
Aileen meninggalkan Risa, gadis itu akan pulang untuk membersihkan diri. Kemudian kembali ke kampus. Aileen berlari karena tidak ingin ada yang melihat keadaan kacaunya. Dia tidak ingin semakin dirundung.
Aileen melewati Aidan yang juga baru datang.
"Aileen!" Aidan menarik tangan Aileen dan membuat gadis itu berhenti.
Aileen menatap Aidan dengan marah.
"Lapaskan!" Aileen menghentakan tangan dengan kasar. Tangan Aidan terlepas dari tangannya
"Apa yang terjadi? Siapa yang melakukannya?" Aidan tidak rela melihat gadis pujaan hatinya seperti ini. Aidan tidak tahu jika Aileen sering diperlakukan seperti itu.
Rambut Aileen basah jejak lemparan tomat dan kacamata yang biasa dipakai gadis itu tidak ada lagi.
"Abang pelakunya!" tatap Aileen dengan marah.
"Apa?" Aidan bingung dengan jawaban Aileen.
Bagaimana mungkin dia akan membuat gados yang dicintainya menderita.
"Ya, semua yang terjadi sama Aileen, itu karena Abang," pekik Aileen.
"Loe pasti masih shock, ayo, gue antar," ajak Aidan. Dia menarik tangan Aileen agar mereka menuju parkiran. Aileen kembali menghempaskan tangan Aidan.
"Jangan sentuh Aileen, Aileen nggak mau Abang mendekati Aileen. Hilangkan semua perasaan Abang untuk Aileen. Aileen--." Gadis itu terisak karena menahan unek-unek yang selama ini dipendamnya.
"Aileen tenanglah, biar gue antar pulang," bujuk Aidan, masih mencoba menenangkan gadis pujaan hati.
"Tidak! Aileen benci Abang, menjauhlah dari hidup Aileen. Jangan bertemu lagi, jika harus bertemu pun, pura-pura saja tidak kenal!" bentak Aileen penuh amarah. Aileen menatap tajam kepada Aidan. Sorot kebencian terpancar dari wajah gadis itu.
Cukup dia menjadi korban rundungan karena Aidan. Aileen harus bersikap tegas dan mengembalikan hidupnya agar baik-baik saja.
Aidan seketika terluka, wanita yang dia puja membencinya. Bahkan meminta Aidan menjauhinya. Harga diri Aidan terluka dan terkoyakan.
Apakah Aileen mendapat perundungan lagi? Siapa pelakunya?
Aidan harus mencaritahu dan memberi pelajaran kepada mereka.
"Baiklah, gue nggak akan mengganggu hidup loe lagi. Semua yang loe minta hari ini akan gue penuhi!" Aidan meninggalkan Aileen dengan terluka dna kecewa.
Gadis itu kembali menangis antara lega dan kehilangan. Aileen kembali berjalan menuju gerbang. Dia harus cepat pulang karena kuliah siang 30 menit lagi dimulai. Jika terlambat, mungkin Aileen akan tidak masuk saja.
*
*
__ADS_1
*
Aidan menuju ke dalam kelas, dia membatalkan untuk makan di kantin. Pria itu melihat Risa yang sedang berbicara dengan teman-temannya.
"Risa, gue mau bicara," ujar Aidan di depan Risa.
"Baik, Bang. Gue pergi dulu, ya." Risa pamit kepada teman-temannya dan berjalan mengikuti Aidan.
Cukup jauh dari kelas dan tidak ada orang di sana, Aidan berhenti.
"Apa loe tahu siapa yang membully Aileen?" tanya Aidan langsung.
"Risa tidak tahu, Bang. Tapi, Aileen memang sering dibully dan diancam," jawab Risa.
"Diancam?" Aidan baru tahu jika Aileen juga diancam.
"Ya, isi surat ancamannya adalah Aileen harus menjauhi Abang," ungkap Risa.
"Loe emang nggak tahu siapa? Atau loe curiga sama siapa?" selidik Aidan.
"Sebenarnya, sih, Risa ada curiga sama seseorang , tapi Risa takut juga dibully seperti Aileen," ujar Risa memelas.
"Katakan saja, aku tidak akan memberitahu orang lain," bujuk Aidan.
"Ini hanya kecurigaan Risa, aja, menurut Risa pelakunya kak Syira." Risa menunggu reaksi Aidan.
"Terima kasih. Gue akan memberi perhitungan." Aidan pergi dari sana, dia ingin langsung menemui Syira. Namun, jadwal kuliah sudah dimulai.
Aidan masuk ke dalam kelas, tepat setelahnya dosen juga masuk. Aidan mengedarkan pandangan ke sekeliling, tidak ada Aileen.
Apa Aileen tidak masuk? Mungkin dia ingin menenangkan diri dulu," pikir Aidan.
Dosen mengakhiri perkuliahan dengan memberikan tugad kepada mahasiswa untuk dikerjakan. Minggu depan dikumpul. Aidan langsung keluar, dia tidak sabar untuk mencari Syira.
Jam-jam segini biasanya, Syira berada di labor Kimia. Aidan menuju gedung labor kimia. Saat sampai di labor kimia, Syira pas keluar dan mengunci labor.
"Syira!" panggil Aidan dengan kesal.
Syira yang melihat kedatangan Aidan menjadi senang. Jarang-jarang Aidan main ke labot kimia untuk bertemu dengannya.
"Aidan! Sebentar, ya, aku kunci dulu." Syira memasukan kunci ke dalam tas selempangnya.
"Gue nggak nyangka loe sejahat itu," tuduh Aidan secara langsung. Syira yang mendengar perkataan Aidan menjadi heran.
"Maksud loe apa?" Syira menatap mata Aidan, dapat Syira rasakan bahwa Aidan menahan amarah.
__ADS_1
"Nggak usah pura-pura, deh loe, gue tahu kebusukan loe," tuduh Aidan memojokan Syira.
"Gue nggak ngerti dengan yang loe bicarakan." Syira kesal dan berjalan meninggalkan Aidan.
"Tunggu, loe nggak bisa kabur begitu, aja." Aidan menarik tangan Syira membuat gadis itu berhenti secara terpaksa.
"Apa-apaan, sih loe, lepasin gue." Syira menghempaskan tangan Aidan yang mencengkram tangannya.
"Gue nggak akan membiarkan loe, sebelum loe berjanji nggak nyakitin Aileen lagi," bentak Aidan.
"Nyakitin Aileen, loe ngomong apa, sih?" Syira masih bingung dengan maksud Aidan.
Syira memang tidak melakukan seperti yangbdituduhkan Aidan. Sejak Aidan datang menolong Aileen, Syira tidak lagi mempersulit Aileen. Namun, Syira memang pernah bertengkar dengan Aileen dengan mengatakan Aileen munafik karena bilang tidak memiliki hubungan dengan Aidan. Nyatanya Syira mendapat informasi dari Risa bahwa Aileen menyatakan cinta kepada Aidan.
"Aileen dilempar tomat busuk dengan ancaman memyuruh Aileen menjuhi gue. Siapa lagi pelakunya kalau bukan loe," maki Aidan.
"Apa Aileen yang mengatakan?" tanya Syira.
"Loe nggak perlu tahu siapa yang memberitahu gue!" bentak Aidan
"Gue tidak melakukan itu, dengar Aidan, Gue emang nggak suka sama Aileen karena loe memberi perhatiaan padanya, tapi gue nggak sejahat itu sampai melempari Aileen dengan tomat busuk," sanggah Syira.
"Loe nggak usah bohong!" teriak Aidan.
Syira merasa harga dirinya tercabik-cabik, dia memang mencintai Aidan, tapi melihat Aidan saat ini memperlakukan Syira seperti penjahat, tidak bisa Syira terima.
"Gue nggak bohong, salah gue cuma satu yaitu gue menyukai loe!" teriak Syira.
Aidan tidak percaya, ternyata Syira benar-benar menyukainya. Rahasia umum itu memang Aidan ketahui, tapi hanya diabaikan Aidan. Namun, berbeda saat Syira mengakuinya sendiri.
"Tapi, loe nggak usah khawatir, detik ini juga gue buang perasaan gue sama loe, gue nggak mau berurusan dengan loe lagi, maupun Aileen!"
"Syira!" Hanan datang untuk menjemput Syira. Dia mendengar perkataan Syira yang mengatakan menyukai Aidan. Hanan terluka. Namun, Syira sedang membutuhkan bantuannya.
Hanan berjalan mendekati mereka dan langsung meninju Aidan. Hanan tidak ingin gadis yang dicintainya terluka.
"Hanan! Jangan!" pekik Syira
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad