
Aiko mengintip dari gerbang sekolah dan benar saja, Andri telah menunggunya. Aiko mencari cara bagaiman menghindar dari Andri. Gadis itu teringat cerita kakaknya bahwa geng motor itu 'playboy', sehingga Aiko bertekad untuk menghindari Andri. Sebelum terlambat dan Aiko menjadi jatuh hati kepada pria itu. Seperti sang kakak yang telah terjerat dengan kebaikan pria pacarnya itu.
"Aiko! Kenapa kita berhenti di sini?" tanya Rini teman Aiko.
"Sst, Rin, loe mau bantuin gue, ya?" mohon Aiko dengan memasang wajah penuh harap. Rini tidak bisa menghindari.
"Baiklah! Loe mau gue ngapain?" Rini berdiri di samping Aiko, mereka berada di balik pagar gerbang sekolah.
"Loe lihat, 'kan, cowok yang di sana, yang berdiri di samping motor gede itu?" Aiko menunjuk ke arau Andri.
"Oh, cowok loe itu, bukan?" Gosip Aiko berpacaran dengan geng motor telah tersebar diseantero sekolah.
"Eh, bukan!" Aiko memberi tanda bukan dengan menyikangkan kedua tangannya.
"Gosipnya--,"
"Udah nggak usah termakan gosip, bantyin gue aja, ya," mohon Aiko.
"Oke, deh. Gue mesti ngapain?" Rini menoleh ke arah Aiko.
"Loe bilangin sama abang itu, namanya Andri, kalau gue udah pulang duluan. Pokoknya pandai-pandai loe aja. Yang penting abang itu pergi," terang Aiko.
"Gitu aja? Ya udah, gue bilangin." Rini mulai berjalan ke luar gerbang.
"Makasih, ya," bisik Aiko.
Rini menoleh dan memberitanda oke. Gadis itu terus berjalan menuju Andri. Rini menghentikan langkah tepat di depan Andri. Gadis itu melirik sekilas ke arah Aiko dan kembali ke Andri.
"Bang Andri?" tegur Rini.
Andri yabg sibuk melihat ponsel melirik ke arah Rini. Dia ingat gadis ini yang sering jalan bareng Aiko, jika keluar gerbang.
"Ya," jawab Andri, pria itu memasukan ponsel ke dalam saku celananya.
"Aiko udah pulang duluan, Bang. Rini cuma mau nyampein itu." gadis tersebut langsung berjalan meninggalkan Andri.
__ADS_1
"Tunggu!" panggil Andri. Dia melangkah menuju Rini.
Jantung gadis itu berdetak dengan kencang, takut kebohongannya ketahuan. Rini tidak menoleh ke belakang.
"Gue tidak melihat dia keluar? Padahal gue udah di sini sebelum bel pulang berbunyi." Andri telah berada di depan Rini.
Rini semakin gugup, dia menetralkan detak jantung agar tidak terdengar Andri. Sementara Aiko yang mengintip dari pagar sekolah, juga cemas, takut kebohongan Rini diketahui oleh Andri.
"Oh itu--," Rini mencoba mencari alasan yang masuk akal.
"I-itu karena Aiko pulang cepar karena tidak enak badan," bohong Rini, gadis itu berbicara terbata-bata.
Andri tahu Rini berbohong. Namun, pria itu menghormati jika Aiko mungkin sedang menghindarinya, meskipun Andri tidak tahu alasannya.
"Oh begitu, oke, deh." Andri menyingkir dari depan Rini. Gadis itu merasa lega, dia berjalan meninggalkan Andri.
Aiko terus memantau, dia melihat Andri menuju motor. Hanya saja pria itu masih belum pergi dari sana. Sepertinya dia masih menunggu Aiko.
Aiko berdoa semoga Andri segera pergi, agar dia bisa pulang. Jarak dari sekolah menuju tempat pemberhentian angkot sedikit jauh. Andri akhirnya pergi dari sana. Aiko mengelus dada lega, untuk memastikan bahwa Andri tidak balik lagi, gadis itu menunggu sedikit lebih lama lagi.
Aiko keluar dari tempat persembunyiannya, dia berjalan menuju pemberhentian angkot. Siswi itu berjalan dengan santai sambil memandnag sekeliling, takut Andri ternyata masih ada. Tidak perlu menunggu lama, ternyata angkot telah berdiri di sana. Aiko langsung menaiki angkot.
"Uni!" Aiko melihat Aileen yang jongkok membersihkan kaca dan terluka. Gadis itu baru saja pulang dari sekolah. Hari ini Aiko berhasil menghindari Andri, saat pemuda itu menjemput dia di sekolah.
"Aiko!" Aileen langsung memeluk Aiko. Gadis itu membantu kakaknya untuk berdiri dan masuk ke dalam kamarnya
Kemudian Aiko membersihkan kaca yang pecah. Setelah itu dia membuatkan minuman untuk Aileen.
"Uni kenapa?" Aiko mendekat ke ranjang Aileen.
Aileen yang sedang berbaring dan menangis, duduk dengan menyandar di kepala ranjang. Aiko memberikan minuman kepada Aileen dan duduk di tepi ranjang. Gadis itu belum mengganti seragam sekolahnya.
"Atha--," Aileen kembali terisak setelah meminum air. Dia teringat kembali dengan kenyataan yang baru saja diketahuinya.
"Kenapa dengan bang Atha?" Aiko penasaran, apalagi kondisi Aileen yang menangis. Pasti kakaknya itu sangat kecewa dan terluka.
__ADS_1
"Jika bang Atha tidak mau kembali lagi sama Uni, biarkan saja," lannjut Aiko. Gadis itu memang menyarankan Aileen kembali bersama Atha. Aileen menggeleng.
"Lalu, Uni kenapa?" Aiko semakin bingung, sementara air mata terus memgalir di pipi Aileen.
"Atha ternyata berselingkuh dengan Winda waktu kami masih jadian!" tangis Aileen semakin pecah. Aiko kenal dengan Winda sebagai sahabat kakaknya. Aiko menutup mulut tidak percaya.
Aiko memeluk kakaknya, memberi sang kakak kekuatan untuk tidak bersedih. Aileen kemudian menceritakan segalanya tentang kedatangan Atha dan kemudian Winda yang membeberkan perselingkuhan mereka.
"Cowok-cowok memang brengsek." Aiko berdiri dengan kesal.
"Uni sampai berpikir apa salah Uni? Bahkan Risa juga menjalin hubungan dengan bang Aidan, tapi Risa masih mendingan karena dia belum tahu kalau Uni udah jafian dengan bang Aidan. Hanya saja Uni juga tidak tahu apakah bang Aidan jafian dulu dnegan Risa atau Uni?" Aileen mengusap air mata dengan tangan. Aiko mengambil tissu yang berada di meja rias Aileen dan memberikannya kepada kakaknya itu.
"Uni masih mencintai bang Atha?" tanya Aiko. Dia kembali duduk di tepi ranjang dan melihat Aileen.
"Perasaan Uni telah teralihkan kepada bang Aidan, hanya saja Uni kesal ternyata Atha berselingkuh saat kami masih bersama. Sedangkan bang Aidan, Uni telah diperingatkan oleh Risa bahwa bang Aidan itu playboy."
Aiko kesal karena Aidan dan Atha menyakiti kakaknya. Aiko teringat dengan perasaannya dengan Bian dan pria itu juga--menurut Aiko adalah seorang yang pengecut karena tidak membalas surat Aiko. Apakah dia menolak atau menerima. Namun, dengan melihat dia berciuman dengan Rebecca, Aiko seharusnya telah bisa menyimpulkan sendiri.
"Jadi sekarang apa rencana Uni?" tanya Aiko.
"Entahlah, Uni hanya takut sedih saat kuliah mulai nanti, karena pasti akan bertemu bang Aidan." Aileen kembali teringat semua kenangan yang dilaluinya bersama Aidan.
Apakah semester ini pria itu akan mengambil beberapa mata kuliah yang sama lagi dengan Aileen.
"Uni harus kuat, abaikan saja pria tidak penting yang hanya bisa menyakiti hati wanita," sahut Aiko memberi semangat.
"Kamu benar, Uni tidak akan mudah menyerah, Uni akan melupakan pria-pria itu dna fokus dengan kuliah." Setelah mengucapkannya Aileen terdiam. Aiko tahu pasti kakaknya sangat menyukai Aidan.
"Pokoknya kita harus semangat."
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad