STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)

STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)
78


__ADS_3

Sekembalinya dari Wahana rumah zombie itu, ia merasa tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya. Rasanya ini adalah kali pertama dirinya berada di tempat mengasyikkan seperti itu, sampai membuatnya tidak terlalu fokus mengerjakan beberapa tugas olimpiade di Ruang Belajar.


"Lain kali, aku akan mengajak teman-temanku kesana." Akashi bergumam, ia menyandarkan punggungnya di bantalan kursi sambil memejamkan matanya.


"Kau masih saja kepikiran Wahana tadi," keluh Ushijima yang baru saja kembali membawa beberapa Snack dari Dapur. Ia tutup buku pelajarannya dan mencoba istirahat sejenak dengan beberapa cemilan malam.


"Ya, aku sangat menyukai Wahana itu.  Apalagi misi yang diberikan benar-benar mendebarkan, aku tidak menyesal pernah ke sana." Akashi membuka mata dan duduk semula, ia ikutan mengambil cemilan milik Ushijima dan menyantapnya bersama-sama.


"Kau masih bisa tenang ya, setelah kau menjambak rambut Kayako dan menendang keras para Zombie." Ushijima menggelengkan kepalanya, ia masih ingat jelas kekacauan yang dilakukan Akashi saat di Wahana. Dimana ia malah membuat para Staff yang bertugas jadi hantu dan zombie malah ketakutan dan berlari terpingkal-pingkal meninggalkan area, padahal seharusnya merekalah yang memberikan ketakutan pada Akashi.


"Itu sih salah mereka, tak seharusnya mereka mengotori bajuku dengan percikan darah palsu punya mereka. Lagian, jeritan Kayako nya membuat telingaku ngilu." Akashi mengatakannya tanpa merasa bersalah.


"Terserahmu sajalah," pekik Ushijima seraya tersenyum tipis. Begitu juga halnya dengan Akashi yang ikut tersenyum bila membayangkan ekspresi para hantu yang ketakutan saat melihat perbuatannya.


"Ushijima-san, kau masih ingat betapa lucunya Hantu Kayako yang memakai rambut palsu? Terus Sadako sampai terbirit-birit pas melihatku." Akashi malah membuat Ushijima makin tertawa terbahak-bahak, tampaknya mereka masih merasa geli pada kejadian tadi sore.  Kini, ruangan itu hanya dipenuhi tawa dari keduanya yang sebelumnya jarang terjadi.


****


Seperti yang telah dijanjikan oleh Akashi dan Ushijima sebelumnya,  Akashi langsung bergerak menuju Sekolah Karasuno sepulang sekolah. Kebetulan hari ini ia memang tidak memiliki jadwal apapun, pastinya karena Akashi sengaja meliburkan latihan demi bisa menghadiri Pertandingan Persahabatan Ushijima.


Dan dirinya sendiri tidak keberatan buat melewatkan Les Privatnya hari ini, tampaknya sesekali menjadi anak yang memiliki kebebasan sedikit lebih nyaman dibandingkan bersikap kaku pada peraturan Rumah.


Dan beruntungnya Akashi bisa menghadiri Pertandingan itu di menit-menit terakhir, meski jarak antara Karasuno dan Rakuzan sangatlah Jauh. Tapi baginya, setidaknya ia sudah berusaha keras buat bela-belain datang kesana untuk mensupport sang Kakak.


Dengan menggendong Kostum Karakter yang telah dibelinya beberapa waktu lalu, ia menuruni Mobil dan langsung berlari mencari toilet sekolah. Rencananya sih, ia ingin memakai kostum tersebut sebagai bentuk dukungan pada Ushijima. Meski ia harus menanggung perasaan malu yang besar, tapi entah kenapa hati kecilnya merasa bersemangat buat menepati janjinya pada Ushijima.

__ADS_1


Dengan langkah terburu-buru, ia berlari menuju Toilet berdasarkan Papan petunjuk yang ada disisi dinding sekolah. Namun, sepertinya Akashi tidak terlalu Fokus melihat jalan sampai menabrak seseorang yang tidak lain adalah Tenma Udai dan Akiteru Tsukishima. Tampaknya mereka sedang meluangkan waktu untuk menonton pertandingan Karasuno melawan Shiratorizawa hari ini dan keduanya memiliki keperluan untuk pergi ke Toilet yang sama dengan Akashi.


"Hei, dik. Kau tidak apa-apa?" tanya Akiteru pada Akashi. Untungnya Akashi memang baik-baik saja, bahkan ia juga tidak sampai tersandung ataupun menjatuhkan Kostum yang sedang digendongnya.


Dia hanya tersenyum tipis, lalu berjalan memasuki Toilet duluan tanpa mengatakan apapun pada kedua alumni Karasuno tersebut. Sejenak Akiteru mencoba mengingat kembali seragam sekolah yang dikenakan oleh Akashi, seragamnya sangat tidak mencerminkan identitas dari siswa Karasuno maupun Rakuzan. Namun rasanya sangat Familiar untuk dipikirkan kembali.


Hingga akhirnya ia mulai mengingat bahwa Seragam yang dikenakan Akashi saat ini adalah Seragam dari sekolah Rakuzan, salah satu sekolah yang menjadi unggulannya selama ini dalam pertandingan Basket. Dan pantas saja Akiteru merasa familiar, karena ia telah beberapa kali menonton pertandingan Basket SMA di televisi bersama kekasihnya yang memang senang menonton acara Basket dibandingkan Voli.


"Dia anak Basket Rakuzan," beritahu Akiteru yang langsung masuk kedalam toilet untuk memastikan kembali, Tenma sampai geleng-geleng kepala saja melihat tingkah teman seangkatannya itu.


Didalam toilet, ia sudah melihat Akashi yang telah memakai Kostum Karakter Spiderman yang membuatnya tampak menggemaskan dan cukup keren disaat yang bersamaan. Dengan tenang, ia melipat kembali Seragam Sekolahnya kedalam Ransel sambil menatap wajahnya dicermin Toilet.


"Hei, dik. Kau itu -" Akiteru sampai terperangah melihat Akashi yang memakai Kostum Spiderman. Baginya ini bukanlah acara cosplay, melainkan sebuah pertandingan Voli dan tidak seharusnya Akashi menggunakan Kostum seperti itu saat ini.


"Apa yang kau kenakan? Kau bukan Shiratorizawa dan Karasuno, tapi kau malah datang kesini dengan mengenakan Kostum Spider-Man. Apa masalahmu?" Akiteru langsung menghujani Akashi dengan berbagai pertanyaan.


"Kami? Kami alumni sekolah ini, kebetulan aja kami punya waktu buat nonton pertandingan Junior kami melawan Shiratorizawa. Kau sendiri anak Rakuzan, ada urusan apa kesini?" tanya Akiteru.


"Apa kau punya kenalan disini?" tanya Tenma Udai yang duluan menyadarinya dibandingkan Akiteru.


"Nama kalian?" tanya Akashi yang kembali menggendong Ranselnya sambil memasang Penutup kepala Spiderman.


"Namaku Akiteru," jawab Akiteru, Lalu menunjuk pada Tenma. "Namanya Tenma, salah satu Pemain Voli berbakat yang dulu dijuluki Raksasa kecil."


Akashi tersenyum dibalik topeng Spidermannya, "Aku bingung ingin menjawab pertanyaan kalian mulai dari mana, tapi yang jelas aku juga memiliki tujuan yang sama disini. Aku sedang menonton pertandingan Saudara laki-lakiku, Akiteru-san."

__ADS_1


Akashi mengambil nafas sejenak, "Kau benar, Tenma-san. Saudara laki-laki ku adalah kenalanku, sepertinya hanya itu yang bisa kuberitahu pada orang yang tidak berkepentingan seperti kalian. Kalau begitu aku permisi," ucap Akashi yang langsung berjalan pergi, ia tidak banyak memberikan jawaban apapun kepada keduanya. Bahkan, sikapnya yang agak kurang sopan itu pasti sedikit menjengkelkan bagi kedua alumni Karasuno tersebut.


Tapi Akashi sama sekali tidak perduli mengenai respon keduanya, ia hanya fokus menyempatkan diri untuk melihat pertandingan itu sebelum berakhir. Dia tidak mau sampai terlambat, bisa-bisa nanti Ushijima kecewa padanya. Walau sebenarnya Akashi lebih sering dikenal sebagai orang yang terlambat datang oleh para anggota Kiseki no Sedai dan Tim Rakuzan.


Untungnya ia tidak terlambat kali ini, sepertinya semesta benar-benar membantu Akashi. Ya, Walaupun ia memang tiba di detik-detik terakhir sebelum akhirnya Shiratorizawa menciptakan satu angka kemenangan yang langsung mengakhiri pertandingan saat itu juga.


"Kalian benar-benar hebat, Shiratorizawa!" teriak Akashi diatas Bangku Penonton dan langsung menjadi pusat perhatian saat itu, termasuk para anggota yang sedang bertanding juga ikut menengok kearahnya.


Ushijima sampai tersenyum saat itu, ia bisa melihat tubuh Akashi yang kaku melihat tatapan tertuju padanya dengan ekspresi yang aneh. Apalagi cuaca sedang terik saat ini, pasti rasanya aneh melihat seluruh tubuh Akashi dibungkus oleh kostum Spiderman.


"Untungnya aku pakai penutup kepalanya, aku pasti akan jauh lebih merasa malu dibandingkan saat ini." Akashi terus bergumam dalam batinnya, ia merasa sedikit bersyukur oleh keberadaan Penutup Kepala itu. Walaupun ia juga merasa sangat kepanasan dan tubuhnya mulai dicucuri keringat.


Tapi sepertinya Akashi tidak bisa benar-benar bersyukur pada kostumnya yang membantu menutupi identitas dirinya, sebab tak berlangsung lama Ushijima membalas teriakannya dengan menyebut namanya kuat-kuat yang membuatnya bertambah malu.


"Kau lihatkan, Akashi Seijuro? Kami memenangkan pertandingan ini," teriak balik Ushijima seraya tertawa jahil. Jauh didalam penutup kepala itu, ada Akashi yang sedang mengerutkan dahinya dengan ekspresi kesal.


"Itu Seijuro-chan? Kau benar-benar menjahilinya, Wakatoshi-kun." Tendou berbisik disebelah Ushijima, ia bisa melihat senyuman jahil diwajahnya Ushijima.


"Ya, Akhir-akhir ini kami memang suka saling menjahili satu sama lain." Ushijima menepuk bahu Tendou dan mengelap keringatnya dengan Kain Basah.


"Tapi kau juga senang dengan kehadirannya saat ini, kan? Pantas saja sebelumnya kau memasang wajah cemberut terus, kau pasti berharap dia segera datang melihat pertandinganmu." Tendou kembali mengungkapkan isi kepalanya mengenai Ushijima.


"Benarkah? Aku rasa kau benar," ungkap Ushijima yang langsung memberi isyarat kepada Akashi untuk menunggunya diluar gedung lapangan.


"Kau tidak mau berfoto dengan Spiderman kita, Tendou?" tanya Ushijima yang seolah mengajak Tendou. Bahkan, Ia sampai lupa untuk bersalaman dengan para anggota Karasuno, sepertinya menjahili Akashi jauh lebih menarik dimatanya saat ini.

__ADS_1


"Wakatoshi-kun! Kau bisa dimarahi pelatih kalau pergi sekarang," keluh Tendou yang ikut meninggalkan lapangan untuk mengejar Ushijima.


__ADS_2