STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)

STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)
32


__ADS_3

"Baiklah, mungkin cukup sekian latihan hari ini. Kalian bisa beres-beres dan kembali pulang ke rumah masing-masing!" perintah Ushijima dengan keadaan dahi yang terbalut oleh kasa.


Sejak tadi sore, tak ada satupun yang berani mempertanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi pada sang kapten Voli itu. Mereka hanya bersikap bahwa semuanya baik-baik saja dan tak terjadi apapun, karena mereka tahu kalau Ushijima bakal tidak merasa nyaman bila menjadi pisa perhatian terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan. Namun hal tersebut tidak berlaku dengan Tendou, ia selalu saja menagih janji Ushijima untuk berterus-terang padanya.


Akan tetapi, sampai detik ini pun Ushijima enggan menceritakan apapun pada sahabatnya itu. Bukan karena tidak ingin, tetapi ia butuh waktu yang tepat untuk memberitahu Tendou tentang apa yang dilakukannya tadi pagi.


Dan sepertinya saat ini adalah waktu yang tepat bagi Ushijima untuk berterus-terang, makanya ia langsung mengajak Tendou untuk pulang bersama duluan selagi Anggota voli yang diwakili oleh Sami tengah beres-beres.


Dengan wajah yang tenang dan masih mengenakan seragam Voli, Ushijima dan Tendou berjalan meninggalkan sekolah yang sudah sepi.


"Apa kau ingin bercerita sekarang, Wakatoshi-kun?" tanya Tendou yang sudah tidak sabaran. Ushijima hanya mengangguk saja dan meneguk air mineralnya kembali.


"Aku sengaja bolos tadi pagi," ucap Ushijima dengan tenang.


Tendou mendongak kearah Ushijima dengan ekspresi penasaran, "Karena apa?"


"Membalas perbuatan Ryo dan teman-temannya, sekalian mengancam mereka supaya tidak mendekati anak itu."


"Anak itu? Maksudmu adikmu, Seijuro-chan?" tanya Tendou.


"Ya, Adik tiriku. Dan dampak yang kuterima dari perkelahian itu, dahiku luka akibat pukulan botol kaca dari mereka." Ushijima membuang botol minum dengan cara melemparkannya kedalam bak sampah yang ada dipinggir jalan yang dilalui olehnya.


"Tunggu dulu! Seorang Wakatoshi-kun rela berkelahi dan bolos ulangan demi Seijuro-chan? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Tendou lagi yang tak yakin dengan apa yang diketahuinya saat ini.


"Kau tidak salah dengar, Tendou. Aku merasa tak ada salahnya sesekali berkorban demi seseorang, apalagi dia adalah adik tiriku. Lagipula aku tidak suka dengan para perundung seperti Ryo dan teman-temannya, mereka tidak hanya membuat si Akashi terlibat masalah saja tapi mereka juga mengikutsertakanku dalam lingkaran masalah itu."


"Memangnya Wakatoshi-kun terlibat masalah apa?" tanya Tendou.


"Mereka membuatku jadi santapan kebencian si Akashi, aku hanya tidak suka dibenci oleh anak itu. Aku juga tidak suka melihatnya kesakitan karena dihukum oleh Masaomi-San."

__ADS_1


"Kau benar-benar takut dibenci olehnya, Wakatoshi-kun? Tidak biasanya kau merasa khawatir dibenci oleh orang lain, padahal sikapmu saja sudah menjadi alasan kuat buat dibenci oleh orang lain."


"Entahlah, aku hanya merasa risih melihat kapten kiseki no sedai itu terlihat lemah dihadapanku. Dan kemarin adalah pertama kalinya aku melihat Akashi menjadi orang yang berbeda," beritahu Ushijima yang sudah berhenti di sebuah halte bus.


"Kau benar-benar aneh, Wakatoshi-kun. Aku pikir kepribadianmu semakin berubah sejak tinggal dengan keluarga kaya itu," ungkap Tendou seraya tersenyum.


"Tidak kok, kau ini ada-ada saja tendou. Aku tetap Ushijima yang biasanya kau kenal, kalaupun ada yang berubah pastilah perubahan kemampuanku yang semakin meningkat. Ah, Sudahlah!aku pulang duluan ya." Ushijima langsung menaiki salah satu bus yang kebetulan berhenti di hadapannya. Ia memang sengaja untuk pulang sendirian akhir-akhir ini, karena merasa jauh lebih nyaman dibandingkan harus dijemput setiap saat.


Untungnya halte perhentian bus tidak terlalu jauh dari lokasi rumah, jadi ia hanya sedikit berjalan saja untuk bisa sampai ke gerbang utama Rumah mewah tersebut. Dan begitu sampai di depan gerbang, ia bertemu dengan Akashi yang baru saja turun dari taksi dengan wajah yang masih kesal.


Ushijima tak berniat mengatakan apapun atau memperdulikan Akashi pada awalnya, ia hanya berjalan mendahului Akashi tanpa memperdulikan suasana canggung diantara mereka. Sama halnya dengan Akashi, ia juga tak perduli lagi dengan keberadaan Ushijima dan malah memperlambat langkahnya demi membiarkan Ushijima menghilang dari hadapannya sesegera mungkin.


Namun siapa sangka, rasa bersalah dari seorang Ushijima bila mengingat kembali kemarahan Akashi kemarin dan ditambah lagi suara rintihan Akashi yang merasa kesakitan acapkali berjalan membuat Ushijima bertambah kesal. Ia langsung memutarbalikkan badannya dan menghela nafas panjang.


"Kau sudah minum obat nyeri dari Dokter siang tadi?" tanya Ushijima yang tahu betul kalau kemarin ada dokter pribadi yang mengobati Akashi usai mendapatkan hukuman dari sang Ayah.


"Selain tukang emosian, kau ternyata seorang pendendam juga ya." Ushijima kembali memprovokasi Akashi, ia sedikit kesal diacuhkan seperti ini oleh orang lain. Tapi sepertinya perkataannya tersebut sama sekali tidak ampuh untuk membuat Akashi berbicara dan meresponnya.


"Kau benar-benar membenciku rupanya," tukas Ushijima seraya menggelengkan kepalanya. Lalu ia meletakkan tangannya di bahu Akashi untuk menghentikan langkah adiknya itu.


"Dengarkan aku! Kau -" belum sempat Ushijima menyelesaikan perkataannya, Akashi langsung melepaskan tangan Ushijima darinya dan tak sengaja tangannya sendiri mengenai dahi Ushijima yang telah diperban pada saat berbalik arah.


"Aduh!" keluh Ushijima yang merasakan sakit teramat perih, untungnya perban yang menutupi luka tidak terlepas saat itu.


"Maaf, aku tak sengaja." Akashi tak bisa menyembunyikan ekspresi bersalahnya, tapi ia juga belum bisa memaafkan Ushijima.


"Tidak apa-apa, aku baik-baik saja." Ushijima mulai terlihat tenang kembali, ia tak ingin menunjukkan rasa sakitnya dihadapan Akashi yang menurutnya jauh lebih merasakan sakit dibanding dirinya.


"Oh," respon Akashi yang langsung berbalik kembali saat memastikan kalau Ushijima memang baik-baik saja.

__ADS_1


"Ayolah! Apa kau masih terus-menerus mendiamiku? Maksudku, aku tidak perduli denganmu dan aku tidak keberatan dibenci olehmu. Tapi, aku pikir semua yang kau alami bukanlah salahku dan aku sangat keberatan untuk dianggap tidak ada oleh orang sepertimu!" keluh Ushijima yang mulai merasa kesal dan putus asa untuk menghentikan Akashi.


Akashi sendiri tiba-tiba saja teringat dengan perkataan dari Mayuzumi saat itu juga, entah kenapa ia bisa merasakan kekhawatiran Ushijima melalui nada bicaranya. Dan sekilas juga Akashi teringat dengan Rei yang mampu memaafkan kesalahan lawannya, ia pikir tak ada salahnya untuk memaafkan Ushijima juga.


"Ada apa dengan dahimu? Kau bisa dimarahi Papa dan Mama kalau sampai ketahuan berkelahi," ucap Akashi yang langsung berbalik badan.


Ushijima sampai tertegun melihat Akashi yang akhirnya mau berbicara kembali dengannya, walaupun Ushijima masih merasa malu karena mengeluh sebelumnya. Rasanya, ia telah menjatuhkan harga dirinya hanya untuk membuat Akashi hanya karena mengasihaninya.


"Tenang saja, aku hanya terkena bola Voli tadi." Ushijima mencoba menutup-nutupi kebenaran tentang dirinya yang berkelahi untuk membela Akashi.


"Oh, aku tidak perduli." Akashi mengalihkan pandangannya, ia tak bergeming sama sekali saat Ushijima berjalan mendekatinya. Ia bahkan tidak menghindar atau berbalik badan, sepertinya ia sudah tidak lagi ingin bermusuhan dengan Ushijima.


"Maafkan aku, tak seharusnya aku menyalahkanmu atas semua masalah yang kulakukan kemarin. Lagian kau juga bukan saudaraku, jadi gak seharusnya aku marah padamu karena tidak membelaku." Akashi menatap tajam pada Ushijima yang sudah ada dihadapannya, keduanya saling membalas pandangan bersamaan tanpa mengatakan apapun lagi untuk sesaat.


"Kalau begitu, mari kita belajar menjadi sepasang saudara! Aku akan belajar menjadi Abang yang bisa diandalkan untukmu, begitu juga denganmu yang harus belajar menjadi adik yang baik untukku." Ushijima mengatakannya penuh percaya diri dan tatapan serius, sampai membuat Akashi tercengang untuk sesaat.


"Kenapa? Kau takut gagal menjadi adik yang baik untukku?" tanya Ushijima yang masih saja memprovokasi Akashi.


Akashi hanya menghela nafas sambil tersenyum, ia mulai tertarik dengan provokasi yang disampaikan Ushijima padanya.


"Baiklah, mari kita hidup sebagai sepasang saudara mulai hari ini. Ushijima-san... Ah, tidak. Maksudku, Oniichan!" ucap Akashi seraya tersenyum yang membuat Ushijima juga ikut tersenyum. Walaupun senyuman itu mengisyaratkan perasaan canggung diantara keduanya.


Sementara itu disisi lain, Ryo tengah menghampiri sekelompok siswa berandalan dengan pakaian tidak rapi dan penampilan sembrono. Tampaknya sekelompok siswa tersebut sedang melakukan perbuatan yang melanggar aturan sekolah, bahkan beberapa diantaranya sedang memukuli seorang remaja yang menjadi korban penindasan disebuah gang sempit yang agak gelap karena tertutupi tembok besar dikedua sisi gang.


"Aku butuh bantuan kalian, Senpai!" tukas Ryo kepada salah seorang siswa diantara sekelompok berandalan tersebut yang menyatakan seolah-olah ia adalah ketua dari geng tersebut.


****


Wah 🤭 Akashi dan Ushijima mulai saling belajar menjadi saudara nih? Apakah nantinya hubungan mereka bisa saling dekat layaknya saudara kandung. Dan apa yang sedang direncanakan Ryo ya?

__ADS_1


__ADS_2