
Andri tengah mengendarai motor dengan santai saat melihat seorang gadis dengan seragam putih abu-abu diganggu beberapa preman. Andri kemudian menghentikan motor dan turun.
"Maaf, Bang, saya harus pulang." Si gadis berusaha berjalan ke samping. Namun, salah satu preman menghalangi jalannya.
"Kenapa harus buru-buru? Mending ikut kami dulu." Preman yang menghadang semakin mendekati gadis itu. Si gadis mundur ke belakang dan menabrak preman lain yang sengaja berdiri di belakang sang gadis.
Sementara satu orang preman lainnya hanya melihat dengan tertawa menyaksikan ketakutan dari wajah gadis itu.
"Udah, loe ikut kami aja. Kami cuma mau ngajak loe senang-senang, kok." preman pertama mencoba meraih wajah si gadis. Gadis itu tidak tinggal diam dia menepis tangan preman yang kurang ajar padanya.
Andri yang dari tadi hanya mengamati akhirnya gerah juga.
"Apa yang kalian lakukan?" hardik Andri, dia menuju ke arah preman dan gadis itu.
Preman yang tadi hanya diam akhirnya mengatakan kepada Andri,
"Jangan ikut campur, ini bukan urusanmu!"
"Sayang sekali aku harus ikut campur karena aku tidak bisa melihat seorang gadis diperlakukan dengan semena-mena," ujar Andri.
Si gadis merasa lega ada yang menolongnya. Andri menarik tangan gadis itu agar bergeser ke belakangnya. Namun, salah satu preman menghalanginya.
"Jangan coba-coba membuat kami kesal."
Andri tidak peduli dia menepis tangan preman yang menghalanginya. Preman tersebut sakit hati dan tidak terima. Dia melayangkan pukulan kepada Andri. Pria penolong itu menangkis tinju si preman.
Si gadis menjauh karena takut terluka. Dua preman lain ingin membantu temannya.
"Tidak usah, gue bisa ngalahin dia," sombong si preman yang berkelahi dengan Andri.
Dia terus mencoba menghajar Andri dengan emosi. Namun, justru dibuat babak belur oleh Andri. Si preman semakin kesal dan berlaku bodoh. Melihat temannya telah babak belur dan akhirnya terkapar di tanah. Dua preman lainnya mau tidak mau mendekat ke arah Andri dan megeroyok Andri. Beruntung Andri bisa mengelak dari pukulan dua orang itu.
Mereka berkelahi dengan perkelahian tidak seimbang. Di gadis ketakutan, dia pergi melarikan diri. Si gadis terus berlari, takut jika sang penolong kalah dan preman tersebut berbuat tidak senonoh padanya. Lebih baik dia menyelamatkan diri. Mungkin setelah itu dia akan meminta bantuan orang.
Gadis itu terus berlari hingga penat, dia melihat sekeliling.
"Kenapa jalan ini sepi sekali, sih," batin si gadis. Dia seharusnya tidak pulang lewat jalan ini, tapi karena tadi dia melihat pria yang disukainya tengah berciuman dengan gadis idola sekolah. Si gadis yang kecewa berlari tak tentu arah dan akhirnya dia tersesat sendiri.
Suara klakson motor membuyarkan lamunan gadis itu. Dia ketakutan, menyangka bahwa motor yang datang adalah para preman tadi. Dia tidak melihat ke belakang, gadis itu terus berlari, mencari jalan yang ramai. Tiba-tiba motor berhenti tepat di depannya. Gadis itu berhenti mendadak dan mundur, membuat dia terjatuh ke tanah. Dia menutup wajah takut dengan apa yang akan dilakukan preman itu.
__ADS_1
Suara langkah kaki terus mendekat padanya.
"Apa loe baik-baik saja?" ucap seorang pria.
Gadis itu akhirnya berani mendongakan wajah ke atas dan melihat siapa yang berbicara padanya. Gadis itu merasa lega karena ternyata itu adalah pria penolong.
"Ah syukurlah, Abang baik-baik saja,"
Andri memperhatikan gadis di depannya itu,
"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Andri mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri.
Sang gadis menerima dan berdiri, dia membersihkan roknya. Kemudian memperhatikan wajah pria itu.
"Ah, Aiko juga merasa pernah bertemu dengan Abang tapi di mana, ya?" Aiko mencoba mengingat kapan dia bertemu Andri.
"Adik Aileen!"
"Pacar Uni!"
Serempak mereka, kemudian mereka tertawa.
"Iya, Abang pacar Uni, 'kan?"
"Bukan," sanggah Andri.
"Oh, bukan, kirain Aiko, Uni selingkuhin bang Atha," ceplos Aileen.
"Atha? Siapa Atha?" heran Andri, yang dia tahu Aileen dan Aidan udah jadian.
"Itu pacar Uni waktu SMA, sempat putus, sih mereka tapi kayaknya balik lagi," terang Aiko.
"Tunggu, loe yakin? Aileen balik lagi sama pacarnya?" Andri menatap Aiko.
"Apa, Abang suka sama Uni? Terus Abang lagi pedekate gitu sama Uni?" Jika benar Andri sedang mengejar Aileen, Aiko merasa bersalah telah memberikan kenyataan pahit kepada Andri.
"Bukan!" Andri menggerakan tangan memberi tanda tidak.
"Jadi?" Aiko mengernyitkan kening karena bingung.
__ADS_1
"Ah, sudahlah, nggak usah dibahas lagi. Loe sendiri kenapa bisa berada di jalan sepi ini?" Andri memperhatikan sekitar jalan. Hanya satu dua kendaraan yang lewat, bahkan jaraknya, mungkin 1 jam sekali.
"Oh, itu--Aiko sepertinya berjalan sambil menghayal dan tersesat," bohong Aiko.
"Jangan-jangan loe lihat pacar loe selingkuh?" terka Andri tepat sasaran. Sebenarnya Andri mengatakan itu karena sekalian ingin tahu apakah Aiko punya pacar atau tidak.
"Kok tahu, sih Abang ini, tapi bukan pacar juga, sih. Hanya orang yang disukai," batin Aiko.
Melihat Aiko terdiam, Andri memgambil kesimpulan bahwa benar Aiko melihat pacarnya berselingkuh.
"Ayo, gue traktir makan, pasti loe belum makan, 'kan?" tawar Andri, dia menarik tangan Aiko menuju motor. Andri memasangkan helm ke kepala Aiko. Gadis itu hanya pasrah dan menaiki motor Andri.
Andri melajukan motor, menuju sebuah cafe dekat pusat kota. Dia berhenti di cafe yang sedang ramai digandrungi kaula muda. Andri mencari tempat duduk kosong.
"Tunggu di sini, gue pesankan makanan, loe mau apa?"
"Chicken steak dan jus jeruk aja, Bang." Aiko duduk menunggu Andri yang sedang memesan makanan. Aiko memang belum makan siang. Sekarang dia baru merasakan lapar. Tadi saat melihat pujaan hati berciuman dan diganggu preman, membuat Aiko mengabaikan perutnya yang kelaparan.
Tiga orang gadis memasuki cafe, dia adalah teman satu sekolah Aiko. Geng cewek-cewek idola. Mereka adalah Rebecca, Clara dan Jia. Rebecca adalah ratunya dan dia juga cewek yang dicium oleh Bian, cowok yang ditaksir Aiko.
Becca melihat Aiko juga di cafe yang sama, dia menyuruh dua temannya untuk duduk duluan. Becca menyamperin Aiko.
"Di sini loe rupanya?" sapa Rebecca.
Aiko tahu itu adalah suara Rebecca, gadis itu hanya memgabaikan Becca, tidak ingin mencari ribut.
"Loe udah lihat bukan. Apa yang Bian lakuin ke gue? Jadi loe harus sadar sekarang bahwa Bian itu nggak pantas buat loe?" ejek Rebecca.
Mau tidak mau Aiko melihat ke arah Rebecca. Tatapan Aiko memerah karena ejekan Rebecca. Aiko sedih mengapa pria.yang disukainya menyukai gadis kurang ajar seperti Rebecca.
"Sayang, kamu nggak menunggu lama, 'kan? Abang udah pesankan makanan kesukaanmu!"
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
__ADS_1
Tiktok : lady_mermad