
Aidan dan Andre melewati lorong menuju kantin, Aidan melihat Aileen tengah dibully oleh anak-anak kimia yang perempuan. Aileen dibawa ke tempat yang cukup sepi, sehingga tidak akan ada yang melihat. Sementara Aidan memang sedang mencari Aileen, makanya dia bisa melihatnya.
"Apa yang kalian lakukan? Siapa yang merebut pacar orang lain?" ujar Aidan yang datang dan telah berdiri di belakang gadis yang memegang dagu Aileen.
Semua gadis itu terkejut, apalagi para gadis yang memegang tangan Aileen menghadap ke arah Aidan, dengan cepat para gadis di sisi kanan dan kiri Aileen melepaskan tangan Aileen.
"Jangan sok jadi pahlawan,' ucap gadis yang membelakangi Aidan. Dia masih mencengkram dagu Aileen. Sementara teman-temannya memberi tanda, agar si gadis melihat ke belakangnya. Namun, diabaikan gadis itu.
"Tidak ada yang ingin jadi pahlawan," jawab Aidan, dia berkacak pinggang menunggu gadis tersebut melihat ke arahnya.
"Kalau nggak mau jadi pahlawan, silahkan pergi dari sini, ini urusan perempuan," usir gadis itu lagi. Teman-temannya semakin gencar memberi tanda, agar dia melihat ke belakang.
"Apaan, sih. Kalian kenapa?" Gadis yang memegang dagu, membalikan tubuh dan melihat siapa yang membuat dua temannya itu melepaskan Aileen.
"Bang Aidan," cicit gadis itu.
"Apa yang kalian lakukan pada pacar gue?" hardik Aidan.
Aileen memelotot kepada Aidan, gadis itu tidak percaya Aidan semakin mempersulit keadaan dan membuatnya semakin kacau.
"Apa? Pacar?" serentak para gadis itu. Mereka menatap Aileen dengan tuduhan pembohong dan munafik, jelas-jelas dia memiliki hubungan dengan Aidan.
"Bohong, Aileen tidak ada hubungan apa-apa dengan Bang Aidan, Kak!" Aileen kembali membela diri.
Aidan mendekati Aileen dan merangkulnya.
"Loe nggak usah malu mengakui hubungan kita."
__ADS_1
Aileen semakin terperangah dengan kelakuan Aidan. Dia melepaskan diri dari rangkulan Aidan. Atha saja belum pernah menyentuh Aileen saat mereka pacaran. Kenapa justru Aidan yang dengan seenaknya memperlakukan dan menyentuh Aileen?
"Itu tidak benar, apa maksud Abang berbohong?" Aileen menatap tajam Aidan.
Andre yang masih berada di sana hanya tersenyum melihat tingkah Aidan dan Aileen. Andre sendiri, tidak habis pikir mengapa Aidan menyukai Aileen, sementara banyak gadis lain yang lebih cantik dari Aileen yang menyukainya. Dilihat-lihat dari segi manapun tidak ada bagus-bagusnya Aileen, tapi mengapa Aidan seperti itu memperlakukan Aileen, bahkan terang-terangan melarang setiap pria untuk mendekati Aileen.
Andai Aidan tahu, bahwa tidak akan ada pria yang ingin menjadikan Aileen sebagai pacar mereka.
"Gue nggak bohong, secepatnya loe bakal jadi pacar gue." Aidan membalas tatapan tajam Aileen dengan lembut.
"Hah!" semua gadis tersebut terkejut dengan pengakuan Aidan yang tidak masuk akal. Jadi gadis itu benar dan jika dilihat dengan keadaan sekarang, Aidan lah yang menyukai Aileen.
Apa Aidan buta? Selama ini Syira menyukainya, Aidan malahan mengabaikannya. Apa menariknya Aileen dibandingkan Syira. Selain cantik dan pintar, Syira adalah seorang model. Jauh sekali dengan Aileen. Apa Aileen menguna-gunai Aidan?
"Jadi, bang Aidan belum jadi pacar dia?" tunjuk gadis yang memegang dagu Aileen.
Para gadis itu langsung pergi, sebelum Aidan berubah pikiran dan memberi mereka hukuman. Aidan memandang wajah Aileen, memegang pipi Aileen memastikan bahwa gadis pujaannya tidak terluka, dagu Aileen sedikit gores. Namun, tidak parah. Aidan juga memeriksa tangan Aileen, dan mendapati pergelangan tangan Aileen memerah.
"Lepas!" Aileen menyingkirkan tangan Aidan yang memegang tangannya. Aileen masih sangat marah dan kesal kepada Aidan. Semua gara-gara Aidan, Aileen menjadi seperti ini.
"Ayo, gue antar ke klinik," ajak Aidan.
Risa keluar dari persembunyiaan saat melihat Aidan memberi perhatian kepada Aileen. Risa menghampiri Aileen dan Aidan.
"Aileen! Ternyata loe di sini. Gue cari-cari, loh." Risa berpura-pura baru datang. Padahal maksudnya ingin menjauhkan Aileen dari Aidan. Tidak rela Risa, Aileen diperhatikan oleh Aidan.
"Risa!" sapa Aileen, gadis itu merasa lega karena Risa datang. Hanya Risa teman yang dikenalnya dan Risa merupakan tempat Aileen bisa mengadu.
__ADS_1
"Loe kenapa? Kok wajah loe kusut gitu?" acting Risa patut diacungi jempol.
"Gue--," Aileen menahan isak tangisnya, dia merasa telah diperlakukan dengan tidak adil.
"Ayo, ikut gue. Kuliah udah mau mulai." Risa merangkul lengan Aileen, agar pergi dari sana.
"Aileen!" panggil Aidan.
"Maaf, Bang. Baiknya Aileen nenangin diri dulu. Risa akan menjaganya." Risa mencoba menjadi gadis baik di depan Aidan. Sehingga Aidan berpikir Risa memang teman yang baik buat Aileen.
"Ya udah, gue titip Aileen," ujar Aidan.
Risa mengangguk dan berjalan menuju kelas selanjutnya. Kemudian dia tersenyum dengan licik.
🍒🍒🍒
Pernah kan punya teman kayak Risa?
Sambil nunggu aku up Aileen dan Aidan, cus mampir di karya temanku!
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad