STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)

STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)
42


__ADS_3

"Baiklah, saya setuju dengan pendapatmu. Saya rasa sudah saatnya kita merombak semua aturan yang lama dan saya memiliki harapan besar kalau Kapten sepertimu akan membawa Rakuzan menjadi tim yang semakin hebat." Pelatih memberikan beberapa dokumen kepada Akashi,


"Ini juga ada beberapa nama pemain yang telah mengundurkan diri, kau bisa memanggilnya kembali jika memang tertarik. Mungkin saja aku tak sengaja pernah menyia-nyiakan seseorang yang memiliki bakat seperti halnya Mayuzumi dulu," ungkap Pelatih dengan tenang.


"Terimakasih, Sensei. Saya akan memastikan tidak akan mengecewakan anda lagi atas kekalahan winter Cup lalu," ucap Akashi.


"Saya yang harusnya berterimakasih padamu, kau itu bukan hanya seorang kapten saja tetapi ujung tombak untuk Rakuzan." Pelatih tersenyum.


"Saya akan memastikan tombak itu akan tetap tajam dan tidak patah, kalau begitu saya pamit dulu." Akashi membungkuk, lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan pelatih.


Diluar sudah ada ketiga senpainya yang tengah menunggu kabar dari Akashi, apalagi Mibuchi adalah wakil kapten Rakuzan yang pastinya harus selalu menjadi kaki tangan sang kapten.


"Bagaimana, Sei-Chan?" tanya Mibuchi.


"Sensei menyetujui strategis tersebut," jawab Akashi yang membuat ketiga senpainya terlihat senang.


"Baguslah, semoga saja strategis ini bisa berjalan lancar dan memberikan kesempatan untuk para anggota kita bisa bermain dilapangan." Mibuchi tampak tak sabar dengan strategi tersebut.


"Aku juga ingin melihat kemampuan hebat mereka," sambung Hayama yang senang melihat kemampuan hebat pemain lain.


"Aku akan membantu mereka untuk menjadi kuat sepertiku," sambung Nebuya seraya memperlihatkan otot-otot nya.


Akashi tersenyum, "Sepertinya kalian sudah banyak berubah, kalian lebih mudah menerima orang lain terlepas dari kemampuannya."


"Maklumlah , Akashi. Setelah pertandingan kita di Winter Cup dan pertandingan kalian melawan orang amerika itu, kami jadi sadar kalau tidak ada gunanya menjadi orang sombong. Malahan tim yang kuat sekalipun bakal kalah dengan tim yang menghargai kerjasama Tim dan mempunyai motivasi untuk menang tanpa harus terbebani seperti kita dulu," ungkap Hayama.


"Anda benar sekali, Senpai." Akashi mengangguk setuju.


"Ya sudah, kalau gitu mari kita makan siang dulu!" ajak Nebuya yang mulai memperlihatkan ekspresi laparnya.

__ADS_1


Tetapi Akashi keburu menolak, "Maaf Senpai, sepertinya hari ini aku akan makan dikelas saja. Kebetulan aku sudah membawa bekal dan harus mengerjakan beberapa contoh soal olimpiade tahun sebelumnya."


"Tumben sekali Sei-Chan membawa bekal," tukas Mibuchi.


"Ya, soalnya bekal ini dibuatin oleh seseorang yang baik. Jadi, sepertinya mulai hari ini aku akan selalu membawa bekal siang."


"Wah, siapa orang baik itu Akashi? Apakah ibu tirimu?" tanya Hayama.


"Bukan, pokoknya salah satu dari penghuni rumahku. Ya sudah, kalau begitu aku pergi ke kelas duluan ya Senpai. Dan aku titipkan latihan hari ini kepada para Senpai," ucapnya yang langsung pergi seraya menggenggam dokumen data anggota yang sudah keluar. Akashi seolah punya rencana lain untuk anggota yang ada dalam dokumen tersebut, mungkin saja ia ingin menghampiri sendiri orang tersebut sebelum memberitahukan ketiga senpainya.


Dan begitu sampai dikelas, ia langsung berjalan kembali ke mejanya dan membuka bekalnya yang sedikit mengerutkan dahinya.


Kebetulan saat itu kelas sedang kosong, palingan hanya beberapa orang saja yang berada disana dan tengah mengerjakan tugas dari guru. Kebanyakan sisanya sedang berada dikantin ataupun ruang organisasi.


"Huffttt.... Kenapa bentuk indomienya sama sekali tidak meyakinkan sih," cetus Akashi, tetapi buru-buru ia hilangkan pemikiran negatif itu.


Matanya terasa ingin lepas saat itu juga, ia memperlihatkan wajah ingin muntah dan buru-buru meneguk minum dari botol yang dibawanya.


"Asinnya!" keluh Akashi yang masih merasakan tumpukan garam di lidah, ia langsung menyerah untuk menyantap Indomie itu lagi dan buru-buru menutupnya kembali.


Lalu ia letak bekalnya itu kedalam laci meja, sejenak ia tenangkan perasaan kesalnya dan berusaha berpikiran kalau bisa saja memang Ushijima tak pandai masak dan bukanlah secara sengaja membuat masakan seasin ini.


Akan tetapi, ia tak bisa bersikap diam tanpa mengeluh langsung kepada sang juru masak tersebut. Dengan dongkol, ia meraba kantongnya dengan niatan mengeluh Ushijima. Dan disaat Inilah, akhirnya Akashi menyadari kalau handphonenya ketinggalan di Mobil.


Namun hal tersebut tak membuat Akashi panik, ia masih tampak tenang dan berjalan santai menghampiri salah satu teman kelasnya yang sedang bermain handphone.


"Bisa aku pinjam handphonemu sebentar, Ryoma?" tanyanya.


"Boleh," jawab Ryoma yang seolah tak keberatan sama sekali. Dan ia juga tak menanyakan tujuan Akashi meminjam Handphonenya tersebut, sepertinya ia tahu kalau Akashi adalah orang kaya yang takkan mungkin merusak ataupun mencuri handphonenya yang membuatnya tidak ragu sedikitpun untuk meminjamkan Akashi.

__ADS_1


"Halo, Selamat Siang." Akashi memulai percakapan duluan tatkala saat panggilan ke nomornya sendiri tersambung.


Saat itu Ushijima sedang berada di perpustakaan, ia terdengar berbisik saat menerima panggilan Akashi.


"Ada Apa, Akashi? Nanti saja aku kembalikan Handphonemu saat dirumah, salahmu sendiri yang meninggalkannya di mobil." Ushijima langsung menyadari panggilan tersebut dari Akashi melalui suaranya.


"Baiklah, Ushijima-San. Baguslah kalau handphoneku ada di tanganmu, soalnya aku bakal kesulitan kalau sampai mengumpulkan nomor orang lain lagi kalau ganti Handphone."


"Makanya jangan teledor, ya sudah aku tutup panggilannya kalau memang tidak ada yang ingin dibicarakan."


"Tunggu! Ada yang ingin kusampaikan," ucap Akashi.


"Apa itu?" tanya Ushijima.


"Masakan Indomie mu tidak enak, terlalu asin dan berminyak. Masakanmu benar-benar seperti sampah, lambung siapapun bakal bergetar kalau memakannya. Apa kau memang tidak pandai masak? Tolong jelaskan padaku supaya aku tidak perlu berpikiran negatif lagi padamu, kau tahukan kita sedang tidak bermusuhan saat ini." Nada bicara Akashi yang tenang tetapi menusuk, jelas saja membuat Ushijima mulai kesal dan geram.


"Kan sudah kubilang aku tidak pandai masak, jadi berhenti berpikiran negatif padaku. Lain kali aku akan belajar masak, jadi bersabarlah sampai masakanku enak." Ushijima langsung mematikan panggilannya sepihak, ia memang tak pandai masak tetapi ia tak bisa berbohong kalau dirinya kesal karena masakan buatannya itu dibilang tidak enak dan dianggap sampah.


"Tak seharusnya ia mematikan panggilan secara sepihak kayak gini," keluh Akashi yang kembali menghubungi Ushijima, untungnya diangkat oleh Ushijima setelah cukup lama berpikir panjang.


"Lama sekali angkat teleponku, Ushijima-San. Kau benar-benar tidak sopan," ucap Akashi dengan tenang.


"Kau ini benar-benar..... Ah sudahlah, apa maumu lagi?" tanya Ushijima.


"Tidak ada, aku hanya tidak suka dengan sikapmu yang mematikan panggilan secara sepihak. Aku ingin membalasnya," ucap Akashi yang malah gantian mengakhiri panggilan tersebut secara duluan, lalu ia tersenyum puas saat mengembalikan handphonenya Ryoma.


****


Jika ingin memberikan saran dan kritik kepada Author ataupun para karakter seperti Akashi, Ushijima dan karakter lainnya boleh dikolom komentar ya guy🥰 Terimakasih sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2