
Benar halnya seperti yang dikatakan oleh Midorima, tampak saat itu Aomine dan Kagami yang sedang duduk di bangku taman yang ada di seberang Toko Sport sambil memakan beberapa jajanan milik Kagami.
"Apa kalian sudah berbaikan?" tanya Kuroko yang duluan berlari menghampiri kedua temannya itu.
"Kalian meninggalkan kami, aku benar-benar kecewa padamu Kuroko." Kagami memperlihatkan wajah kesalnya pada Kuroko.
"Bisa-bisanya kau membiarkan kami diusir oleh satpam, Tetsuya." Aomine ikut menyambung.
"Benar-benar kekanak-kanakan." Midorima sampai tak habis pikir pada tingkah kedua temannya itu.
"Wajar saja aku bersikap kekanak-kanakan, Midorima. Usiaku masih remaja. Kau saja yang terlalu bersikap dewasa," ucap Aomine asal ngomong saja. Lalu ia berdiri menatap Akashi sambil menunjuk kearah Akashi.
"Kami sudah melihatnya tadi, kau mencuri Akashi dari kami. Padahal kau tidak ikut memperebutkannya sebelum itu," keluh Aomine.
"Malahan Harusnya Akashi bermain denganku dan Kuroko, kalian berdualah yang asal nyerobos aja. Dan kau juga kuroko, kenapa kau dukung Midorima dan Akashi saling adu tanding Basket? Apakah serendah itukah arti persahabatan diantara kita?" tanya Kagami yang agak sedikit melodrama, sebelumnya ia memang sedang tergila-gila pada salah satu drama korea percintaan yang sedang ditontonnya.
"Kau sudah menasehatimu tentang itu, Kagami. Kau saja yang malah sibuk berkelahi dengan Aomine-kun." Kuroko membela dirinya.
"Tapi apa salahnya kau menarikku dari perdebatan itu? Atau kau bisa menungguku selesai berdebat, kau inikan temanku sih. Mana boleh teman saling meninggalkan satu sama lain," keluh Kagami lagi yang membuat keduanya kini saling berdebat satu sama lain.
Tak Ingin ketinggalan juga, Aomine malah ikut mengeluh terhadap kepribadian Kagami yang menyebalkan dan Kuroko yang tidak lagi menganggapnya teman. Kini ketiganya mulai memasukkan fase beradu argumen dihadapan Akashi dan Midorima.
"Lakukan sesuatu, Akashi. Atau kau hanya akan membuang waktumu untuk menonton perdebatan mereka bertiga." Midorima yang malah duluan menyerah untuk terlibat dengan perdebatan para Teman-temannya, ia hanya menonton saja sambil melirik Akashi agar segera bersikap tegas pada ketiga temannya itu.
"Sudahlah, teman-teman. Kita disini untuk bersenang-senang, bukan malah berdebat." Awalnya Akashi masih bersikap ramah dan tenang, bahkan ia sampai berdiri ditengah-tengah mereka bertiga agar segera berhenti beradu argumen.
Namun sayangnya keberadaan Akashi tidak dihiraukan sama sekali, mereka malah saling mengungkit kebaikan masing-masing. Kuroko saja yang mulanya tidak banyak bicara, malah ikutan aktif untuk menyerang Kagami dan Aomine.
"Kembalikan semua kebaikanku yang telah meminjamkanmu sepatu, Kagami!" tukas Aomine.
"Kau yang harusnya sadar, aku sudah memberikanmu makanan buatanku saat ulang tahun Kuroko. Kembalikan masakan gratis yang sudah kau makan itu padaku lagi," ucap Kagami yang gak mau kalah."
"Kau juga kuroko, kau selalu mengerjaiku dengan mendekatkan Anjing peliharaanmu itu padaku. Kembalikan tenagaku yang telah terkuras untuk lari dari anjingmu itu."
__ADS_1
"Kalian yang harusnya merasa bersalah padaku, Kagami dan Aomine-kun. Aku sudah mencoba menjadikan cahaya kalian bersinar, tapi kalian malah membuatku susah dan membuang waktuku untuk menengahi permasalahan kalian." Kuroko ikut membela dirinya sendiri.
Akashi yang mulai merasa kesal mulai mengerutkan dahinya, "Hentikan!Kalian bertiga benar-benar menjengkelkan."
Dalam sekejap, suara teriakan Akashi langsung membungkam mulut ketiga anggota Basket itu. Mereka langsung mendekat satu sama lain dan menoleh kepada Midorima yang malah merasa bodoh amat.
"Kita disini ingin bersenang-senang. Dan aku juga disini ingin melepaskan semua kebosanaku, bisa kalian berhenti membuat kepalaku bertambah sakit?" tanya Akashi yang membuat Ketiganya mengangguk.
"Tenanglah, Akashi. Kami hanya bercanda!" ucap Kagami sambil tersenyum cengengesan.
"Mereka berdua yang memulainya duluan, Akashi-kun." Kuroko langsung berjalan pergi didekat Midorima. Lalu, disusul oleh Aomine yang berniat ingin mengikuti jejak Kuroko tetapi malah berakhir ditatap tajam oleh Akashi.
"Kuroko tidak salah, kalian justru yang memulai semuanya dari awal."
"Ya ampun, ada apa ini? Kalian membuat Akashi kesal lagi?" tanya seseorang yang suaranya terdengar tidak asing bagi mantan anggota Kiseki no sedai. Dan saat mereka berbalik kearah sumber suara, mata ke-empat nya tercengang melihat kedatangan orang yang paling mereka hormati yang tak lain adalah Nijimura.
Saat itu Nijimura tidak datang sendirian, ia ditemani oleh kekasihnya yang memiliki rambut pendek sebahu dengan senyuman ramah yang memperlihatkan gigi gingsulnya. Mereka datang bergandengan tangan satu sama lain dan tampak mesra bila diperhatikan.
"Nijimura-Senpai!" sapa Kuroko kepada sang mantan Kapten, walaupun ia belum sepenuhnya bisa merasakan kepemimpinan Nijimura seperti yang dirasakan Akashi, Aomine, dan Midorima. Berhubung karena saat itu Kuroko masih berada dalam grup divisi 2 saat itu.
"Tidak terlalu aneh bagiku, Senpai. Wajar saja kita bertemu, karena kita sedang berada di acara jajanan yang pastinya diminati oleh semua orang." Midorima memberikan argumennya.
"Kau masih saja belum berubah ya, Midorima. kepribadianmu yang Tsundere dan tak kenal takut untuk mengatakan apa yang ada didalam pikiranmu." Nijimura menepuk bahu Midorima, lalu ia menoleh kepada Aomine.
"Ngomong-ngomong siapa yang ada disampingmu itu, Aomine?" tanya Nijimura.
"Namaku Kagami Taiga, teman setim Kuroko di Seirin dan anggota Basket yang berhasil mengalahkan Kiseki no Sedai pada winter cup musim lalu. Kudengar kau adalah Mantan Kapten Teiko, pastinya kau adalah orang yang hebat." Kagami membuat Nijimura tertawa, lalu ia menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak terlalu hebat dibandingkan mereka, aku hanyalah pemain yang standar saja kok. Dan aku cukup tersanjung Atas kerja kerasmu yang berhasil mengalahkan mantan anggotaku ini." Nijimura tertawa malu, ia sampai melirik kepada kekasihnya yang hanya menjadi pendengar saja diantara para lelaki itu.
"Ah, iya. Perkenalkan ini kekasihku. Namanya Aurora," ucap Nijimura yang langsung memperkenalkan Kekasihnya itu.
"Salam kenal semuanya, aku sungguh senang bisa berkenalan dengan adik-adiknya Nijimura yang menggemaskan." Aurora memperkenalkan dirinya dengan ramah, ia bahkan memberikan kontak mata satu persatu kepada mereka dengan tatapan yang lembut seperti menyatakan bahwa dirinya memang orang yang cukup baik.
__ADS_1
Lalu ia menunduk kearah Akashi, " Dan kau pasti yang bernama Akashi Seijuro, Kapten menggemaskan yang sangat dihormati oleh Nijimura."
"Polos? Akashi tidak pernah menggemaskan sama sekali, Nona." Kagami membantahnya. Baginya Akashi malah lebih serius dan menyeramkan. Meski, ia lebih sering bersikap baik dan perhatian selama ini.
"Benarkah? Tapi Nijimura selalu menceritakan Akashi kepadaku, ia malah tak berhenti mengatakan bahwa Akashi adalah adik yang menggemaskan dan polos. Makanya terkadang ia akan mentraktir Akashi makan saat pulang latihan,"
Nijimura yang mendengarkan kekasihnya berbicara blak-blakan langsung panik, ia pastinya merasa malu bila mereka semua mengetahui fakta tersebut. Dan buru-buru ia tutu mulut Aurora dengan tangannya.
"Kau salah paham, Aurora. Maksudku itu dia adalah Junior yang baik dan tegas," ucapnya yang langsung memperbaiki perkataan Aurora sebelumnya, lalu ia melepaskan tangannya dari Aurora.
"Dasar! Kau pikir bisa membodohi merek," goda Aurora kepada kekasihnya itu yang langsung dirangkul oleh Nijimura.
"Lupakan obrolan tadi. Jadi, apa rencana kalian sekarang? Atau aku bisa traktir kalian, Mau makan bareng dengan kami?" tawar Nijimura.
"Boleh, kami akan merasa senang bila ditraktir dengan Nijimura Senpai." Kuroko yang lebih dulu menerima tawaran Nijimura.
"Baguslah, kuroko. Kalau kalian gimana?" tanya Nijimura lagi ada ketiganya.
"Tidak ada penolakan kalau memang ditraktir, sekalian aku ingin meminta saran dari Senpai tentang murid kelas satu kami." Midorima juga mulai setuju pada ajakan Nijimura. Lalu disusul oleh Kagami dan Aomine yang ikut setuju, lagian mereka juga tidak terlalu sibuk hari ini.
Namun tidak dengan Akashi, ia sebenarnya ingin sekali menghabiskan waktu bersenang-senang dengan mereka. Tapi, ia teringat kalau punya janji lain untuk pulang ke Rumah.
"Aku tolak ajakan Senpai hari ini, mungkin dilain waktu saja ya."
"Loh, kenapa?" tanya Aurora.
"Aku punya urusan lain yang sudah kuatur sebelumnya." Akashi tersenyum, lalu ia memberikan bola ditangannya kepada Aomine.
"Kalau begitu aku pamit duluan ya, terimakasih atas ajakannya." Akashi langsung pergi, ia juga merasa cukup senang dengan waktu bersenang-senang seharian ini.
Walaupun sangat menyayangkan untuk menolak ajakan Nijimura yang sangat dihormatinya itu, tapi tetap saja urusan ini jauh lebih penting. Dia harus menyambut kepulangan Ushijima dirumah, setidaknya pandangannya terkait Nijimura membuatnya semakin yakin bahwa pastinya lebih menyenangkan kalau bisa lebih akrab dengan saudara sendiri.
***
__ADS_1
Bisa-bisanya Author buat Akashi nolak tawaran traktir Nijimura 🙃