
"Setidaknya, loe minta maaf karena telah mengacaukan OSPEK," pinta Hanan. Dia terpaksa mengalah agar tidak membuat malu panitia OSPEK lainnya. Meskipun Hanan sangat tidak suka dengan kelakuan Aidan yang seenaknya saja.
Aidan menatap Hanan dengan kasihan. Sebagai pria Aidan tahu rasanya dipermalukan. Aidan kembali ke depan barisan mahasiswa baru. Dia mengambil toa yang tengah dipegang salah satu panitia.
"Selamat sore semuanya, saya Aidan, meminta maaf karena sedikit mengganggu acara OSPEK." Aidan memberikan kembali toa kepada panitia itu. Kemudian dia meninggalkan acara OSPEK.
Semua mahasiswa baru kembali riuh dan semakin penasaran serta tertarik dengan Aidan. Menurut mereka Aidan sangat keren dan gentlemen. Suara Aidan pun sangat sexy menurut pendengaran mereka, seperti suara Cristian Sugiono atau Vino G Bastian.
Aidan berselisih jalan dengan Andri.
"Mau kemana loe?" tanya Andri.
"Ke kantin, kabari nanti kalau kalian udah mau selesai." Aidan meninggalkan Andri.
Sebenarnya Andri masih penasaran dengan hubungan Aidan dan gadis itu. Namun, diurungkannya. Dia masih bertugas sebagai panitia OSPEK.
Andri memperhatikan Aileen dari jauh. Apa yang menarik dari gadis itu. Sehingga membuat Aidan tertarik? Dilihat dari segi manapun, Aileen sangat jauh dari Syira, bahkan teman Aileen yang bernama Risa pun masih cantik Risa. Apa, sih yang dilihat Aidan dari Aileen?
"Andri!" panggil Syira, dia telah berdiri di samping Andri.
Sudah dapat dipastikan bahwa Syira akan menginterogasinya tentang Aidan dan Aileen.
"Malas banget," batin Andri.
"Ya," jawab Andri singkat, dia berhenti tepat di samping Syira. Mereka menghadap ke arah mahasiswa baru.
"Loe kenal gadis bernama Aileen itu? Ada hubungan apa dia dengan Aidan? Bukankah Aidan tidak punya cewek?" cecar Syira. Dia masih menatap Aileen dengan kesal.
Apa bagusnya gadis itu? Menurut Syira dia lebih cantik dari Aileen.
"Sabar, nanyanya satu-satu, dong," balas Andri. Entah sejak kapan, Syira menjadikan Andri mata-mata untuk mengawasi Aidan. Padahal Andri hanya menjawab jika ditanya Syira, bukan menjadi budak Syira untuk memberikan informasi gerak-gerik Aidan.
"Jawab aja kenapa, sih," sewot Syira. Dia tahu Andri selalu kesal saat Syira bertanya tentang Aidan. Namun, Syira punya cara yang membuat Andri mau memberikan informasi.
"Gue juga sama dengan loe, gue kenal gadis itu, ya pas di sini, hari ini dan gue nggak tahu ada hubungan apa dia sama Aidan. Setahu gue Aidan masih jomlo," terang Andri. Berharap Syira tidak merecokinya lagi dengan pertanyaan tentang Aidan. Satu sisi dia takut Aidan mengamuk karena memberitahu tentang Aidan.
"Loe nggak bohong, 'kan, Ndri?" ujar Syira. Dia melirik ke arah Andri, mencaritahu apakah Andri berbohong atau tidak.
"Apa untungnya gue bohongin, loe?" Andri terkekeh. Karena memang baru kali ini dia tidak tahu, sejak kapan Aidan mengenal gadis itu?
"Benar juga," cicit Syira.
*
*
*
__ADS_1
Aidan melihat mahasiswa baru yang telah keluar gerbang satu persatu. Aidan mencari keberadaan Aileen diantara ribuan mahasiswa baru tersebut.
Karena tidak melihat Aileen akhirnya. Aidan mencari Andri.
"Ndri, loe lihat Aileen?" tanya Aidan. Andri sedang berbicara dengan panitia lainnya.
"Kan udah bubar mereka, ya pastinya udah pulang lah," jawab Andri.
Aidan pergi meinggalkan Andri tanpa pamit. Andri hanya menggelengkan kepala. Maklum dengan tingkah Aidan yang seenaknya saja.
Aidan menyusuri jalan sekitar Kampus mencari keberadaan Aileen. Aidan lega akhirnya menemukan Aileen di pemberhentian angkot samping kampus. Aidan menghentikan motornya tepat di depan Aileen.
"Naik," perintah Aidan.
Aileen yang berdiri bersama mahasiswa baru lainnya, hanya memandang sekilas pengendara motor di depannya, karena tidak kenal dengan pria yang memintanya naik ke motor.
"Maaf, nggak kenal," tolak Aileen.
"Gue." Aidan membuka kaca helmnya.
"Bang Aidan!" Aileen tidak menyangka Aidan benar mencarinya.
"Haduh, bagaimana cara menghindar dari senior satu ini," pikir Aileen. Mau lari tidak mungkin, dia kepalang udah terlihat Aidan.
"Ya, ini gue, cepat naik," perintah Aidan lagi.
"Nggak usah Bang. Aileen naik angkot, aja," tolak Aileen. Dia lebih ke takut jika harus bersama Aidan.
"Harus sekarang, ya Bang?" Aileen masih berusaha untuk mengelak.
"Nggak lah, tahun depan," sewot Aidan.
"Oh, syukurlah kalau begitu," lega Aileen, dia tidak menyadari bahwa Aidan becandain dia.
"Hah?" Aidan tidak percaya bahwa Aileen mempercayai omongan asalnya.
Klakson angkot yang akan mengambil penumpang menyadarkan Aidan bahwa dia tidak boleh berhenti lama di situ.
"Naik cepat, udah antri itu di belakang." Aidan menarik tangan Aileen agar dia segera naik ke motor Aidan.
Aileen dengan terpaksa naik ke motor itu. 4 anak kimia yang bergosip dengan Aileen dan Risa tadi melihat pemandangan tersebut. Mereka tidak percaya jika Aileen gadis pertama yang menaiki motor Aidan. Mereka melongo dan cemburu dengan Aileen.
Begitu Aileen naik, motor Aidan melaju dengan kencang.
"Kita mau kemana, Bang?" tanya Aileen, dia tidak berani memeluk Aidan. Hanya memegang baju Aidan.
"Strawberry on the Shortcake, lah," balas Aidan.
__ADS_1
"Eh, benaran sekarang?" Aileen ingat dia tidak membawa uang lebih karena memang tidak ada rencana untuk keluyuran setelah pulang kampus.
"Iya, pegang yang kuat. Gue mau ngebut." Tanpa menunggu, Aidan menambah kecepatannya. Aileen cemas dengan terpaksa dia memeluk Aidan.
Mereka membelah jalanan, Aidan melewati jalan tikus karena Aileen tidak memakai helm. Aidan memang tidak pernah membawa helm lebih dari satu. Hanya helm untuk dirinya sendiri. Itu juga alasan Aidan agar tidak ada yang nebeng dengannya. Terutama kaum hawa. Dan Aileen adalah pengecualian. Sepertinya semua prinsip Aidan tidak berlaku setelah dia bertemu Aileen.
Aidan memarkirkan motor di Strawberry on the ShortCake Bakery and Cakes. Aileen turun dari motor, rambutnya berantakan. Gadis itu merapikan rambutnya yang berantakan. Aidan memperhatikan tingkah lucu Aileen.
"Jangan perlihatkan wajah seperti ini kepada orang lain." Aidan membantu Aileen merapikan rambutnya dan membuka kacamata Aileen.
Aileen memandang Aidan heran.
"Apakah ada yang aneh diwajahku?" Aileen kembali merapikan rambutnya.
"Tidak, loe cantik," bisik Aidan tepat di telinga Aileen.
Aileen hanya memandang Aidan dengan semakin bingung? Padahal dia telah bergaya seperti gadis kampung. Aidan menarik tangan Aileen untuk masuk ke toko kue itu.
"Maaf, Bang. I--tu." Aileen mengerakan jari telunjuknya tanda gugup dan malu.
"Itu apa?" tanya Aidan, dia ikut berhenti.
"Boleh Aileen pinjam duitnya dulu? Aileen tidak membawa uang lebih." setelah mengatakannya Aileen menundukan wajah sambil mengintip reaksi dari Aidan.
"Emang uang kamu ada berapa?" tanya Aidan.
"Ada empat ribu, itupun buat ongkos pulang," jawab Aileen.
"Mana sini uangnya?" Aidan mengulurkan tangan.
Aileen mengambil uang di saku celananya dan ragu memberikannya kepada Aidan.
"Kalau Aileen kasih semua ke Abang, Aileen nggak ada ongkos naik angkot untuk pulang," jelas Aileen.
"Ya, jalan kaki lah pulangnya,"
🍒🍒🍒
Ya ampun Aidan tega banget nyuruh anak orang jalan kaki.
Sambil nunggu aku up, yuks mampir di lapak temanku!
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad