
Aileen kesal selama OSPEK, dia habis-habisan dirundung oleh para senior dan juga para gadis yang menyukai Aidan. Padahal setelah hari pertama dan sejak kejadian Aidan menyelamatkannya. Aileen tidak lagi bertemu Aidan. Namun, para gadis dan senior tetap saja marah karena Aileen dibonceng oleh Aidan.
Hari ini adalah hari terkahir OSPEK, Syira memanggil Aileen.
"Aileen!" teriak Syira saat Aileen menuju kantin untuk makan siang.
"Ya, Kak." Aileen menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Syira.
Aileen memang sendiri karena Risa sudah duluan ke kantin. Sementara Aileen masih dikerjai oleh senior.
Syira menatap Aileen lekat, dengan pandangan meremehkan.
"Apa bagusnya anak ini?" pikir Syira. Menurut dia, Aileen seperti gadis cupu. Lebih cantik Syira dan juga lebih modis dia daripada Aileen. Pokoknya, Aileen ketinggalan jauh.
"Ada hubungan apa loe sama Aidan?" tanya Syira dengan nada tidak suka.
"Aileen, tidak punya hubungan apa-apa sama bang Aidan, Kak," jawab Aileen jujur karena memang dia tidak mengenal Aidan seperti yang dituduhkan gadis-gadis lain.
"Lalu, kenapa loe pulang hari pertama Ospek sama dia?" selidik Syira lagi.
"Aileen juga nggak tau Kak. Bang Aidan cuma suruh Aileen bayar hutang karena telah mengambil strawberry cheese cakenya. Makanya dia suruh Aileen naik motornya," jawab Aileen dengan gugup. Dia sudah sangat lelah karena berurusan dengan Aidan yang membuat hidupnya di kampus menjadi sulit.
Padahal Aileen hanya ingin selama kuliah hidup dengan tenang, tanpa pacar juga. Aileen hanya ingin secepatnya tamat kuliah dan bekerja. Gadis itu masih berharap jika saat Atha kembali, mereka bisa bersama lagi. Toh, mereka putus hanya karena jarak dan Aileen yakin Atha masih mencintainya.
"Hanya itu? Jangan bohong loe?" ancam Syira.
"Sumpah, Kak. Aileen nggak bohong," Aileen semakin ketakutan dengan suara Syira yang tegas.
Syira memang terkenal sebagai panitia yang tegas. Semua mahasiswa baru menghormatinya. Syira juga sangat disiplin.
"Oke kali ini gue percaya, tapi gue minta loe jangan dekat-dekat Aidan, awas kalau loe melanggarnya," ancam Syira, dia kemudian meninggalkan Aileen sendirian.
Aileen yang ketakutan karena ancaman Syira, tidak bergerak dan gemetar. Kenapa semua orang menjahatinya? Aileen telah berusaha menjadi tak terlihat.
Aileen menyadarkan diri saat perutnya berbunyi. Gadis itu memasuki kantin denga lesu. Dia menyapukan pandangan mencari keberadaan Risa. Aileen melihat Risa bersama Andri.
"Aileen!" panggil Risa sambil melambaikan tangannya. Tadinya Aileen berencana untuk duduk sendiri saja karena tidak mau berurusan dengan senior.
__ADS_1
"Nanti gue ke sana, gue pesan makan dulu," jawab Aileen sambil memberi kode kepada Risa bahwa dia akan ke depan untuk memesan makanan.
Setelah memesan makanan, Aileen menuju tempat duduk Risa dan Andri. Aileen memilih duduk di samping Risa.
"Jadi bang Aidan lagi sakit?" tanya Risa memastikan. Aileen mau tidak mau mendengar pembicaraan Risa dan Andri.
Aileen heran sejak kapan Risa dekat dengan Andri?
"Iya, sejak hari pertama Ospek. Lagian anak itu emang seharusnya nggak ke kampus, sih. Dia, 'kan bukan panitia ospek," terang Andri.
"Kenapa bisa sakit ya, Bang?" tanya Risa lagi.
"Tiga hari yang lalu gue lihat dan tanya katanya habis hujan-hujanan dan parahnya, tangannya gue lihat lecet. Kayak habis berkelahi gitu. Apa Aidan melawan geng motor lain, ya?" Andri menggerakkan jarinya di dagu tanda berpikir.
Deg
Aileen tahu itu pasti karena Aidan menolongnya kemarin. Aileen seharusnya mengucapkan terima kasih kepada Aidan karena telah menolongnya, tapi jika dipikir-pikir Aileen mengalami itu juga karena uang untuk naik angkotnya diambil Aidan.
"Sekarang gimana keadaannya, Bang?" Ternyata Aileen tidak bisa mengabaikan Aidan begitu saja. Bagaimanapun Aidan telah menyelamatkannya dari preman itu.
"Panasnya sih masih suka naik turun. Yah mau gimana lagi. Dia tinggal sendiri nggak ada yang ngerawat," jawab Andri. Meskipun dia penasaran tetap saja dijawabnya.
Aileen menjadi khawatir, ditambah lagi Aidan tinggal sendiri.
"Emang orang tua, bang Aidan kemana?" kali ini Risa yang bertanya.
"Mamanya, sih udah meninggal, Papanya di Jakarta. Tapi tu anak emang udah biasa tinggal sendiri. Paling ada yang datang buat bersih-bersih rumah aja karena Aidan lebih banyak makan diluar," jelas Andri.
"Bang, Kak Syira kabar-kabarnya suka, ya sama bang Aidan?" tanya Risa. Dia pernah mendengar anak-anak kimia bergosip.
"Itu mah, udah jadi rahasia umum," kekeh Andri. Dia menyeruput minumannya.
Sementara Aileen mulai makan makanannya. Dia harus cepat jangan sampai terlambat. Bisa-bisa bertambah alasan senior memberi hukuman padanya.
"Kenapa kak Syira nggak ngerawat bang Aidan aja, ya? 'Kan lumayan itu bisa mendekatkan mereka berdua. Tapi menurut Risa, sih. Kak Syira lebih cocok sama Bang Hanan, deh," saran Risa
"Nggak ada yang tau Aidan sakit, cuma gue. Itupun kalau gue nggak ke rumahnya. Mana mau dia bilang kalau lagi sakit," sahut Andri.
__ADS_1
"Lagiaan yang tau rumah Aidan cuma gue," tambah Andri.
"Masa, sih Bang? Yang lain nggak tau gitu?" tanya Risa, dia mengambil cemilan kentang goreng yang tadi dipesannya.
"Sebenarnya Aidan itu, orangnya tertutup, jarang dekat sama orang lain," jawab Andri.
"Bang Andri, 'kan dekat sama bang Aidan. Kenapa nggak bantu Kak Syira deketin bang Aidan?" tanya Risa penasaran. Sekalian dia ingin menyelidiki sesuatu.
"Bisa dibunuh Aidan, gue." Andri tertawa ngakak. Waktu dia tahu Syira suka sama Aidan saja dan berusaha nyomblangin Aidan dan Syira saja. Hampir Andri babak belur dihajar Aidan.
Jadi cukup sekali bagi Andri menolong cewek yang menyukai Aidan. Daripada wajahnya bonyok dihajar Aidan. Mending nggak usah cari masalah.
"Eh Aileen, gue penasaran, seumur gue berteman dengan Aidan, nggak pernah gue lihat dia boncengin cewek motornya. Kok loe bisa naikin motornya? Loe punya hubungan apa sama Aidan?" selidik Andri.
"Eh benar juga, gue juga belum sempat nanya itu juga. Belum lagi saat gue cari loe hari pertama ospek. Loe, kan lagi sama bang Aidan?" Risa pun teringat kejadian itu.
Meskipun dia takut tapi Risa tahu bahwa Aidan adalah pria tampan dan banyak diminati para gadis-gadis kampus.
"I--tu karena gue punya hutang strawberry cheese cake sama dia," jawab Aileen mencoba tenang. Jangan sampai mereka juga tahu bahwa Aidan sakit gara-gara menolong dirinya.
"Kok bisa, kapan?" cecar Risa. Dia melirik ke arah Aileen.
"Gue juga nggak ingat persis kapan gue ambil kue dia, tapi gue ingat sih pernah makan strawberry cheese cake. Bisa jadi saat itu," jelas Aileen. Dia masih menutupi kejadian itu karena memang ingatan Aileen saat itu tidak ada.
🍒🍒🍒
Hi besties, sambil nunggu aku up, yuks mapir ke karya temanku!
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1