Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Filosofi Strawberry


__ADS_3

"Ya, jalan kaki lah pulangnya," ucap Aidan asal.


"Apa?" Yang benar saja Aileen harus jalan kaki, jauh sekali ini dari rumahnya.


"Ayo masuk!" ajak Aidan, menarik tangan Aileen karena dia melihat Aileen masih bengong. Tentu saja Aileen bengong karena dia shock mendengar Aidan menyuruhnya jalan kaki.


"Pegang nampan ini," perintah Aidan kepada Aileen begitu mereka berada di depan etalase. Aileen dengan patuh memegang nampan.


Aidan mengambil 2 potong strawberŕy cheese cake di etalase dan meletakannya di nampan yang dipegang Aileen. Tanpa bertanya kepada Aileen apa yang diinginkannya.


Aidan melangkah menuju meja kasir, Aileen refleks mengikuti Aidan.


"Mau minum apa?" tawar Aidan saat mereka berada di meja kasir.


"Coklat dingin," jawab Aileen, dia sebenarnya ragu untuk memesan minuman.


Apakah nanti hutangnya akan bertambah?


"Kak, Milo dingin dan coklat dingin, ya," ujar Aidan kepada kasir.


Si kasir menghitung belanjaan Aidan.


"Total Rp. 30.000," jawab kasir.


Aidan menyerahkan uang Rp. 50.000 dan kasir memberikan kembaliannya.


Aidan mencari tempat duduk saat pertama dia bertemu Aileen.


"Di sini, aja." Aidan duduk di tempat yang sama. Dan Aileen mengikuti duduk di depannya.


Pemandangan pantai dapat terlihat dari tempat mereka duduk. Apalagi toko kue itu berada tinggi dari tanah. Untuk memasuki toko kue mereka harus menaiki tangga ke dalamnya.


Aidan memperhatikan Aileen yang menyeruput minumannya, kemudian beralih memakan kue dengan perlahan seperti berhati-hati atau seperti memperlakukan barang berharga baginya. Berbeda dengan Aileen, Aidan langsung memakan strawberry yang ada di cake dan memotong besar-besar cake tersebut.


"Kenapa loe menyisakan strawberrynya?" tanya Aidan penasaran.


"Oh, itu karena Aileen akan memakan sesuatu yang enak pada saat terakhir, agar dapat mengingat bahwa makanan itu enak," jawab Aileen sambil tersenyum.


Aileen tidak menyadari bahwa krim dari kue berlepotan di sudut bibirnya. Aidan mendekatkan tubuhnya dan melap krim tersebut dan menjilatnya. Aileen terkejut akan perlakuan Aidan.


"Sudah hilang." Aidan kembali menggeser tubuhnya ke belakang.


Aileen menundukan wajahnya, dia merasa panas dengan wajah yang merona merah. Hal itu justru membuat Aidan tersenyum. Aidan kembali mendekati Aileen dan mengambil kacamatanya. Mau tidak mau Aileen mengangkat wajah.

__ADS_1


"Kacamata Aileen," pinta Aileen, dia mencoba mengambil kacamata dari tangan Aidan.


"Saat berdua dengan gue, loe nggak usah pakai kacamata." Aidan memakai kacamata Aileen dengan cuek, seolah-olah itu adalah kacamatanya.


Aileen hanya pasrah, percuma berdebat dengan Aidan, bisa dipastikan Aileen tidak akan menang. Gadis itu kembali memakan kuenya.


"Loe nggak nanya kenapa gue makan strawbeŕry pertama kali?" Aidan kembali membuka pertanyaan kepada Aileen.


"Memangnya Aileen harus bertanya, ya?" balas Aileen polos.


Aidan memelotot, tidak percaya Aileen tidak penasaran dengannya.


"Tentu saja, karena kita akan menjadi dekat, so, sudah pasti kita harus saling mengenal," ucap Aidan.


"Ngomong-ngomong kita belum berkenalan secara resmi. Gue Aidan!" Aidan mengulurkan tangannya kepada Aileen.


Sesaat Aileen ragu untuk membalasnya. Aidan menggerakan tangan agar Aileen memberikan tangannya. Aileen akhirnya menerima uluran tangan Aidan.


"Aileen!" jawab Aileen dengan gugup. Cukup lama Aidan menjabat tangannya. Sampai Aileen harus menarik tangan dengan kuat, Aidan melepaskannya. Dia melihat Aileen sedikit takut.


"Gue lebih suka memakan strawberry diawal." Aidan kembali mulai berbicara setelah sempat mereka hening.


"Oh!" hanya itu suara yang keluar dari bibir Aileen yang mungil.


Bagaimana mungkin? Biasanya dia yang irit bicara, saat ini bertemu dengan gadis yang lebih irit bicara darinya. Hampir semua gadis-gadis yang akan sok akrab dan banyak bertanya kepada Aidan. Dan Aidan hanya akan diam maupun menjawab seperlunya.


Sekarang keadaan terbalik, dia menemukan gadis yang berbeda. Gadis yang seperti takut untuk bersama dan enggan dekat dengannya.


Aileen melihat kepada Aidan dengan bingung. Dia merasa tidak melakukan kesalahan.


"Gue suka memakan sesuatu yang enak diawal karena gue tidak mau, jika orang lain mengambilnya terlebih dahulu," ujar Aidan memberitahu Aileen tanpa diminta.


"Oh, begitu," jawab Aileen. Aidan hanya pasrah dengan kata-kata irit Aileen.


Matahari mulai terbenam dan warna jingga menghiasi langit. Kedua insan tersebut hanya diam tanpa berbicara. Aidan sebenarnya ingin bertanya lebih jauh tentang kehidupan Aileen. Dua hal yang sangat ingin diketahui Aidan yaitu apa yang terjadi pada gadis itu saat pertama kali mereka bertemu karena Aileen terlihat sangat sedih dan yang kedua adalah apakah Aileen telah memiliki pacar. Namun, hal kedua tidak terlalu berpengaruh bagi Aidan karena dia akan berjuang mendapatkan Aileen.


Jika Aileen fokus melihat ke arah sunset, Aidan justru fokus memandang wajah Aileen. Gadis di depannya menopang dagu memperhatikan ombak yang saling kejar-kejaran.


Cukup lama mereka hanyut dengan pikiran masing-masing. Dan tiba-tiba Aidan melihat Aileen meneteskan air matanya, meskipun secepat kilat gadis itu menghapusnya. Tetap saja Aidan telah sempat melihatnya.


"Kenapa dia menangis?" batin Aidan. Dia tidak sanggup melihat Aileen semakin bersedih. Aileen meminum airnya untuk menghilangkan kesedihan yang sempat muncul.


"Loe masih berutang dua strawberry cheese cake dan satu minuman sama gue," ucap Aidan tiba-tiba. Itu dilakukan Aidan agar Aileen tidak memikirkan apa yang yang membuat dia sedih.

__ADS_1


Hal itu membuat Aileen terbatuk.


"Apa?" Kalau begini bisa-bisa hutangnya akan semakin menumpuk. Lagian seingat Aileen dia bayar sendiri kok strawberry cheese cake yang dimakannya saat itu.


"Kanapa terkejut?" tanya Aidan dengan cuek.


"Aileen ingat! Saat itu strawberry cheese cake yang Aileen makan, Aileen bayar sendiri, kok.  Bagaimana bisa Aileen jadi berhutang dan juga hukuman ospek kayaknya terlalu mengada-ngada, deh," cerocos Aileen.


"Kenapa? Tidak suka?" Aidan pindah duduk di samping Aileen, membuat posisi mereka menjadi sangat dekat. Aileen gemetaran, takut jika Aidan melakukan hal nekat. Dia ingat Aidan adalah ketua geng motor. Pasti dia orang yang sangat brutal.


Aileen berpikir bagaimana cara lepas dari Aidan dan tidak membuatnya marah?


"Bu--bukan, Aileen hanya tidak punya uang dan harus membongkar celengan. Juga hukuman setiap sabtu, papa tidak suka Aileen keluyuran." Aileen menjawab dengan terbata-bata. Gadis itu berharap Aidan akan percaya padanya dan melepaskan Aileen.


"Jangan bohong, katakan saja kalau setiap sabtu adalah jadwal loe ngedate, 'kan?" tuduh Aidan.


"Sekalipun Aileen punya pacar, papa tidak akan mengizinkan Aileen untuk pergi," gerutu Aileen.


Bisa dikatakan saat dia berhubungan dengan Atha, mereka lebih sering menghabiskan waktu di sekolah dan sesekali Atha akan main ke rumahnya. Tentu saja dalam pengawasan papanya. Bisa dibilang Atha main ke rumah lebih banyak mengobrol dengan papanya ketimbang dengan Aileen. Pergi makan pun, mereka hanya di kantin dekat sekolah. Namun, hal itu sudah membuat Aileen bahagia karena dia bersama dengan orang yang disukainya.


"Jadi dia sudah punya pacar?" batin Aidan.


Aidan tidak ingin membahas lebih lanjut.


"Gue udah selesai!" Aidan langsung beranjak dari duduknya dan berjalan keluar dari toko kue.


Aileen mengikuti Aidan sampai ke parkiran.


"Bang! Bisa kembalikan uang Aileen?"


🍒🍒🍒


sambil nunggu aku up. Yuks mampir ke karya temanku!



Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2