Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
KRS


__ADS_3

Aidan mencari ponsel Nokia 3650nya yang sejak tadi berdering. Dia meraba nakas di samping ranjang. Aidan melihat siapa yang menelponnya, ternyata Andri. Pria itu menolak panggilan dan kembali tidur.


Ponsel berbunyi kembali, Aidan mengabaikannya. Namun, si penelepon masih konsisten menghubungi Aidan, dengan terpaksa pria itu mengangkat teleponnya.


"Apaan, sih pagi-pagi telepon!" maki Aidan pada si penelepon.


"Pagi nenek moyang loe, ini udah jam 10 lewat, loh!" Andri tidak kalah memaki Aidan.


"Ya tetap aja itu masih pagi." Aidan masih posisi berbaring di ranjangnya.


"Kalau nggak penting, gue juga ogah telepon loe. Gue udah kirim sms, tapi loe abaikan, ya udah gue telepon aja loe. Jangan bilang loe baru bangun gara-gara telepon gue, ya?" terka Andri.


Dia memang menghubungi Aidan karena hari ini adalah jadwal pengisisan KRS alias kartu rencana studi untuk semester ini. Dan bagian administrasi siang akan tutup jika tidak secepatnya mengisi.


"Apaan, sih," kesal Aidan dia mematikan ponselnya. Kalau Andri menghubungi dia hanya untuk hal yang tidak penting bodo amat.


Andri kembali menghubungi Aidan. Namun, diabaikan. Kemudian telepon rumah Aidan berdering, bergantian dengan ponselnya. Akhirnya Aidan mau tidak mau mengangkat ponselnya kembali.


"Apa lagi? Kalau loe cuma mau ceramahin atau curhat mending jangan telepon gue, deh," kesal Aidan.


"Eh, gue cuma mau kasih tau loe buat isi KRS, ntar lagi kantor tutup, telat bisa-bisa loe nggak kebagian jadwal atau kelas," jelas Andri.


Aidan baru tersadar, dia duduk di ranjang dan melihat jam.


"Gue siap-siap, dulu." Aidan mematikan telepon. Dia langsung menyambar handuk dan menuju kamar mandi. Aidan mandi secepat kilat, dia memakai kaos dan mencari jaketnya.


"Kemana jaket gue?" batin Aidan.


Dia baru ingat bahwa jaket itu dia gunakan untuk memghangatkan Aileen. Aidan memilih jaket kulit lain dari dalam lemarinya.


Aidan mengambil motor di garasi dan melaju menuju kampus. Karena memang Aidan dikejar waktu, dia membawa motor dengan ngebut. Sesampai di kampus Aidan langsung memarkir motor dan menuju kantor administrasi. Saat dia masuk ke dalam kantor, Aidan berpapasan dengan Aileen yang baru saja keluar dari kantor dengan memegang KRSnya. Aileen tidak memperhatikan bahwa ada Aidan di depannya, gadis itu masih menatap KRS. Aidan menarik kertas yang dipegang Aileen, hal itu membuat Aileen melihat ke arah Aidan.


"Gue pinjam punya, loe." dengan cuek Aidan membawa KRS Aileen menuju kantor administrasi.


"Eh Bang, KRS Aileen kenapa dibawa?" Aileen mengikuti Aidan kembali ke dalam.

__ADS_1


"Gue mau lihat, loe ambil mapel apa aja?" Aidan mengambil kertas yang sudah di sediakan bagian administrasi dan keluar mencari tempat duduk untuk mengisinya. Aileen dengan terpaksa mengikuti Aidan menuju tempat duduk yang ada di bawah pohon yang tidak jauh dari kantor administrasi.


Aidan duduk dan melihat mapel apa yang diambil Aileen. Aidan mencoba mengingat nilai Cnya. Dia akan mengulangnya.


"Kimia dasar 1, kalkulus 1 dan kewirausahaan, oke 3 itu aja, setidaknya mapel itu, loe duduk dekat gue," ujar Aidan.


Aileen yang duduk di samping Aidan. Namun posisi sedikit jauh dari Aidan melotot.


"Maksud Abang?" Aileen memperhatikan mahasiswa yang lewat di depan mereka. Aileen menundukan wajah, takut fans garis keras Aidan membullynya lagi. Meskipun mahasiswa yang lewat tetap saja memperhatikan Aidan dan penasaran dengan gadis yang berada di sampingnya. Atau si gadis hanya kebetulan duduk di sana? Tidak mungkin dia dekat dengan Aidan?


"Gue akan ambil mapel itu, biar sama dengan loe, jadi loe harus duduk di samping gue. Oke!" Aidan berdiri dari duduknya dan kembali ke kantor administrasi untuk mendaftarkan KRSnya sebelum kantor tutup.


"KRS Aileen, Bang!" teriak Aileen, agar Aidan segera mengembalikan KRSnya.


"Loe tunggu di situ, nanti gue kembalikan." Aidan mengedipkan matanya dan melanjutkan langkah menuju kantor tata usaha kampus.


"Aidan!" panggil Syira yang akan memasuki kantor administrasi juga.


"Gue buru-buru harus segera mengembalikan ini," tunjuk Aidan pada KRSnya.


Tidak sengaja mereka bertemu, padahal Aidan berharap tidak akan bertemu Syira.


"Kata Hanan, beberapa hari loe nggak ikut balapan, kenapa?" tanya Syira memulai percakapan.


"Malas aja." Aidan tidak mau memberitahu Syira bahwa dia sakit. Bisa-bisa gadis itu akan memperhatikannya. Padahal itu adalah yang ingin Aidan hindari.


"Tumben, bukankah itu kegiatan yang paling loe sukai." semua orang tahu Aidan sangat mencintai balapan, entah itu balapan liar yang mereka lakukan tiap malam atau balapan yang dilakukan secara resmi alias diadakan oleh intstansi-instansi dalam bentuk perlombaan.


"Eh, gue duluan ya," pamit Aidan begitu sampai di loker jurusannya. Dia lega, dengan begitu Syira akan pergi.


"Oh iya, nanti habis ini loe mau kemàna?" tanya Syira. Syira malaha ikut berhenti di loker jurusan Aidan.


"Belum tau," jawab Aidan acuh.


"Habis ini nonton, yuks," ajak Syira, dia masih setia menunggui Aidan, berharap bisa dekat dengan Aidan.

__ADS_1


"Sorry gue nggak bisa?" tolak Aidan. Dia menyerahkan KRSnya kepada petugas administrasi.


"Ayo lah, tenang aja, yang pergi bukan kita berdua aja kok. Rame-rame kita pergi. Nanti kita ajak juga Hanan sama Andri," bujuk Syira lagi.


"Loe lupa, kalau Hanan nggak akan mau ikut bareng gue kecuali nantangin gue balapan?" sindir Aidan.


"Tenang aja pasti dia mau ikut, kok." Syira masih berusaha membujuk Aidan. Untuk Hanan, jika Syira yang mengajak pasti dia akan ikut.


"Aidan! di sini loe rupanya. Gue pikir loe belum ke kampus juga." Andri datang bersama Risa. Dia memang mencari Aidan untuk memastikan apakah Aidan sudah di kampus atau masih di rumah. Jika belum ke kampus juga, mungkin Andri akan menyeretnya dari rumah.


Sementara Risa tersenyum kepada Aidan dan mau tidak mau juga tersenyum kepada Syira.


"Nah, kebetulan loe datang Ndri, gue sama Aidan rencana mau nonton, loe mau ikut?" Syira langsung mengajak Andri, agar Aidan tidak ada alasan untuk menolak lagi.


"Wah, seru tuh. Risa kamu habis ini ada rencana?" Andri mengajak Risa untuk ikut bersamanya. Siapa tahu setelah ini mereka semakin akrab.


"Boleh juga, Bang." Risa tersenyum.


"Kapan lagi dia bisa nonton sama Bang Aidan," batin Risa.


Risa sejak melihat bahwa banyak yang menyukai Aidan sepertinya ikut-ikutan menyukai Aidan. Padahal diawal pertemuan dia merasa takut dengan Aidan.


"Oh, kalau gitu kita tidak usah mengajak Hanan aja," usul Syira. Dia senang karena Andri mengajak Risa, jadi mereka pergi nonton akan seperti couple. Dan artinya mau tidak mau Aidan akan memboncengnya. Sehingga akan mematahkan gosip Aidan bersama Aileen.


"Ajak saja," ujar Aidan.


🍒🍒🍒


Sambil nunggu aku up cus mampir ke karya temanku ya!



Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2