STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)

STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)
95


__ADS_3

Saat ini adalah jeda istirahat selama 10 menit bagi kedua tim. Lapangan bola basket yang sebelumnya penuh dengan kebisingan dan kegembiraan penonton sekarang menjadi lebih sepi. Pemain-pemain kedua tim memanfaatkan waktu ini untuk bernapas, menghidrasi diri, dan mendiskusikan strategi selanjutnya. Dan siapapun pasti bakal bisa melihat perbedaan situasi diantara kedua Tim saat ini dari bangku penonton. Dimana situasi keadaan TIm Basket Yosen jauh lebih rileks dan tenang dibandingkan Tim Basket Rakuzan yang tampak tegang dan suram. Mungkin saja perbedaan Poin diantara kedua Tim mempengaruhi suasana hati mereka dan ditambah lagi kehadiran Akashi selaku Kapten Rakuzan semakin menambah kesuraman didalam Tim Rakuzan saat ini.


Hingga akhirnya, Reo Mibuchi yang sedang mengeringkan keringat di lehernya mulai berbicara dengan serius untuk memecahkan keheningan di dalam Tim mereka, "Kita harus mencari cara untuk memecah pertahanan mereka. Mereka sangat kuat di sana."


"Aku akan mencoba membuka celah di pertahanan mereka dengan kecepatanku," sambut Hayama yang tampak jelas sedang menahan perasaan kesal dibalik sikap humorisnya.


"Kami tidak boleh memberikan kesempatan kepada mereka untuk mencetak lebih banyak poin, kita tidak boleh kalah dan pulang dengan malu saat ini." Nebuya meneguk botol minum dan mencengkramnya lebih erat dengan tenaganya yang jauh lebih kuat dibandingkan anggota Tim Rakuzan lainnya.


Henry yang mulai merasa muak dengan sikap optimis rekan timnya, ia langsung melemparkan Handuk basah ke wajah Akashi yang sejak awal pertandingan Inter High dimulai selalu saja memilih diam dan duduk dibangku cadangan. Bahkan saat Pelatih mereka memaksa Akashi untuk bermain, ia tetap bersikeras untuk tidak menginjakkan kakinya dilapangan Basket.


"Aku mulai muak dengan tingkahmu, Akashi Seijuro! Kau pikir aku tidak sadar bahwa saat ini kau sedang mengolok-olok kami di tengah sikap pendiammy saat ini. Jadi, berhentilah bersikap acuh dan katakan sesuatu sebagai seorang Kapten!" bentak Henry yang membuat seluruh Tim Rakuzan yang ada disana menjadi terkejut, bahkan Tim Yosen juga ikut terkejut mendengar keluhan Henry terhadap Akashi.


Akashi mulai tersenyum jijik sambil mendongak kepada Henry dan menyingkirkan handuk basah yang dilemparkan kepadanya, " Kapten bodoh macam apa yang membutuhkan anggota tidak berguna seperti kalian? Aku rasa itu adalah satu-satunya kesalahan terbesar seorang Akashi sebagai Kapten saat ini."


"Sei-chan? Kau tidak berhak berbicara seperti itu tentang kami." Mibuchi menatap ragu dan sakit hati atas perkataan Kapten sekaligus seniornya itu.

__ADS_1


"Benar sekali. Apalagi selama pertandingan Interhigh ini kau tidak pernah membantu kami. Kau harusnya bersyukur bahwa kami sudah membantu Tim basket kita bisa bertahan di babak ini." Nebuya ikut mendukung argumen Mibuchi


Akashi hanya mengangkat sebelah alisnya dan mulai berhenti tersenyum, "Tunggu, apa kalian semua sedang mengeluh padaku sekarang? Dimana letak rasa malu kalian berlima? Oh, apa mungkin kalian sudah menyerah sekarang hanya karena ketinggalan beberapa poin dari Tim dungu seperti Yosen itu?"


"Bangsat!" Henry secara refleks berniat ingin memukul Akashi. Namun, ia langsung mengurungkan niatnya saat genggaman tinjunya sudah hampir mengenai wajah Akashi yang menatapnya tanpa rasa takut.


"Aku masih mencoba menghormatimu sebagai Kaptenku, Dasar bocah ingusan!" ketus Henry yang langsung menurunkan tinjunya dengan penuh kekesalan.


Akashi langsung bangkit dari kursi dan melepaskan Jaket Rakuzan yang me


"Aku tak butuh hormat dari seorang pecundang sepertimu. Jadi, lebih baik simpan saja rasa hormatmu itu!" Akashi langsung melakukan peregangan sederhana sambil melirik Papan Timer yang mulai menunjukkan sisa waktu istirahat 10 detik lagi.


"Dan satu hal lagi," ucap Akashi tanpa berniat menengok kearah tim-nya. "Biarkan aku bersenang-senang di lapangan di Babak keempat ini. Dan jangan ikut campur dalam permainanku, kecuali kalau salah satu dari kalian ingin merasakan kemarahanku."


Akashi langsung berjalan ketengah lapangan usai memberikan ancaman kepada anggota timnya sendiri. Dengan bola mata yang bewarna hitam legam dan aura yang jauh lebih mencekam dan postur tubuh yang tampak arogan, ia tak berhenti menyeringai jijik kepada Tim Yosen yang tampak terkejut melihat Akashi yang mulai memauski6 lapangan di detik-detik terakhir saat ini.

__ADS_1


Tak lupa juga suara hiruk-pikuk para penonton yang jauh lebih histeris saat mendapati mantan kapten Kiseki No sedai sekaligus Kapten Vorpal Sword dan Kapten muda Tim Rakuzan itu memutuskan turun ke lapangan Basket.Babak keempat dimulai dengan aura yang berbeda di lapangan. Akashi Seijuro, dengan tatapan tajam dan langkah mantap, memasuki medan pertempuran. Setiap langkahnya terasa seperti guntur menggema, menciptakan getaran di udara yang dirasakan oleh semua orang di stadion.


Di tengah lapangan saat ini, Henry masih terkesan oleh keberanian Akashi untuk turun ke lapangan. Meskipun masih penuh dengan rasa kesal, ia juga merasakan getaran energi yang kuat dari Kapten mereka. Kini, mereka harus memberikan segalanya di lapangan untuk mengimbangi kehadiran Akashi.


Sementara itu, Tim Yosen Tim Basket Yosen yang tadinya masih terlihat tenang dan percaya diri setelah mampu mempertahankan keunggulan poin mereka sepanjang pertandingan. Kini mereka juga merasakan perubahan dalam dinamika pertandingan. Kehadiran Akashi memberikan tekanan tambahan bagi mereka, namun mereka tidak akan menyerah begitu saja. Atsushi Murasakibara, dengan tatapan tenangnya, mempersiapkan diri untuk menghadapi Akashi.Sementara itu, Tim Basket Rakuzan tampak berbeda. Kehadiran Akashi Seijuro di lapangan memberikan aura yang mencekam. Meskipun begitu, ada perasaan tegang di antara anggota tim yang sebelumnya merasa frustasi dengan sikap Akashi. Pertandingan ini adalah pertarungan sengit antara dua tim yang sangat berbakat dan bersemangat. Dalam detik-detik terakhir babak keempat, semua mata tertuju pada lapangan, karena mereka tahu bahwa momen bersejarah dalam pertandingan ini sedang terjadi.


Atsushi Murasakibara yang sudah berdiri dibawah Ring basket mulai mengikat Rambutnya. Ia tahu bahwa sudah saatnya kini ia mulai masuk kedalam mode serius usai bersenang-senang dengan santai selama Tiga Babak sebelumnya. Dengan penuh keyakinan, ia berbisik pada Tatsuya, seolah ia mulai paham betapa mengerikan kapten Basket Rakuzan itu. "Jadi, Akashi, kau akhirnya memutuskan untuk bermain."


Tatsuya Himuro, yang berdiri di sebelah Murasakibara, mengangguk setuju dengan komentar temannya. Mereka berdua adalah bagian penting dari Tim Yosen dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam kemampuan mereka.


"Kita harus tetap fokus, Atsushi. Pertandingan ini belum berakhir. Dan rasanya Akashi kali ini jauh lebih berbahaya, karena kita belum pernah melihat permainanya sepanjang liga Interhigh tahun ini digelar, kita pasti akan kesulitan mencari titik kelemahannya jika dia sudah berkembang saat ini menjadi lebih kuat. " Tatsuya masih terus menatap Akashi dengan waspada. Dibalas dengan anggukan setuju oleh Murasakibara.


****


Wah, kira-kira tim siapakah yang menang kali ini antara TIM RAKUZAN VS TIM YOSEN?

__ADS_1


__ADS_2