
Ushijima berjalan tenang menyusuri sebuah jalan setapak yang mengarahkannya ke sebuah bangunan gedung kosong dibelakang SMP Teiko, bangunan itu tampak tua dan tak terawat, cat dindingnya juga telah mengelupas dan beberapa kaca jendela sudah retak.
Tak ada yang spesial di sekitar Gedung tersebut, sebab lokasinya yang sepi dan di kelilingi oleh lahan kosong milik pemerintah Jepang dengan sebuah Papan bertulisan Tanah akan dibangun perumahan.
"Kalian latihan saja duluan, kurang lebih dua jam lagi aku bakal kesana." Ushijima mengirimkan pesan suara singkat Kepada Tendou, ia merasa kalau urusannya dengan Ryo takkan terlalu lama dan ia juga memastikan untuk membuat Ryo kapok dan enggan lagi berurusan dengannya.
Langkahnya masih saja terlihat tenang, ia tak terlalu terburu ataupun melambat sama sekali. Tak ada sedikitpun perasaan gentar dalam diri Ushijima, malahan ia cukup tenang saat melihat sekumpulan orang berada di dalam gedung dengan wajah yang sangar dan setiap orang memegang benda berbahaya yang sangat menyakitkan bila mengenai dirinya sewaktu-waktu.
"Selamat datang, Ushijima-Senpai!" ucap Ryo yang berada dibarisan paling depan, ia tersenyum bahagia menyambut kehadiran Ushijima yang ada dihadapannya.
Ushijima hanya tersenyum balik, bukan senyuman ramah yang diberikannya melainkan senyuman meledek dengan kekanak-kanakan Ryo.
"Kau ingin mengeroyokku?" tanya Ushijima secara to the point.
"Enggak sih, harusnya aku mengeroyok Akashi hari ini. Tapi kau malah bersikeras menggantikan Akashi, jadi jangan Salahkan aku kalau kau harus terluka nantinya. Lagipula, kalau kau memang hebat pasti gak sampai babak belur dong nantinya."
"Memangnya kesalahan apa yang diperbuat anak itu sampai kau berbuat sejauh ini? Atau jangan-jangan kau saja yang kekanak-kanakan dan memang suka membully orang lain karena ketidakmampuanmu dalam permainan Basket?" tanya Ushijima kasar bila mengingat Akashi dan Ryo adalah pemain Basket. Memang sih tim Basket Shiratorizawa kurang bersinar dibandingkan Tim Voli nya dan kala pamor sejak kehadiran para Kiseki no Sedai.
"Diamlah kau, Ushijima Senpai! Kau sama sekali tidak tahu apapun tentang masa laluku," bentak Ryo.
"Memangnya ada apa dengan masa lalumu? Kejahatan apa yang sudah diperbuat Akashi?" tanya Ushijima lagi.
Ryo tersenyum, ia malah tertawa cukup lama dan terdiam setelahnya. Lalu, ia melemparkan sebuah map cokelat kepada Ushijima.
"Bacalah! Supaya kau tahu bagaimana orang yang kau bela telah menghancurkan hidup orang lain," sindir Ryo.
__ADS_1
Tapi bukannya mengambil map itu, malahan Ushijima melipat kedua tangannya sambil tersenyum tipis.
"Aku takkan pernah mengutip sesuatu yang ada dibawah kakiku, kalau kau ingin aku membacanya maka berikanlah secara sopan dan baik."
Ryo berhenti tersenyum, ia langsung mengisyaratkan salah seorang anak buahnya Mizuki yang telah disewa untuk memberikan Map itu kepada Ushijima. Untungnya Mizuki tidak mengeluh tentang hal tersebut dan membiarkan Ryo bersikap seenaknya saat ini, selama Ryo membayangkan penuh mereka.
Ushijima melirik sekilas kepada Ryo, sebelum akhirnya ia menerima Map itu dan membuka isi Map yang berupa beberapa surat kesehatan medis milik Ryo sendiri.
"Kau bisa lihat sendiri, catatan medisku yang semakin memburuk. Kau tahu kenapa? Semua itu gara-gara perbuatan Akashi, ia telah membuatku menjadi manusia yang gagal." Ushijima hanya membiarkan Ryo berbicara, ia berusaha tetap bersikap netral saat ini sebelum membuat keputusan.
"Awalnya aku berusaha melupakan semua hal buruk yang menimpa hidupku,tapi sayangnya melupakan kejadian itu bukanlah perkara yang mudah. Apalagi beberapa bulan sebelum pertandingan SMP Teiko dan Shiratorizawa waktu itu, aku mendapatkan kabar dari Dokter yang menangani rehabilitasiku kalau aku tidak diperbolehkan lagi melalui olahraga apapun. Kau bisa melihat sendiri dicatatan medis itu, bukti nyata kalau aku mempunyai kelainan tulang yang cukup langka dan cedera yang kualami dahulu adalah awal dari terjadinya bencana ini. Aku bisa divonis lumpuh sewaktu-waktu bila masih tetap memaksakan diri bermain Basket, tapi masalahnya Basket adalah bagian terpenting dalam kehidupanku."
"Lalu, kenapa baru sekarang kau ingin berurusan lagi dengannya? Bukannya kau sudah mengetahui kehidupanmu kacau beberapa bulan sebelumnya," ucap Ushijima yang seolah enggan bersimpati pada Ryo.
Ryo tertawa lagi, "Sudah lama aku tidak bermain basket, kau kan tahu kalau aku hanyalah pemain lapis kedua di tim Shiratorizawa. Lagipula kegiatan ku saat ini membuatku jadi lupa untuk membalas dendam padanya, sampai pertandingan waktu itulah yang membuatku kembali membencinya. Dan kebencian itu semakin membara saat pertengkaran kuarter, kau sengaja mengambang jeda permainan karena berniat melindungi Akashi dan Junior kita kan?" tanya Ryo.
"Apa maksudmu, Ushijima-San? Kau berbicara seperti menuduhku berbohong."
"Mungkin saja kau memang berbohong, coba sekarang aku tanya padamu. Bagaimana kejadian yang membuat kakimu cedera itu terjadi?" tanya Ushijima yang enggan ambil pusing, ia menatap waktu di jam tangannya.
"Kejadiannya? Oke, Luka cedera ini kudapat saat kami berkelahi hebat diatas balkon lantai dua setelah pertandingan persahabatan yang diadakan di SMP Teiko. Dan akibat dari perkelahian itu ialah aku jatuh dan mengajakmu cedera hebat, tapi aku yang malah dikeluarkan dari Tim Basket SMP ku sedangkan dirinya tidak mendapatkan sanksi apapun."
"Kau serius? Lalu kenapa berita itu tidak masuk televisi ataupun media cetak?" tanya Mizuki yang tampak kaget, tetapi tidak dengan Ushijima yang malah bersikap datar.
"Ayahnya mengurus semua hal yang dapat merusak reputasinya dan reputasi Akashi, bahkan Ayahnya sampai menemui pihak sekolah dan keluargaku untuk menutup mulut kami. Entah bagaimana tuan Akashi Masaomi mampu mempengaruhi keluargaku sampai membuat Ayah dan Ibu malah melupakan kejadian tersebut dan memilih melupakan saja masalah tersebut." Mizuki dan bawahannya tampak kasihan mendengarkan kisah yang disampaikan Ryo.
__ADS_1
"Kau terlihat sedang berusaha menjadi karakter Protagonis utama didalam sudut pandangmu. Coba sekarang aku tanyak padamu, apa penyebab kalian berkelahi dan siapa yang memulai perkelahian itu duluan?" tanya Ushijima yang membuat Ryo sedikit bimbang.
"Bukan urusanmu, lagian kau gak pernah tahu bagaimana rasanya dipermalukan saat kalah dari pertandingan itu. Kau sendiri pastilah pernah dengar tentang perilaku buruk semua anggota Kiseki No Sedai setiapkali bertanding, mereka sama sekali tidak pernah menghargai lawannya dan sudah sepantasnya hari itu aku sangat kesal." Ryo berusaha membela dirinya sendiri.
Ushijima mengangkat sebelah alisnya, "Ah, rupanya kau yang memilih perkelahian duluan karena merasa kesal?" tanya Ushijima yang membuat Ryo terdiam tanpa memberikan jawaban apapun.
"Kalau kau diam saja, berarti kau setuju dengan yang kukatakan kalau kaulah yang membuat keributan duluan dengan Akashi. Lalu, kenapa kau membencinya? Bukannya kecelakaan yang menimpamu bukanlah kesalahan Akashi sepenuhnya, mungkin saja kau yang tak berhati-hati dan terjatuh ke bawah saat itu. Apalagi kau sedang diselimuti api kemarahan, pastinya kau sedang tidak bisa konsentrasi dan tidak memakai akal sehatmu."
"Kau benar, aku memang terpeleset saat itu. Tapi tetap aja semua ini kesalahannya. Kalau saja ia dan teman-temannya tidak meremehkan kami, pasti aku gak perlu melihat semua rekan dan senpaiku menangis di ruang ganti dan tersulut api kemarahan hari itu. Lagian, pertandingan itu hanyalah pertandingan persahabatan saja, tapi kenapa kami malah dipandang sampah oleh mereka?" teriak Ryo yang masih terus membela dirinya.
"Aku tidak perduli mengenai perilaku mereka yang buruk, kau saja yang kurasa terlalu berlebihan. Mungkin saja diluar sana banyak Tim lawan yang juga dipandang rendah oleh anggota Kiseki no Sedai sebelumnya Tim mu, tapi lihatlah sekarang mereka tak sekalipun menyimpan dendam ataupun berniat balas dendam dengan cara curang sepertimu. Dan mungkin saja anggota tim mu dulu sudah melupakan kejadian itu, sedangkan kau lah yang masih terperangkap pada masa lalu." Ushijima menghela nafas panjang dan mulai merubah posisi menjadi berkaca pinggang.
"Kalau memang mereka meremehkanmu dalam sebuah pertandingan, maka kau bisa membalasnya juga dalam pertandingan lain dengan berusaha memenangkan pertandingan itu dari mereka. Ingatlah! Mata dibalas mata, tangan dibalas tangan dan kekalahan dibalas dengan kekalahan juga. Kalau memang kau merasa sakit hati karena diremehkan, maka kalahkan mereka dan buktikan kau itu lebih hebat. Hidup ini simple, kau saja yang berlebihan." Ushijima kembali melipat kedua tangannya.
"Kau malah membuatku semakin jengkel! Kau bisa berbicara kayak gitu karena tidak pernah mengalami yang kurasakan," ungkap Ryo yang tak terima dirinya dikritik oleh Ushijima.
"Aku hanya mengatakan kebenarannya, kau hanyalah terlihat seperti penakut lemah yang tak bisa apa-apa. Kau selalu saja menyalahkan semua hal yang terjadi dan tidak sesuai dengan ekspektasimu kepada orang lain, kau tak ingin dirimu disalahkan atas kegagalanmu sendiri. Dan sekarang, berani-beraninya kau menyalahkan Akashi atas ketidakmampuanmu untuk bangkit menjadi seorang pemain basket lagi!" celutuk Ushijima yang tak berhenti mengeluarkan lontaran kata tajam.
Ryo yang sudah mulai kehabisan kesabaran langsung mengangkat tangannya seolah memberikan isyarat agar orang suruhannya itu segera menghabisi Ushijima.
"Habisin dia sampai benar-benar tak berdaya, kalau bisa buatlah cedera yang lebih parah sampai ia meminta ampun padaku!" perintah Ryo.
Ushijima langsung melemparkan tas nya dan memasang kuda-kuda untuk melawan para preman suruhan Ryo.
***
__ADS_1
Kalian bisa memberikan tanggapan, krisan dan saran terhadap author ataupun para karakter melalui kolom komentar. Terimakasih sudah mampir 😊