Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Dibully


__ADS_3

"Ah, sakit!" Anthony membalikan tubuh untuk melihat siapa yang menarik kemejanya.


"Bang Aidan," cicit Anthony saat mengetahui siapa yang menarik kerah bajunya. Dia mencoba melepaskan diri secara halus, agar Aidan tidak tersinggung.


"Masih punya nyali, loe deketin, Aileen?" ejek Aidan, dia merapikan kembali kemeja Anthony dengan gaya mengintimidasi.


"Enggak kok, Bang. Saya teman satu SMA Aileen dan saya hanya ingin bertanya kenapa gayanya berubah," jujur Anthony.


Aidan menarik Anthony kepojokan dan menempelkannya ke dinding. Dosen kimia dan yang lainnya melewati mereka. Beruntung jika orang melihat Aidan bukan sedang mengintimidasi Anthony hanya terlihat seperti sedang mengobrol biasa.


"Apa maksud loe gayanya berubah, apa yang loe ketahui tentang Aileen?" Aidan penasaran, jika Anthony satu sekolah dengan Aileen, tentu Anthony tahu bahwa Aileen adalah gadis yang cantik dan imut?


"Ya. Maksud saya dulu Aileen gadis manis dan modis, Bang. Apalagi dia berpacaran dengan Atha, jadi Aileen cukup terkenal di sekolah sejak berpacaran dengan Atha, si ketua OSIS, pemain basket dan anak band," jelas Anthony.


Wajah Aidan langsung berubah merah, jadi Aileen benar-benar sudah punya pacar? Meskipun Aidan tidak peduli dan akan tetap berjuang mendapatkan Aileen. Namun, tetap saja ada perasaan tidak sukanya.


"Atha? Dimana dia sekarang?" Aidan harus memastikan lawannya dimana? Kalau perlu Aidan akan terang-terangan berbicara kepadanya bahwa dia akan merebut Aileen dari cowok yang bernama Atha itu.


Aidan penasaran juga, setampan apa pacar Aileen itu? Jadi Aileen menyukai cowok ketua OSIS, pemain basket dan anak band? Apa perlu Aidan belajar main musik? Sedangkan basket, saat SMP, Aidan pun ikut tim basket dan menjadi ketua basket sekolahnya. Dan perlukah Aidan mengajukan diri untuk menjadi ketua BEM berikutnya.


"Atha kuliah di Bandung, Bang," jawab Anthony.


"Jadi mereka LDR?" batin Aidan. Setidaknya kesempatan dia bertemu Aileen lebih sering dan Aidan yakin seiring waktu, jika dia memberikan perhatian kepada Aileen. Pasti Aileen akan goyah dan berpaling padanya.


"Oh, loe boleh pergi, ingat jangan menyukai Aileen dan jangan memberitahu yang lain tentang Aileen saat di SMA." Maksud Aidan adalah bahwa Aileen adalah gadis yang manis dan imut. Jika ada yang tahu bahwa Aileen adalah gadis yang cantik, maka saingan Aidan akan bertambah. Cukup pacar Aileen saja yang menjadi saingannya.


"Baik, Bang." Anthony segera meninggalkan tempat itu.


Aidan langsung berlari mencari Aileen. Namun, Aileen telah menghilang. Entah kemana gadis itu. Andre mengikuti Aidan, meskipun Andre, tidak mengetahui kemana Aidan akan pergi.


*


*


*

__ADS_1


Aileen berjalan menuju taman, kuliah selanjutnya akan dimulai 15 menit lagi. Jika duduk di kantin, Aileen harus belanja, jadi dia memutuskan untuk duduk di taman saja. Sekalian kembali mempelajari mata kuliah selanjutnya. Aileen harus berhemat, karena orang tuanya telah mengajarkan dia untuk bisa mengelola keuangan. Makanya orang tua Aileen memberikan uang jajan sekali seminggu.


Tiba-tiba beberapa gadis mencegat jalan Aileen di lorong. Aileen berusaha menghindar karena dia pikir. Gadis-gadis itu hanya lewat biasa sambil bergerombolan. Namun, ternyata mereka menghadang Aileen.


"Loe yang namanya Aileen, 'kan?" tanya salah satu dari mereka.


"Iya," jawab Aileen. Aileen tidak kenal dengan para gadis-gadis ini. Sepertinya mereka adalah senior.


"Oh, jadi loe? Cewek yang digosipin merebut bang Aidan dari kak Syira? Apa loe nggak ngaca? Cewek kayak loe, harus bersaing dengan kak Syira?"


Ternyata gadis-gadis itu adalah fans Syira dan pendukung hubungan Syira dan Aidan.


"Maksud kakak apa? Aileen tidak merebut bang Aidan dari kak Syira. Aileen tidak punya hubungan apa-apa dengan bang Aidan," jelas Aileen. Dia mencoba menyingkirkan para gadis yang menghambatnya itu.


Salah satu dari mereka memegang bahu Aileen dan menariknya ke dinding.


"Dengar ya, loe nggak usah bohong, semua orang udah tahu, kalau loe itu sok kecantikan. Loe pikir, loe siapa? Sampai berani menggoda bang Aidan?" Gadis itu memegang dagu Aileen agar melihat ke arahnya.


Aileen mencoba menarik tangan gadis itu dari dagunya karena gadis itu menekan dagu Aileen dengan kasar dan membuat Aileen kesakitan.


"Ternyata selain tukang rebut, loe juga tukang bohong, ya? Udah jelas-jelas loe kemarin bonceng sama bang Aidan dan pergi nonton sama dia!" hardik gadis itu lagi.


"Aileen memang pergi nonton sama bang Aidan, tapi perginya ramai-ramai, kok. Ada kak Syira juga." Aileen masih berusaha membela diri. Dia mencoba menarik tangannya lagi dan menggelengkan wajah, agar dagunya terlepas dari cengraman salah satu gadis itu.


"Ya, dan loe berusaha merayu bang Aidan, 'kan? Nggak usah mengelak, deh. Semua tahu, kok. Kalau loe itu ingin merebut bang Aidan dari kak Syira. Ngaku, deh loe? Nggak usah kayak orang teraniaya gitu,"


"Dasar munafik!" ujar yang lain.


"Gue peringatin, loe ya. Jangan loe dekat-dekat bang Aidan lagi! Loe cam, 'kan itu!"


"Aileen tidak bohong, Aileen tidak pernah mendekati bang Aidan dan Aileen tidak punya hubungan apa-apa dengan bang Aidan," tegas Aileen.


Risa melihat saat Aileen dibully oleh senior kimia tingkat dua. Namun, dia tidak membantu Aileen, justru tersenyum karena Aileen dibully. Risa berharap setelah ini Aileen akan jera dan benar-benar menghindar dari Aidan.


"Eh, loe punya nyali ngelawan kami? Apa loe nggak tahu siapa kami?"

__ADS_1


"Karena itu, Aileen tidak kenal dengan kakak-kakak, tapi kenapa kakak-kakak menyakiti Aileen?" Aileen masih berusaha melepaskan diri dari para senior tersebut.


"Sekarang loe, udah kenal kami, jadi jangan sampai loe dekat-dekat bang Aidan!" ancam gadis yang masih mencengkram dagu Aileen, bahkan kuku gadis itu menancap di dagu Aileen. Aileen tidak berani untuk menggerakan kepalanya lagi. Takut kuku gadis itu menggores dagunya.


Aileen sangat ingin menjauh dari Aidan dan bukan Aileen yang ingin dekat dengan Aidan. Hanya saja Aidan yang selalu mencoba mendekatinya. Bisakah Aileen menjauhi Aidan, jika pria itu selalu menempel padanya?


"Aileen tidak pernah mencoba untuk dekat dengan bang Aidan," Aileen memelankan suaranya. Dia merasa lelah karena dibully baik secara verbal dan fisik.


Aileen berpikir, apa salahnya? Kenapa dia selalu dijahatin orang? Andai Atha di sini, pasti Atha akan melindunginya. Mengingat tentang Atha, air mata Aileen mengalir.


"Loe, nangis? Dasar cemen, makanya kalau jadi cewek jangan murahan! Atau jangan-jangan, loe gunain air mata loe ini buat memikat bang Aidan?"


Aileen menatap gadis di depannya itu dengan marah karena kata-kata yang dilontarkannya.


"Aileen bukan cewek murahan!" hardik Aileen.


"Kalau loe bukan murahan. Apa namanya? Orang yang merebut pacar orang lain?"


"Apa yang kalian lakukan? Siapa yang merebut pacar orang lain?" ujar seseorang yang datang dan telah berdiri di belakang gadis yang memegang dagu Aileen.


🍒🍒🍒


Siapa ya yang datang penolong atau malah ikut membully Aileen?


Sambil nunggu aku up, yuks kepoin karya temanku ya?



Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2