
Sinopsis
Rie, putri manja dari pimpinan geng motor Fujiomi, mendapat kabar ayahnya telah meninggal saat perperangan antar geng motor. Geng motor Fujiomi dalam krisis, membuat Rie harus menikah dengan Kenji, putra kedua dari geng motor Nakamura untuk menyelamatkan hasil kerja ayahnya dan keselamatan dirinya.
Pernikahan yang awalnya tanpa cinta. Namun, karena perhatian Kenji, perlahan menumbuhkan rasa cinta dihati Rie. Siapa sangka semua hanya manipulasi dari Kenji untuk mengambil alih geng motor Fujiomi.
Kenji mencoba membunuh Rie. Akan tetapi Rie dilindungi oleh Ryu, anggota geng motor Fujiomi. Naas, Ryu terbunuh demi menyelamatkan Rie, sebelum mati Ryu mengungkapkan perasaannya kepada Rie. Pada akhirnya Rie tetap dibunuh.
Rie bangkit lagi dan terbangun saat sebelum ayahnya meninggal.
Dapatkah Rie mengubah takdirnya?
Lalu, bagaimana dengan kisah cintanya?
Siapa yang akan menjadi pilihan Rie?
Bab 3. Kematian
Rie menyadari bahaya, dia mengerti bahwa Kenji ingin membunuhnya. Rie segera keluar dari ruangan Kenji dan berlari menuju Ryu.
"Cepat, kita harus ke rumah, dan meberitahu yang lain," perintah Rie. Dia dengan cepat menaiki motor Ryu.
Ryu melajukan motor secepat badai, ternyata anak buah Kenji telah mengejar mereka. Terjadi kebut-kebutan dijalan. Pasukan geng motor Kenji sesekali melemparkan tembakan kepada Ryu dan Rie Bersyukur Ryu adalah pembalap handal, sehingga mereka melesat dengan gesit dan menghindari tembakan.
Rie semakin mempererat pelukannya seiring dengan semakin cepatnya Ryu melajukan motor. Mereka terus menembus jalan raya sambil menghindari serangan demi serangan yang dilancarkan oleh anak buah Kenji. Ryu dengan lincah menyelamatkan mereka dari serangan.
Satu persatu anak buah Kenji berguguran di jalan karena Ryu membuat mereka menabrak mobil, maupun masuk ke dalam sungai.
Akhirnya mereka sampai dikediaman ayah Rie. Rumah mereka, juga sebagai markas geng motor Fujiomi. Ryu menghentikan motor dan secepat kilat membawa Rie, sebelum anak buah Kenji datang.
"Apa yang terjadi?" tanya Jiro.
"Anak buah Kenji mencoba membunuh Rie," terang Ryu.
"Apa?"
Tidak lama markas telah di serang oleh anggota Kenji. Mereka mengepung kediaman Fujiomi. Anggota geng Fujiomi yang masih tersisa mencoba melindungi Markas dan putri pimpinan. Mereka bertarung mati-matian.
Salah satu anak buah Kenji melihat Rie dan mencoba menusuknya dengan belati. Ryu melihat niat itu dan menyelamatkan Rie.
Ryu melawan beberapa anak buah Kenji. Mereka mencoba menyerang Ryu. Namun, dapat ditangkis oleh Ryu, pria tersebut menguasai ilmu bela diri taekwondo dan memiliki sabuk hitam.
__ADS_1
Ryu terus melindungi Rie, dari anggota geng motor Nakamura yang ingin membunuh Rie. Target utama mereka adalah membunuh Rie, sesuai perintah Kenji.
Kenji merasa sejak Rie mengetahui kejahatannya, maka Rie tidak diperlukan lagi dan hanya akan menjadi masalah baginya di kemudian hari.
Karena lawan semakin bertambah dan anggota geng motor mereka telah banyak yang terluka bahkan ada yang telah mati.
Kenji keluar dari mobil untuk menyaksikan pertempuran, bahkan di belakang Kenji masih ada beberapa anggota geng motor Nakamura yang lain. Mereka menyerang dan memasuki rumah untuk menghancurkan markas geng motor Fujiomi.
Kenji menyalakan rokok menunggu kehancuran geng motor Fujiomi. Dia mematikan rokok dengan menginjaknya. Kemudian mendekat ke arah Rie yang mati-matian dilindungi oleh Ryu.
"Menyerah saja, kalian tidak punya kesempatan. Aku akan mengambil alih geng motor Fujiomi. Bagi kalian yang ingin hidup bergabung dengan kami," ujar Kenji.
Beberapa anggota geng motor yang masih hidup dan terluka parah. Berhenti dan mendekat ke arah Kenji.
"Saya ikut anda, Tuan." Pria itu kemudian berdiri di belakang Kenji yang menandakan bahwa dia telah membelot. Di susul beberapa orang lainnya. Tersisa hanya beberapa orang saja.
Ryu dan Rie tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Anggota geng motor Fujiomi telah membelot.
"Bunuh mereka!" teriak Kenji. Dia memerintahkan untuk membunuh geng Fujiomi yang tersisa.
Semua menyerang Ryu dan anggota geng yang masih setia.
"Pergilah, Rie, selamatkan dirimu," usir Ryu di tengah perkelahiannya.
"Pergilah!" hardik Ryu karena melihat Rie yang tidak mau pergi.
Rie akhirnya bergerak dan melarikan diri. Kenji melihat Rie yang berlari. Memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Rie.
"Tembak wanita itu!" perintah Kenji.
Salah satu anak buahnya yang berada tidak jauh dari Rie menembak Rie. Namun, bukan Rie yang tertembak melainkan Ryu yang mendengar perintah dari Kenji.
Mendengar suara tembakan, Rie yang sedang berlari berhenti dan membalikan tubuhnya. Dia melihat Ryu yang telah terkapar besimbah darah. Peluru dari anak buah Kenji tepat mengenai jantung Ryu.
Rie berlari dan memeluk tubuh Ryu yang telah melemah. Rie meletakan kepala Ryu di pahanya.
"Jangan pergi. Tetaplah di sini." Rie mengusap pipi Ryu agar pria itu tetap sadar.
"Maaf, aku tidak bisa melindungimu lagi," lirih Ryu, darah tidak berhenti mengalir dari tubuhnya.
Rie menyobek gaun selututnya dan menahan agar darah tidak terus keluar.
"Tidak, aku tidak memgizinkanmu mati, hanya kau keluarga yang ku miliki," isak Rie.
__ADS_1
"Ada yang ingin aku sampaikan," ucap Ryu terbata-bata.
"Jangan mengatakan apapun, kau harus selamat, aku tidak bisa hidup jika kau juga pergi," bujuk Rie, dia terus menekan kain diluka tembak Ryu. Berharap darah tidak lagi leluar. Gadis itu takut Ryu kehilangan banyak darah.
"Aku mencintaimu, sejak dulu hingga sekarang," ucap Ryu putus-putus.
"Apa?" Rie tidak percaya dengan yang didengarnya. Bukanlah selama ini Ryu hanya menganggapnya adik?
Rie mengingat kenangan saat mereka bersama. Rie selalu menjahili dan bersikap sombong kepada Ryu karena dia menganggap Ryu pria yang tidak normal dan menyukai sesama. Itu semua karena Ryu tidak pernah memiliki kekasih dan hanya mengabdikan hidup kepada ayah Rie.
"Aku telah mencintaimu sejak kau berumur 12 tahun," lanjut Ryu.
"Maaf, karena tidak tahu tentang perasaanmu ini." Air mata terus mengalir di pipi Rie.
Ryu memegang wajah Rie, menatap Rie dengan perasaan sedih karena dia tidak bisa lagi melindungi wanita yang dicintainya. Rie merekatkan tangan Ryu ke wajahnya dan menutup mata menikmati moment ini.
"Maaf, hiduplah dengan bahagia. Aku mencintaimu." Pegangan tangan Ryu di pipi Rie terlepas dan matanya tertutup.
Rie membuka mata dan melihat bahwa Ryu telah mati.
"Tidak!" pekik Rie histeris. Dia mengoncang-goncang tubuh Ryu berharap Ryu akan kembali lagi padanya.
Gadis itu memeluk tubuh Ryu yang dingin. Dia melihat ke sekeliling ternyata semua anggota geng motor ayahnya telah mati bersimbah darah. Dalam sekejap organisasi yang didirikan ayahnya lenyap. Sore tadi Rie masih merasakan kebahagian karena menikahi Kenji. Sekarang perasaan itu musnah tergantikan kebencian.
Rie menyesal karena baru mengetahui perasaan Ryu kepadanya. Kecewa, sakit hati dan terluka menjadi satu.
Kenji mendekat ke arah Rie dan menodongkan pistol ke kepala Rie. Rie menatap pria yang sempat membuatnya jatuh cinta itu.
"Apakah kau pernah mencintaiku?" tanya Rie penasaran. Perlakuan Kenji selama ini padanya, membuat Rie percaya bahwa Kenji tulus mencintainya.
"Dalam posisiku, wanita adalah nomor sekian, jadi matilah," ucap Kenji dengan dingin.
"Aku bersumpah tidak akan melepaskanmu, kau akan mendapatkan karmamu!" pekik Rie, air mata terus mengalir tanpa henti.
"Aku tidak peduli." Kenji melepaskan tembakan tepat di kening Rie. Seketika Rie terjatuh ke belakang, dia menatap langit. Tiba-tiba hujan turun dengan lebat. Tempat itu tergenang dengan campuran darah dan air.
Rie tidak ingin mati seperti ini, dia berdo'a untuk bisa merubah takdirnya dan membalas dendam. Perlahan Rie kehilangan kesadaran.
Kenji menatap wajah cantik wanita yang pernah bersamanya, dia merasakan hatinya kosong. Jantung Kenji berdebar kencang. Setelah sadar bahwa dia juga mencintai Rie. Pria itu langsung memeluk Rie.
***
"Ini dimana?" Rie memandang langit yang berwarna putih.
__ADS_1