
Aidan melajukan motor dengan cepat, pria itu ingin segera bertemu Aileen dan bertanya secara langsung. Pemuda itu membelah jalan raya dan memotong kendaraan dengan cepat dan cekatan. Tentu saja hal itu bukan sesuatu yang sulit bagi seorang Aidan, sang raja jalanan.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Aidan, dia telah sampai di rumah Aileen. Pria itu mengetuk pintu, Aiko membukakan pintu. Gadis itu menatap pria di depannya dengan seksama. Tampan, tinggi dan wangi, Aiko belum pernah melihat pria ini.
"Mau cari siapa?" tanya Aiko dengan tatapan menyelidik.
"Aileen ada?" Aidan memperhatikan gadis manis di depannya ini, mirip dengan Aileen.
"Abang siapa? Kenapa mencari Uni?" Aiko tidak lantas memberitahu bahwa Aileen ada sebelum mengetahui siapa yang datang.
"Gue Aidan, ada yang ingin gue bicarain sama Aileen."
Aiko menutup mulut dan berpikir, jadi ini pria yang telah menyakiti Aileen? Tampan, pantasan saja playboy. Melihat Aiko hanya diam Aidan kembali berbicara.
"Apakah Aileen ada?" Aidan takut jika Aileen pergi bersama Andri.
"Kenapa Abang mau bertemu Uni? Nanti Abang nyakitin Uni lagi." setelah mengatakan unek-uneknya, gadis itu langsung menutup pintu.
Aidan menjadi terkejut karena diperlakukan seperti itu. Pemuda tampan itu kembali mengetuk pintu. Sementara Aiko mengabaikannya, Aileen keluar dari kamar.
"Siapa?" tanya Aileen, gadis itu akan mengambil air minum.
"Bukan siapa-siapa," bohong Aiko. Pintu diketuk lagi oleh Aidan.
"Lah, itu kenapa ngetuk lagi?" tanya Aileen heran.
"Itu orang nyari papà, udah dibilangin papa lagi keluar kota. Masih aja ngeyel." Aiko harus menjauhkan kakaknya dari pria hudung belang seperti Aidan.
"Oh!" Aileen menuju dapur dan embali lagi menuju kamarnya. Namun, pintu masih di ketuk.
Aiko tidak ada lagi di depan pintu, sepertinya gadis itu sudah masuk ke kamarnya. Aileen meletakan gelas di meja dan membukakan pintu. Siapa tahu perkataannya mau diterima oleh orang yang mencari papanya.
"Aileen!" sapa Aidan, pria itu lega karena akhirnya Aileen yang membukakan pintu.
Aileen mengangkat wajah dan menatap Aidan. Gadis itu melihat wajah Aidan seperti kelelahan, tidak jauh beda dengan wajahnya. Mereka sama-sama menderita.
"Bang Aidan!" Aileen menarik pintu karena sadar ternyata benar Aidan yang berada di depannya.
Aidan menahan pintu sebelum Aileen tutup rapat. Pantasan tadi Aiko berbohong, ternyata yang datang adalah Aidan.
"Kita harus bicara." Aidan masih menahan pintu agar tidak ditutup Aileen.
"Nggak ada yang perlu kita bahas lagi kok, Bang." Aiko menunduk, tidak sanggup menatap Aidan lagi.
__ADS_1
"Ada, gue nggak bisa sebelum dapat penjelasan dan loe dengerin penjelasan dari gue." Aidan menundukan waja agar dapat melihat ekspressi Aileen.
"Kita bicara diluar aja." Aileen keluar dan menutup pintu. Gadis itu duduk di kursi teras, Aidan mengikutinya. Aidan menarik kursi teras ke depan Aileen.
"Kenapa Abang duduknya terlalu dekat Aileen." Gadis itu menggeser kursi agar sedikit jauh darinya.
"Karena gue mau memastikan sesuatu." Aidan sengaja karena ingin tahu apakah Aileen berbohong atau tidak.
Aileen menolehkan wajah, karena Aidan terus menatapnya. Gadis itu merasa risih.
"Katakan?" Aidan memulai percakapan serius mereka.
"Katakan apa? Tidak ada yang perlu dikatakan." Mereka duduk saling berhadap-hadapan dan dengan posisi yang cukup dekat.
"Tentu saja ada, kenapa loe bersama Atha ke diskotik?" Aidan terus berusaha menangkap manik mata Aileen.
"Karena Atha mau nunjukin cowok seperti apa Abang. Atha ingin balikan. Namun, Aileen tolak," beber Aileen. Aidan tersenyum.
"Kenapa?"
"Kenapa apa?" Aileen heran dengan pertanyaan Aidan.
"Kenapa ditolak?"
"Hanya karena itu, padahal loe bisa aja terima dia dan mutusin gue?"
Aileen tidak percaya dengan yang di dengarnya.
"Dasar cowok, gampang aja bagi mereka mutusin cewek," kesal Aileen.
"Daripada loe jadi selingkuh, 'kan mending putusin satu." Aidan membela dirinya.
"Udah ah, nggak ada guna pembicaraan ini." Aileen berdiri dari duduknya.
"Eh, tunggu dulu kita belum selesai." Aidan menarik tangan Aileen agar gadis itu duduk kembali.
"Oh, iya Aileen ingat, Abang sendiri kenapa nggak mutusin Aileen dulu kalau mau jadian sama Risa? Atau Abang pacaran duluan sama Risa baru Aileen?" selidik Aileen.
Aidan melotot, jadi yang dikatakan Andri benar. Aileen menyangka dia selingkuh?
"Gue nggak ada jadian atau selingkuh sama Risa, ya," kesal Aidan.
"Terus kenapa Abang bareng Risa di diskotik?" Aileen menatap Aidan tajam.
__ADS_1
"Gue nggak bareng dia, gue bareng Andri, terus saat Andri ke toilet, dia datang dan nunjukin foto loe yang megang dahi Atha. Kalian kelihatan mesra di foto, kemudian Risa berbisik kalau loe duain gue." Aidan menahan amarah.
"Apa?" Aileen berdiri dari duduknya dan berjalan menatap depan rumah.
Aileen merasa dikhianati oleh Risa, gadis itu teringat dengan Winda yang juga mengkhianatinya. Gadis itu berpikir kenapa sahabatnya seperti itu? Apa hanya Aileen yang menganggap mereka sahabatnya?
Air mata Aileen kembali menetes, dia sangat mempercayai dua orang itu, tapi apa? Mereka menusuk Aileen dari belakang. Aidan ikut berdiri ke arah Aileen dan membalikan tubuh gadis itu. Aidan menatap wajah Aileen yang telah berling air mata.
"Abang hanya mencintai loe, percayalah. Sekarang katakan, kenapa loe menangis?"
"Benar Abang tidak selingkuh dengan Risa?" Aileen kemudian menceritakan persahabatannya dengan Winda dan ternyata Winda berselingkuh dengan Atha, saat masih bersama Aileen.
Aidan paham jika Aileen pasti trauma. Pria itu memeluk gadis yang dicintainya dengan erat.
"Jangan menangis lagi, Abang akan selalu bersama loe."
Aileen memeluk Aidan dengan erat, sambil terisak. Pria itu mengusap dan mencium puncak kepala gadisnya.
"Nanti, kalau Abang nggak suka sama Aileen lagi atau ada gadis lain yang Abang sukai, putuskan Aileen, itu akan lebih baik."
Ucapa Aileen membuat Aidan mengurai pelukannya. Pria itu menatap wajah Aileen.
"Kenapa mengatakan itu?" Aidan menghapus air mata Aileen dengan tangannya.
"Karena Aileen tidak suka diselingkuhi atau diduakan," jawab Aileen masih terisak.
"Abang tidak ingin berjanji apa-apa. Setidaknya saat ini hanya loe wanita yang ada di dalam hati Ini." Aidan memegang dadanya, meskipun Aileen kecewa dengan janji yang diucapkan Aidan. Namun, itu adalah logikanya, karena suatu hari kita tidak pernah tahu, hati akan berpaling. Seperti Aileen yang saat putus dengan Atha dalam hati dan pikirannya saat itu hanya Atha pria yang membuatnya jatuh cinta. Siapa sangka sekarang hati Aileen berpaling, sekalipun memang mereka sudah putus.
"Jadi sekarang kita kembali bersama? Alias balikan lagi?" ucap Aileen.
"Memangnya kita putus? Gue nggak merasa kita putus."
Aileen memukul bahu Aidan, pria itu memeluk pacarnya dengan erat. Tidak tahu akan seperti apa hubungan mereka nantinya. Namun, yang pasti saat ini mereka saling mencintai.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad
__ADS_1