Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Kesepakatan


__ADS_3

"Sayang, kamu nggak menunggu lama, 'kan? Abang udah pesankan makanan kesukaanmu!" Andri telah berada di samping Aiko.


Gadis itu menengadahkan wajahnya, bingung dengan yang baru saja dikatakan oleh Andri.


"Sebentar lagi makananya datang," Andri memegang bahu Aiko, gadis itu melihat ke arah tangan Andri yang memegang bahunya.


"Ikuti saja," bisik Andri tepat di telinga Aiko.


Rebecca terkejut, dia pikir Andri mencium pipi Aiko.


"Siapa pria ini?" Rebecca tidak bisa menahan diri, dia harus bertanya.


Pria yang memanggil Aiko dengan sebutan sayang ini lumayan tampan dan gayanya juga macho dan wangi. Pria itu memakai jaket kulit hitam, di belakang jaket terdapat tulisan SOS. Rebecaa juga tahu bahwa SOS adalag geng motor terkenal di kota ini.


"Apakah pria ini pacar Aiko? Dan dia anggota geng motor SOS?" batin Rebecca. Anak-anak gaul kota itu pasti tahu dengan geng motor SOS. Mereka selalu memenangkan kejuaraan balapan baik legal maupun ilegal.


"Gue Andri, pacar Aiko." Andri mengulurkan tangan kepada Rebbeca. Gadis itu ragu untuk membalas. Andri akhirnya menarik tangannya krmbali.


Sementara Aiko menatap Andri dengan heran. Namun, tidak menyanggahnya. Dia tahu bahwa Andri sedang membantunya.


"Pa-pacar" Rebecca tidak percaya begitu saja.


"Loe sendiri siapa? Loe pasti bukan teman Aiko?" Andri sengaja menyindir Rebecca karena dia mendengar Rebecca menghina Aiko.


"Gue cuma teman satu sekolah," jawab Rebecca.


"Oh, pantasan gue nggak pernah dengar nama loe disebut Aiko."


Aiko sendiri hanya diam karena tidak tahu harus mengatakan apa.


"Gue pergi dulu." Rebecca menuju ke meja teman-temannya.


Andri berjalan ke depan dan duduk di kursi depan Aiko. Dia memandang wajah Aiko yang hanya diam tanpa ekspresi. Andri tadi memang mendengar saat Rebecca menyindir Aiko. Andri kecewa karena ternyata Aiko menyukai laki-laki di sekolahnya.


Pelayan datang dan meletakkan pesanan mereka. Andri terus memandang Aiko.


"Apa loe nggak mau mengucapkan terima kasih sama gue?" Andri menukar makanan mereka karena pelayan salah meletakkannya.


Aiko akhirnya mengangkat wajah dan memandang Andri.

__ADS_1


"Untuk apa? Oh, maaf, Aiko belum sempat mengucapkan terima kasih karena Abang telah menolong Aiko tadi dan sekarang mentraktir Aiko." Gadis itu kembali menunduk karena malu, dia merasa menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih karena telah ditolong.


"Hanya itu?" Andri ingin mengorek informasi tentang pria yang disukai Aiko.


"Apa ada lagi?" Aiko memasang wajah bingung. Hal itu terlihat menggemaskan bagi Andri.


"Tentu saja."


"Apa?" Aiko mulai memotong steaknya dan memasukannya ke mulut.


"Tadi gue juga membantu loe dengan gadis menyebalkan itu?" Andiri memberi kode.


Aiko melihat ke arah Rebecca duduk bersama teman-temannya. Terlihat Rebecca masih menatap ke arah mereka.


"Ah, benar, terima kasih."


"Siapa Bian?" tanya Andri.


"Eh, itu--," Aiko bingung harus menjawab apa, tidak mungkin dia akan membeberkan perasaannya kepada orang yang baru dia kenal.


"Cowok yang kamu sukai?" tebak Andri, membuat Aiko yang sedang minum menjadi terbatuk. Tidak menyangka jika Andri akan menebak hal itu. Andri mengambil tissu dan memberikannya kepada Aiko. Gadis itu menerima dan melap mulutnya.


"Gue bisa bantu, loe buat dapatin cowok itu?" lanjut Andri lagi. Dia sendiri tidak sadar mengapa mengatakan hal itu. Akan tetapi, jika dia pura-pura membantu Aiko, bukankah dia akan sering berdekatan dengan Aiko?


"Gue akan jadi pacar Loe." Andri kembali menatap gadis yang 6 tahun lebih muda darinya itu.


Ucapan Andri kembali membuat Aiko terbatuk.


"Aiko nggak ngerti?"


"Cowok itu adalah makhluk yang gampang cemburu, jika melihat wanita yang menyukainya bersama pria lain pasti jiwanya akan merasa tertantang," terang Andri.


"Tapi Bian tidak tahu kalau Aiko suka sama dia," cicit Aiko. Jadi percuma saja membuat bian cemburu.


"Setidaknya, jika loe punya pacar, pria itu mulai pebasaran dengan loe." Andri masih mencoba membujuk Aiko.


"Boleh juga," jawab Aiko.


"Deal mulai hari ini kita pacaran." Andri tersenyum, Aiko masuk ke dalam jebakannya.

__ADS_1


***


Setelah mengantar Aiko pulang, Andri ke tempat mereka biasa nongkrong. Aidan telah berada di sana bersama anggota geng yang lain. Mereka tengah membicarakan geng motor lain yang sering membuat kericiuhan dan menakuti masyarakat dengan cara berkendara secara ugal-ugalan. Hal itu akan berdampak kepada citra geng motor SOS juga. Akhirnya Aidan memutuskan akan menemui pimpinan geng motor itu.


Andri mencari waktu untuk bertanya tentang hubungannya dengan Aileen, karena informasi dari Aiko Aileen kembali bersama dengan mantan pacarnya waktu SMA. Sednagkan saat itu Aileen jujur dia telah jadian dengan Aidan. Ah, Andri menjadi bingung, atau jangan-jangan saat itu Aileen bohong mengatakan udah jadian agar dia memeberikan nomor Aidan?


"Loe udah jadian sama Aileen?" Andri mengambil rokok di atas meja.


"Kenapa? Ada yang larang?" Aidan langsung ngegas karena tidak suka Andri bertanya kepadanya dan mencampuri urusan pribadinya.


"Ngaak, sih. Gue ketemu adik Aileen, dan gue dapat info bahwa Aileen kembali dengan mantan pacarnya ... Siapa ya namanya?" Andri mencoba mengingat nama yang disebutkan Aileen.


"Atha, ya, nama cowok Aileen Atha," lanjut Andri. Aidan terbatuk, tidak suka dengan berita yang dibawa Andri.


"Loe jangan sembarang bicara." Aidan berdiri dari kursi dan mengangkat kerah baju Andri. Sahabat Aidan itu tidak percaya reaksi Aidan yang tak terduga.


"Gue nggak sembarangan, gue tahu dari adik Aileen." Andri menegaskan, dia tidak ingin sahabatnya itu terluka, Andri tahu ini perasaan pertama Aidan dan jangan sampai dia kecewa.


"Loe kenal dimana sama adik Aileen?" selidik Aidan, dia melepaskan tangan dari kerah baju Andri.


"Saat ngatar Aileen pulang waktu itu dan tadi gue nggak sengaja ketemu dia lagi, awalnya dia menyangka gue pacar Aileen dan dia bingung karena sepertinya Aileen kembali lagi dengan mantannya itu," terang Andri.


Aidan mengepal tangannya, menahan cemburu. Apa Aileen menduakan dia. Atau gadis itu membohonginya?


"Jadi loe, udah jadian atau belum sama Aileen? Kalau belum berarti info itu nggak berguna juga." Andri menghisap rokok dan menghembuskannya. Asap berputar-putar di depan wajahnya.


"Gue udah jadian sama Aileen, Atha hanya mantannya, mereka tidak kembali bersama." Aidan mengatakan hal itu lebih kepada meyakinkan diri sendiri. Tidak mungkin Aileen menduakannya. Meskipun, Aidan ragu karena dia merasa hanya dia yang sangat mencintai Aileen. Gadis itu masih menunjukan tingkah laku sewajarnya.


"Jadi loe benar udah jadian sama Aileen?"


"Ayo kediskotik A, udah lama nggak ke sana." Aidan beranjak dari tempat dia berdiri, mengabaikan perkataan Andri. Dia ingin menghilangkan kegelisahan.


Andri mengejar Aidan yang sudah lebih dulu pergi meninggalkannya.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2