STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)

STEPBROTHER (KAMP MUSIM PANAS HAIKYUU X KUROKO NO BASKET)
33


__ADS_3

Akashi dan Ushijima sedang sibuk menuliskan sesuatu di halaman buku mereka, tampak jelas saat ini mereka duduk diatas meja belajar di dalam Ruang perpustakaan pribadi keluarga Akashi.


Entah apa yang saat itu ditulis oleh keduanya, namun yang jelas kedua meja belajar mereka saling berhadapan satu sama lain dan ada beberapa kali Akashi melirik kepada Ushijima yang sibuk menuliskan sesuatu di bukunya.


"Kau sudah siap, Oniichan?" tanya Akashi yang rasanya sedikit membuat Ushijima merasa geli, tak biasa rasanya ia dipanggil Kakak seperti itu oleh siapapun karena memang selama ini posisinya adalah anak tunggal.


"Belum, kau sendiri sudah siap?" tanya balik Ushijima.


"Sudah, bisa gak kau lebih cepat membuatnya karena aku tidak tahan buat menunggu orang lain." Akashi mengatakannya dengan tenang, tetapi Ushijima malah menjadi geram saat mendengar perkataan Akashi barusan yang terasa tidak sopan.


"Lebih baik kau minum saja obatmu dulu dan berikan salep dilukamu selagi menungguku, aku janji akan menyelesaikannya begitu kau kembali."


"Kau benar, Oniichan. Kalau begitu aku permisi sebentar ya," ucap Akashi yang langsung pergi dari sana tanpa keberatan sama sekali, tapi satu hal yang membuatnya sedikit kesal ialah ini adalah pertama kalinya ia diperintahkan oleh orang asing seperti Ushijima.


Makanya ia langsung membanting keras pintu ruang perpustakaan saat keluar dari sana, Ushijima sendiri hanya bisa mengelus dada saja melihat tingkah Akashi. Dilain sisi, ia merasa senang telah memprovokasi Akashi yang menjadi kesal karenanya.


Dengan senyuman yang lebar, Ushijima menggelengkan kepalanya sambil tetap fokus menulis seperti tengah mendapatkan inspirasi untuk apa yang ingin dituliskannya dalam lembar kertas tersebut, "Dasar...."


"Hufftt...." Ia menghembuskan nafasnya, mencoba membaca kembali tulisan dibuku dengan sedikit keraguan. Seketika saja telinganya sedikit memerah dan matanya tertuju pada buku Akashi yang ada di hadapannya saat ini, ia ingin sekali melirik apa yang tengah dituliskan Akashi sekarang.


"Tidak masalah kalau aku meliriknya sebentar," gumam Ushijima mencoba membela diri sendiri, ia langsung berdiri dari kursi dan meraih buku milik Akashi secepat kilat.


Dan tanpa rasa takut ketahuan, Ushijima langsung membuka halaman buku yang sudah ditandai tersebut. Dimana betapa terkejutnya Ushijima saat melihat isi dalam buku tersebut yang tak lain berisi peraturan Persaudaraan yang dibuat Akashi untuk Ushijima.


Saking tidak masuk akalnya, Ushijima spontan berdiri dan tampak kesal. Matanya melotot tajam seperti ingin melompat keluar dan bersiap memakan orang.


"Bisa-bisanya anak itu membuat aturan aneh seperti ini, apa dia ingin mempermainkanku?" tanya Ushijima yang tengah bergumam sendiri.


"Apa-apaan lagi nih! Lihat saja kau nanti, akan kubuat jauh lebih aneh darimu." Ushijima langsung mengembalikan buku Akashi pada tempatnya, lalu ia mengganti kertasnya dengan kertas yang baru seraya tak berhenti bergumam kesal.


Dengan tangan yang lebih lihai dan segala bentuk pemikiran absurd kini ia tuliskan kedalam lembar kertas tersebut, sepertinya ia mulai berniat untuk mengerjai Akashi saat ini.


Bahkan suara handphonenya yang kini mulai berdering pun tak digubris olehnya sama sekali, saking fokusnya Ushijima menuliskan aturan yang akan ia berikan pada Akashi nanti.


Namun, bunyi deringan handphone yang terus-menerus menghubunginya mulai membuatnya geram dan terpaksa mengangkat panggilan tersebut saat itu juga seraya masih fokus menulis.

__ADS_1


"Ada apa?" tanyanya tanpa memperdulikan siapa orang yang sedang menghubunginya saat ini.


"Ini aku, Oikawa. Apa kau sibuk hari ini? Aku ingin bertanding denganmu, aku masih belum puas dengan pertandingan di kamp pelatihan musim panas waktu itu."


"Tidak bisa,aku sibuk." Ushijima masih sibuk menulis, ia bahkan memilih menguatkan volume panggilan dan meletakkan handphonenya di meja supaya memudahkannya menulis.


"Sibuk? Bagaimana kalau besok?" tanya Oikawa lagi.


"Tidak tahu, tapi sepertinya aku juga sibuk." Ushijima tiba-tiba teringat isi dari aturan yang dibuat Akashi dalam bukunya.


Oikawa sampai mengerutkan dahi dari seberang telepon, " Tumben sekali kau sibuk, memangnya sibuk apa?"


"Berbaikan dengan seekor singa, agar nantinya aku bisa hidup nyaman di tempat ini dan tidak meninggalkan kesan yang buruk saat menerima perekrutan dari tim Voli internasional."


"Kau ini sedang bercanda padaku atau bagaimana sih? Mana mungkin ada singa dirumahmu," bantah Oikawa yang masih belum mengerti kalau Singa yang dimaksud oleh Ushijima adalah Akashi.


"Sudahlah, kau tidak perlu mengerti. Aku tutup teleponnya," beritahu Ushijima yang langsung mengakhiri panggilan tersebut secara sepihak, lalu ia kembali mengantongi handphonenya dan menulis dengan lebih leluasa dari sebelumnya.


Dan begitu ia usai menulis Kalimat terakhir, suara pintu Ruang perpustakaan di buka secara kebetulan oleh Akashi yang tak memberikan perasaan curiga sama sekali.


"Sudah, kalau begitu biarkan aku membaca terlebih dahulu aturan buatmu sebelum kuserahkan secara sah padamu." Ushijima tersenyum licik, ia tampak tak sabar menunggu reaksi kesal dari wajahnya Akashi saat mengetahui isi yang ditulis Ushijima.


"Silahkan," respon Akashi tanpa banyak tanya sama sekali, walaupun ia sedikit menyipitkan matanya seolah telah curiga pada sikap aneh Ushijima.


Ushijima berdehem beberapa kali sebelum membacakan aturan tersebut, ia tak bisa menyembunyikan Senyuman liciknya saat ini.


Aturan Persaudaraan dari Ushijima untuk Akashi



Berhenti mengancam ataupun berbuat kasar dan mengerikan kepada Ushijima yang mampu mengancam nyawa.


2.Bersikap terbuka dan bertindak imut, baik, serta menggemaskan layaknya seperti seorang adik.


3.Memperoleh nilai B disalah satu mata pelajaran.

__ADS_1


4.Tidak berurusan lagi dengan Shiratorizawa kecuali mendapatkan persetujuan Ushijima.


Bersedia menonton semua pertandingan Voli Shiratorizawa dengan seragam Karakter.


6.Tidak berkelahi dengan siapapun dan membuatkan teh hangat untuk Ushijima setiap malam.


Bersikap penurut kepada Ushijima dan selalu mengabari setiapkali ditanyak keberadaannya.



Akashi yang mendengarkannya hanya bisa bergidik kesal, ia merasa aturan-aturan tersebut sangat menyesal untuk didengarkannya apalagi di jalankan.


"Aturan macam apaan itu?" tanya Akashi yang melotot kepada Ushijima.


"Kenapa? Tidak sanggup?" tanya balik Ushijima seraya memperlihatkan sudut bibirnya yang tersenyum.


"Dengar! Aku tidak mungkin membiarkan salah satu nilaiku itu mendapatkan nilai B, kau tahukan kalau aku ini adalah Akashi Seijuro. Aku harus sempurna dalam segala hal untuk tetap menjadi mutlak," keluh Akashi sambil meremas kertas miliknya.


"Lalu, aku juga tidak mungkin memakai seragam karakter hanya untuk menonton pertandinganmu. Selain karena hal itu memalukan, aku juga tidak menyukai Voli sama sekali. Bagaimana nanti citraku dimata orang lain? Aku ini Akashi, bukan orang bodoh yang kekanak-kanakan dengan pakaian karakternya!" tegas Akashi lagi seraya mulai berdiri.


"Dan yang terakhir, kau ini bukan ibuku ataupun Ayahku! Kenapa juga aku harus mengabarimu tentang keberadaanku? Dan juga, kenapa aku harus bertingkah menggemaskan diusiaku yang sudah remaja ini? Kau pikir aku adalah anak TK, aku ini Akashi Seijuro!" keluh Akashi lagi yang tanpa sadar memukul meja.


Ushijima hanya menghela nafas saja, ia menaik-turunkan tangannya seolah meminta Akashi untuk kembali duduk.


"Duduklah! Aku tahu kalau kau ini Akashi Seijuro, tapi perjanjian tetaplah perjanjian dan aturan harus tetap dijalankan. Bukannya kau sendiri yang setuju menjadi adikku?"


Akashi yang mendengarkan hal tersebut tak bisa bergeming sama sekali, ia hanya bisa kembali duduk dengan wajah risaunya.


"Sudah, bacakan saja isi aturan mu untukku sekarang! Lagian tak ada salahnya kau bertingkah menggemaskan denganku, walaupun aku sedikit geli melihatnya." Akashi melotot kembali, tapi ia tak bisa mengatakan apapun selain menerima dengan lapang dada.


Dengan wajah yang masih kesal, ia merapikan kertas yang sudah berantakan karena diremas sebelumnya. Lalu ia membaca dengan suara yang penuh dendam.


****


Hai guys, author update kembali. Kira-kira bagaimana tanggapan kalian tentang Aturan Ushijima untuk Akashi?

__ADS_1


__ADS_2