
"Sampai ketemu dirumah, Akashi." Ushijima langsung menyudahi obrolan pagi itu saat mobil mereka berhenti di depan pagar sekolah Rakuzan.
"Ya, Ushijima-san." Akashi tersenyum dan membuka pintu mobil, lalu turun saat itu juga. Dan saat ingin menutup pintu mobil kembali, ia seolah ingin mengatakan sesuatu kepada Ushijima dengan agak kikuk walau terdengar cukup tulus.
"Oh iya, Terimakasih untuk bekalnya pagi ini, Oniichan." Akashi tak berniat menunggu jawaban Ushijima, ia langsung menutup kembali pintu mobil dan berjalan pergi.
Tapi sebelum sempat ia melewati pintu gerbang sekolah, Ushijima menurunkan jendela pintu mobil dan berbicara cukup kuat meneriaki Akashi. "Lumayan cukup tulus, tapi masih terasa canggung. Mungkin kau harus lebih berlatih lagi untuk bersikap imut padaku, Akashi."
Jelas saja suara teriakan Ushijima bisa didengar juga oleh beberapa siswa Rakuzan yang juga baru datang dan membuat Akashi sedikit malu, "Pergilah!" teriaknya yang buru-buru mempercepat langkah memasuki area sekolah. Sementara itu, Ushijima tampak merasa senang telah menggoda adiknya kesekian kali, memang sih ia sudah enggan memprovokasi Akashi lagi dengan perkataan yang membuat Kapten Rakuzan itu marah dan begitu juga halnya dengan Akashi. Kini, mereka malah saling menggoda dan membalas secara bergantian yang membuat keduanya terasa seperti saudara kandung pada umumnya.
"Baru kali ini saya melihat Tuan Muda Akashi terlihat bahagia, saya pikir keberadaan tuan Ushijima membuat Tuan Muda Akashi tidak perlu kesepian lagi." Sang Supir yang merasa ikut bahagia sampai kelepasan berbicara didepan Ushijima.
"Dari dulu dia sama sekali tidak pernah kesepian, dia mempunyai orang-orang yang sangat menyayanginya selama ini. Jadi anda tidak perlu berterimakasih pada saya, " bantah Ushijima yang langsung menaikkan kaca mobilnya seraya mengisyaratkan Sang supir untuk menjalankan mobilnya.
Sang supir tersenyum malu, ia seolah teringat dengan memori masa lalu dan tanpa sadar bibirnya langsung bergerak tatkala saat mendengarkan perkataan Ushjima sebelumnya.
"Saya masih bisa ingat betul beberapa tahun yang lalu, saat itu usia saya berumur 10 Tahun. Tuan dan Nyonya Akashi pertama kali membawa pulang Tuan Muda Akashi kembali dari Rumah Sakit usai melahirkan, betapa baiknya Nyonya mengizinkan saya memeluk bayi mungil itu. Kulitnya yang masih keriput dengan tangisannya yang sangat menggemaskan dan matanya yang sangat indah, membuat seluruh staff pelayan yang bekerja disana langsung mencintai bayi mungil itu dalam hitungan detik. Bayi yang membuat Chef Tsubasa tersenyum kembali usai berduka atas kematian istrinya, Lalu ada Kuruya-san yang waktu itu pernah berdebat dengan anda juga sangat menyayangi Akashi, sebab kehadiran bayi Akashi lah yang membuat Kuruya-san kembali hidup usai gagal mendapatkan hak asuh atas kedua anaknya setelah perceraian."
Ushijima tak mengatakan apapun, ia hanya benar-benar menjadi seorang pendengar saja dan membiarkan Supirnya itu bercerita sepanjang perjalanan. Hingga akhirnya sang supir selesai berkeluh-kesah kepada Ushijima, ia sedikit terharu bila mengingat kembali masa lalunya tersebut dan Ushijima bisa menyadari ada ketulusan disetiap bait kalimat yang disampaikan sang supir.
"Andai saja Nyonya masih hidup, pasti tuan muda gak perlu merasa disalahkan dan terkucilkan setiapkali mengikuti acara perkumpulan keluarga besar, tuan Akashi juga tak perlu menyembunyikan identitas tuan muda Akashi Yuki ." Sebuah perandai-andaian yang spontan keluar dari mulut sang supir, lantai ia langsung membungkam mulutnya sendiri dan menyembunyikan rahasia tersebut dengan senyumannya.
Ushijima yang sudah terlanjur mendengarkan apa yang baru saja disampaikan supirnya langsung terduduk tegak, ia berniat kembali bertanya tetapi keburu dihentikan oleh suara handphone yang berdering di bawah jok.
Pada saat handphone tersebut diraihnya, ia agak kaget saat mengetahui kalau hp itu milik Akashi yang sepertinya tertinggal tadi. Lantas, Ushijima langsung mengangkat panggilan itu karena berasal dari nomor asing dan mungkin saja Akashi yang saat ini tengah menghubungi nomornya sendiri.
__ADS_1
"Aku tunggu kau sepulang sekolah di gedung kosong belakang Teiko nanti, mari kita selesaikan hari ini juga Akashi!" tukas seseorang dari seberang telepon yang suaranya jelas langsung dikenali oleh Ushijima.
"Bukannya aku sudah memperingatimu untuk tidak lagi bermain-main dengannya, Ryo." Ushijima bisa mendengarkan suara kesal dari Ryo saat menyadari kalau bukan Akashi yang mengangkat teleponnya.
"Sial! bagaimana bisa Hpnya ada di tanganmu, Ushijima-San?" tanya Ryo yang masih berbicara sopan.
"Aku yang harusnya nanyak padamu, kau dapat nomor ini darimana?" tanya Ushijima.
"Tidak penting mau darimana aku dapat nomor ini, kembalikan saja hp ini padanya dan tolong jangan ikut campur lagi dengan urusan kami!" tegas Ryo.
"Ryo, berhentilah mengganggunya! Aku memang tidak tahu masalah ya g terjadi diantara kalian, tapi yang jelas aku gak akan diam saja kalau kau masih saja mengganggunya. Dan kalau memang kau masih menyimpan dendam padanya, aku bersedia menggantikannya untuk bermain-main denganmu. Tolong jangan ganggu Akashi lagi," ucap Ushijima yang tampak terdengar serius.
"Apa kau bercanda, Senpai? Aku tidak membencimu, ngapain juga berurusan denganmu." Jelas saja Ryo menolak tawaran Ushijima, tetapi sekali lagi Ushijima meyakinkannya dengan melakukan provokasi kepada sang junior itu.
"Diamlah! Kalau memang itu maumu, aku akan terima. Tapi jangan harap kau bakal hidup tenang telah berurusan denganku," ancam Ryo yang langsung mematikan panggilan tersebut. Sepertinya ia terpancing dengan provokasi dari Ushijima.
"Tolong jangan sampaikan semua yang anda dengar barusan pada Akashi, Pak." Pak supir mengangguk setuju.
"Selama tidak mengancam nyawa, saya masih akan terus menjaga rahasia ini."
"Terimakasih," ucap Ushijima yang sepertinya telah lupa sesaat dengan perkara Pak Supir yamg sebelumnya keceplosan berbicara. Hingga ia teringat percakapannya dengan Akashi kemarin yang sempat meragukan rasa cinta Masaomi kepadanya, ia mulai merasa kalau ada sesuatu yang tengah disembunyikan oleh keluarga Akashi saat ini. Bahkan rahasia ini pasti bukanlah sembarangan rahasia dan Nyonya Ushijima juga takkan mengetahui hal ini.
Dengan rasa penasaran yang mulai muncul kembali, Ushijima mencoba memberanikan diri bertanya kepada sang supir.
"Pak, bila anda memang tidak keberatan sama sekali. Bisa anda beritahu kembali padaku tentang apapun yang selama ini kalian rahasiakan!"
__ADS_1
Awalnya sang supir hanya tersenyum saja, "Maksudnya anda apa ya, tuan Ushijima?"
"Akting anda benar-benar jelek, Pak. Jelas-jelas anda sebelumnya anda keceplosan tentang sebuah rahasia yang tidak diketahui Akashi."
Wajah sang Supir langsung tercengang, "Maafkan saya, tuan Ushijima. Mungkin saya tadi sempat keceplosan, tapi saya benar-benar tidak berniat untuk memberitahu siapapun tentang rahasia ini.Bahkan tuan muda Akashi sendiri tidak berhak tahu hal ini."
"Mengapa kalian begitu kerasa menyembunyikan rahasia itu darinya?" tanya Ushijima, bersamaan dengan mobil yang sudah berhenti diparkiran.
"Anda telah tiba disekolah, tuan Ushijima!" beritahu sang Supir, sebelum ia mendongak ke jok tengah yang tengah diduduki Ushijima.
"Maafkan saya sekali lagi, Ushijima-san. Tolong rahasiakan ini dari tuan muda Akashi, sebab menurut kami ketidaktahuan tuan muda Akashi jauh lebih baik. Dan jika anda menanyakan alasannya, sebab ini adalah perintah dari tuan Akashi dan keluarga dari nyonya Akashi. Selain itu, tuan muda Akashi juga bisa menjalankan hidupnya dengan baik seperti yang diinginkan mendiang Nyonya Akashi."
Ushijima hanya mengangguk saja, ia juga tak bisa memaksa supirnya untuk berterus-terang. Dengan tenang, ia membuka pintu mobil seraya tersenyum sejenak sebelum memasang wajah datar karena teringat kembali dengan pertanyaan Akashi tadi malam.
"Saya ingin anda beserta staff pelayan yang lain tahu, kalau tadi malam itu Akashi bertanya pada saya."
"Apa itu, Tuan Ushijima?" tanya sang supir tertarik.
"Akashi bilang kalau ia meragukan kasih sayang dan rasa cinta Ayahnya terhadap dirinya selama ini, ia juga ragu tentang pandangan Masaomi-San terhadap dirinya." Ushijima mulai turun seraya mendorongnya pintu untuk tertutup.
Sebelumnya pintu mobil benar-benar tertutup, "Bagaimana mungkin kalian membiarkan seorang anak meragukan kasih sayang keluarganya sendiri, hampir mengalami gangguan kepribadian ganda total dan berperilaku kasar dengan keinginan untuk menyakiti orang lain setiapkali merasa dirinya terancam. Apa kalian rasa ini adalah kehidupan yang baik dan layak? Dan bagaimana nantinya kalau ia sendiri yang mengetahui rahasia itu saat berusia dewasa? Apa kalian sanggup membuatnya lebih hancur lagi?"
Ushijima menutup rapat pintu mobil dan berjalan pergi, ia membiarkan sang Supir berada didalam mobil untuk berpikir cukup lama. Sepertinya ada sekitar setengah jam ia terparkir disana, sampai akhirnya mobil itu benar-benar jalan menjauhi sekolah Shiratorizawa.
****
__ADS_1
Wah² rahasia apa nih yang disembunyikan keluarga kaya itu ? Dan bagaimana nantinya Ushijima akan melawan Ryo yang udah menyewa preman?
'