
Aturan Persaudaraan Dari Akashi untuk Ushijima
Berhenti memprovokasi Akashi dan Berbicara dengan pemilihan kata yang baik dan tidak kasar.
Membuatkan bekal sarapan pagi untuk Akashi.
Tersenyum ramah dihadapan Akashi.
Bisa diandalkan setiap saat dan tidak bersikap acuh sama sekali.
Menemani Akashi bermain Shogi dan Mendengarkan permainan biola dan piano Akashi jika diperlukan.
Tidak membangkang kemauan Akashi.
Mengikuti aturan keluarga dan jangan pernah bertengkar atau bersikap dingin dengan Mama lagi.
"Aku tidak setuju dengan poin nomor 7, kau tahukan kalau aku bukanlah anak bangsawan sepertimu! Aku adalah Ushijima, seorang atlet Voli yang merupakan anak dari mantan atlet." Ushijima terlihat tenang menanggapi aturan tersebut, mungkin karena ia sudah mengetahui lebih awal tentang isi dari aturan yang ditulis Akashi makanya ia tidak terkejut lagi.
"Aku tidak perduli dengan tanggapanmu, Ushijima-san." Akashi mengangkat sebelah alisnya, "Ah, maksudku Oniichan."
"Kau benar-benar membawa urusan pribadiku kedalam urusan seperti ini, Dasar menjengkelkan!" keluh Ushijima yang langsung melemparkan kertasnya kepada Akashi.
"Sini kertasmu! Aku akan berusaha menjalankannya, walau bagaimanapun aturan tetaplah aturan dan aku takkan menjilat ludahku sendiri."
"Tunggu dulu! Kau sama sekali tidak keberatan dengan aturan lainnya yang kubuat?" tanya Akashi bingung, tetapi dengan cepat ia alihkan wajah bingungnya dengan ekspresi datar supaya tidak terlalu kelihatan.
__ADS_1
"Tidak masalah sih, lagian aturan yang kau buat juga sebanding dengan aturan yang kubuat. Kau juga takkan mau mendengarkan keluhanku dan aku tak ingin melihatmu tertawa bahagia dengan semua keluhanku," ucap Ushijima yang kali ini mendominasi.
Akashi hanya bisa menendang kursi meja dengan kesal dan saling menukar kertas masing-masing. Ia kantongi kertas tersebut di sakunya sembari merapikan peralatan tulisnya kembali.
"Ah iya, aku lupa memberitahumu. Kita akan menjalani aturan ini mulai besok sampai nantinya aku lulus SMA dan pergi ke luar negeri untuk menjadi Pemain Profesional, jadi kau tak perlu pusing dengan aturan tersebut sebab sebentar lagi aturan ini gak akan berlaku lagi saat aku pergi dari rumah ini dan kehidupanmu."
"Oh, aku tidak perduli." Akashi berdiri, merapikan kursinya dan berjalan keluar ruangan.
"Awas saja kalau kau merindukanku!" teriak Ushijima yang kelepasan berbicara, ia langsung menutup mulutnya dan memukul kepalanya karena merasa sangat malu.
Dan disaat itu pula, Akashi menampakkan dirinya dari balik pintu seraya tersenyum licik kearah Ushijima.
"Oniichan... Apa kau mengharapkanku untuk merindukanmu?" tanyanya dengan wajah yang mengesalkan, sampai membuat kedua telinga Ushijima menjadi merah padam saking malunya.
"Sudah sore, aku harus mengganti perbanku dan bersiap-siap untuk makan malam keluarga nanti." Ushijima langsung mengantongi kertas miliknya dan berjalan pergi melalui Akashi yang masih tersenyum licik padanya.
"Aku harus menanyakan perkembangan tim kepada Mibuchi Senpai, walau bagaimanapun aku adalah seorang kapten." Akashi buru-buru menuju kamarnya, ia raih handphonenya dan menghubungi Mibuchi saat itu juga dengan aplikasi Video call.
Disana, ia bisa melihat Mibuchi yang masih berada di lapangan Basket dengan membelakangi para anggota Rakuzan yang sedang berlatih. Beberapa diantaranya adalah Hayama dan Nebuya yang sepertinya sedang mengajari para anggota lain untuk berlatih, dikarenakan berhubung belum ada tim Regular yang lengkap jadi para tim Regular belum bisa berlatih.
"Hei, Sei-Chan! Akhirnya kau menghubungiku juga, kau tahu kalau kami sangat mengkhawatirkanmu." Mibuchi terlihat lega saat melihat Akashi melalui Video call.
"Maaf sudah membuat kalian khawatir Senpai, jadi bagaimana latihan kalian beberapa hari ini? Apa ada kendala yang ingin di diskusikan?" tanya Akashi yang enggan basa-basi.
"Seperti biasanya, kita masih kekurangan personil untuk tim Regular dan kami menunggu keputusanmu Sei-Chan." Mibuchi tampak sedang menyekat keringat dari lehernya.
Akashi berpikir cukup lama untuk sesaat, "Senpai, aku punya ide yang bagus untuk kemajuan tim kita. Bisa kita bertemu malam ini dikafe burger biasa?" tanya Akashi.
"Boleh, aku akan memberitahu Hayama dan Nebuya setelah panggilan ini."
__ADS_1
"Terimakasih, Senpai." Akashi tersenyum, lalu ia mengakhiri panggilan tersebut dan bersiap-siap untuk pergi. Sepertinya ia ingin melewatkan acara makan malam dengan keluarganya kali ini, karena ia merasa bertanggungjawab penuh atas perannya sebagai seorang kapten setelah absen beberapa hari belakangan ini.
****
Setelah hampir setengah jam bersiap-siap, Akashi langsung menggendong ranselnya dengan mengenakan kemeja hitam rapi dan celana jeans hitam. Tak lupa pula, ia mengenakan eyes patch pada sebelah matanya dan topi putih yang membuat penampilannya tampak keren dan tampan.
"Tuan muda, anda mau kemana? Bukannya sebentar lagi nyonya dan tuan Akashi akan kembali untuk makan malam keluarga," beritahu Chef Tsubasa yang kebetulan berpapasan dengan Akashi di ruang tamu.
"Ada rapat tim malam ini, saya lewatkan makan malam keluarga ya kali ini. Tolong kabari nanti ke Papa," ucap Akashi seraya tersenyum.
"Baiklah, Tuan muda. Tapi saya akan memanaskan makanan ringan untuk anda, jadi kalau anda kembali dan merasa lapar nanti malam maka anda bisa langsung panggil saya saja."
"Baik, Terimakasih." Akashi langsung pergi setelah mengucapkan kata terimakasih, ia memang sudah biasa diperlakukan baik oleh Chef Tsubasa dan bisa dikatakan sudah dianggap keluarga sendiri oleh bapak tua itu setelah peninggalan nyonya Akashi.
"Aku harap rencana ini akan berhasil," gumam Akashi yang tidak sabar untuk menjelaskan rencananya tersebut. Namun sialnya, saat akan berencana keluar rumah mendadak ada seseorang yang telah menunggunya diluar pintu dengan penampilan yang juga sama rapinya. Hanya saja penampilan orang tersebut lebih terkesan lebih dewasa dibandingkan Akashi bila mengingat usia orang tersebut berjarak dua tahun bedanya dari Akashi.
"Apa yang kau lakukan disini, Ushijima-San?" tanya Akashi.
"Kau menelepon anggotamu dengan suara yang keras, aku kebetulan lewat dari kamarmu saat ingin mengambil obat P3K dan mendengarkan percakapan kalian. Kau tahukan kalau Ayahmu akan marah karena kau melewatkan makan malam, jadi sekalian aja aku ikut supaya kau tidak perlu dimarahi sendirian." Ushijima mengalihkan pandangannya, ia enggan menatap mata Akashi meski niatnya hanya ingin membantu adiknya itu.
"Lalu?" tanya Akashi seraya mengangkat sebelah alisnya.
"Lebih baik kita pergi sekarang, kau pasti bakal terlambat lagi untuk pertemuan rapat dengan anggotamu. Aku juga sepertinya ingin makan burger, makanan dari Pak Tsubasa terlalu mahal sampai membuat perutku merindukan makanan Junk Food." Ushijima berjalan duluan, ia benar-benar merasa sangat canggung seusai mengatakan hal tersebut dan berkali-kali menghela nafas untuk menenangkan dirinya.
Sementara itu, Akashi tak berhenti tersenyum bingung melihat sikap Ushijima yang akhir-akhir ini membingungkannya.
"Ah iya,jangan panggil aku Oniichan didepan teman-temanmu!" peringat Ushijima tanpa berbalik sama sekali.
"Terserah kau saja, Oniichan." Akashi langsung berjalan mendahului Ushijima sambil mempercepat langkahnya, disusul juga oleh Ushijima yang berusaha mengejar langkah Akashi.
__ADS_1