Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Waktu Yang Tidak Tepat


__ADS_3

Aidan!" panggil seseorang. Membuat Aillen dan Aidan terkejut, mereka serempak melihat ke arah pintu. Ternyata Andri telah berdiri di sana dengan pandangan tidak berkedip melihat penampakan di depannya.


"Oh. Ya Ampun, mata gue ternoda." Andri menutup matanya dengan jari-jari yang terbuka lebar. Tentu saja akan tetap terlihat.


Aileen mencoba menyingkirkan Aidan dari tubuhnya. Aidan mau tidak mau, beranjak dari posisi empuknya. Pria itu menggerutu dan kesal dengan kedatangan Andri.


"Ngapain, sih loe ke sini dan selalu saja di waktu yang tidak tepat." Aidan duduk di sofa dan menarik tangan Aileen, agar gadis itu duduk di sampingnya.


Aileen menenangkan detak jantungnya yang berdetak kian kencang. Padahal mereka velum melakukan apa-apa, tapi Aileen bersyukur jika Andri datang. Entah apa yang terjadi jika Andri tidak datang. Apalagi rumah Aidan kosong, hanya ada mereka berdua. Tentu saja akan ada setan yang merayu, agar mereka melakukan hal yang tidak pantas.


"Gue cuma mau ngajak loe pergi nongkrong, mumpung libur," bujuk Andri.


"Gue sibuk, pulang aja deh loe. Gue mau sama Aileen aja di rumah," tolak Aidan.


Aileen hanya diam menahan malu. Pasti Andri menilai dirinya wanita gampangan.


"Harusnya loe, bersyukur gue datang. Kalau tidak pasti loe berdua berbuat kesalahan fatal dan lagian pintu juga nggak di tutup." Andri masuk ke dalam ruang tamu Aidan tanpa disuruh.


"Eh, stop! Keluar!" hardik Aidan.


"Kenapa?" Andri menghentikan langkahnya. Dia melihat kebelakang, apakah ada yang masuk lagi? Pencuri. Tidak ada apa-apa ternyata. Tanpa permisi pria itu duduk di sofa.


"Gue tidak terima tamu seperti loe." jawaban Aidan mendapat pukulan dari Aileen.


Bagi gadis itu lebih baik Andri ada, kalau tidak dirinya akan berada dalam bahaya. Aileen tahu Aidan ingin menciumnya tadi. Jika itu terjadi Aileen merasa sangat bersalah karena dia belum pernah. Saat pacaran dengan Atha, mereka hanya mengobrol saja. Paling jauh bergandengan tangan. Tidak sekalipun Aileen mengizinkan Atha melakukan lebih, seperti berciuman.


Aileen jadi ragu dan takut dengan Aidan, bagaimana jika yang dikatakan Risa benar. Bagi Aidan sudah biasa membawa wanita tidur bersamanya, lalu meninggalkannya. Gadis itu bergidik ngeri membayangkannya. Bisa rusak masa depannya jika itu terjadi. Itu juga akan membuat keluarganya malu.


"Aileen sepertinya setuju gue di sini, ya, 'kan Aileen?" bujuk Andri.


"Iya, Bang. Untung Abang datang," ucap Aileen lega.


Netra Aidan menatap Aileen tajam, pria itu tidak percaya, jika Aileen mengatakan itu. Merasa ada yang memperhatikannya dengan pandangan menembus, gadis itu melirik Aidan. Aidan menggeser duduknya lebih rapat lagi kepada Aileen. Kemudian pria itu melipat kakinya di atas sofa dan merubah posisi duduk agar bisa fokus menatap gadis puajaan hatinya. Berharap Aileen menarik kata-katanya tadi.


"Apa loe, tidak mau dicium gue?" pertanyaan blak-blakan dari Aidan seketika membuat wajah Aileen memerah karena malu.


Bagaimana Aidan mengatakan hal itu dengan tidak tahu malunya. Di depan sahabatnya lagi.

__ADS_1


"Te--tentu saja tidak, kita tidak boleh melakukannya. Ingat lain kali jangan!" Gadis itu kemudian mengalihkan pandangan dari wajah Aidan. Aidan mendekat ke telinga Aileen.


"Apa loe pernah dicium Atha? Atau loe masih mencintai Atha," bisik Aidan di telinga Aileen.


"Tidak!" jawab Aileen kesal. Senyuman terbit di wajah Aidan. Dia mengusap puncak kepala Aileen.


"Kalau begitu, gue juga tidak akan melakukannya kalau loe nggak ngizinin." Aidan mengusap pipi Aileen yang semakin memerah, seperti kepiting rebus.


"Hei, teman nggak ada akhlak! Gue masih di sini woi, loe main mesra-mesraan di depan gue!" Teriakan dari Andri menyadarkan Aidan dan Aileen.


"Ngapain loe masih di situ, 'kan gue udah ngusir elo, Oon." Aidan berdiri dari duduk dan menarik tubub Andri. Pria itu mendorong sahabatnya agar keluar dari rumah.


"Eh, gue nggak mau!" Dengan gesit Andri mengelak.


Aileen berdiri dari sofa.


"Bang Andri duduk aja, nanti Aileen buatin minum." Aileen menarik tangan Aidan, baginya lebih aman jika Andri juga di sini.


"Ayo, antar Aileen ke dapur buat minum."


Aidan mau tidak mau menuruti Aileen. Aidan membawa gadis itu ke dapur. Aileen dibuat kagum dengan dapur Aidan yang rapi dan bersih. Tidak seperti dapur di rumahnya, ya memang di rumah Aileen dapurnya bukan kitchen set. Hanya dapur kebanyakan seperti dapur rumah tangga lainnya.


.


Aileen tidak melihat peralatan dapur seperti panci dan lain-lain.


"Ini panci dimana, Bang?" Aileen jongkok mencari di bawah karena biasanya ibu akan meletakkan peralatan yang jarang dipakai di kolong meja dapur.


Aidan membuka salah satu lemari kitchen setnya. "Ini yang loe cari?"


"Ah benar!" Aileen berdiri dan menjangkau panci yang tergantung di dalam lemari. Namun, tidak sampai.


"Berapa, sih tinggi, loe?" Aidan mengambilnya dan menyerahkannya kepada Aileen.


"155 cm," jawab Aileen.


"Pantasan!"

__ADS_1


Aileen menatap Aidan, "Pantasan? Maksudnya?" Aileen tahu pasti Aidan mengejeknya.


"Nggak pa-pa." Aidan menahan ketawanya. Diia tidak mau membuat Aileen marah dan pulang. Ini adalah kali pertama Aileen ke rumahnya, dia harus memberikan kesan yang baik, sehingga di lain hari Aileen akan ke sini lag.


Aileen bersiap mengisi panci dengan air. Dia tidak ingin berdebat lagi dengan Aidan. Takut Aidan melakukan sesuatu kepadanya. Mereka hanya berdua di dapur.


"Loe mau buat apa?" tanya Aidan.


"Teh," jawab Aileen singkat.


"Percuma, gue nggak punya teh. Ayo kasih air putih dingin, aja. Dia udah senang, kok." Aidan mengeluarkan air dingin dari kulkas dan meletakannya di atas meja. Kemudian Aidan membuka salah satu lemari lagi dan mengeluarkan gelas.


"Bawa air, gue bawa gelas?"


"Nggak ada nampan, Bang? Masa bawa gitu aja?" sanggah Aileen.


"Udah biasa kok dia. Kadang juga dia ambil sendiri." Aidan melangkah keluar, mau tidak mau gadis itu mengikuti kekasihnya.


"Nih, minum." Aidan meletakan 3 gelas dan Aileen meletakan botol kaca yang berisi Air.


"Yah, gue pikir ada yang beda, ternyata air putih juga," sindir Andri, tapi tetap saja dia mengisi gelas dengan air dan meminumnya.


Aileen merasa tidak enak karena hanya bisa menyajikan air putih. Lagian kenapa dia yang merasa tidak enak? Yang punya rumahkan Aidan.


"Kalau loe nggak mau, udah pergi aja sana. Dari tadi juga gue udah usir. Loe aja yang babel." Aidan berdiri dan mendorong Andri kembali untuk keluar.


"Gue becanda, Dan. Loe serius amat, sih." Andri masih mencoba bertahan. Namun, Aidan telah mendorong Andri hingga depan pintu. Andri menhan tangan di pintu agar tidak keluar dari rumah.


"Eh, siapa yang datang itu?"


🍒🍒🍒


Siapa lagi ya kira-kira yang muncul?


Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2