
Atha sepertinya belum menyerah, pria tampan itu masih saja kekeh untuk mendapatkan Aileen, si cinta pertama. Setelah penolakan Aileen kemarin malam. Siang ini Atha masih saja kembali ke rumah Aileen.
Seperti biasa Aileen menemui Atha dengan setengah hati, meskipun semalam setelah mencurahkan isi hatinya kepada Aiko dan Aiko menyarankan agar Aileen menerima Atha kembali. Menurut Aiko Atha adalah pria sempurna, dan bukan seorang playboy maupun badboy, tidak seperti Aidan.
"Aileen!" Atha tersenyum karena Aileen keluar dan menemuinya juga. Atha cukup lama menunggu Aileen, pria itu pikir kalau sang gadis pujaan hati, tidak akan mau bertemu dengannya lagi setelah permintaanya semalam.
"Silahkan duduk!" Aileen keluar sambil membawa nampan yang berisi minuman dingin. Gadis itu meletakan miniman di meja teras dan menyimpan nampan di bawah meja.
Aileen kemudian duduk di kursi teras, Atha ikut duduk di samping Aileen, mereka dipisahkan dengan meja.
"Aku kira, kamu tidak mau bertemu denganku lagi." Atha memandang wajah Aileen. Pria itu heran karena mata Aileen sembab, seperti habis menangis.
"Putus bukan berarti kita tidak bisa berteman, silahkan minum," tawar Aileen.
Atha lega, sekalipun hanya sebagai teman dia masih berharap suatu saat akan bisa meluluhkan hati Aileen lagi. Pria itu meminum air yangvtelah disediakan Aileen. Air masuk ke dalam tenggorokannya, sensasi dingin membuat Atha semangat lagi. Apalagi cuaca yang sangat terik ini, membuat tubuh gerah.
"Aileen, tolong beri aku kesempatan, aku akan buktikan bahwa aku sangat mencintaimu." Atha merubah posisi duduknya agar bisa menatap Aileen dan memperlihatkan cinta dimatanya.
"Aku tahu dan aku dapat merasakannya." Gadis itu memang merasakan perasaan cinta Atha, tapi perasaan Aileen yang masih meragu. Teringat kembali kata-kata Aiko, agat dia menerima Atha. Pria itu bukan playboy, tentu akan bersikap setia.
"Kalau begitu kenapa tidak kembali padaku lagi? Kita pernah memiliki masa yang indah saat SMA. Apakah itu bukan hal indah bagimu? Atau hanya aku yang merasakannya?" bujuk Atha. Pria itu terus menatap Aileen dengan tulus.
Aileen menoleh kepada mantannya itu. Ekspresi gadis itu tidak bisa diartikan oleh Atha.
"Itu juga hal indah bagiku, hanya saja aku juga mengalami hal indah lainnya," jujur Aileen.
"Pria itu telah membuatmu kecewa dengan mendua, sedangkan aku tidak, aku tulus mencintaimu."
__ADS_1
Perasaan Aileen menjadi ragu dan hatinya tersentuh, meskipun dia lebih ke kasihan kepada Atha. Benarkah hanya Atha, pria yang baik untuknya?
"Aku tidak ingin membuat keputusan terburu-buru, aku akan memberimu kesempatan. Aku tahu kamu pria yang tak akan mendua,"
"Apa? Siapa yang tidak akan mendua?" Winda berjalan ke arah Aileen dan Atha.
Wajah Atha menjadi pias, bagaimana Winda bisa ke rumah Aileen sekarang, saat dia sedang membujuk sang gadis pujaan hati.
"Winda, akhirnya main ke rumah juga." Aileen berdiri dan memeluk sahabatnya itu. Winda tidak membalas pelukan Aileen. Aileen senang bertemu dengan Winda, biasanya saat di SMA mereka selalu bersama-sama.
Bisa dikatakan dimana ada Aileen di situ ada Winda. Winda melirik ke arah Atha, gadis itu tahu bahwa jantung Atha pasti sedang berdetak kencang dan pria itu akan ketakutan. Jika Winda membeberkan hubungan mereka meskipun sekarang telah putus.
Tadi pagi Winda ke rumah Atha, gadis itu membujuk Atha untuk kembali padanya. Sayang Atha menolak dengan alasan tidak bisa menerima Winda karena gadis itu yang telah meninggalkannya.
Winda bertanya, apakah karena Atha masih mencintai Aileen dan ingin kembali pada Aileen? Namun, Atha berbohong bukan karena Aileen. Padahal Winda telah memata-matai Atha. Hal itu membuat Winda sakit hati dan merasa dibohongi.
"Aileen apa kabar?" tanya Winda menahan perasaan benci kepada Aileen.
"Katanya bukan karena Aileen? Lalu ini apa?" Winda menuju arah Atha yang masih duduk di kirsi teras rumah Aileen. Pria itu hanya diam saja, keringat dingin mulai mengalir di tubuhnya.
"Sekarang gue tahu, loe pasti bahagiakan saat gue putusin dan loe bebas untuk kembali sama Aileen. Dasar pengecut dan pembohong, gue lupa loe juga pengkhianat!" Senyum mengejek terpancar di wajah Winda.
"Gue minta loe jangan coab-coba menyentuh Aileen," ancam Atha, dia tidak ingin Winda menyakiti Aileen. Atha berdiri dan memegang dagu Winda.
Gadis itu memalingkan wajah agar terlepas dari Atha.
"Loe jangan berani sama gue, dan apa tadi loe tidak mendua?" sindir Winda, gadis itu memutari tubuh Atha.
__ADS_1
"Apa loe lupa yang loe lakuin sama gue dulu? Perlu gue ingatin lagi?" Winda dengan lancang memeluk punggung Atha. Kemudian melepaskannya dan kembali ke depan Atha.
"Bagaimana rasanya? Apa loe nggak mau merasakannya lagi?" Winda menengadahkan wajah melihat ke arah Atha..
Atha memalingkan wajah dari Winda, dia tahu Winda adalah ular berbisa yang suatu waktu pasti akan mematuknya. Tawaran Winda dulu ternyata menjebaknya. Winda meraih tangan Atha dan membelainya dengan lembut.
"Semua yang terjadi dengan kita, karena ketidak setiaan loe sama Aileen. Jika loe benar-benar mencintai Aileen segarusnya loe tidak tergoda dengan gue. Bagaimana, ya reaksi Aileen jika tahu kekasih tercintanya dulu, menjalin hubungan rahasia dengan sahabatnya sendiri. Hah gue tidak sabar untuk melihatnya," ejek Winda. Dia melepaskan tangan Atha dan kembali berjalan memutari tubuh pria itu. Winda kembali memeluk Atha dari belakang. Atha mencoba melepaskan pelukan Winda.
"Loe tahu? Aidan, lebih baik dari loe dan dia lebih setia dari loe, meskipun terlihat seperti bajingan." Ucapan Winda membuat Atha terkejut. Bagaimana bisa Winda tahu tentang Aidan.
Atha mencoba membalikan tubuhnya, Winda justru semakin erat memeluk Atha. Pria itu menjauhkan Winda dari tubuhnya dan berkata,
"Darimana loe kenal Aidan?" Tatapan Atha tajam ke arah Winda.
Gadis itu hanya tersenyum, Winda dapat melihat pancaran kecembuaruan di mata Atha. Winda menjadi sakit hati, dulu selalu saja tentang Aileen. Winda hanya menjadi selingan, bahkan mungkin saat Atha menciumnya, Winda yakin pasti Atha membayangkan wajah Aileen. Seolah-olah dia mencium Aileen.
"Dunia itu sempit, bukan? Seharusnya loe terima gue lagi." Winda mebalikan badan. Atha tidak terima diabaikan begitu saja. Pria itu menarik tangan Winda, membuat gadis itu memeluk Atha. Tadinya Winda akan melepaskan diri dari Atha, hanya saja saat ditarik Atha, dia sekilas melihat Aileen. Winda justru memeluk Atha dengan erat.
Aileen melotot melihat pemandangan di depannya. Gadis itu tidak sengaja melepaskan nampan, membuat gelas jatuh dan pecah. Air berserakan.
"Winda! Atha?" Aileen tidak percaya melihat kejadian di depan matanya itu.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad