Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Berkemah


__ADS_3

Semester pertama Aileen telah selesai. Selama kuliah Aidan benar-benar menghindari Aileen. Dan Aileen pun tidak pernah dirundung lagi.


Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Mapala atau Mahasiswa Pecinta Alam tengah mempersiapkan untuk mereka berkemah, agar pikiran segar kembali setelah ujian semester. Daerah berkemah tidak jauh, masih dalam kota, tapi wilayah itu terkenal masih asri dan di sana juga ada air terjun.


Aileen salah satu anggotanya, Aileen tidak tahu jika Aidan juga anggota Mapala. Mereka berkumpul di kampus. Senior telah menyiapkan kendaraan untuk mereka ke sana dan perlengkapan berkemah. Risa tidak ikut kegiatan itu, karena menurutnya tidak cocok dengan dirinya yang feminim.


Ketua Mapala adalah Andri. Hanan dan Syira juga menjadi anggota Mapala. Kegiatan diikuti oleh 12 orang, 4 di antaranya perempuan dan sisanya pria. Aileen sendiri telah mengikuti kegiatan itu sejak SMA. Saat SMA namanya Sispala. Hanya saja saat SMA, ayah Aileen belum mengizinkan Aileen untuk berlemah karena menganggap Aileen masih kecil. Sekarang Aileen telah dapat lampu hijau untuk melakukan kegiatan itu.


Andri membacakan daftar kelompok, kendaraan untuk membawa mereka ke lokasi ada 2 mobil. Mobil pertama dikendarai oleh Aidan dan yang kedua oleh Hanan. Aileen sendiri dapat mobil yang dikendarai Hanan dan Syira mobil yang dikendarai Aidan.


"Andri, gue di mobil Hanan saja." Syira tidak ingin berurusan lagi dengan Aidan.


Semua peserta heran, bukankah biasanya Syira akan sedapat mungkin untuk bersama Aidan. Namun, sekarang tidak? Apa terjadi sesuatu di antara mereka?


"Siapa yang mau pindah menggantikan Syira?" Andri meminta ada yang bersedia mengajukan diri.


Semua diam, tidak ada yang bersedia.


"Aileen loe, ikut mobil Aidan bareng gue," putus Andri. Pria itu tidak ingin membuang waktu dengan perdebatan.


Aileen merasa tidak enak karena dia telah lama tidak bertegur sapa. Bahkan Aileen belum mengucapkan terima kasih atas pertolongan Aidan waktu itu. Terus terang sejak Aidan menjauh, Aileen merasa kehilangan. Entah sejak kapan Aileen telah jatuh ke dalam perasaan menyukai Aidan.


Mereka naik ke mobil masing-masing, Aidan duduk di kursi mengemudi, Andri di sampingnya, Aileen berada di belakang kursi Andri. Mereka menuju lokasi, perjalanan ke sana memakan waktu sekitar 1 jam.


Kebiasaan Aileen jika di mobil adalah tidur, hampir selama perjalanan Aileen tertidur. Aidan masih fokus mengemudikan mobil sambil ditemani Andri.


Akhirnya mereka sampai juga di tujuan pukul 10 pagi. Aileen seperti memiliki alarm sendiri. Dia tepat bangun ketika mobil berhenti. Mereka mengeluarkan peralatan, menuju lokasi mereka harus menempuh perjalanan lagi sekitar 20 menit.


Mereka menyusuri hutan, Andri dan Aidan memimpin di depan, mereka menebang semak-semak, agar mendapatkan akses jalan. Masing-masing menggendong tas ransel. Matahari semakin menyinari bumi, hawa panas mulai terasa. Selain karena panas, tapi juga karena kelelahan berjalan. Peluh membanjiri wajah mereka. Namun, mereka terus berjalan.


Andri dan Aidan akhirnya berhenti, peserta di belakang mereka juga ikut berhenti. Aidan menghirup udara segar, di depan mata terpampang pemandangan yang sangat indah ditambah dengan air terjun.


Yang lain berjalan ke depan untuk melihat lokasi. Mereka takjub dan senang telah sampai.


"Ayo kita dirikan kemah," ajak Andri. Dia mulai mencari tempat yang cocok untuk mereka mendirikan kemah.

__ADS_1


"Andri, di sini saja." Hanan yang berdiri cukup jauh dari kolam air terjun. Andri menuju ke arah Hanan, diikuti yang lain.


"Sepertinya bagus dan cocok, ayo kita dirikan tenda!" perintah Andri.


Aidan masih berdiri di antara bebatuan di samping kolam. Dia mulai merokok, pria itu ingin rileks sejenak karena dia kelelahan menyetir selama 1 jam tanpa berhenti dan langsung berjalan. Aidan meletakan ransel dan duduk di batu, menikmati suasana.


Syira memperhatikan tingkah Aidan.


"Bagaimana aku bisa dibutakan oleh dia, apa bagusnya, sih dia," gerutu Syira. Dia tidak suka karena Aidan tidak membantu. Menurut Syira Aidan, pria pemalas.


Padahal Hanan juga menyetir, tapi tetap Hanan membantu untuk mendirikan tenda.


"Kenapa?" tanya Hanan saat dia mendengar gerutuan Syira, tapi tidak jelas. Yang pasti Hanan mendengar Syira mengatakan sesuatu.


"Apa kau tidak capek?" Syira mulai mengambil atribut kemah.


"Tidak apa-apa, nanti tinggal istirahat, aja." Hanan mengeluarkan sleeping bag dan menaruhnya di tanah.


Mereka mendirikan 3 tenda, 2 tenda untuk pria dan 1 tenda untuk wanita. Tidak lama tenda telah berdiri dengan kokoh.


"Kami mau istirahat dulu," jawab Vira, salah satu wanita yang ikut dalam rombongan.


"Baiklah, silahkan beristirahat." Andri mengambil sleeping bagnya. Aileen masih sibuk menyapu sekitar lokasi untuk tenda mereka. Dia masih mengumpulkan sampah dan menumpuknya untuk nanti dijadikan bahan membuat api.


"Enak, nih kalau ada teh atau kopi," sahut Hanan. Pria itu masih menyusun sleeping bag di dalam tenda.


"Eh, benar juga usul, loe," jawab Rian, salah satu peserta dalam kemah mereka.


"Tapi, kasihan juga nyuruh para gadis-gadis itu," tunjuk Andri.


"Aileen akan memasak air untuk membuat kopi atau teh," tawar Aileen, gadis itu memang mendengar pembicaraan seniornya itu dan dia merasa kasihan dengan mereka.


"Loe yakin, nggak capek?" tanya Andri, kasihan juga dia dengan Aileen.


"Nggak, kok Bang, tenang aja. Cuma buat teh atau kopi aja." Aileen menuju tas tempat di simpan peralatan untuk memasak. Dia mengeluarkan panci dan termos untuk mengambil air, juga teh, kopi dan gula beserta beberapa gelas.

__ADS_1


"Biar gue aja yang ambil air," tawar Andri, dia bersiap mengambil termos dari Aileen.


"Nggak usah Bang, tenang aja Aileen bisa sendiri kok." Gadis itu menjauhkan termos dari Andri.


"Gue takut loe jatuh, batu-batuan itu licin," ujar Andri.


"Tenang aja, Aileen akan hati-hati nanti," jawab Aileen.


"Andri, ayo bantuin, malah ngobrol sama Aileen," panggil Rian.


"Nah, tu Abang dipanggil, mending bantu mereka aja. Aileen bisa sendiri, kok," ucap Aileen.


"Yakin, tapi gue merasa nggak tenang, loh." Andri tahu ini adalah pertama kali Aileen berkemah dan dia tidak mau gadis itu celaka. Bisa dibunuh, dia sama Aidan. Meskipun Aidan mengatur jarak dengan Aileen, setidaknya Andri tahu, pria itu masih memperhatikan Aileen dari jauh.


"Iya, udah Abang ke sana, aja," usir Aileen.


"Andri, ayo," ulang Rian memanggil Andri kembali.


"Iya, bentar. Ya udah gue ke sana, ya." Andri meninggalkan Aileen.


Aileen berjalan menuju kolam air terjun.


Dia mengambil air di sebelah Aidan yang masih merokok. Aidan hanya melirik sekilas. Aileen tidak memoerhatikan batu yang dipijaknya licin.


"Ahh!" teriak Aileen.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2