Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Preman


__ADS_3

Aidan terlalu cepat masuk kelas, biasanya dia selalu terlambat. Aidan melihat kursi yang biasa didudi Aileen masih kosong.


Apa Aileen masih tidak masuk kuliah? Apa dia masih trauma? Berbagai macam kekhawatiran terlintas dibenak Aidan. Semua itu buyar saat Aileen masuk ke dalam kelas dengan penampilan yang girly dan kelihatan sangat cantik. Mata Aidan tidak lepas memandang gadis pujaan hatinya itu.


Saat Aileen juga memandangnya, Aidan memalingkan wajah. Gadis itu terus berjalan menuju arahnya. Aidan baru ingat jika Aileen akan duduk di sampingnya. Refleks Aidan berdiri dan berpindah duduk mengusir Anthony.


Bisik-bisik yang lain memuji perubahan penampilan Aileen, membuat Aidan menjadi jengah. Aidan bertanya-tanya mengapa Aileen kembali berpenampilan modis? Apakah bentuk perlawanannya terhadap Aidan atau orang yang merundungnya.


Dosen datang dan mereka mulai kuliah. Dosen memberikan quiz, Aidan sudah tahu jawabannya, hanya saja dia membiarkan yang lain untuk menjawab, cukup lama tidak ada yang menjawab. Karena tidak ingin membuat Dosen memberikan tugas akhirnya Aidan berjalan ke depan dan mengerjakan soal itu.


Dia diizinka keluar lebih dulu. Aidan langsung menuju taman untuk merokok. Entah berapa batang rokok yang telah dia hisap, sampai dia melihat Aileen datang. Aidan memandnag Aileen dengan kecewa, sekaligus cemburu karena Aileen merubah penampilannya. Aidan berjalan dan melewati Aileen. Meskipun hatinya masih ingin melihat wajah Aileen. Namun, logikanya mengingatkan untuk menjauhi Aileen.


Aidan berpapasan dengan beberapa pria. Aidan tahu bahwa pria tersebut adalah preman sekitar lingkungan kampus. Aidan berhenti, dia berpikir sejenak. Apakah Aileen akan baik-baik saja? Jika dia membantu apakah Aileen akan marah. Aidan kembali melangkah karena tidak ingin ikut campur. Namun, perasaannya tidak tenang saat dia hampir sampai kantin. Aidan membalikan langkah dan berlari menuju taman. Dia melihat Aileen yang ketakutan diganggu preman itu.


"Apa yang kalian lakukan?" bentak Aidan. Para preman tersebut melihat ke arah Aidan.


"Sebaiknya loe nggak usah ikut campur,"


"Benar kami hanya ingin berkenalan dengan gadis cantik ini." Salah satu dari preman mencolek dagu Aileen. Aileen memalingkan wajah tidak sudi untuk di sentuh.

__ADS_1


Aidan yang tidak ikhlas melihat gadis pujaan hati di sentuh pria lain langsung melayangkan tinju ke wajah preman itu. Si preman menatap Aidan dengan marah. Dia pun membalas pukulan Aidan, Aidan menangkis pukulan tersebut.


Teman mereka yang lain ikut membantu, mereka mengeroyok Aidan. Satu di antara preman tersbut, masih memcoba merayu Aileen. Aileen berusaha menepis sentuhan dari pria itu.


"Lepas! Jangan sentuh," bentak Aileen. Suara Aileen membuat Aidan kehilangan kosentrasi, salah satu tinju lawan tepat mengenai pipinya, darah mengalir di sudut bibir Aidan. Dia menyekanya dan kembali membalas.


Aidan berlari ke tempat Aileen yang diganggu preman satu itu. Aidan menarik tangan Aileen dan menyembunyikannya di belakang. Aidan menghajar preman itu, sementara temannya yang lain kembali menuju arah Aidan. Mereka kembali baku hantam, perkelahian tersebut tidak seimbang karena preman tersebut berlima.


Andri yang mencari Aidan melihat Aidan bertarung dengan 5 orang. Andri berlari dan menolong Aidan. Baku hantam masih berjalan dua melawan lima. Aileen jongkok di bawah pohon dengan tubuh bergetar dia tidak berani melihat perkelahian tersebut. Akhirnya preman menyerah dan kabur dari sana.


"Jangan pernah masuk kampus dan mengganggu gadis-gadis di sini!" teriak Aidan saat semua preman telah kabur.


Aidan membisikan sesuatu kepada Andri. Andri mengangukan kepala tanda mengerti.


"Aman, gue mau nyari obat dulu, jangan lupa!" Aidan meninggalkan Andri dan Aileen.


Aileen mendongakan wajahnya, dia melihat Aidan pergi, perasaan bersalah membuat dada Aileen sesak. Aidan pergi meinggalkannya, gadis itu bahkan belum sempat mengucapkan terima kasih atas pertolongannya. Aileen tidak tahu apa yang terjadi jika Aidan tidak menolongnya.


"Loe nggak pa-pa?" suara Andri membuyarkan lamunan Aileen, Aileen menatap Andri.

__ADS_1


"Nggak pa-pa, bang, makasih sudah nolongin Aileen." Aileen berdiri dari jongkok.


"Mau gue antar pulang? Loe pasti kaget, 'kan dengan kejadian ini?" tawar Andri.


"Aileen baik-baik saja, Bang."


"Ya udah loe masih ada kuliah? atau mau ke kantin, kita beli minuman, loe shock banget itu." Andri masih berdiri di hadapan Aileen.


"Ke kelas aja, Bang. Bentar lagi kuliah mulai." Aileen berjalan diikuti Andri. Aidan berpesan untuk mengantarkan gadis itu dengan selamat ke tempat tujuannya.


Andri sendiri heran kenapa Aidan tidak melakukannya sendiri? Bukankah itu akan melancarkannya usaha Aidan untuk menarik perhatian Aileen. Andri bingung dengan sahabatnya itu.


Andri baru menyadari perubahan Aikeen, ternyata dia cantik, tidak seperti tampilan biasanya. Mereka menuju ke kelas Aileen.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2