STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)

STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)
82


__ADS_3

Ushijima langsung terperangah saat melihat keindahan kota Osaka. Ini adalah kali pertama dirinya berpergian ke tempat lain seperti ini.


Namun, Akashi tidak membiarkan Ushijima buat menikmati sejenak pemandangan kota tersebut. Dia langsung buru-buru mengajak Ushijima menaiki Taksi yang akan membawa mereka ke Rumah sang Nenek. Lebih tepatnya Nenek dari keluarga sang Ibu yang sudah lama tidak pernah dikunjungi oleh Akashi.


Ushijima tidak keberatan sama sekali, ia tidak banyak berkomentar apapun saat ini. Dia bisa merasakan ketegangan yang sedang dialami oleh Akashi, tampaknya sang adik sedang merasa cukup gugup sejak turun dari Kereta Api tadi.


Tapi ia tidak mau ikut campur lebih jauh sama ini, baginya berpura-pura tidak ikut campur jauh lebih bagus untuk dilakukan daripada ucapannya malah menambah beban pikiran Akashi saja. Makanya tak heran Ushijima tidak berhenti menatap suasana pemandangan Osaka dari kaca jendela Taksi selama dalam perjalanan.


Keadaan kota tidak terlalu ramai seperti Tokyo, malahan Ushijima bisa menjumpai banyaknya pejalan kaki dan anak sekolah yang baru saja kembali dari sekolahnya.


Ushijima juga bisa melihat gedung tinggi yang menjulang disekitaran Kota dan beberapa Pusat berbelanja yang cukup ramai dikelilingi para turis, ditambah lagi suasana Osaka yang terasa santai dengan udara yang hangat menjadikan daya tarik bagi Ushijima saat ini. Bukan hanya itu saja, ia juga sepertinya ingin merasakan Takoyaki dan Okonomiyaki khas Osaka yang rasanya pasti sangat Lezat.


Ushijima benar-benar sudah bisa membayangkan rencana apa yang ingin sekali dilakukannya di daerah asing itu, ia juga tak lupa memasukkan list joging sore buat mengelilingi kota Osaka sebagai tambahan daftar list aktivitas yang ingin dilakukannya. Ushijima benar-benar terlena untuk sesaat dalam lamunannya.


Hingga suara Akashi yang menepuk bahunya langsung membuyarkan lamunan itu, ia sedikit agak terkejut melihat Taksi yang mereka tumpangi rupanya sudah berhenti di depan sebuah Rumah Mewah dengan gaya tradisional yang tidak kalah menarik dari Rumah mereka di Tokyo.


Dengan agak sedikit linglung, Ushijima turun dari Taksi seraya menunggu Akashi membayarkan Tip ongkos kepada supir Taksi tersebut.

__ADS_1


"Ini rumah nenekku, aku tidak pernah lagi berkunjung kesini sejak kematian Ibuku." Akashi memberitahu Ushijima, ia berjalan lebih dulu didepan Ushijima dan membiarkan Ushijima mengikutinya.


"Aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang, tapi cobalah bersikap tenang dan tidak bertindak diluar batas." Ushijima memperingati Akashi, ia tidak mau adiknya itu membuat kekacauan yang dapat merugikan semua orang.


"Aku tahu, Ushijima-San. Berhenti menasehatiku," keluh Akashi yang tengah memperbaiki Eyes patch-nya yang agak tidak nyaman.


Dan begitu menekan bel Rumah, Mereka disambut oleh seorang Pelayan gemuk yang duluan membuka pintu depan Rumah. Matanya langsung mengenali keberadaan Akashi saat itu juga, ia sampai agak pangling melihat sosok Akashi yang ada dihadapannya.


"Tuan muda Akashi, kan?" tanyanya yang sedikit ragu, Akashi hanya mengangguk. Bukannya malas menjawab, tapi ia hanya sedang dalam keadaan tidak sanggup menjawab dikarenakan menahan emosi didalam dirinya.


Tapi sayangnya, Akashi tidak mengharapkan hal itu. Baginya semua hal tersebut tidak berarti kalau Papanya saja tidak bisa mencintainya sebanyak ia mendapatkan cinta dari orang lain, Ushijima jelas paham betul betapa hancurnya hati Akashi saat ini.


"Dimana Yuki-san?" tanya Akashi yang memang tidak suka muluk-muluk, ia hanya ingin segera bertemu dengan orang tersebut tanpa membuang banyak waktunya yang berharga.


Tapi sepertinya pertanyaan Akashi membuat gugup sang pelayan, ia terdiam cukup lama dan ragu untuk membuka mulutnya kembali. Dengan segala cara, ia mencoba menghalangi Akashi untuk masuk dan berusaha menahan Akashi untuk tetap berada diluar rumah.


"Anda sedang bicara apa, Tuan muda? Bukannya Anda ingin bertemu Nyonya, kan? Nyonya sedang ada di taman, mari saya antarkan!" ajak sang Pelayan gemuk.

__ADS_1


Perilakunya benar-benar mencurigakan, sepertinya pertanyaan Akashi langsung menyadarkannya akan situasi yang sedang terjadi saat ini. Padahal sebelumnya, ia sempat lupa bahwa tidak seharusnya Akashi berada didepan Rumah tanpa mengabari terlebih dahulu. Dan ditambah lagi, Nyonya juga dulu sudah sepakat sama Masaomi dan Kenta untuk tidak pernah membawa Akashi Seijuro buat menginjakkan kaki di Rumah tersebut sekalipun.


"Anda juga menyembunyikannya dariku," ucap Akashi yang langsung menerobos masuk, ia sampai membuat sang Pelayan terdorong keras sampai hampir terjatuh bila tidak ditopang oleh Ushijima.


Dengan langkah yang tidak beraturan, ia berjalan memasuki Rumah yang sudah lama tidak pernah di datanginnya kembali. Rumah yang hanya menyisakan kenangan pahit, tak ada yang bisa menggambarkan sepahit apa tatapan mata sang nenek kepadanya selama ini.


"Kalau anda tidak keluar sekarang, Tuan muda Akashi. Saya akan melaporkan anda pada Ayah anda dan Nyonya besar," teriak Sang Pelayan Gendut yang langsung berlari ke Taman, Ushijima memang sengaja tidak mencegat Wanita itu.


Tugasnya disini hanyalah menemani Akashi dan memastikan kalau adiknya tidak melewati batas saja, ia tidak ada niat untuk membantu Akashi ataupun membuatnya tidak ketahuan oleh sang Ayah. Dia juga bukanlah tipe orang yang suka membuang tenaga untuk membantu masalah orang lain, selama Masalah ini tidak mengancam nyawa Akashi, maka ia tidak perlu terlalu banyak menggunakan tenaganya.


"Dimana kau, Yuki-san?" teriak Akashi, seraya memeriksa setiap ruangan yang dilewatinya. Dengan Ushijima yang masih setia mengikuti Akashi dari belakang, ia terus menatap punggung Akashi yang agak menegang karena tersulut emosi. Dan langkah kaki Akashi yang setengah berlari seperti dikejar-kejar waktu, sepertinya Akashi tahu kalau dirinya tidak bisa setenang itu saat ini dan ia juga sudah menerima resiko akan dimarahi oleh sang Ayah.


Hingga disebuah ruangan perpustakaan yang jauh lebih elegan dari perpustakaan Rumahnya, ia menemukan seorang Pemuda yang tengah duduk diatas kursi roda sedang membaca sebuah buku tebal di meja.


Pemuda itu berbalik mengarah pada Akashi, sepertinya ia terganggu oleh kebisingan yang dilakukan Akashi. Tampak jelas, Pemuda itu menggunakan Selang pernafasan yang tersambung di hidungnya dengan sebuah Tabung Gas yang sengaja direkatkan dekat Kursi Roda. Bukan hanya itu saja, Akashi dan Ushijima bisa melihat selang infus lainnya yang tersambung di punggung tangan sang pemuda yang tergantung di tiang penyangganya.


Wajahnya terlihat pucat dan matanya menatap dengan sayu, bibirnya juga pecah-pecah dengan kulit yang sebagian tidak memiliki produksi melanin ditubuhnya. Dia seperti orang yang sangat menyedihkan, bahkan jauh lebih menyedihkan dari bayangan Ushijima selama ini.

__ADS_1


__ADS_2