
"Aku harus mengakuinya, walaupun aku benar-benar tak suka. Tapi memang kenyataannya kalau aku ini adalah Alter kepribadian yang diciptakan oleh Akashi," beritahu Eijun yang masih fokus pada stick PlayStationnya.
"By the way, namaku adalah Eijun. Kau bisa memanggilku dengan nama Eijun sekarang," sambung Eijun.
"Apa lagi yang harus kuketahui tentangmu? Lalu, apa Akashi bisa mendengarkan kita sekarang?" tanya Ushijima.
Eijun menekan tombol pause dilayar monitor, ia menoleh kepada Ushijima. Dan meletakkan tangannya di atas kepala sambil tersenyum, sudah ada lebih sepuluh kali ia tersenyum bebas seperti ini.
"Dia ada didalam pikiranku sekarang, pastinya ia bisa melihat jelas apa yang sedang kita lakukan sekarang. Kau tidak perlu terlalu khawatir padanya, ia tidak selemah itu." Akashi a.k.a Eijun menurunkan tangannya dan kembali memainkan PlayStationnya.
"Dan tujuanku saat ini hanyalah ingin mendapatkan pengakuan dari semua orang tentang keberadaanku, kau tahukan ungkapan yang bilang kalau semua orang akan haus dengan yang namanya pengakuan, itulah yang saat ini kuincar."
"Kalau memang kau terbaik, pasti semua orang akan mengakuimu. Bahkan bunga sakura yang mekar di tepi jurang saja akan tetap bernilai harganya dimata semua orang," ungkap Ushijima.
"Masalahnya aku bukanlah bunga sakura itu, aku hanya identitas yang tercipta dari barang yang rusak seperti Akashi. Aku butuh pengakuan itu untuk mendapatkan teman, kehangatan dan kehormatan. Selain itu, aku juga ingin memiliki segala hal yang lebih diatas Akashi. Dan salah satunya ialah mengalahkan para pemain Seirin dan Kiseki no sedai, serta mendapatkan perhatianmu sepenuhnya." Eijun tersenyum, Ushijima bisa melihatnya dari sisi kanan dan tekad yang dipancarkan Eijun bisa dirasakan jelas oleh Ushijima.
"Aku mengerti semua yang kau katakan, tapi aku harus berkata jujur padamu. Kau harus menerima kenyataan, kalau kau sama sekali takkan mampu melampaui Akashi Seijuro. Bahkan menyamainya saja takkan pernah bisa, ada banyak hal yang takkan bisa kau miliki darinya meskipun nantinya kau bisa mendapatkan pengakuan itu." Ushijima menggeletakkan Stick Joy nya, ia sedang tidak berniat bermain dan ingin serius berbincang dengan orang yang ada di dekatnya saat ini.
__ADS_1
"Aku tidak menduga kau akan mengatakannya secara blak-blakan, apa kau memang mesin kejujuran?" tanya Eijun yang juga ikut menggeletakkan Stick Joy PlayStationnya.
"Saat ini aku telah mempunyai dua hal yang sama sekali tidak dimiliki oleh Akashi," ucapnya seraya menunjukkan mata kanannya yang kembali berfungsi, sambil meletakkan tangannya satu lagi di dada.
"Aku mempunyai mata kanan yang masih berfungsi dan kekuatan yang melampaui Akashi," sambungnya lagi dengan penuh kesombongan.
"Bagaimana bisa? Jelas-jelas akulah yang sudah melukai mata kanannya itu," tanya Ushijima yang sejak kemarin malam masih penasaran akan hal tersebut.
Eijun tertawa terbahak-bahak sambil menutup mulutnya dengan tangan, "Jelas saja aku bisa, kan sudah kubilang kalau aku ini adalah kepribadian yang diciptakan oleh Akashi. Aku itu terlahir dari perasaan bencinya, kekecewaannya dan harapan semu yang selalu dipendam olehnya selama ini. Kau pasti terkejut, kan? Dia berpura-pura ikhlas atas kondisi yang dialaminya, padahal sebenarnya ia menyimpan sebuah keinginan yang besar untuk memiliki penglihatan yang normal." Eijun menikmati semua ekspresi yang diberikan Ushijima saat ini.
"Dia hanyalah anak SMA yang masih dalam tahap pubertas, meski sehebat apapun dirinya saat ini dengan statusnya sebagai pemimpin takkan pernah menghilangkan kenyataan kalau dia masih anak polos yang lemah dan rusak."
"Dia memang barang yang rusak, kau mau dengar hal lainnya lagi?" tanya Eijun sambil melihat jemari kedua tangannya untuk sesaat, sebelum akhirnya menatap Ushijima kembali.
"Anak yang berasal dari keluarga berantakan, didikan yang obsesif dari orang tuanya dan tekanan yang terus memikul pundak takkan pernah bisa merasakan arti kehidupan yang normal. Dia tidak akan pernah hidup dengan baik-baik saja," ungkap Eijun seraya tertawa dan menangis disaat yang bersamaan.
"Kau menangis? Padahal kau sedang membicarakan Akashi saat ini," ucap Ushijima yang membuat Eijun berhenti tersenyum dan menampar keras pipinya sendiri.
__ADS_1
"Hei, apa kau gila? Kau bisa melukai tubuh fisiknya," keluh Ushijima yang berusaha menahan tangan Eijun untuk berhenti memeluk wajahnya sekali lagi.
Eijun langsung menyingkirkan tangan Ushijima darinya, ia menghela nafas panjang dan berdiri dari posisinya sekarang.
"Kau benar-benar memuakkan! Andai saja kau sadar kalau dirimu sama sekali tidak berarti apapun bagi Akashi, bahkan aku ragu kalau dirinya menganggapmu sebagai kakak laki-lakinya." Eijun mengepal kuat kedua tangannya, sementara itu Ushijima juga ikut berdiri dan memeluk erat tubuh Eijun a.k.a yang jauh lebih mungil darinya.
"Tidak perduli, aku sama sekali tidak perduli bagaimana dirinya memandangku. Dia memang anak yang menyebalkan, egois dan angkuh. Bagiku, dia adalah orang yang jauh lebih buruk dibandingkan Kageyama. Tapi, aku benar-benar tak bisa membiarkanmu berkuasa atas sesuatu yang tidak layak untukmu. Jadi, tolong menyerahlah!"
"Kalau memang perasaan tanggung jawabmu itu benar-benar tulus, mari kita buktikan sekarang!" ucap Eijun yang langsung melepaskan pelukannya Ushijima, ia berjalan kearah bola Basket yang ada di sudut ruangan dan melemparkannya pada Ushijima.
"Kalau begitu buktikan perkataanmu, kau seolah-olah berbicara bahwa kau ingin menjadi kakak laki-laki yang bisa diandalkan untuknya. Jadi, aku akan membiarkan tantangan padamu. Kalau kau bisa memasukkan satu angka saja didalam ring ku dan melewati pertahanan terbaikku, aku akan menyerah pada tubuh ini dan mengakui usahamu untuk melindunginya." Eijun berjalan duluan menuju lapangan Basket, ia tak perduli bagaimana jawaban Ushijima sama sekali. Baginya, ia harus segera membuktikan sendiri seberapa besar tekad Ushijima untuk adiknya itu yang selama ini.
Selain itu, perkataan Ushijima barusan dan tekad Ushijima yang bisa dirasakannya dari pelukan itu sedikit menciutkan ambisinya saat ini. Ia mulai merasa marah dan bimbang disaat yang bersamaan, betaaoa sakitnya perasaan saat tidak dianggap sama sekali.
"Aku tidak perduli tentang kemampuan kau, baik itu kau bisa memasukkan bola ke ring ataupun tidak. Kalau memang kau menganggapnya berarti dihidupmu, kau pasti akan melakukan usaha apapun untuk memasukkan bola itu kedalam ring ku!" tegas Eijun yang mulai bersiap-siap di depan Ring.
Matanya juga mulai terlihat mengeluarkan lingkaran merah berbentuk cincin, sepertinya ia mengaktifkan Emperor Eyes miliknya. Dan tak beberapa menit kemudian, sebuah lingkaran putih di atas lingkaran merah mulai muncul di kedua matanya yang merupakan kekuatan absolute eyes miliknya. Ia tampak bersungguh-sungguh mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan Ushijima.
__ADS_1
"Mari kita bertanding mati-matian hari ini, Wakatoshi!" teriak Akashi a.k.a Eijun seraya tersenyum puas.