Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Transformasi


__ADS_3

"Hanan! Jangan!" pekik Syira. Namun Hanan tidak mau mendengarkan Syira, dia bersiap memukul Aidan kembali. Kali ini Aidan bisa menangkisnya dan membalas pukulan Hanan.


"Loe tahu nggak akan menang melawan gue," maki Aidan.


Hanan tahu dia selalu kalah jika bertarung melawan Aidan, tapi kali ini dia.tidak bisa melihat gadis yang dicintai disakiti oleh Aidan maupun pria manapun.


"Gue nggak peduli, gue nggak akan rela loe nyakitin Syira," jawab Hanan. Dia kembali mencoba melayangkan tinju kepada Aidan. Namun, dapat dihindari oleh Aidan. Aidan hanya mengelak pukulan dari Hanan, tanpa harus membalasnya.


"Hentikan!" teriak Syira lagi. Dia mencoba mencari kesempatan agar bisa menarik Hanan dari perkelahian. Syira akhirnya berhasil menarik Hanan dan memeluknya.


"Jangan berkelahi lagi," pinta Syira. Hanan ragu untuk membalas pelukan Syira.


Aidan hanya menyaksikan mereka. Sekarang Aidan paham mengapa Hanan sangat melindungi Syira. Ternyata Hanan menyukai Syira. Apa karena itu Hanan membencinya.


Aidan pergi dari sana, meninggalkan Syira dan Hanan. Hanan akhirnya membalas pelukan Syira.


"Gue baik-baik saja. Terima kasih loe selalu ada buat gue," isak Syira. Gadis itu akhirnya menangis dalam pelukan Hanan.


"Gue akan selalu ada buat loe, gue percaya, loe adalah gadis yang akan selalu gue jaga." Hanan mengurai pelukannya dan dia menatap wajah Syira.


"Gue tahu, gue nggak akan mengemis cinta Aidan lagi. Gue akan mencari pria yang mencintai gue dengan tulus," ucap Syira, gadis itu menghapus air mata dipipinya.


"Pria itu ada di depan loe," batin Hanan. Andaikan dia punya keberanian sekali lagi untuk mengungkapkan perasaannya. Yang pertama gagal. Apakah yang kedua juga akan gagal?


"Bagus, lupakan Aidan," saran Hanan. Syira menatap wajah Hanan dan tersenyum.


"Ya, aku akan berusaha dan membuka hati untuk yang lain," putus Syira.


"Apakah kita sebaiknya bolos, aja?" canda Hanan, dia mernagkul Syira dan berjalan ke bawah.


*


*


*


Aileen berjalan memasuki kampus, sepanjang jalan semua mahasiswa tercengan melihatnya. Mereka bertanya-tanya siapa gadis itu, karena memang tidak pernah mereka melihat gadia secantik itu.


Aileen memakai pakaian femenim, berupa dress selutut dengan lengan pendek. Dress tersebut berwan pink pastel, menambah kesan girly pada yang memakai gaun tersebut. Aileen juga memakai sepatu cats berwarna peach dan tas selempang berwarna hitam.


Pagi ini Aileen kuliah Kimia dasar, kemarin dia tidak masuk setelah insiden tomat busuk. Aileen menuju gedung tempat perkuliahan untuk mata pelajaran kimia dasar. Waktu menunjukan pukul 7.55, sebentar lagi Aileen harus masuk kelas. Dia tidak ingin terlambat, gadis itu sedikit berlari, tetap saja dosen telah lebih dulu masuk daripada dirinya. Namun, Aileen tidak dihitung terlambat.

__ADS_1


Aileen berjalan ke kursi yang biasa dia duduki. Di samping kursi tersebut Aidan telah duluan datang. Aidan memang sejak bertemu Aileen menjadi rajin, jarang terlambat dan tidak bolos lagi.


Aidan terpaku sesat melihat perubahan Aileen. Bisik-bisik yang lain juga terdengar, mereka bertanya-tanya apakah gadis itu adalah Aileen. Aileen mengikat rambutnya dengan model high ponytail atau mengikat rambut ke atas.


Begitu Aileen dekat dan akan menduduki kursi. Aidan berdiri dan mengusir Anthony pindah dari tempat duduknya. Mau tidak mau Anthony ke depan di samping Aileen, sementara Aidan berada dibarisan nomor 3.


"Akhirnya loe lembali ke gaya asli, loe," bisik Anthony sebelum duduk di samping Aileen.


"hmm." Aileen hanya menjawab dengan senyuman.


Bisik-bisik tentang Aileen yang berubah, berhenti saat dosen menyuruh diam dan dia akan memulai perkuliahan. Perkuliahan berjalan dengan lancar, dosen seperti biasa memberikan quiz bagi siapa yang dapat mengerjakan soal di papan tulis.


"Ada yang bisa mengerjakan soal ini?" tanya Dosen kepada mahasiswanya.


Semua mahasiswa pura-pura menunduk, mereka tidak tahu jawabannya. Agar tidak disuruh ke depan, makanya mereka pura-pura sibuk. Seolah-olah sedang mencoba mencari jawaban.


"Saya akan berikan nilai B, bagi yang bisa mengerjakan soal ini? Jadi tanpa ujian pun nilai kalian sudah B," tawar Dosen karena memang soal kali ini cukup sulit.


Aidan berdiri dari kursi dan menuju ke depan. Aileen memperhatikan Aidan, gadis itu tahu Aidan menepati janji untuk tidak saling mengenal. Biasanya selama kuliah yang mata pelajaran sama. Aidan selalu mencoba menjahili maupun mengganggu Aileen, semua Aidan lakukan karena ingin menarik perhatian Aileen.


Aidan mengerjakan soal tersebut dengan cepat, kemudian dia menunggu Dosen melihat hasil jawabannya.


Dosen memperhatikan dan takjub dengan jawaban Aidan. Dosen heran mengapa Aidan harus mengulang, jika sebenarnya dia pintar.


"Benar, kamu boleh keluar duluan. Buat yang lain saya akan memberikan tugas dan dikumpulkan minggu depan" Dosen kembali mencatat soal yang akan dikerjakan mahasiswanya.


Aidan kembali berjalan menuju bangkunya, tidak sengaja mata Aidan dan Aileen saling bertatapan. Kemudian Aileen menundukan wajahnya. Aidan melewati Aileen dan mengambil tasnya. Pria itu langsung keluar, jika biasanya dia akan menunggu Aileen di luar kelas sambil merokok, kali ini Aidan pergi entah kemana.


Setelah mencatat tugas, satu persatu mahasiswa keluar dari kelas. Aileen juga melakukan hal yang sama. Dia mengintip kelas Risa, yang belum selesai.


"Aileen! Nggak jangka loe cantik banget, ya? Kenapa tidak bergaya seperti ini dari awal masuk?" tanya teman sekelas Aileen bernama Ardi.


"Hanya ingin ganti suasana," jawab Aileen asal.


"Loe udah punya cowok?" Ardi adalah mahasiswa sok ganteng di kelas Aileen. Semua wanita digodanya, kecuali Aileen karena menurutnya Aileen tidak menarik dan culun, tapi sekarang dia mulai merayu Aileen.


Andre memukul kepala Ardi.


"Aw, kenapa loe, mukul gue." Ardi memegang kepalanya dengan lebay padahal Andre memukul pelan saja.


Aileen hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Aileen baru menyadari bahwa Aidan tidak ada diluar kelas, biasanya pria itu akan menunggu Aileen dan mengikuti Aileen yang berjalan dengan Risa.

__ADS_1


Aileen melihat kelas Risa sudah keluar satu persatu mahasiswa. Akhirnya Risa juga keluar bersama salah satu pria.


"Risa!" panggil Aileen, dia melambaikan tangan ke arah Risa.


Awalnya Risa hanya mengabaikan panggilan Aileen. Dia terus berjalan, bersama pria itu.


"Risa!" ulang Aileen.


"Loe dipanggil tu," tegur si pria.


Risa membalikan badan dan melihat ke arah Aileen.


Aileen? Kenapa dia berubah menjadi modis lagi, seperti saat SMA?


Risa berjalan menuju arah Aileen.


"Aileen!" pekik Risa. Dia tidak senang dengan perubahan Aileen.


"Wah, Aileen cantik sekali hari ini!" puji yang lain dari kelas Risa.


Hal itu membuat Risa kesal. Bagaimana Aileen memutuskan merubah penampilannya lagi. Apa karena nasehat yang dia berikan kemarin, sehingga Aileen memutuskan bertransformasi.


"Ai--Aileen, tumben loe dandan?" tanya Risa.


"Gue hanya mau tunjukan bahwa gue bukan gadis lemah," kata Aileen dengan tegas.


🍒🍒🍒


Sia-sia rencana Risa, Aileen berubah jadi cantik lagi 🤭


Sambil nunggu aku up silahkan mampir ke karya temanku ya besties !



Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2