
"Winda! Atha?" Aileen tidak percaya melihat kejadian di depan matanya itu.
Winda mekepaskan pelukannya, kemudian berbalik badan melihat reaksi Aileen. Netra Atha terpaku dengan manik mata Aileen. Tubuh pria itu kaku, dia bahkan tidak sempat melepaskan pelukan dari Winda, sampai Winda yang melepaskan sendiri.
"Kenapa Aileen? Kamu terkejut?" Winda mendekat ke arah Aileen dan menatap wajah Aileen yang shock melihat kejadian itu.
"Wi--Winda, kamu, ah pasti kalian punya penjelasan." Aileen masih berusaha untuk berpikiran positif.
"Aileen, Aileen, ternyata kamu gadis yang naif, ya? Mungkin karena itu kamu sangat mudah dibohongin." Winda mengelilingi tubuh Aileen.
"Apa maksudmu?" Aileen menoleh ke arah Winda. Gadis licik itu menghentikan langkah kaki yang memutari Aileen. Dia fokus menghadap Aileen.
"Kamu pikir yang terjadi barusan adalah ketidak sengajaan?" Winda tersenyum mengejek.
"Winda hentikan!" Akhirnya Atha mengeluarkan suara. Dia menarik tangan Winda untuk pergi dari rumah Aileen sebelum gadis itu membeberkan perselingkuhannya kepada Aileen.
Winda menghempaskan tangan Atha dan menatap nyalang ke arah pria itu.
"Kenapa? Apa kamu takut Aileen mengetahui pria seperti apa kamu?" tantang Winda.
Aileen menatap Winda kemudian Atha. Apa yang mereka perdebatkan?
"Kalian sedang membahas apa?" tanya Aileen.
"Kamu benar-benar bodoh, ya, Aileen! Kamu bahkan masih belum menyadarinya," ejek Winda, dia kembali menuju Aileen.
"Tidak usah bertele-tele, Win! Katakan saja, apa yang ingin kamu sampaikan?" Aileen menjadi kesal karena Winda dari tadi mengejeknya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka berdua?
"Yang tadi kamu lihat, sudah kami lakukan sejak SMA!" beber Winda.
Aileen mundur dan menutup mulut tidak percaya dengan yang dia dengar. Apakah itu maksudnya Atha dan Winda telah berhubungan sejak mereka sekolah dulu? Kekasih dan sahabatnya menjalin hubungan dibelakangnya dan Aileen sama sekali tidak menaruh curiga.
"Maksudmu, Atha dan kamu trlah berselingkuh sejak SMA?" Aileen berharap itu tidak benar.
"Akhirnya kamu mengerti, bahkan kalian putus karena aku yang memaksa Atha," tambah Winda.
__ADS_1
"Atha! Kenapa?" Aileen menatap Atha dengan tajam.
"Aileen, jangan dengarkan Winda, dia hanya ingin agar kita tidak kembali bersama." Atha mencoba meraih tangan Aileen.
Sebelum pria itu mencapai tangannya. Aileen mundur menajuhi Atha, tidak sudi di sentuh pria itu.
"Kamu ingin tahu alasannya Aileen? Itu karena kamu tidak ingin disentuh oleh Atha. Dia pria normal yang ingin melakukan pacaran lebih dari hanya sekedar bergandengan tangan. Setidaknya, kamu mau dicium," terang Winda.
Aileen menoleh kepada Winda, kemudian kembali kepada Atha. Gadis itu menatap Atha seakan meminta penjelasan.
"Aileen dengar, aku bisa jelaskan," bujuk Atha.
"Apa itu benar?" Aileen teringat saat Atha pernah akan menciumnya, Aileen menolak karena merasa belum cukup umur dan dia merasa tidak nyaman serta takut.
"Tentu saja, apa kamu ingat saat acara perpisahan, aku dan Atha menghilang. Kamu ingin tahu apa yang kami lakukan?" Winda masih memprovokator Aileen.
Ingatan Aileen kembali ke masa itu, saat dia merasa sedih karena Atha memutuskannya hanya karena mereka berjauhan. Gadis itu mencari Atha, meminta penjelasan dan berharap Atha merubah keputusannya. Aileen memang melihat Atha keluar dari gudang belakang sekokah dan sekilas Aileen juga melihat Winda keluar dari sana. Pakaian Atha yang tidak rapi serta Winda juga begitu. Apakah mereka telah berbuat mesum saat itu? Jika dihubungkan dengan yang disampaikan Winda, sudah tentu itu mengarah ke sana.
"Hentikan, Win!" teriak Atha. Pria itu menatap tajam kepada Winda, jika tatapan bisa membunuh, saat ini Atha sedang melakukannya kepada Winda.
Aileen merasa pusing melihat mereka. Gadis itu bertahan, lebih baik mengetahui sekarang daripada selamanya dia akan dibohongi oleh dua orang yang dia sayangi. Ralat, sekarang Aileen tidak menganggap mereka orang yang disayangi lagi.
"Kamu tahu Aileen, Atha mutusin kamu karena aku mengancam dia akan membeberkan perselingkuhan kami, aku nggak mau hanya menjadi ban serep dia, terlebih kami akan kuliah di tempat yang sama dan itu adalah kesempatanku untuk kalian putus dan menjadi pacar Atha satu-satunya," tambah Winda.
"Aileen, aku tahu aku salah, beri aku kesempatan." Atha mendekat ke arah Aileen dan menggenggam tangannya.
Aileen hanya terdiam kaku, dia benar-benar bingung dengan kenyataan yang baru saja diketahuinya.
"Aku sudah putus dengan Winda. Aku janji akan setia," mohon Atha.
Aileen menatap pria yang tengah memohon itu sekilas, kemudian menoleh ke arah Winda.
"Apa aku punya salah selama menjadi sahabatmu?" tanya Aileen, dia melepaskan tangan dari genggaman Atha.
"Tidak, aku hanya tidak suka kamu mendapatkan Atha. Aku iri, kenapa harus kamu. Kamu tidak semenarik itu, Aileen dan loe Atha! Apa yang loe lihat dari Aileen?" maki Winda. Dia tidak percaya dari sekian prasangka yang seharusnya ditanyakan Aileen kenapa itu yang ditanyakan gadis naif itu.
__ADS_1
"Apa loe tidak sadar? Aileen jauh lebih baik dari loe," hardik Atha.
Aileen tersenyum melihat mereka, dia masih menahan air mata yang mulai tergenang dan bersiap untuk turun.
"Terima kasih, atas pelajaran hari ini. Sekarang aku akan lebih berhati-hati memilih teman dan pacar," ucap Aileen dingin.
"Aileen percayalah, aku tidak pernah bermaksud menyakitimu, aku hanya tersesat saat itu," bujuk Atha.
"Apa kamu akan menjadi gadis bodoh dengan menerima Atha kembali?" ejek Winda.
"Tidak, kamu boleh mengambilnya," ucap Aileen tanpa ekpresi.
Winda dan Atha terkejut melihat reaksi Aileen.
"Aku tidak akan kembali kepada Winda," sahut Atha dengan yakin. "Loe, tidak akan mendapatkan gue." Atha menoleh ke arah Winda.
"Bukankah kalian cocok? Sama-sama pengkhianat!" ejek Aileen. Dia menatap satu persatu orang di depannya itu. Aileen benar-benar teremuk. Kepercayaan dirinya hilang. Di saat dia mengetahui Aidan berselingkuh dan sekarang dia mendapati fakta baru bahwa Atha, mantan terindah yang dia anggap cowok terbaik, ternyata juga sama.
"Aku bukan pengkhianat, dari awal aku nggak pernah mau jadi sahabat loe," maki Winda.
"Pergilah, aku tidak ingin melihat kalian lagi. Beruntung kalian kuliah di Bandung. Pergi!" teriak Aileen, dia menahan perasaan sakit hati.
"Jika aku tidak bisa mendapatkan kamu, aku tidak akan membiarkan pria manapun mendapatkanmu, Aileen." Atha pergi meninggalkan rumah Aileen, melajukan motor, entah kemana.
Winda pun dengan marah dan kecewa pergi dari rumah Aileen. Setelah dua orang pengkhianat itu pergi akhirnya Aileen jongkok dan menangis. Gadis itu mengutip kaca dari gelas yang pecah, karena tidak fokus salah satu kaca melukai tangan Aileen.
"Uni!" Aiko melihat Aileen yang jongkok membersihkan kaca dan terluka.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad