Son Of God

Son Of God
Eldo sang pembunuh


__ADS_3

Pagi itu setelah kakakku menculikku, aku tiba-tiba di suruh menjadi seorang pelatih untuk ksatria suci. Jujur saja, aku tidak senang mereka menilaiku dengan tinggi.


"Saya Ren Orion, dengan senang hati menolaknya!"


Saya menjawab dengan tegas lalu berbalik untuk pergi dari tempat tidak menyenangkan ini. Namun, seperti yang kuduga bahwa tidak mudah untuk pergi dari sini. Tangan kakak mencengkram bahuku dengan keras sehingga aku tidak bisa pergi.


"Bukankah tidak sopan pergi begitu saja?"


"Sopan? Apakah menculikku termasuk kesopanan?"


Aku dan kakak saling menatap. Kupikir kita memang mirip sebagai saudara dalam hal keras kepala.


"Begini saja, jika kau membantu kami maka kau boleh membaca seluruh buku di perpustakaan setiap divisi."


"Diterima."


Dengan cepat aku menerima penawaran yang kakak ajukan. Tidak ada alasan untuk menolak hadiah yang begitu indah ini. Bisa membaca buku dan mencari informasi yang aku butuhkan. Aku yakin aku akan menjadi penguasa kegelapan yang sempurna.


Aku melawan setiap ksatria wanita satu persatu dengan mudah. Meskipun mereka menggunakan senjata yang berbeda namun kesalahan dalam bertarung mereka selalu sama. Mereka terlalu bergantung pada senjata mereka dan gerakan mereka terlihat sangat jelas. Yang lebih parahnya adalah mereka berteriak setiap kali melakukan serangan kejutan.


Meskipun begitu, yang jadi masalah utamanya adalah para ketua divisi. Kekuatan mereka tidak masuk akal dan benar-benar mengerikan. Meskipun aku berhasil mengalahkan mereka walaupun tidak mudah namun monster yang sesungguhnya adalah wanita bernama Kyoka Kawashiro.


Sihir gravitasi adalah sihir non-elemen yang sangat kuat. Sebuah sihir yang membuat penggunanya bisa memanipulasi gaya gravitasi sesuka hati. Dan saat ini sebuah batu besar melayang di udara.


"Bagaimana dengan ini?" Ucap Kyoka.


Aku berencana untuk menghindar namun kemanapun aku pergi pasti akan tertimpa batu itu. Aku mengangkat pedang ke atas setinggi mungkin dan menarik nafas panjang.


"Gaya naga, gerakan kedua: Dragon Claw."


Pedang di ayunkan ke depan dan memotong batu besar itu menjadi lima potongan dengan rapi. Kyoka terkejut dengan seranganku, dengan memanfaatkan situasi yang ada aku menyalurkan sihir api pada pedang kayu yang kupegang dan melemparkannya ke arah Kyoka.


Dia langsung tersadar dari lamunannya lalu dia menggunakan sihir gravitasinya untuk mengembalikan pedang yang sedang menuju ke arahnya. Aku melompat ke samping untuk menghindari itu dan ledakan terjadi saat pedang itu menyentuh tanah.


"Boleh juga, tidak kusangka kau akan mengubah pedang kayu milikmu seperti sebuah bom."


"Aku juga tidak menyangkanya. Kupikir itu akan seperti fire arrow tapi malah melebihi ekspektasi."

__ADS_1


Yah, meskipun ini di luar dugaan tapi siapa yang akan menyangka bahwa daya ledaknya akan sebesar itu.


"Mengejutkan. Tapi apa yang kau lakukan untuk memotong batu besar itu?"


"Hm? Aku hanya memotong dengan teknik naga yang ayahku ajarkan."


"Teknik naga?!"


Bukan hanya Kyoka tapi semua ksatria wanita yang ada berteriak terkejut saat aku mengatakan itu. Aku tidak tahu mengapa mereka terkejut, apa mungkin aku mengatakan kata yang aneh?


"Kau bilang teknik naga? Maksudnya... salah satu dari tiga seni bela diri pedang kuno?"


Eh? Yang benar? Aku tidak tahu kalau teknik ini sangat hebat.


"Satu-satunya orang yang mampu menguasai ketiga teknik itu hanya ayah, dan berkat itulah kenapa ayah di panggil Pedang suci."


Oh, aku mengerti. Pantas saja aku heran mengapa orang tua itu memiliki nama julukan yang hebat.


"Gah!"


Sebuah tebasan melewati udara dan membuatku terpental. Aku memuntahkan darah dari mulutku dan sebuah luka tebasan muncul di dadaku.


Kakak dan yang lainnya panik dan berlari ke arahku untuk melihat kondisiku. Lukaku tidak terlalu parah tapi sepertinya serangan itu ditambahkan dengan pelumpuh yang membuatku tidak bisa menggerakkan tubuhku untuk sementara waktu.


"Ren, kau tidak apa-apa?"


"Lukanya tidak dalam tapi sepertinya dia terkena sihir pelumpuh dan tidak dapat  bergerak untuk sementara waktu." Ucap kapten minerva.


Kakak menggigit bibirnya hingga berdarah karena kesal.  Minerva menggunakan sihir es miliknya untuk menutup luka di dadaku dengan ekspresi kesal.


"Kyahahaha! Seperti yang di harapkan dari sang pahlawan, serangan seperti itu tidak cukup untuk membunuhmu."


Seorang pria muncul dari langit dengan tawa yang mengerikan. Dia memiliki badan yang kurus dengan sedikit otot, dengan membawa pedang besar di pundaknya. Aku memang tahu bahwa orang ini adalah utusan moon phantom untuk membunuhku tapi tak kusangka akan datang secepat ini.


"Siapa kau?!'


Kakak segera menarik pedang suci di pinggangnya dan mengacungkan pada pria itu. Semua ksatria wanita yang ada mengeluarkan senjata mereka dan mengepung pria itu.

__ADS_1


"Namaku adalah Eldo! Orang yang akan menjadi dewa paling di takuti!"


Minerva memelukku dan menyandarkan kepalaku ke dadanya. Meskipun ia tidak membenci laki-laki, ia melakukan itu tapi sudah jelas dari wajahnya dia mengkhawatirkan aku. Dia menatap jengkel kepada Eldo yang tertawa.


"Meskipun begitu, tujuanku adalah membunuh pahlawan. Jadi... Bisakah kalian menyingkir dari sana."


"Berani sekali kau ingin membunuh bone-, salah, maksudku pahlawan Orion. Sepertinya kau meremehkan kami." Ucap Kyoka.


Komandan, aku senang kau membelaku tapi tadi ingin menyebutku boneka bukan?


"Aku tidak meremehkan kalian, hanya saja... Kalian pikir bisa mengalahkanku?"


Semua menjadi jengkel dan mulai menyerang pria itu. Meskipun mereka menyerang secara bersamaan. Pria itu, Eldo mampu menghindari setiap serangan dari berbagai arah dengan gerakan yang bagus. Saat tombak menusuk perutnya, Eldo tersenyum dan mengangkat pedang besarnya ke atas lalu mengayunkan pedangnya ke depan.


Untungnya berkat komandan Kyoka dan kapten Yumi, beberapa ksatria wanita yang dalam jangkauan pedang itu berhasil di selamatkan. Kakak bergerak dengan cepat dan menyerang dari belakang, ia mengayunkan pedangnya dari kanan ke kiri untuk menyerang luka di perutnya namun Eldo sudah membaca gerakan kakak dan menahannya dengan satu kakinya.


"Cih."


Kakak segera melompat mundur untuk menjaga jarak.


"Oi, oi, yang benar saja nona. Kemampuan berpedangmu hanya segitu?"


"Terima ini! Light slice!"


Eldo memprovokasi kakak dan kakak yang menerima provokasi Eldo mulai mengumpulkan energi sihir di pedang sucinya. Pedang di ayunkan dan cahaya membelah udara, Eldo menjadikan pedang besarnya sebagai perisai namun meskipun berhasil di tahan, Eldo terdorong ke belakang.


"Guh...! Lumayan."


Kapten Fubuki mengumpulkan angin di ujung jarinya. Dia memusatkan seluruh energinya ke satu titik untuk meningkatkan kekuatannya. Peluru angin di tembakan dan menghancurkan kaki kiri Eldo.


"...Apa?!"


"Sebagai seorang pria, kau menjijikan."


Eldo meraung kesal dan energi sihirnya meluap keluar hingga menyebabkan angin kencang yang dapat menerbangkan banyak orang.


Kapten Nina yang tubuhnya sepenuhnya menjadi batu muncul dari bawah Eldo dan memukul dagu Eldo hingga lidahnya tergigit. Kapten Rinon yang sejak tadi membaca mantra panjang sambil menarik tali busur, akhirnya selesai dan puluhan panah api siap di tembakan.

__ADS_1


Tapi busur di lepas dan puluhan panah api satu persatu menyerang Eldo. Setiap panah api yang terkena langsung meledak dan menyebabkan Eldo tidak bisa melakukan apapun selain menerima ledakan secara beruntun.


__ADS_2