
"Aw!" teriak Aileen. Tubuhnya berguling-guling ke bawah jurang kecil.
Semua berhenti, Andri mengarahkan senter ke bawah tempat Aileen jatuh. Aidan refleks juga turun ke bawah. Aileen terdampar di sebuah ranting, dia mencoba duduk. Pakaiaan Aileen penuh lumpur. Jika tidak ada ranting mungkin Aileen masih akan berguling-guling.
"Loe baik-baik,aja, 'kan?" tanya Aidan cemas. Jika dipikir-pikir kenapa gadis ini selalu ditimpa kemalangan? Apa dia begitu ceroboh?
"Aileen nggak pa-pa, Bang." Aileen mencoba untuk bangkit. Namun, tidak bisa sepertinya pergelangan kaki Aileen terkilir.
Aidan memeriksa pergelangan kaki Aileen, merah dan bengkak. Aileen meringis kesakitan saat Aidan menyetuh kakinya.
"Apa itu sakit?" tanya Aidan. Aileen menganggukan kepala.
"Pergelangan kaki Aileen sepertinya terkilir!" teriak Aidan memberitahu yang lain.
"Jadi bagaimana?" Andri balas berteriak agar terdengar karena suara hujan yang berisik membuat pendengaran mereka terganggu.
"Gue akan coba gendong dia naik ke atas. Kalian ambil ranselnya." Aidan mengambil ransel dari punggung Aileen dan melemparkannya ke atas. Andri menyambut Ransel itu. Aidan juga melemparkan ranselnya.
"Naiklah ke punggung gue!" perintah Aidan. Aileen menatap Aidan dengan ragu, dia merasa tidak enak. Berkali-kali Aidan menolongnya. Aileen ingat saat dia mengabaikan Aidan dan mengucapkan kata-kata yang menyakiti Aidan. Gadis itu merasa bersalah.
"Cepat, nanti hari semakin malam," ucap Aidan saat melihat Aileen hanya diam saja.
"Ayo Aileen, nanti gue meraih loe." Andri menambahkan dari atas.
Aileen menahan sakit saat mencoba naik ke punggung Aidan. Setelah berhasil Aidan berdiri sehingga Aileen lebih tinggi dan bisa diraih oleh Andri dan yang lainnya.
Andri dan salah satu perserta membantu Aileen naik. Aileen akhirnya bisa juga naik ke atas. Setelah Aileen aman di atas, Aidan dengan cekatan naik juga. Mereka mengembalikan ransel Aidan dan Aileen.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan." Andri kembali memulai perjalanan. Aileen memaksakan diri untuk berjalan. Namun, gerakannya lambat, Aidan melihatnya, pria itu tidak bisa mengabaikan begitu saja keadaan Aileen.
"Apa loe bisa berjalan?" tanya Aidan, dia tahu Aileen pasti kesakitan.
"Iya, bisa. Nggak pa-pa," jawab Aileen padahal wajahnya mengatakan bahwa dia tidak baik-baik saja. Aileen meringis menahan sakit. Gadis itu memaksakan diri untuk berjalan, ditambah ransel yang berat dipunggungnya.
__ADS_1
"Andri, gue akan gendong Aileen, dia tidak bisa berjalan. Bawain ransel gue dan Aileen," pinta Aidan.
Andri menyuruh salah satu peserta lain membawa ransel Aileen, sedangkan dia membawa ransel Aidan.
"Naiklah!" Aidan jongkok di depan Aileen. Semua terpaksa berhenti menunggu Aidan dan Aileen.
Syira merasa Aidan benar-benar menyukai Aileen, terlihat dia sangat mengkhawatirkan Aileen. Semoga perasaan Aidan terbalaskan, Syira tahu rasanya cinta bertepuk sebelah tangan. Cukup baginya hanya dia yang merasakan.
Hanan memperhatikan tatapan Syira yang tidak terbaca saat memperhatikan tindakan Aidan terhadap Aileen.
"Loe nggak cemburu, 'kan?" bisik Hanan di telinga Syira.
"Nggak, gue justru kasihan melihat Aidan. Melihat Aidan sekarang seperti melihat gue dulu terhadap Aidan. Semoga perasaan Aidan terbalaskan." Syira kembali berjalan saat Aileen telah digendong Aidan.
Hanan heran dengan perubahan sikap Syira, dia tersenyum karena Syira benar-benar telah move on. Hanan pun mengikuti Syira. Semoga ada kesempatan bagi Hanan untuk mendapatkan Syira juga atau jika memang tidak bisa m3ndapatkan Syira. Hanan berharap perasaannya terhadap gadis itu menghilang. Seperti perasaan Syira terhadap Aidan.
"Maaf, selalu merepotkan, Abang," cicit Aileen. Dia memeluk erat Aidan, tiba-tiba air matanya jatuh bersamaan denga air hujan yang masih setia untuk turun. Entah sejak kapan Aileen merasa kehilangan Aidan dan sekarang dia kembali merasakan perhatian Aidan.
Apakah perhatian Aidan akan pergi ketika dia telah baik-baik saja? Apakah perasaan Aidan kepadanya masih sama seperti enam atau tiga bulan yang lalu? Sebelum Aileen membuat pria itu menjauh darinya?
Mereka terus berjalan, meskipun medan yang mereka tempuh menjafi sulit karena hujan dan hari yang gelap. Mereka akhirnya menemukan mobil yang membawa mereka ke sini. Aidan menurunkan Aileen kemudian mencari kunci mobil di dalam saku celanannya. Dia membuka pintu mobil, membuka pintu di samping pengemudi. Aidan kembali dan menggendong Aileen ala bridal, dia kemudian mendudukan Aileen di kursi mobil.
Pandangan Aileen tidak lepas dari wajah Aidan. Dia memperhatikan segala gerak-gerik Aidan dalam memperlakukannya.
Yang lain memasukan barang-barang ke dalam bagasi mobil. Aidan melemparkan kunci mobil kepada Andri tanpa pemberitahuan, untung Andri dapat menangkapnya dengan sigap. Andri paham, itu artinya Aidan menyuruhnya menyetir. Aidan duduk di belakang Andri.
Hujan masih turun, hanya saja tidak sederas sebelumnya. Andri membawa mobil dengan perlahan. Aidan mencoba tidur, dia merasa lelah dan mengantuk. Mobil sampai di kampus pukul 8.30 malam. Hanya beberapa mahasiswa yang masih berada di kampus.
Aileen mencoba untuk turun dari mobil, dia harus cepat pulang, karena takut angkot tidak ada lagi. Aidan melihat Aileen yang berusaha untuk turun.
"Tetap di dalam mobil, gue akan mengantar loe pulang," cegah Aidan. Pria itu keluar dari mobil dan pindah ke depan.
Aidan langsung melajukan mobil tanpa pamit dengan yang lain. Andri hanya menggeleng-gelengkan kepala heran melihat tingkah Aidan.
__ADS_1
Sepanjang jalan mereka hanya diam. Aileen harus mengatakan sesuatu agar bisa mencairkan suasana. Gadis itu juga ingin mengatakan tentang perasaannya kepada Aidan.
"Hmm, terima kasih," ucap Aileen nyaris tak terdengar. Aidan hanya diam, Aileen semakin merasa tidak enak.
"Apakah Aileen boleh dekat dengan Abang?" kata-kata tersebut akhirnya lolos dari bibir Aileen. Aidan mengerem mobil secara mendadak.
"Maksud loe?" Aidan menepikan mobil kemudian menghadap ke arah Aileen.
"Aileen merasa kehilangan, Aileen sepertinya suka sama Abang!" isak Aileen. Aidan tersenyum mendengar itu. Jadi Aileen telah membalas perasaannya?
"Loe tidak sedang ngerjain gue, 'kan?"
Aileen menggelengkan kepalanya lagi. Aidan menatap Aileen yang menunduk karena malu. pria itu mengusap kepala Aileen.
"Jadi sekarang, loe jadi pacar gue dan jangan melihat pria lain, oke!" Aileen membalas melihat ke arah Aidan, gadis itu tersenyum dan mengangguk setuju. Aidan kembali mengusap kepala Aileen.
Aidan kembali melajukan mobil menuju rumah Aileen. Sesampai di sana, dia kembali menggendong Aileen.
"Nggak usah, Bang. Aileen coba jalan sendiri, aja," tolak Aileen. Namun, Aidan memaksa, dia tetap menggendong Aileen.
Mereka tidak menyadari sepasang mata memperhatikan mereka dengan cemburu.
"Aileen!" panggil sepasang mata itu.
"Atha!"
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad