
Aidan memperhatikan gadis-gadis itu, jika pria pasti Aidan sudah mengusir mereka.
"Silahkan! Sebaiknya kita ke meja Hanan dan Syira, aja," ajak Andri.
Mau tidak mau Aidan melangkan menuju meja Hanan dan Syira, diikuti Andre.
"Aidan, duduk sini." Syira menepuk bangku di sampingnya. Aidan mengabaikannya dan duduk di depan Hanan.
Andri duduk di samping Syira, sedangkan Andre duduk di samping Aidan. Hanan hanya diam saja, dia tidak suka Syira dekat-dekat dengan Aidan. Namun, apa boleh dikata, Syira sendiri yang menyukai Aidan.
Terkadang Hanan heran, apa bagusnya Aidan itu. Hanan ingat saat SMA, Syira pernah mengatakan tidak suka dengn cowok perokok. Bertemu Aidan, dia melanggar kriteria cowok yang ingin dipacarinya. Padahal Hanan telah menyukai Syira sejak SMA.
Hanan teringat saat mereka tahun pertama kuliah. Saat itu mereka baru semester kedua. Hanan yang tidak tahan lagi dengan perasaan cintanya kepada Syira, akhirnya memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Syira. Meskipun akan ada resiko Syira menolak dan mereka tidak lagi menjadi sahabat. Namun, Hanan akan ambil resiko itu. Dia benar-benar tidak tahan menyimpan perasaan terlalu lama lagi.
Hanan berjalan dari kelas tujuannya adalah kelas Syira, seperti biasa dia akan menjemput Syira untuk makan bersama di kantin.
"Hanan!" panggil Syira yang berlari menghampiri Hanan. Syira terengah-engah karena berlari.
"Tarik nafas, Ra," saran Hanan.
Wajah putih Syira memerah karena habis berlari. Hal itu justru membuat Hanan semakin menyukai Syira. Gadis itu menarik nafas dan menetralkan diri.
"Ada yang ingin gue katakan!" serempak Hanan dan Syira.
Mereka saling berpandangan kemudian tertawa.
"Loe duluan!" mereka masih kompak mengatakan kalimat tersebut.
"Wanita duluan," ujar Hanan.
"Gue jatuh cinta!" Syira tersenyum, dia masih memegang ujung baju Hanan.
Hanan senang mendengarnya dan sedikit GR karena merasa orang yang dicintai Syira adalah dirinya. Akhirnya perasaan Hanan selama ini akan terbalas dan dia tidak bertepuk sebelah tangan.
"Aku juga, aku senang mendengarnya," sahut Hanan.
"Hah? Loe juga, sama siapa? Gue jatuh cinta sama teman loe, Aidan Bahtiar," cerocos Syira.
Seketika senyum yang tadi terbit di bibir Hanan berubah. Bibir Hanan membentuk garis lurus. Dunianya yang tadi sempat merasakan bahagia seketika runtuh.
"Aidan?" kenapa Syira menyukai Aidan? Pria badboy, perokok, keluar masuk diskotik dan geng motor. Mengapa pria seperti itu yang disukai Syira? Hanan tidak rela jika Syira bersama Aidan. Yang jelas-jelas menurut Hanan bukan pria baik.
"Iya, loe bantuin ya! Deketin gue sama Aidan," pinta Syira.
"Gue lapar, udah nggak tahan pengen makan ini," elak Hanan. Dia berjalan menuju kantin tanpa menghiraukan Syira yang memanggilnya.
Sejak saat itu Hanan tidak suka dengan Aidan dan mereka bermusuhan.
"Bang Aidan, mau pesan apa?" tanya Andre.
__ADS_1
Aidan melihat Aileen dan Risa yang masuk ke kantin. Aidan berdiri agar bisa menunjukan kepada ibu kantin wanita yang telah mencuri hatinya.
"Ayo, gue juga ingin lihat sendiri, loe mau makan apa, Ndri?" tanya Aidan.
"Seperti biasa, ayam cabe dan teh es," jawab Andri. Tumben Aidan mau memesan makanan sendiri, biasanya akan menyuruh Andri.
"Oke!" Aidan berjalan ke depan bersama Andre untuk memesan makanan.
Aileen dan Risa telah di depan dan memesan makanan buat mereka.
"Bu, Aileen pesan nasi, lauknya dendeng, kuah jangan dicampur, ya. Minumnya es kosong aja, Bu. Risa mau apa?" tanya Aileen.
Si ibu memperhatikan gadis di depannya.
"Aileen? Apa dia gadis yang dimaksud Aidan?" batin si ibu. "Ah, tidak mungkin karena gadis ini culun berbeda dengan Syira, tunggu Aidan saja yang memberitahu, biar nggak salah," lanjut si ibu dalam hati.
"Gue mau ayam gulai dan teh es, aja," jawab Risa.
"Ditunggu, ya." si ibu mengambilkan pesanan untuk Risa dan Aileen.
Aileen dan Risa membalikan tubuh dan ternyata di belakang Aileen telah berdiri Aidan dan Andre.
Aileen mengabaikan Aidan, dia berjalan melewati Aidan. Aidan hanya diam memandang kepergiaan Aileen.
"Bu, lihat, 'kan cewek yang berkacamata tadi? Yang pesan dendeng?" ujar Aidan kepada ibu kantin.
"Oh, yang itu. Dia yang namanya Aileen?" tanya si ibu memastikan. Ternyata benar gadis itu. Si ibu memandang Aidan dengan kasihan, kenapa Aidan menyukai gadis seperti itu? Mungkin Aidan kena karma karena terlalu banyak menolak gadis.
Ibu kantin sedikit heran dengan selera Aidan. Sudah menjadi rahasia umum, jika Syira menyukai Aidan. Si ibu merasa, Aileen sangat jauh dari Syira.
"Apa tipe Aidan, cewek seperti Aileen?" batin ibu kantin bertanya-tanya.
"Aidan sama ya, Bu dengan pesanan Aileen, dendeng. Minumnya, biasa milo dingin. Coklat dingin ada nggak, Bu?" tanya Aidan. Dia bermaksud menambahkan minuman kesukaan Aileen ke dalam pesanan Aileen.
"Coklat nggak ada," jawab si ibu. Lamunannya terputus karena ucapan Aidan.
"Milo dingin juga buat Aileen, Bu," putus Aidan, "Oh, iya. Jangan bilang Aidan yang bayar, ya, Bu!" tambah Aidan lagi.
Andre pun memesan makanannya. Mereka kembali ke tempat duduk. Aidan berencana untuk duduk di tempat Aileen. Namun, meja tempat Aileen makan juga penuh. Aidan terpaksa duduk di meja Syira.
Si Ibu mengantarkan pesanan Aileen.
"Bu, Aileen tidak pesan milo dingin," ujar Aileen saat melihat milo juga diletakan di meja bersama makanannya.
"Oh, itu hadiah dari seseorang," jawab si Ibu.
"Siapa?" tanya Risa yang penasaran, siapa tahu bukan untuk Aileen.
"Rahasia," jawab si ibu.
__ADS_1
"Apakah orangnya berada di kantin juga, Bu?" tanya Risa lagi. Dia semakin penasaran.
"Salah satu pria yang ada di meja bersama Syira," tunjuk si Ibu ke meja Syira.
Risa dan Aileen langsung menoleh ke belakang mereka. Aidan dan Andre membelakangi mereka. Mata mereka bertemu dengan Hanan dan Andri yang kebetulan tersenyum kepada mereka.
Risa merasa iri melihat Aileen mendapat minuman dari pria. Feelingnya antara Hanan dan Andri. Jika Hanan dan Andri juga menyukai Aileen, benar-benar gawat. Kenapa semua pria menyukai Aileen.
"Menurut loe, siapa yang memberikan minuman ini?" tanya Risa.
"Entah lah," jawab Aileen. Dia memakan makan siangnya, sesekali meminum milo dingin.
Risa masih kesal, kenapa Aileen, sih yang memiliki pengagum rahasia? Apa bagusnya Aileen.
Aidan selesai makan, dia mengambil rokok di dalam saku kemeja. Aidan mulai merokok, kebiasaannya setelah makan.
"Apa tidak sebaiknya, loe ngerokok di luar? Mengganggu tau," ejek Hanan.
Aidan malas berdebat, sejak mengenal Aileen, sifat pemarah pria itu sedikit berkurang. Dia berdiri dari kursi dan menuju kasir, sambil merokok.
"Berapa, Bu? sekalian punya Aileen dan Andre?" tanya Aidan.
Si Ibu memberikan catatan kepada Aidan.
"Duit yang tadi masih lebih," jawab si Ibu.
"Oh, oke deh, Bu." Aidan berjalan keluar.
Aileen sempat melihat Aidan ke kasir, tapi tidak membayar makanannya. Dalam pikiran Aileen pasti Aidan mengancam si ibu untuk tidak bayar atau berhutang.
"Bang Aidan udah keluar," gerutu Risa yang samar-samar terdengar oleh Aileen.
"Apa?"
"Bukan apa-apa," balas Risa.
"Yuks kita bayar, habis itu ke kelas" ajak Aileen. Dia bangkit dari duduk dan menuju kasir.
"Berapa, Bu?" tanya Aileen.
"Oh, punya kamu udah dibayarin tadi pagi," jawab si Ibu.
"Siapa, Bu?" tanya Aileen.
🍒🍒🍒
Jangan lupa nyawer ya besties.
Please Follow akun NT ini sekalian ig dan tik tok author ya!
__ADS_1
Ig : lady_mermad
Tiktok : lady_mermad