Strawberry On The ShortCake ( SOS )

Strawberry On The ShortCake ( SOS )
Hukuman Absurb


__ADS_3

"Aidan? Apa kalian kenal dengan Aidan?" tanya Syira kembali menatap satu persatu.


Bagaimana mereka bisa tahu dengan Aidan? Si pria pujaan hatinya. Apalagi pria itu tengah diperbincangkan oleh mahasiswa baru ini.


"Jangan pula bertambah saingannya," batin Syira. Dia seperti menelanjangi mereka semua dan menatap dengan tatapan membunuh.


"Tidak!"


"Ya!"


Jawaban dari Aileen dan Risa tidak, sementara 4 anak dari jurusan kimia menjawab iya. Syira memperhatikan adik tingkatnya itu.


Apakah mereka berempat, penggemar baru Aidan. Jika mereka berempat masih aman karena junior Syira dan akan sangat mudah bagi untuk mengendalikan mereka. Syira tersenyum penuh arti. Hanya gadis itu yang tahu apa yang dipikirkannya.


"Kalian apa yang kalian ketahui tentang Aidan?" tanya Syira mengorek informasi, sejauh mana juniornya itu memgenal Aidan, sang pujaan hati.


Hanan membuang muka karena dia tidak suka dengan Aidan. Namun, Hanan menghormati Syira makanya dia tidak memotong pembicaraan Syira. Meskipun, pertanyaan Syira tidak ada hubungannya dengan kegiatan OSPEK.


"Dia ketua geng motor SOS, Kak," jawab salah satu anak kimia yang pertama menyebut nama Aidan.


"Apa ini kebetulan?' sindir Andri kepada Aidan. Dia memandang sahabatnya yang dingin itu, dengan tatapan menyelidik.


"Apaan, sih!" sewot Aidan. Pria itu berdiri membekap tangannya di perut. Memgabaikan sindiran dari Andri, tapi memang apa pun sindiran dan ejekan dari Andri tidak pernah mempan untuk Aidan. Anehnya, tetap saja Andri selalu menjahili Aidan.


Menurut Andri wajar, sih, jika Aidan terkenal karena dia ketua geng motor. Dan Andri juga tahu bahwa Aidan adalah laki-laki yang pintar. Hanya saja Andri tidak tahu mengapa Aidan tidak menggunakan kecerdasannya. Bahkan nilai Aidan rata-rata adalah B. Sekalipun pria itu sering tidak masuk kuliah.


Aidan kuliah hanya saat dia mood saja, para dosen telah paham dengan kelakuan Aidan yang seenaknya itu.


Sementara Aidan hanya diam dengan dingin. Mahasiswa baru lainnya semakin penasaran dengan senior yang bernama Aidan.


"Pantasan loe berurusan dengan gadis berkacamata, ternyata kalian saling mengenal," ucap Andri lagi.


Aidan masih mengabaikan perkataan Andri.


"Btw loe kenal dia dimana? Eh gue baru ingat, bukannya loe yang nanya tentang mereka tadi, ya?" Andri masih saja berbicara meski diabaikan Aidan.


"Brisik, ah," kesal Aidan. Mau tidak mau Andri jadi diam karena tidak ingin menyulut amarah dari seorang Aidan. Apalagi Aidan kalau marah, tidak memandang tempat.


"Terus kenapa jika dia ketua geng motor?" tanya Hanan yang memang cemburu dengan Aidan yang disukai para wanita.


Jelas terlihat ketidak sukaan Hanan terhadap Aidan. Hanya saja yang dapat melihat itu adalah Andri.

__ADS_1


"Apa kalian menyukai Aidan?" tanya panitia lain. Bukannya menenangkan dia malah semakin membuat masalah jadi keruh.


Aileen dan yang lain hanya terdiam, mereka tidak berani menjawab atau melihat senior. Mereka hanya memandang ke bawah, tepat pada sepatu masing-masing.


"Kalian maju ke depan!" perintah Syira. Gadis itu memandu juniornya berjalan ke depan.


Aileen dan mahasiswa baru lainnya, berjalan ke depan mengikuti Syira. Aileen tidak menyangka dia akan sial di hari pertama OSPEK. Padahal dia tidak ingin terlihat dan sekarang semua pasti kenal dengan dia sebagai tukang gosip.


Benar-benar sial, pikir Aileen.


"Semuanya, dengar! Risa, Aileen, Weni, Rika, Mona, dan Nina. Mereka adalah tukang gosip," teriak panitia lain dengan toa, membacakan nama yang tertulis di tanda pengenal yang tergantung di dada mereka.


"May, tulis di bawah nama mereka tukang gosip," ujar Syira.


Senior yang bernama Maya, mengambil spidol dan menulis tukang gosip di bawah nama mereka.


"Sangat memalukan," cicit Risa, yang didengar oleh Maya. Namun, tidak jelas.


"Apa?" Maya melotot ke arah Risa.


"Tidak ada apa-apa, Kak," elak Risa. Dia menyesal harus mengucapkan kata-kata itu, harusnya cukup dalam hati saja.


"Kira-kira menurut kalian, apa hukuman untuk mereka?" Hanan melempar hukuman untuk Aileen dan lainnya kepada mahasiswa baru. Mereka hanya diam, tidak berani dan juga merasa kasihan.


"Mungkin panitia saja yang memberikan hukuman." Hanan mengambil keputusan. Hanan dan panitia lainnya berembuk.


"Kamu bukannya, terlambat setelah istirahat, ya?" Maya melihat ke arah Aileen. Aileen menjadi semakin takut.


Gadis itu memelintir tangannya karena gugup, jangan sampai hukuman buatnya ditambah.


"Dia juga terlambat?" tanya Syira memandang Aileen dengan meremehkan. Gadis cupu, batinnya.


"Benar, sampai gue suruh temannya nyari," ungkap Maya.


"Hukuman mereka sudah diputuskan," ujar Hanan memotong pembicaraan Maya dan Syira.


"Kalian silahkan menyatakan cinta kepada senior yang ada di sini dengan tulus dan jika senior kalian menerima cinta kalian maka hukuman selesai, tapi jika kalian ditolak maka senior itu akan memberikan hukuman lain untuk kalian," jelas panitia cowok lain.


Mahasiswa baru riuh mendengar hukuman itu. Mereka antusias dan penasaran seperti apa yang akan terjadi?


"Khusus kamu Aileen akan ada hukuman tambahan. Kenapa kamu terlambat?" Maya kembali bertanya.

__ADS_1


"May, nanti saja khusus dia, kita mulai hukumannya," sela Syira.


"Kalian silahkan, mencari senior untuk menyatakan cinta," ujar Hanan.


Aileen mencari siapa yang harus di tembaknya. Dia masih mengedarkan pandangan. 4 anak kimia telah berada di depan Aidan.


Aileen salut dengan kenekatan mereka, gadis itu berpikir, kenapa mereka menyukai Aidan?


"Bang Aidan kami suka sama Abang!" serentak mereka memgucapkan kata-kata tersebut, seperti sudah berlatih.


Mahasiswa baru yang tidak kenal Aidan melihat ke sana dan mereka terpukau saat melihat wajah tampan Aidan.


Bisik-bisik pun terdengar diantara mahasiswa baru tersebut.


Aidan memakai celana jeans hitam dan kemeja biru di dalamnya kaos putih. Di tangan kiri Aidan terdapat gelang yang terbuat dari tali dan tangan kirinya ada arloji.


Syira terkejut saat melihat 4 gadis tersebut nekat menyatakan cinta kepada Aidan si pria dingin dan irit bicara.


Risa menghampiri Andri, sedangkan Aileen masih bingung? Apakah dia juga harus menyatakan cinta kepada senior selain Aidan karena dia takut kepada Aidan.


Apalagi dia tahu bahwa Aidan ketua geng motor yang dalam benak Aileen pria nakal yang pastinya membuat keonaran dan Aileen harus menghindari pria-pria sepeti itu.


Aidan mengabaikan gadis-gadis yang menyatakan cinta padanya. Dia melihat Aileen yang masih bingung.


Risa tepat berada di depan Andri, hanya Andri panitia yang dia kenal karena Andri dan Maya lah yang memyuruhnya mencari Aileen.


"Aileen kamu kenapa belum bergerak? Apa tidak ada senior yang tampan menurutmu?" sindir Maya


"Bukan, Kak," jawab Aileen, dengan terpaksa dia berjalan ke arah Hanan. Menurut Aileen Hanan berwibawa. Saat pembukaan penerimaan mahasiswa baru tadi Hanan adalah ketua panitia yang memberikan sambutan. Wajahnya pun tampan dan melihat Hanan mengingatkan Aileen dengan Athanya.


"Saya menyukai Abang!"


🍒🍒🍒


Sambil nunggu aku up lagi, yuks mampir ke karya temanku.



Jangan lupa nyawer ya besties.


Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!

__ADS_1


Ig : lady_mermad


Tiktok : lady_mermad


__ADS_2