Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Perkelahian


__ADS_3

"Ini!" Winda menyerahkan sebuah amplop kepada Risa.


Mereka sedang berada di diskotik. Risa membuka amplop dan tersenyum.


"Ini akan cukup membuat mereka putus dan saling membenci." Risa kembali memasukan isi amplop tersebut.


"Apa loe yakin ini akan berhasil?" Winda memperhatikan sekeliling. Mereka masih berada di pelataran parkir diskotik, belum masuk ke dalam.


"Gue yakin, dari awal hubungan mereka sudah rapuh dan gue telah meracuni pikiran Aileen. Jadi pasti sekarang dia termakan umpan." Risa menggengam erat amplop tersebut, seperti benda berharga yang dimilikinya.


"Kalau begitu, segera lakukan, aku akan mengamati dari jauh," ujar Winda.


Risa memasuki diskotik, wanita itu langsung disuguhi asap rokok yang mengelilingi udara, tentu saja, ruangan tersebut tertutup. Suara musik yang dimainkan dj menggema di seluruh ruangan. Beberapa tamu tengah asik bejoget, sementara lainnya duduk sambil minum.


Risa mencari tempat duduk dan membuka kardigannya. Di balik kardigan tersebut ternyata Risa telah memakai pakaian yang sexy, gaun di atas lutut dengan model belahan dada terbuka dan punggung juga terbuka. Pakaian tersebut sangat mengexpos tubuh Risa.


Gadis itu terus mengedarkan pandangan mencari keberadaan Aidan. Tidak lama netranya menangkap keberadaan Aidan. Pria itu tengah duduk sendirian sambil merokok. Kulit kacang berserakan di meja dan botol minuman juga ada di sana. Aidan terlihat kacau dan sedang melamun.


Risa mendekat ke arah Aidan dengan menenteng kardigan dan amplop yang didapat dari Winda.


"Bang Aidan!" sapa Risa sedikit keras, agar terdengar oleh Aidan.


Aidan yang tengah melamun, mendongakan kepalanya dan melihat siapa yang datang.


"Risa! Kenapa loe ada di sini?" heran Aidan, dia tidak pernah sebelumnya melihat Risa masuk ke tempat seperti ini. Serta Aidan pikir pasti Risa tidak akan pernah menginjakan kakinya di tempat laknat ini.


"Risa hanya bosan dan ingin mencari hiburan ... Sebenarnya Risa juga sedang mencari Abang, nggak tahunya ketemu di sini," bohong Risa, padahal dia memang telah mengetahui keberadaan Aidan.


"Mencari gue? Untuk apa?" Aidan kembali menghisap rokoknya.


"Oh itu ... Bagaimana, ya, ngomonginnya--" Risa pura-pura ragu.


"Bicara aja!"


Risa memasang wajah ragu dan menimbang sesuatu, dia sengaja memancing rasa penasaran Aidan.


"Tapi, Abang janji jangan marah, ya!" Risa menatap Aidan.


"Emang loe mau bicara apa, sih?" Aidan mulai tidak sabaran. Dia mematikan rokok


Risa menyerahkan amplop kepada Aidan.


"Apa ini?" heran Aidan, dia tidak lantas mengambil amplop tersebut. Amplop masih tergantung di tangan Risa


"Lihat saja dan Abang bisa menilainya sendiri." Risa mengambil tangan Aidan dan meletakkan amplop tersebut di sana.


Aidan membuka isi amplop, mata pria itu menyala nyalang. Api yang tadi memang telah tersulut karena informasi dari Andri. Melihat foto yang diberikan Risa, seperti menambah bahan bakar untuk api itu semakin hidup.

__ADS_1


Aidan menarik tangan Risa, membuat gadis itu terduduk di sampingnya.


"Apa maksud foto ini?" Aidan memperlihatkan foto tersebut ke depan Risa.


Gadis itu menggeser duduknya dan mendekat ke arah Aidan. Agar pria itu dapat mendengar apa yang akan di sampaikannya.


"Aileen telah mengatakan kepada Risa bahwa dia akhirnya jadian dengan Abang, tapi mantannya telah kembali, dan Aileen yang memang sangat mencintai Atha tidak bisa menolak pesona Atha." Risa melirik reaksi Aidan. Sesuai rencana, Aidan terhasut dengan yang dikatakan Risa.


"Apa maksud loe?" Aidan meremas foto tersebut dengan kesal dan meminum bir yang ada di atas meja.


Risa menuju telinga Aidan untuk berbisik,


"Dia menduakan Abang!" Risa meyakinkan Aidan. Aidan memalingkan wajah ke kiri menatap Risa. Wajah mereka sangat dekat, seolah-olah mereka tengah berciuman. Bahkan Aidan mencengkeram bahu Risa dan bersiap mengatakan sesuatu.


"Bang Aidan!"


Belum sempat Aidan berbicara, Aileen telah berada di depan mereka bersama Atha. Hal itu semakin membuat Aidan cemburu. Aidan menjauhkan Risa dari dirinya dan berdiri menuju Aileen.


"Ternyata itu benar!" Aidan menatap Aileen yang berdiri dan di sampingnya Atha.


"Kenapa Abang sama Risa?" Aileen teringat dengan perkataan Risa dulu, bahwa Aidan memang seorang playboy. Jadi Risa dan Aidan juga jadian.


Apalagi Risa mencova menyentuh tangan Aidan.


"Harusnya gue yang bertanya, kenapa loe ke sini dan bersama dia?" tunjuk Aidan kepada Atha.


Aidan yang tidak terima, langsung memukul wajah Atha, membuat pria itu tersungkur.


"Abang!" pekik Aileen. Dia tidak percaya Aidan merlaku kasar, padahal dia telah ketahuan berciuman dengan Risa menurut pandangan Aileen.


Aileen membantu Atha berdiri.


"Kamu nggak pa-pa, 'kan?"


"Aku baik-baik saja." Atha meraih tangan Aileen, membuat Aidan semakin cemburu.


"Lapaskan tangan loe dari Aileen!" hardik Aidan.


Risa mendekati Aidan dan memegang tangannya.


"Bang Aidan sabar," bujuk Risa.


Aileen melihat Risa nemegang tangan Aidan menjadi cemburu. Dia kembali memfokuskan diri melihat Atha.


Aidan menarik tangan Aileen dari Atha. Atha yang sudah sakit hati karena Aidan mengambil Aileen darinya, membalas memukul Aidan, membuat Aidan tersungkur, pelipis kepalanya mengeluarkan darah. Aileen bersiap membantu Aidan. Namun, tangannya ditahan oleh Atha.


"Bang Aidan!" Risa langsung membantu Aidan berdiri.

__ADS_1


"Abang nggak pa-pa?" Risa kembali meraih bahu Aidan. Aidan memegang pelipisnya yang terasa sakit dan melihat darah di tangannya.


Aileen menatap Risa dengan cemburu, Atha dapat melihat itu semua. Atha benar-benar yakin perasaan Aileen telah berpaling darinya.


"Aileen, sadarlah, kamu tidak cocok dengannya. Dunia kalian berbeda." Atha masih menahan tangan Aileen agar tidak mendekat ke arah Aidan.


Aileen memalingkan wajah dan melihat Atha, air mata menetes di pipinya.


"Apa Aileen tidak pantas buat bang Aidan," cicit Aileen.


"Bukan, justru dia tidak pantas buat kamu." Atha meraih tangan Aileen. Gadis itu hanya pasrah.


Tiba-tiba, Aidan telah melayangkan pukulan lembali kepada Atha.


"Abang!" pekik Aileen. Aidan menarik tangan Aileen, agar mereka perfi dari sana.


"Lepas! Jangan menyentuh Aileen." Gadis itu menghempaskan tangan dengan kasar.


"Kita harus bicara." Aidan kembali mencoba meraih tangan Aileen. Kali ini Aileen mengelakkannya.


Atha yang telah berdiri, kembali mencoba memukul Aidan. Namun, Aidan dapat menangkisnya. Aidan bersiap-siap untuk kembali membalas.


"Hentikan!" teriak Aileen. Bersyukur pengunjung yang lain tidak memperhatikan perkelahian itu.


Andri yang baru keluar dari kamar mandi heran. Dia melihat seorang pria yang sedang ditahan tangannya oleh Aileen.


"Apa yang terjadi?" Andri memalingkan wajah untuk melihat Aidan. Pelipis Aidan berdarah.


"Bang Aidan, sebaiknya luka Abang kita obati." Risa kembali memegang lengan Aidan.


Aileen menatap tangan Risa yang bergelayut manja di lengan kekasihnya itu.


"Ayo pergi!" Atha menarik Aileen pergi dari sana. Gadis itu hanya pasrah, air mata mengalir di pipi mulusnya.


Aidan ingin menghentikan Aileen. Namun, Risa menahannya.


"Biarkan saja! Sebaiknya kita obati luka Abang!" Risa menarik tangan Aidan untuk kembali duduk.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2