Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Kimia Dasar


__ADS_3

Hari pertama kuliah, Aileen mencari lokal untuk pelajaran kimia dasar. Kuliah dimulai pukul 8 pagi, sekarang masih jam 7.30. Gadis itu bersyukur datang tidak terlambat. Aileen menaiki tangga menuju lantai 2. Di sana, Aileen melihat teman-teman prianya berkumpul di beberapa kelas. Aileen tidak tahu apakah jadwal mereka sama?


"Aileen! kuliah apa hari ini?" tanya salah satunya.


"Kimia dasar," jawab Aileen.


"itu ruangannya," tunjuk teman Aileen. Aileen mengikuti arah tunjuk pandangan temannya itu.


Hari ini Aileen, memakai celana jeans dengan kemeja yang seperti biasa kebesaran berwarna biru lembut. Aileen mengikat rambutnya dengan gaya low ponytail dan kacamata yang masih setia bertengger di wajahnya. Yang tidak mengenal Aileen, waktu SMA pasti tidak akan melirik Aileen sebagai seorang wanita sedikit pun.


"Aileen! Habis mapel kimia dasar apa?" tanya Anthony teman satu jurusan Aileen. Anthony juga bersekolah di tempat yang sama dengan Aileen saat SMA.


Anthony heran saat melihat penampilan Aileen, dia bertanya-tanya, apakah mata Aileen rusak sehingga harus memakai kacamata? Juga kenapa Aileen tidak semodis saat mereka di SMA? Semua siswa di SMA tahu jika Aileen berpacaran dengan Atha, sang ketua OSIS dan pria idola sekolah. Orang kenal dengan Aileen karena berpacaran dengan Atha. Sebelumnya Aileen tidak terlalu dikenal. Padahal Aileen adalah gadis yang manis.


Meskipun para siswa sempat bertanya saat acara perpisahan kenapa Atha datang sendiri dan begitu juga Aileen. Bahkan duduk mereka pun terpisah. Biasanya mereka selalu bersama, bisa dikatakan dimana ada Atha pasti di sana ada Aileen.


"Probabilitas dan statistik, kamu pagi ini kelas apa?" Aileen berbasa-basi untuk bertanya.


"Sama, kimia dasar juga dan habis ini proba," jawab Anthony. Sepertinya Anthony sekelas dengan Aileen.


"Anthony, jangan mengganggu Aileen. Nanti bang Aidan marah." salah satu teman mereka memperingatkan Anthony.


"Kenapa emangnya?" heran Anthony.


"Loe nggak dengar kemarin saat di kantin , bang Aidan jelas-jelas menyuruh semua orang menjauhi Aileen?" ucap pria itu lagi.


Dua hari yang lalu Aidan ke kampus, meminta bantuan petugas administrasi agar memasukan namanya satu kelas dengan Aileen. Tentu saja petugas mau karena Aidan memberi uang jasa. Setelah dari sana Aidan ke kantin untuk makan. Di sana dia terang-terangan memberitahu jangan ada yang mendekati Aileen.

__ADS_1


"Emang kamu ada hubungan apa dengan bang Aidan, Aileen?" tanya Anthony penasaran.


"Hah! Tidak ada," jawab Aileen polos. Yang dia tahu Aidan memang selalu mengerjainya. Terakhir ketemu saat pengisian KRS saja Aileen dibawa seharian oleh Aidan. Tidak hanya ke bioskop, sepulang dari sana pun. Aidan mengajak Aileen mutar-mutar sepanjang pantai dan berujung nongkrong di tepi pantai, memakan jagung bakar dan pisang bakar. Hari itu Aileen benar-benar merasa diculik.


Seseorang memperhatikan Aileen yang berbicara dengan beberapa teman pria mereka. Orang tersebut kemudian mengirim sms kepada entah siapa?


"Dosen sudah datang!" teriak seseorang memberitahu. Kumpulan mahasiswa itu langsung bubar dan memasuki kelas masing-masing. Jika semua mahasiswa akan memilih kursi paling belakang, Aileen justru memilih kursi paling depan, agar dia yang pendek itu bisa menperhatikan pelajaran dengan fokus. Tanpa terhalang orang yang lebih tinggi.


Tinggi Aileen hanya 155 cm, kulit putih dan rambut dengan panjang sebahu. Aileen memotong rambutnya yang panjang sehari sebelum OSPEK. Gadis itu berharap dengan memotong rambutnya akan menghilangkan kesedihannya.


Mahasiswa yang terlambat datang dengan terpaksa duduk di barisan depan. Satu kelas terdiri dari 30 orang mahasiswa. Risa sepertinya tidak di kelas yang sama dengan Aileen. Di dalam kelas hanya tiga orang mahasiswa perempuan, termasuk Aileen. Aileen belum akrab dengan dua anak itu. Mungkin karena mereka tidak berasal dari sekolah yang sama.


Anthony sendiri akhirnya pindah duduk di samping kanan Aileen. Hanya tersisa bangku kosong di pojok barisan pertama. Karena hari pertama dosen memperkenalkan dirinya dan mencoba mengabsen mahasiswa agar mengenal mereka juga. Mahasiswa yang dipanggil namanya di minta berdiri, untuk memperkenalkan diri dan asal sekolah, kecuali senior yang mengulang mata kuliah itu.


Dosen memulai absennya, nama Aidan juga terpanggil. Namun, Aidan belum juga datang. Dosen melanjutkan, ternyata setelah nama Aidan adalah nama Aileen karena huruf depan nama mereka sama. Semua mahasiswa selesai di absen.


Ditengah-tengah keheningan belajar mereka, Aidan masuk ke dalam kelas. Tanpa minta maaf maupun mengetuk pintu, sekalipun pintu tidak ditutup. Aidan berdiri di depan Anthony.


"Pindah!" perintah Aidan.


Aileen yang serius mencatat rumus-rumus kimia di papan tulis, mau tidak mau mengangkat kepalanya dan melihat Aidan. Gadis itu kembali fokus menulis dan mengabaikan Aidan.


Anthony yang mendapat pelototan dari Aidan, takut juga. Apalagi dia adalah mahasiswa baru. Tentu tidak ingin mencari masalah dengan senior. Ditambah senior tersebut bisa dikatakan preman kampus.


"Aidan! Kenapa kamu berdiri di situ. Kursi kosong ada di sana!" tunjuk Dosen ke kursi pojok yang kosong. Dosen memang mengenal Aidan, karena semester pertama Aidan, dia juga yang mengajar Aidan. Dan dia tahu Aidan sering bolos maupun terlambat saat kuliah dengannya. Bukan hanya mata pelajarannya juga, tapi mata pelajaran lain pun, Aidan sering tidak masuk dan terlambat. Bahkan Aidan menjadi biang gosip di antara para dosen.


"Pindah," ulang Aidan, dia mengabaikan perkataan Dosen. Anthony tidak ingin mencari masalah akhirnya berdiri dan pindah dari samping Aileen dan duduk di kursi pojok pertama.

__ADS_1


"Aidan! Kamu sudah terlambat, tidak mengetuk pintu dan tidak meminta maaf. Jangan seenaknya kamu di kelas saya!" Dosen memarahi Aidan.


Aidan berdiri dan menghadap Dosennya.


"Maaf, Bu," ucap Aidan. Pria itu kemudian duduk di samping Aileen.


"Siapa yang mempersilahkan kamu duduk? Saya tidak mengizinkan kamu untuk mengikuti kelas saya!" hardik Dosen.


Aidan tidak terima, bukan karena dia ingin belajar, tapi karena dia ingin dekat-dekat Aileen.


"Saya, 'kan sudah minta maaf, Bu." Aidan membela diri. Jika pelajaran lain yang tidak ada Aileen, Aidan akan senang hati untuk keluar. Tapi, saat ini ada Aileen, percuma dia menyamakan mata kuliah, jika tidak bisa duduk di samping Aileen.


"Maaf saja tidak cukup, kamu boleh mengikuti kelas saya jika bisa menyelesaikan soal yang akan saya berikan ini." Dosen langsung ke depan dan menulis soal di papan tulis.


Mahasiswa senior yang juga mengulang mata pelajaran itu menjadi cemas. Sang Dosen terkenal suka menunjuk acak mahasiswa untuk menyelesaikan soal. Apalagi yang mereka tahu Aidan bukanlah mahasiswa yang pintar. Aidan terkenal dengan pembuat onar alias badboy.


🍒🍒🍒


Sambil nunggu aku up, cus mampir ke cerita temanku ya besties!



Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad

__ADS_1


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2