Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Girl Talk


__ADS_3

"Selamat, akhirnya kita berhasil memisahkan mereka." Winda menyeruput minumannya.


"Gue bilang juga apa? Rencana gue pasti berhasil dan sekarang sisa menyingkirkan Aileen dari sisi Atha." Risa tersenyum sembari memutar gelas minumannya.


"Gue masih menguntit rumah Aileen, beberapa hari ini Atha sangat gencar menarik perhatian Aileen dan gue gerah ngelihatnya." Winda menatap jalan di samping kaca tempat mereka duduk.


Winda dan Risa tengah berada di sebuah kafe, mereka sering bertemu untuk merencakanan perpisahan Aileen dan Aidan, menggunakan Atha. Selanjutnya, mereka akan memisahkan Aileen dengan Atha.


"Kapan loe akan membeberkan hubungan loe dengan Atha kepada Aileen?" Risa mengambil kentang goreng di atas meja dan memakannya.


"Secepatnya, gue tahu pasti Atha akan menjadikan Aileen kembali sebagai kekasihnya sebelum dia ke Bandung."


"Ya, itu sudah pasti karena Atha tahu Aileen adalah wanita setia." Risa mengikuti arah pandang Winda ke jalan.


Cafe tempat pertemuan mereka berada di pusat kota. Kendaraan silih berganti melewati jalan itu. Trotoar pun ramai dengan orang-orang yang berjalan kaki. Matahari mulai kembali keperaduan. Warna jingga menampakan wajahnya sebelum hilang ditelan pekatnya malam.


"Apa loe nggak takut, jika Aileen tidak jadian dengan Atha, kemungkinan Aileen akan kembali kepada Aidan?" tanya Winda, gadis itu menoleh dan meletakkan tangannya di atas meja, memfokuskan pandangan kepada Risa.


"Tenang saja, gue yakin baik Aileen maupun Aidan memiliki gengsi yang sama." Risa meluruskan duduknya dan menatap Winda.


"Tidak akan mungkin Aileen mau sama bang Aidan lagi, secara otaknya udah gue cuci. Setelah melihat kejadian kemarin, dia pasti takutlah pacaran sama bang Aidan. Secara waktu pacaran sama Atha, loe, 'kan pernah bilang kalau Aileen nggak mau dicium oleh Atha. Makanya loe jadi pelampiasan Atha," beber Risa.


"Loe benar." Winda sendiri merasa bodoh karena mau saja jadi ban serep Atha, tapi saat itu dia cinta mati sama Atha.


***


Atha ke rumah Aileen, beberapa hari ini sejak kejadian di diskotik itu. Pria muda itu memang gencar mendekati Aileen. Targetnya adalah sebelum liburan kuliah usai dan sebelum dia kembali ke Bandung. Mereka telah jadian kembali.


Aileen melihat kedatangan Atha, pria itu tampak rapi dan tampan. Atha memakai baju kaos polos biru dan celana jeans berwarna senada. Tidak lupa jam tangan di tangan kirinya.


Aileen menemui Atha dengan malas-malasan, meskipun hubungannya kandas dengan Aidan. Tidak lantas membuat dia langsung berpaling ke Atha lagi. Dalam pikiran Aileen sebaiknya dia harus sendiri dulu. Kalau perlu tidak usah pacaran lagi. Fokus kuliah saja.


"Atha!" Aileen duudk di kursi teras rumahnya.


Atha yang membelakangi Aileen memutar tubuhnya. Dia berjalan ke arah Aileen.

__ADS_1


"Kamu baik-baik, aja, 'kan?" Pertanyaan yang sama yabg selalu Atha tanyakan krpada Aileen sejak kejadian di diskotik tempo hari.


"Bukankah kamu seharusnya sudah tahu? Bahwa aku memang tidak baik-baik saja." Gadis itu sedikit kesal dengan pertanyaan yang sama.


"Yah, siapa tahu di hari ke-3, kamu sedikit merasa lebih baik," ujar Atha.


"Itu benar juga." Aileen berdiri dan melihat ke langit malam.


Bintang-bintang bertaburan dengan indah, ditambah cahaya dari rembulan. Setidaknya pemandangan langit malam ini membuat suasana hati Aileen sedikit cerah. Aileen membayangkan Aidan. Apa yang dilakukan pria itu sekarang? Apakah dia bersama Risa atau gadis lainnya?


"Aileen!" panggil Atha, pria itu mendekat ke arah Aileen. Posisi Aileen masih membelakangi Atha. Pria itu ingin menyentuh kepala Aileen. Namun, ragu, takut gadis itu akan marah dan membencinya. Jika saat pacaran saja. Aileen berusaha untuk tidak di sentuh oleh Atha. Apalagi sekarang mereka tidak memiliki status apapun.


"Aku ingin kita kembali seperti dulu, kamu mau, 'kan? Aku akan setia," bujuk Atha.


Aileen akhirnya menghadap Atha, dia meneliti maksud Atha. Gadis itu curiga jika pria di depannya itu bisa berubah cepat. Bukankah Atha tidak bisa pacaran jarak jauh? Apakah selama mereka berpisah, Atha sadar bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Aileen atau dia baru sadar karena Aileen bersama Aidan dan dia tidak ingin gadis itu dimiliki pria lain?


"Maaf, aku belum bisa melakukan itu." Aileen masuk ke dalam rumah meninggalkan Atha sendirian. Cukup lama terdiam, akhirnya Atha pergi dari rumah Aileen, tapi dia tidak akan menyerah.


Aileen menutup pintu rumah dan bersandar di balik pintu, sambil menangis, bukan karena Atha. Melainkan karena mengingat Aidan. Aiko yang keluar dari ruang keluarga menuju kamarnya melihat Aileen menangis.


"Bukan dan lagian putus sama Atha udah lama, kok." Aileen berjalan menuju kamarnya. Aiko mengikuti, dia merasa penasaran, bukankah Aileen sudah kembali lagi bersama Atha?


"Bukannya, Uni udah balikan lagi sama bang Atha?" Aiko menutup pintu kamar Aileen, mereka akan berbicara serius 'girl talk'.


"Siapa bilang Uni balikan sama Atha." Aileen duduk di ranjang dan menyandar di kepala kasur.


"Lah, itu bang Atha sering ke sini, bukannya karena kalian balikan?" Aiko ikut duduk di atar kasur dan menghadap Aileen.


"Enggaklah, orang uni udah punya pacar lagi!" sahut Aileen, gadis itu mengambil guling dan memeluknya.


"Eh serius? Sama bang Andri?" Aiko masih berpikir kalau Andri pacar Aileen. Mungkin saja saat itu Andri bohong.


"Hah? bang Andri? Enggak, lagian kamu kenapa nerka sampai ke sana?" selidik Aileen, dia memandang Aiko meminta penjelasan.


"Yah, karena kirain bang Andri pacar baru Uni," jawab Aiko. Hadeh jangan sampai Aileen tahu kalau Andri jemput dia di sekolah.

__ADS_1


"Kok kamu tahu namanya bang Andri?" Aileen mendekatkan wajahnya menatap Aiko tajam.


"I--itu, karena Aiko dengar Uni bicara waktu itu," bohong Aiko, dia menghindari tatapan kakaknya itu.


"Hanya itu?" Aileen menarik kepalanya menjauh dari Aiko.


"Jadi siapa pacar Uni sekarang?" Aiko masih penasaran.


"Temannya bang Andri, namanya bang Aidan." Aileen menceritakan semua tentang Aidan dari mereka kenalan sampai Aidan menjauhinya dan akhirnya mereka jadian.


"Jadi bang Aidan ini ketua geng motor SOS? Wah Uni keren karena pacaran sama ketua geng motor. " Aiko tidak percaya jika Aileen pacaran dengan ornag nomor satu di geng motor SOS. Adik Aileen itu telah cukup membuat kehebohan gara-gara di jemput Andri, ternyata teman pria sekolah Aiko ada beberapa orang anggota geng motor itu. Mereka kenal dengan Andri yang merupakan wakil, sekaligus tangan kanan ketua geng motor SOS.


"Keren apaan, dia ternyata playboy, ternyata dia juga pacaran sama Risa teman Uni dan parahnya Uni lihat mereka ciuman di diskotik." Air mata mulai berkumpul lagi di mata Aileen.


"Hah? Uni ke diskotik? Jangan sampai Papa dan Mama tahu, Uni bisa digantung nanti," nasehat Aiko.


"Itu kalau bukan Atha yang ngajak untuk melihatkan cowok seperti apa bang Aidan." Aileen menghapus air matanya, teringat kembali saat Aidan mencium Risa.


Aiko jadi kasihan sama Aileen, kakaknya itu sering diperlakukan tidak adil dengan pria.


"Lalu bang Atha bagaimana?" tanya Aiko.


"Atha minta kembali, tapi Uni nggak bisa, terus terang pikiran Uni masih ke bang Aidan." Aileen menutup wajahnya dengan guling. Tidak ingin memperlihatkan kesedihan di depan siapapun.


"Aiko, jangan pacaran atau dekat dengan geng motor, mereka playboy dan gaya pacatan mereka beda, itu bisa merusak masa depan kita," nasehat Aileen. Aiko menganggukan kepala. Dia harus mulai menjauh dari Andri sebelum perasaannya tersentuh oleh sikap Andri.


🍒🍒🍒


Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad

__ADS_1


__ADS_2