
"Saya menyukai Abang!" teriak Risa tepat di depan Andri.
Andri yang sedang bengong karena melihat Aidan ditembak 4 cewek menjadi kaget tiba-tiba ditembak cewek juga dan jarang-jarang Andri mendapat perhatian dari perempuan.
Kenapa para gadis-gadis ini begitu nekad, sudah bisa dipastikan mereka akan ditolak dan itu akan membuat mereka bertambah hukuman.
Andri memandang gadis di depannya. Karena kasihan Andri menerimanya.
Sementara Aidan melihat Aileen yang akan mendekati Hanan, segera berpindah ke posisi Hanan. 4 gadis yang menyatakan cinta padanya menjadi bingung karena mereka ditinggal tanpa jawaban.
Aileen menutup mata dan menarik nafas.
"Saya menyukai Abang!" ujar Aileen dengan bergetar dan kurang jelas.
"Apa saya tidak dengar," jawab Aidan yang telah berada di depan Aileen dan menggeser Hanan. Hanan heran dengan kelakuan Aidan.
"Saya suka sama Abang," ulang Aileen, dia membuka matanya. Alangkah kaget Aileen saat melihat bukan Hanan yang ditembaknya melainkan pria yang ingin dihindarinya.
Semua yang ada di sana juga terkejut melihat tindakan Aidan yang tiba-tiba berpindah.
"Gue menolak loe, sebagai hukumannya, loe harus ikut gue." Aidan menarik tangan Aileen. Bersiap menyeretnya pergi.
"Aidan, loe apa-apaan?" sewot Syira yang cemburu.
"Lalu bagaimana dengan mereka berempat?" tanya Maya.
"Gue terima mereka semua, jadi hukuman kalian selesai, silahkan kalian kembali ke barisan," perintah Aidan cuek. Seperti dia saja yang menjadi panitia.
"Kalau loe mau menghukum anak itu, di sini saja," perintah Hanan. Dia kesal karena Aidan mengacaukan OSPEK.
"Gue bawa sebentar, bakal gue balikin dengan utuh, kok." Aidan menarik tangan Aileen kembali dan menjauh dari sana.
Hanan dan Syira memanggil-manggil Aidan. Namun, diabaikan oleh Aidan. Hanan akhirnya mengalah, tidak mengejar maupun memanggil Aidan lagi. Mereka harus melanjutkan acara.
"Biar, gue yang susul," tawar Andri.
"Dasar Aidan, panitia bukan malah main larikan anak orang, aja," kesal Andri dalam hati, tapi tetap saja dia menyusul Aidan.
"Kalian boleh kembali ke posisi masing-masing," perintah Hanan.
*
*
*
"Lepas, Bang. Sakit." Aileen menarik tangannya begitu mereka sampai di taman.
Aidan melihat sekilas pergelangan tangan Aileen yang memerah. Aidan kasihan tapi dia masih ingin menjahili Aileen. Berani sekali Aileen akan menyatakan cinta kepada Hanan.
__ADS_1
"Loe masih punya hutang sama gue," ujar Aidan.
"Iya, nanti Aileen beliin strawberry cheese cakenya," jawab Aileen. Meskipun Aileen tidak ingat pernah berutang kepada Aidan, tapi dia ingat memang pernah membeli strawberry cheese cake, saat patah hati dan itu pertama kali dia ke sana. Aileen bersiap-siap pergi dari sana.
"Eh, mau kemana loe? Hukuman loe belum selesai, loh." Aidan menghadang jalan Aileen, membuat Aileen sempat menubruk dada Aidan. Namun, dengan cepat Aileen berdiri dengan baik.
Aileen menarik nafas panjang.
"Apa hukumannya, Bang?" Aileen tidak ingin melawan karena takut Aidan marah dan membuat hukumannya bertambah, sebaiknya Aileen menuruti saja apa mau Aidan.
"Pertama, setiap hari sabtu setelah pulang kuliah, loe harus ngajak gue ke Strawberry on the ShortCake buat makan strawberry cheese cakes, kedua--,"
"Tidak bisa, Bang. Uang jajan Aileen tidak sanggup bayarnya dan lagian setiap.sabtu lagi, klo cuma 2 kali sabtu. Masih bisa Aileen bongkar dari celengan," gerutu Aileen.
Yang benar saja, dia harus mentraktir Aidan setiap sabtu. Uang jajan Aileen saja cuma Rp. 120.000 setiap minggu. Itu sudah masuk ongkos angkot ke kampus.
"Ya udah, gue yang bayar, kedua loe tidak boleh dekat-dekat cowok," tambah Aidan menatap lekat ke wajah Aileen.
"Yang kedua tenang, aja, emang itu prinsip Aileen, kok." Jawaban dari Aileen membuat Aidan heran. Bukankah setiap mahasiswa baru yang jomlo akan tebar pesona dan mencari cowok?
"Apa jangan-jangan dia sudah punya cowok?" Memikirkan itu Aidan menjadi tidak tenang.
Aidan membuka kacamata Aileen dan mencobanya. Aileen terkejut dengan perlakuan Aidan yang lancang. Pria itu kemudian memandang wajah Aileen. Manis dan imut.
"Kacamatanya tidak ada resep? Mengapa dia harus memakai kacamata? Apa pacarnya yang menyuruh?" batin Aidan.
"Apa loe udah punya pacar?" pertanyaan tiba-tiba membuat Aileen kaget.
"Aidan!" Panggilan dari Andri, mengejutkan Aileen dan Aidan. Ditambah dengan posisi mereka yang seperti itu, jika orang yang melihat pasti salah paham.
Aidan langsung memakaikan kacamata Aileen lagi. Bukan apa-apa dia takut orang lain melihat kecantikan Aileen.
"Tetaplah pakai kacamata ini kecuali di depan gue saat kita berdua," bisik Aidan.
Aileen memelotot kepada Aidan, heran dengan maksud Aidan.
"Aidan apa yang loe lakuin sama dia?" Andri semakin mendekat ke arah mereka.
"Kenapa loe, ke sini? 'Kan, tadi gue bilang bakalan balikin dia utuh," kesal Aidan.
"Loe nggak ngelakuin macam-macam, 'kan?" selidik Andri.
Andri melihat ke arah Aileen yang wajahnya telah memerah.
"Apa Aidan nekat mencium anak baru ini? Gawat kalau begitu, bisa dilaporkan panitia tahun ini tidak bisa menjaga juniornya," batin Andri.
"Nama loe, Aileen, 'kan?" tanya Andri.
Aidan justru menghalangi Andri dari melihat Aileen dengan menggeser Aileen ke belakangnya.
__ADS_1
"Ya, Bang," jawab Aileen. Dia kemudian bergeser agar bisa pergi dari sini.
"Aileen, loe baik-baik aja, 'kan? Aidan tidak melecehkan loe?"
"Apaan, sih loe. Gue masih tahu menghargai wanita, ya. Nggak mungkin gue paksa dia di hari pertama dia kuliah." Aidan yang menjawab dengan kesal.
"Gue tanya Aileen, Aidan! Kenapa loe yang jawab?"
Aidan memelotot kepada Andri, membuat nyali Andri menciut. Aidan kemudian menarik tangan Aileen dan membawanya kembali ke rombongan mahasiswa baru.
"Loe udah bisa gabung sama mereka, tapi ingat jangan dekat-dekat cowok," bisik Aidan.
Aileen berjalan menuju barisannya.
"Gue kembaliin Aileen, jagain," ujar Aidan kepada Hanan.
Kemudian Aidan meninggalkan lokasi OSPEK. Semua mata menatap Aileen, bertanya-tanya apa bagusnya gadis itu.
Syira semakin benci menatap Aileen, sejak kapan mereka kenal? Padahal Syira selalu mengikuti gerak-gerik Aidan selama ini. Bahkan dia mencari tahu kepada Andri tentang Aidan. Dari info Andri, Aidan tidak dekat dengan gadis manapun.
"Aidan!" panggil Hanan, dia benar-benar merasa dianggap remeh oleh Aidan, padahal dia seorang ketua BEM.
Hanan menarik baju Aidan dari belakang membuat Aidan terhenti. Aidan membalikan tubuhnya menatap Hanan yang masih memegang kemejanya.
"Loe tahu nggak akan menang melawan gue dan gue nggak mau buat loe malu di sini. Disaksikan oleh semua mahasiswa baru ini?" ancam Aidan
Hanan tahu, dia tidak akan bisa menang melawan Aidan entah itu dalam perkelahian maupun balapan. Satu saja Hanan menang yaitu dalam pelajaran. Namun, Hanan tidak tahu jika Aidan tidak serius dalam belajar sebagai pemberontakannya kepada ayahnya.
Aidan sengaja membuat nilainya tidak terlalu bagus dengan kemampuan yang dimilikinya, agar ayah memperhatikan Aidan. Sejak Aidan ke kota ini, tidak sekalipun ayahnya menjenguknya. Tapi semua karena ancaman Aidan sendiri.
Hanan melepaskan kemeja Aidan.
"Setidaknya, loe minta maaf karena telah mengacaukan OSPEK," pinta Hanan.
🍒🍒🍒
Kira-kira mau nggak ya Aidan minta maaf? Tulis di kolom koment ya!
Sambil nunggu silahkan baca karya temanku ya!
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1