia sedang menggendong Kyoka jadi menyuruhnya membuat gravitasi sebagai penghalang adalah agar merasa berdua bisa aman.


Noir memindahkan Kyoka ke punggungnya agar bisa bergerak bebas. Ratu yang tidak bisa melukai Noir segera pergi namun Noir berhasil mengejar dengan kecepatannya. Tangan kanan Noir diselimuti oleh aura hitam sementara tangan kirinya mengeluarkan cahaya merah.


Untuk memperluas jarak antara keduanya sang ratu menyerang dengan semburan air yang datang entah dari mana namun serangannya tetap saja tidak bisa mengenainya sama sekali. Ratu terbang semakin jauh dan Noir berhenti di tempat.


"Kenapa kau berhenti? Dia akan kabur." Kyoka tahu kalau ratu saat ini sedang kabur dari Noir namun Noir justru hanya diam dan melihat saja. Noir tidak menjawab Kyoka namun satu kalimat terucap dari mulut Noir.


"Rantai api."


Di tempat lain pasukan vampir berhasil menemukan tempat evakuasi dimana para warga berlindung namun salah satu vampir terjatuh begitu saja. Para vampir lain yang melihatnya tersenyum terheran-heran dan mencari asal serangan itu.


"Serangan?"


"Lihat, diatas!!"


Salah satu vampir menunjuk ke atap tempat evakuasi dan menemukan 5 orang perempuan berada di sana. Mereka adalah para ketua divisi ksatria suci.


"Tidak kubiarkan kalian lewat?" Ucap Rei.


"Jangan pikir kalian bisa lolos dari kami." Setelah Fubuki mengatakan itu para ketua menghilang dari atap dan seketika satu persatu prajurit vampir tumbang.


"Jumlah kita lebih banyak! Serang mereka!!"

__ADS_1


Rei menghabisi beberapa vampir dengan pedang suci. Saat pedang suci miliknya bersinar, dia menebas udara dan beberapa vampir terjatuh ke tanah dengan luka di tubuh mereka.


Beberapa vampir lainnya berlari untuk menyerang namun seketika tubuh mereka membeku oleh es milik Minerva dengan bantuan Fubuki, angin seperti pusaran badai menghancurkan vampir yang membeku menjadi kepingan es.


Nina mengubah kedua tangannya menjadi seperti sarung tinju yang terbuat dari batu dan memukul vampir satu persatu hingga mereka terlempar jauh. Beberapa vampir lainnya mencoba kabur namun mereka seperti tertarik oleh sesuatu dan mereka menghilang begitu saja dalam sekejap.


Itu adalah kemampuan milik Yumi yang telah mengirim mereka ke suatu tempat, kemampuan yang dapat membelokkan ruang dan waktu. Dengan kemampuannya ia menteleportasikan mereka dalam sekejap.


"Tidak kusangka mereka selemah ini. "


Yumi merasa kecewa dengan pertarungan yang membosankan ini namun dia merasakan seseorang sedang mengawasinya. Tidak, mereka semua merasakannya. Mereka mencari lalu mendengar suara langkah kaki menjauh dari mereka. Mereka menemukan seorang gadis elf dengan rambut pirang memakai pakaian hitam dengan corak biru terang berjalan meninggalkan mereka.


...----------------...


Rantai api Noir sudah mengikat seluruh tubuh ratu vampir. Dengan segala gerakan dia berusaha lepas dari ikatan rantai itu namun tetap percuma saja. Kyoka yang melihat itu merasa penasaran apa yang akan dilakukan Noir. Dia menusuk pipi Noir yang keras karena topengnya.


"Tuan Noir, apa yang akan kau lakukan?"


"Diam dan lihat saja."


Tangan kanan Noir yang diselimuti oleh aura hitam yang mengerikan menusuk dada ratu meskipun disebut menusuk lebih tepatnya tangannya masuk menembus dadanya. Itu tidak memberikan luka namun sang ratu terlihat kesakitan.


Saat tangan Noir ditarik keluar, ada empat bola melayang di atas telapak tangan Noir. Mereka memiliki warna yang berbeda-beda, merah, biru, hijau dan cokelat. Mereka bersinar sangat indah seperti bintang di langit.


"Ini...!"


"Kau tahu ini, Kyoka?"


Noir tidak mengetahui benda apa yang ada ditangannya tapi dia bisa tahu kalau itu adalah benda yang cukup berbahaya. Kyoka yang terkejut seperti mengenal benda itu dan mulai menjelaskan.


"Itu adalah bola energi. Semacam artefak yang dapat mengendalikan cuaca atau ekosistem di sekitar."


Noir akhirnya paham dan dia melihat ratu vampir yang pingsan di depannya dengan keadaan terikat oleh rantai dan menyimpulkannya.

__ADS_1


"Sepertinya sang ratu masih menahan diri ya. jika benda ini memiliki kemampuan seperti itu maka dia bisa saja meluluhkan lantahkan ibukota dengan mudah. Tapi dia justru menggunakan sedikit kekuatannya, bisa dikatakan dia setengah sadar ya. Menarik sekali."


Noir menyeringai dengan hipotesisnya sendiri walaupun tidak buktinya tidak terlalu kuat. Tapi penjelasannya itu yang paling masuk akal.


__ADS_2