STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)

STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)
76


__ADS_3

"Sei-Chan, aku sudah mengirimkan daftar nama anggota baru yang sudah kita diskusikan dua hari yang lalu ke email pribadi mereka. Tapi, aku rasa banyak anggota yang kecewa karena kau memasukkan Henry dan Carloz dalam anggota utama." Mibuchi terdengar sedang mengeluh kepada Kaptennya saat ini. Akashi yang sedang berada dalam suasana hati yang baik, tampak tidak ambil pusing atas keluhan Mibuchi. Dirinya malah sibuk mengganti pakaian di ruang ganti, seraya merapikan loker pribadinya.


" Tidak usah khawatir, Mibuchi-senpai. Kau dulunya juga khawatir atas terpilihnya Mayuzumi-senpai, kan? Jadi, percayalah padaku kali ini juga." Akashi mencoba menenangkan kekhawatiran Mibuchi, selayaknya sebagai seorang Kapten.


Seperti biasanya, Akashi bukan lagi seorang Junior dihadapan mereka saat berada dilapangan. Dia akan berperilaku dan dipandang sebagai seorang Kapten Basket Rakuzan yang akan dihormati setiap anggota.


"Benar itu, Mibuchi. Kau gak perlu khawatir, percayakan saja sama Akashi." Nebuya malah merasa sangat tenang pada keputusan Akashi kali ini, ia malah tidak terlalu mengikuti obrolan keduanya dan sibuk menyantap burger yang ada ditangannya.


Tanpa sadar, pintu ruangan dibuka agak keras oleh Henry dan Carloz yang secara kebetulan datang bersamaan memasuki ruang ganti. Dimana ruang ganti tersebut memang menjadi hak milik pribadi para anggota basket Rakuzan, biasanya anggota lain tidak diperbolehkan memasuki ruangan itu dan bisa mengganti pakaian di toilet umum yang disediakan oleh gedung Olahraga.


"Aku sudah bolehkan ganti pakaian disini?" tanya Henry yang saat itu sedang menggendong ranselnya.


"Boleh, silahkan." Akashi menyambutnya dengan ramah dan memberikan jawaban yang sopan. Berbeda dengan Mibuchi dan Nebuya yang tidak terlalu suka pada kehadiran mereka.


"Sei-Chan, kayaknya kami duluan ya." Mibuchi langsung mengajak Nebuya pergi dari sana, demi menghindari permasalahan dengan kedua anggota baru itu.


Akashi sendiri hanya bisa mengangguk saja, ia bisa paham betul kalau anggotanya sedang tidak baik-baik saja saat ini. Namun, ia juga tidak bisa memaksa mereka untuk berbaikan. Baginya, nanti juga seluruh anggotanya akan bermain sebagai tim seiring berjalannya waktu.

__ADS_1


Dan begitu pintu ruangan ditutup kembali oleh Mibuchi dan Nebuya yang telah keluar ruangan, Akashi kembali melanjutkan aktivitasnya untuk merapikan loker yang berisi peralatan pribadinya. Dia juga melipat seragam sekolahnya kedalam loker dan beberapa buku catatan kinerja kemampuan anggota bekas tahun lalu.


"Anggota Voli kelihatan semakin kesal padamu, kau telah membuat peraturan aneh terkait Dana untuk organisasi." Henry terdengar sedang memberitahu Akashi mengenai keadaan Tim Voli saat ini. Meskipun dia sudah keluar dari Voli, tapi ia masih merasa sungkan dan bertanggungjawab pada organisasi tersebut.


"Itu sudah peraturan OSIS, Henry-san.  Aku hanyalah ketua osis yang memegang tanggung jawab penuh. Dan aku akan bersikap adil, kau tidak perlu khawatir. Kalau nantinya Basket memberikan performa buruk, maka aku akan memastikan bahwa kita akan mendapatkan potongan dana seperti organisasi lainnya." Akashi menyelesaikan aktivitasnya yang merapikan loker, ia tutup kembali loker itu dan tersenyum pada Henry.


Carloz yang memang tidak terlalu mengerti pada urusan seperti itu, ia hanya bisa diam saja saat ini dan fokus menggantikan pakaiannya.


"Baguslah kalau kau bisa bersikap adil," respon Henry yang juga telah usai mengganti pakaian dengan seragam baru berlambangkan Basket Rakuzan di bagian belakang bajunya.


"Ya, Henry-San." Akashi mengunci lokernya. Lalu, ia menoleh kembali pada Henry dan Carloz yang kebetulan saja loker mereka saling bersebelahan.


"Tolong tunjukkan performa terbaik kalian mulai detik ini, soalnya aku mempunyai pekerjaan yang repot untuk menerangkan kepada anggota lainnya bahwa kalian ada pilihan yang paling tepat untuk Rakuzan." Akashi menutup pintu usai mengatakannya, ia benar-benar berbeda saat dilapangan. Bahkan, ia tidak segan untuk mengeluarkan perkataan tajam kepada anggotanya yang memiliki usia lebih tua dibandingkan dirinya.


Henry yang mendengarkan perkataan Akashi barusan tampak bertambah jengkel, tapi ia juga tidak bisa menutupi kenyataan kalau dirinya hanyalah sebongkah biji rambutan bila dibandingkan dengan Akashi. Kemampuan diantara mereka seperti jaraknya Langit dan Bumi yang sulit untuk diukur, ia tak bisa membayangkan bila berhadapan dengan Akashi sebagai lawan dalam Tim yang berbeda. Oleh karena itulah, ia bertekad untuk bertahan didalam Tim dan menunjukkan pada Akashi bahwa Basket bukanlah sesuatu hal yang semudah itu untuk dimenangkan. Ia ingin menunjukkan pada Akashi seberapa besar tekad dari seseorang yang pernah putus asa sepertinya, ia juga ingin membungkam mulut Media yang dulu pernah menjelek-jelekkan kemampuannya yang lebih buruk dibandingkan para Kiseki No Sedai, sampai membuatnya merasa kehilangan minat pada Basket.


"Kau melamun? Ayo kita buruan latihan! Aku tidak mau mengecewakan Kapten kota," ajak Carloz kepada Henry yang tampak melamun. Berbanding terbalik dari Henry, malahan Carloz merasa kalau ucapan Akashi barusan menjadi motivasi untuknya. Ia sangat ingin diakui kemampuannya oleh sang Kapten dan Pelatih, baginya itulah satu-satunya alasan mengapa dirinya ingin kembali dalam Tim.

__ADS_1


Dan sepertinya tekad dari kedua anggota baru ini menjadikan performa latihan mereka hari ini sangat memuaskan. Mereka benar-benar mampu merubah penilaian orang lain menjadi berubah pada penampilan mereka, termasuk diantaranya sang Pelatih dan Anggota Tim lainnya.


Dan tak banyak diantaranya yang memuji keduanya saat melakukan Slam dunk dan Lay Up yang sangat baik, serta beberapa teknik dasar yang menggambarkan permainan khas Tim Rakuzan semestinya. Gaya permainan keduanya memang tidak seunik Ketiga Raja tak Bermahkota dan Sang Kapten Kiseki no Sedai, tapi setidaknya para anggota dibuat nostalgia oleh teknik bermain keduanya dan bagaimana tekad yang telah membakar stamina mereka cukup apik untuk menjadi tontonan.


Latihan hari ini sangat memuaskan bagi Akashi, ia merasa tingkat kepercayaan dirinya dalam Tim semakin meningkat. Kini, ia menjadi sangat yakin bahwa Tim nya akan membawa nama sekolah mereka untuk memenangkan kejuaraan SMA tingkat nasional dan pertandingan persahabatan melawan para mantan anggota Kiseki no Sedai nantinya. Memang sih, Akashi belum mendiskusikan ini secara publik kepada siapapun, tapi ia sudah membuat rancangan proposal yang telah dirancang apik dengan bantuan sekretaris Kenta sebelum nantinya diberikan pada sang Ayah.


Tampaknya, Akashi memegang penuh janjinya kepada Eijun untuk mengadakan pertandingan persahabatan itu. Meski belum bisa dipastikan waktu yang tepat untuk mengadakan lomba pertandingan tersebut.


Singkat cerita, latihan hari ini telah usai dan para anggota OSIS juga sudah mengumumkan agar seluruh siswa-siswi meninggalkan lingkungan sekolah. Termasuk pula Akashi yang tengah berjalan pulang bersama Ushijima yang tadi bela-belain menjemputnya, meski Ushijima terlihat agak kelelahan karena latihan lebih keras untuk mempersiapkan pertandingan persahabatan besok melawan Karasuno.


"Lain kali, kita bisa naik mobil aja. Biar lebih cepat sampai rumah," ucap Akashi yang sudah menyadari dari awal bahwa mereka berdua sama-sama merasa kelelahan hari ini, apalagi keduanya baru saja sembuh dari sakit.


"Tidak akan berkesan, justru kalau semakin lama diperjalanan malah semakin banyak kenangan yang bisa kita simpan. Dan semakin banyak waktu yang bisa kita habiskan bersama," respon Ushijima.


"Mungkin saja kau benar, Ushijima-san." Akashi tampak sibuk memperhatikan setiap sudut kota yang dilewatinya. Dia bisa melihat berbagai macam tipe manusia yang ada dijalan raya dengan berbagai jenis seragam yang mereka kenakan, sepertinya hiruk-pikuk kota di sore hari menjadi ciri khas yang mencuri perhatiannya saat ini. Dia bisa melihat wajah-wajah lesu dari sebagian orang dewasa yang mengenakan pakaian kerja dan para siswa yang merasa enggan menggenggam buku tebal di lengannya. Mereka semua tampak lesu dan letih, tapi tak bisa dipungkiri bahwa sebagian lagi ada yang sangat antusias untuk segera kembali ke Rumah. Rasanya sangat menyenangkan bila ada seseorang yang menyambut mereka dirumah, itulah pastinya alasan mengapa Akashi langsung tersenyum.


"Apa yang lucu? Kenapa kau tersenyum, Akashi?" tanya Ushijima yang tidak terlalu suka memperhatikan siapapun dan apapun yang ada dihadapannya. Selama itu bukanlah hal penting dihidupnya, ia akan merasa acuh saja.

__ADS_1


Akashi menoleh kepada Ushijima, "Pasti rasanya menyenangkan sekali, saat ada seseorang yang menunggu kita dirumah."


Sebuah kalimat yang berisi kata perandai-andaian, tapi bisa menusuk perasaan siapapun yang juga merasakan hal yang sama seperti halnya kedua anak laki-laki ini.


__ADS_2